SINOPSIS BEINTEHAA episode 120 (12 Juni 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 120 (12 Juni 2014) Zain sedang bekerja dilapangan, tiba tiba Aaliya menelponnya, Zain mengatakan “aku akan memanggil pacarku, aku akan memintanya untuk menciumku, Zain juga mengatakan “istriku sangat licik, dia tidak menciumku, jadi aku memanggilnya untuk menciumku, Aaliya merasa cemburu dan mengatakan “aku akan pergi ke Bhopal jika kau menyiksa ku seperti ini, Zain mengatakan “kapan kau akan pergi?, Aaliya mengatakan “Owh, aku akan pergi ke toko pisau Babban dan akan mendapatkan pisau yang besar untuk membunuhmu, Zain terkejut mendengarnya, lalu Zain mengatakan “bagus, berikan pada ku alamat Babban itu, Aaliya terkejut mendengarnya, 

Shaziya menelpon Gowhar dan mengatakan “Barkath selalu ku gunakan untuk memberikan ku uang sebanyak 2 lakhs setiap minggu, tapi dia telah pergi dari rumah karena Aaliya, Shaziya menjelekkan Aaliya, tiba tiba Aaliya datang, Shaziya kaget melihatnya, kemudian Shaziya mulai memuji Aaliya, Aaliya mengatakan “aku mendengar semua percakapan, bagaimana bisa kau begitu licik, apakah kau mulai memainkan permainan yang aneh lagi, aku akan memberitahu ini pada kak Fahad, Shaziya terkejut mendengarnya, kemudian Aaliya pergi, 

Didepan pintu kamar Shaziya, Zubair datang menemui Aaliya dan mengajak Aaliya keluar, Shaziya melihatnya, dia tersenyum licik, dia mengatakan “mereka terlalu dekat, aku harus melakukan sesuatu, 

Zubair masih membawa Aaliya keluar dengan memegang tangannya, tanpa sengaja mereka terjatuh ditempat tidur, tiba tiba Surayya dan Usman melihat mereka, Aaliya dan Zubair terkejut melihat mereka, Surayya bertanya pada Usman “apa yang ingi kau katakan sekarang?, Surayya masuk kedalam, Zubair mengatakan “aku terpeleset dan terjatuh dengan Aaliya, belum selesai Zubair bicara, Surayya menamparnya dan meminta Zubair untuk keluar dari rumahnya, Zubair mengatakan “anda salah, Usman meminta Surayya untuk membiarkan Zubair menyelesaikan kata-katanya, Surayya mengatakan “aku tidak ingin mendengar apa-apa karena ini adalah masalah hidup Zain, Aaliya ingin menjelaskan, tapi Zubair menghentikannya
, Zubair mengatakan “aku akan pergi dari sini, Zubair berkata pada Usman “aku akan segera keluar dari sini,

Dikamar, Zubair sedang membereskan barang barangnya, Aaliya datang dan melihatnya, Aaliya terlihat sedih, Zubair pergi, 

Ditempat kerja, Zain mendapat telapon dari Usman, Usman menginformasika
n tentang kejadian itu, Zain terkejut mendengarnya,
Zain pulang kerumah, dia terlihat sangat marah, sedangkan dikamar, Aaliya sedang menangis, dia teringat akan kata-kata kasar Surayya pada Zubair, Zain melihat dirinya sedang menangis, Zain mengatakan “ayah telah menelponku dan menginformasi semuanya tentang Zubair, Aaliya mengatakan “aku tidak akan melihat Zubair lagi, Zain, aku hanya mencintai mu, aku tidak bisa memikirkan orang lain, Zain memegang tangan Aaliya dan membawanya keluar, Aaliya bertanya “Zain, apa yang kaulakukan?, Zain hanya diam, Zain membawa aaliya ke tempat di mana Usman dan Surayya sedang duduk dengan Shaziya dan Fahad, Surayya melihat mereka dan berkata pada Usman “alasan aku tidak ingin menginformasikan hal ini pada Zain karena aku tahu kalau mereka akan bertengkar, Zain mengatakan “aku membawa Aaliya memang untuk alasan itu, Surayya mengatakan “Aaliya sedang tidur dengan pria lain, semua itu dilihat oleh aku dan ayahmu sendiri, Aaliya terkejut mendengarnya, Zain mengatakan “aku juga pernah meragukan Aaliya, mendengar itu, Aaliya sedih, Surayya berkata pada Usman “dengar Usman, bahkan Zain juga meragukan Aaliya, kemudian Zain mengatakan “kata-katanya belum lengkap, 
Zain memegang tangan Aaliya, Zain mengatakan “aku pernah meragukan Aaliya dan Zubair, tapi pemikiranku salah karena aku tidak pernah tinggal di sebuah keluarga bersama dengan sepupuku, meskipun Aaliya memiliki persahabatan dengan banyak orang, dia hanya mencintai ku, tidak peduli apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meragukan Aaliya, Usman merasa senang mendengarnya, Usman berkata pada Surayya “Surayya itulah alasan ku memanggil Zain karena hanya seorang suami yang bisa memahami istrinya, kau telah meragukan gadis yang lugu ini, dan kau juga telah menampar Zubair, dia membawa budaya yang baik bersamanya, Surayya marah mendengarnya, dia mencoba untuk pergi dari sana, Usman memegang tangannya dan mengatakan “ketika anak-anak melakukan kesalahan, orang tua harus memaafkan mereka, tapi ketika orang tua membuat kesalahan, apa yang harus orang tua lakukan, semua kaget mendengarnya, Shaziya mengatakan “ibu tidak bisa meminta maaf, ayah harus memaafkan ibu, Aaliya memberitanda pada Zain agar tidak membiarkan Surayya meminta maaf padanya, kemudian Zain mengatakan “ibu tidak akan meminta maaf, aku yang akan meminta maaf untuk Aaliya, Aaliya tolong maafkan ibuku, Aaliya terharu melihatnya, sementara Surayya merasa marah dan pergi dari sana,


Dikamar, Usman berkata pada Surayya “kau sungguh tidak mengerti anak-anakmu dengan baik, aku telah mengambil keputusan yang tepat untuk menikahkan Zain dan Aaliya, 

Surayya sedang duduk sendirian, dia teringat akan kata-kata Usman yang mengatakan kalau dia mengambil keputusan yang tepat untuk menikahkan Zain dan Aaliya, dia juga teringat ketika Zain dan Aaliya menikah, lalu di teringat ketika Usman memintanya untuk meminta maaf pada Aaliya, dia juga teringat ketika Zain meminta maaf pada Aaliya, tak lama Shaziya datang menemuinya, dia mencoba untuk menghasut Surayya dengan mengatakan “aku tidak bisa menerima jika ada seseorang yang menghina ibu, sekarang Aaliya adalah ratu rumah ini, bukan ibu,
SINOPSIS BEINTEHAA episode 121
Bagikan :
Back To Top