SINOPSIS MOHABBATEIN episode 149 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 149 by. Sally Diandra Raman memberikan pernyataannya pada inspektur polisi tentang mobil yang berwarna putih yang telah menabrak ibu mertuanya, semua orang lalu melihat keadaan Amma, namun perawat meminta mereka semua untuk pergi dan menunggu diluar, hanya boleh satu orang saja yang menunggui didalam, Bala meminta Ishita untuk menemani Amma di dalam, akhirnya semua orang pulang, nyonya Bhalla berusaha membangunkan Amma dengan berpura pura bertengkar dan bersikap seperti biasanya dengan Amma “Nyonya Iyer, ayooo bangun ! Atau aku akan menari disini dan meminta Ishita untuk masak ayam lagi” ujar nyonya Bhalla, namun Amma tidak memberikan respon apapun, Amma hanya terdiam dengan perban yang menutup seluruh kepalanya, Ishita hanya bisa menangis melihatnya 

“Nyonya Iyer, kenapa kamu diam saja, kamu tidak bisa menghadapi aku ? Tapi aku juga tidak akan berlari dibelakangmu, kamu ini selalu saja menyakiti telingaku, bangunlah sekarang” perawat langsung menegur nyonya Bhalla “Tolong, nyonya ,,, jangan buat keributan disini, dia tidak bisa mendengarkan apapun saat ini” ujar perawat, Ishita juga mengatakan hal yang sama “Aku akan menegur kamu ! Dan melihat bagaimana dia bangun” ujar nyonya Bhalla sambil menangis dan meminta Amma untuk bangun, nyonya Bhalla terus mengajak Amma bicara tidak ada henti hentinya sambil menangis 

Ruhi dan Shravan bilang ke Vandu kalau mereka ingin bertemu dengan Amma “Kalian berdua berdoa saja yaa untuk nenek, agar nenek bisa cepat sembuh”, “Jangan khawatir, bibi Vandu ,,, aku bisa menjaga Shravan” ujar Ruhi polos, sementara itu dirumah sakit nyonya Bhalla meminta pada Amma untuk mengatakan sesuatu karena hari ini dia tidak keberatan “Kamu selalu siap untuk bertengkar denganku kan ? Lihat saat ini banyak orang menangis untuk kamu, semua orang tidak mau makan, mereka hanya mau makan idli buatanmu, nyonya Iyer” saat itu Amma menggerakkan tangannya, Ishita melihat hal ini dan menunjukkannya pada nyonya Bhalla, nyonya Bhalla sangat senang, 

Ishita meminta nyonya Bhalla untuk terus mengajak Amma ngobrol Nyonya Bhalla terus menerus mencoba membangunkan Amma atau dia akan membuat Amma makan telur, tiba tiba Amma membuka matanya “Ibu sudah sadar, perawat tolong beritahu dokter” nyonya Bhalla sangat berterima kasih pada Tuhan, tak lama kemudian dokter datang dan mengecek kondisi Amma “Bagaimana keadaanmu, nyonya Iyer ?” tanya nyonya Bhalla “Luar biasa, sepertinya nyonya Iyer hendak mengatakan sesuatu pada kalian” ujar dokter, saat itu Raman juga datang kesana, Amma mencoba mengatakan sesuatu sambil berkata “Romi” lalu Amma menutup matanya kembali, nyonya Bhalla merasa heran “Kenapa nyonya Iyer menyebut nama Romi ? Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya ? Coba aku bicara dengan Simmi nanti” ujar nyonya Bhalla penasaran 

Nyonya Bhalla lalu bertanya Simmi “Simmi, ada masalah apa ? Apakah Romi melakukan sesuatu yang salah ?”, “Tidak, ibu ,,, Romi tidak melakukan apa apa” bela Simmi “Jika ada sesuatu, semuanya pasti akan memburuk ! Panggil Romi dan tanyakan padanya dimana dia sekarang !” Simmi segera menelfon Romi “Aku tahu kenapa nyonya Iyer menyebut nama kamu” ujar Simmi geram, sementara itu dirumah sakit, dokter meminta Ishita untuk bersabar “Tapi kenapa ibu menyebut nama Romi ?”, “Mungkin ada hubungannya dengan dia” dokter menimpali pertanyaan Raman “Iyaa benar, apalagi ibu juga membawa laptop Romi” sela Ishita “Dokter Ishita, apakah ibu anda termasuk pasien darah tinggi, bisakah anda membawa data medisnya yang lama”, “Baik, aku akan mengambilnya,,, Raman, kamu tinggal disini dulu ya menunggu ibu, aku akan pulang sebentar” Raman mengangguk sambil terus bertanya tanya kenapa Amma menyebut nama Romi 

Ruhi dan Shravan berdoa untuk kesembuhan Amma, mereka menangis dan saling besaing satu sama lain dalam “Shravan, kita harus membuat kartu semoga lekas sembuh untuk nenek” pinta Ruhi, 

Saat itu Ishita pulang kerumah untuk mengambil medical recordnya Amma, Ishita melihat Romi mengendarai mobil putih, Ishita teringat pada ucapan Raman dan teringat juga Amma menyebut nama Romi, Ishita segera berlari untuk menemui Romi dengan berlari turun ke bawah, Ishita menatapnya dengan perasaan marah dan bertanya “Romi, kamu dari mana saja ?”, “Ini mobil temanku, kak” ujar Romi santai “Kamu dari mana saja ?”, “Aku bareng teman temanku” Ishita langsung menyela ucapan Romi “Kamu bertanya padaku untuk memilih siapa yang harus aku pilih, kamu atau kak Bala dan aku memilih kamu tapi kak Bala tahu bedanya yang salah dan yang benar sedangkan kamu tidak ! Kenapa kamu melakukan hal ini, Romi ?” tanya Ishita kesal “Apa yang sedang kamu pikirkan ? Apa yang kamu lakukan ? Katakan padaku !” Romi mulai tegang dan gelisah “Aku bersama teman temanku, kak ,,, sungguh”, “Kenapa temanmu tidak mengambil mobilnya kembali ? Kenapa kamu meminjam mobil ini darinya ? Apakah untuk mencelakai ibuku ?” Romi menatap ke arah Ishita dan bertanya 

“Kecelakaan ?”, “Iyaa ibuku baru saja dioperasi kepalanya karena kecelakaan, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini, Romi ?” Romi kaget “Apa yang kamu katakan, kak ?”, “Katakan padaku kalau kamu tidak melakukan hal ini !” saat itu Simmi datang menghampiri mereka “Baiklah, kamu tidak ada disana, tapi katakan padaku berapa nomer telfon temanmu ?”, “Aku memang tidak ada disana, kak” bela Romi “Baik, aku hanya ingin tahu dengan siapa kamu tadi ? Kamu tahu ibuku ditabrak sebuah mobil !” Simmi langsung membela adiknya “Aku tadi sedang bersama ,,,” Ishita kembali menyela “Dari nada bicaramu saja sudah ketahuan kalau kamu merasa bersalah, kamu pikir dengan mencelakai ibuku kamu bisa bebas dari kasusnya kak Bala ? Tidak, Romi ! Ingat, jika kamu melakukan hal ini maka kamu akan menyesal sepanjang hidupmu !” Ishita kemudian berlalu dari sana karena mendapat telfon dari Appa, Simmi segera mengajak Romi masuk ke dalam rumah 

Simmi lalu membawa Romi masuk ke dalam rumah “Romi, lebih baik kalau kamu pergi dari sini, pergilah sejauh mungkin sampai semuanya terselesaikan, nyonya Iyer telah menyebut namamu, aku tahu kalau kamu tidak melakukan apa apa, tapi jika kak Raman mendapatkan kamu maka kamu akan dikirimkan ke penjara, pergilah kerumah temanmu yang bernama Bunty tapi jangan sekali kali angkat telfon dari kak Raman, aku janji aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu” bujuk Simmi 

Dirumah sakit, Appa sedang bicara dengan dokter tentang biaya pengobatannya, dokter memintanya untuk pergi ke loket pembayaran, Raman meminta semua orang untuk pulang “Raman, lebih baik kamu pulang saja” pinta Bala “Tidak, aku dan Ishita yang akan mengurusi disini, kalian pulanglah” akhirnya semua orang pulang, Appa teringat kalau dirinya punya deposit uang kesehatan, Appa memberikan kartu kesehatannya “Maaf, pak ,,, kartunya sudah tidak berlaku lagi, apakah anda tidak membuatnya yang baru ?” tanya kasir rumah sakit, saat itu Raman lewat disana dan melihat Appa sedang cemas soal biaya rumah sakit 

“Ayah, nanti aku yang akan membayar biaya rumah sakitnya”, Tidak, Raman” Appa menggeleng “Ayah, jangan buat aku jadi orang asing, aku ini juga anakmu” Appa menangis dan memeluk Raman, Raman tersenyum, saat itu Ishita datang dan memberikan medical recordnya Amma yang lama ke dokter sambil berfikir kalau dirinya akan mencari keadilan untuk Amma dan tidak akan mengampuni siapapun yang telah menabrak Amma, Ishita berfikir tentang Romi yang sepertinya berhubungan dengan kecelakaan ini SINOPSIS MOHABBATEIN episode 150 by. Sally Diandra

Bagikan :