SINOPSIS MOHABBATEIN episode 517 “MALAM PERTAMA RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 517 “MALAM PERTAMA RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra Malam itu Shagun memarahi Ashok, Ashok teringat akan kata kata Shagun, Shagun kemudian menyuruhnya pergi dan memikirkan tentang Raman dan Ishita, Shagun sedang menunggu telfon dari Viviek karena mereka harus mengirimkan Raman ke Ishita, Raman bertanya pada tuan Jhakad tentang Ishita “Aku tidak tahu dimana Ishita, tadi dia ada disini” ujar tuan Jhakad “Apakah dia sudah meninggalkan pesta ini dan pulang kerumah ?” gumam Raman bingung, Viviek kemudian memberitahu Raman kalau sedari tadi dia menelfon Raman dan Ishita mungkin saat ini mungkin sedang mabuk “Tadi Ashok membawa Ishita ke sebuah kamar” ujar Viviek, Raman bergegas naik ke atas mencari Ishita dari kamar ke kamar, hingga akhirnya Raman melihat Ishita sedang tertidur di sebuah kamar, 


Raman bergegas pergi menemui Ishita, Raman mencoba membangunkan Ishita dan memeluknya dengan perasaan menyesal Viviek lalu menelfon Shagun dan memberitahu Shagun kalau semuanya baik baik saja, Raman kemudian membawa Ishita pulang, Shagun memberitahu Viviek kalau Raman tidak boleh tahu kalau Viviek menelfon Shagun dan Shagun juga datang kesana, saat itu di luar Shagun melihat Raman sedang membawa Ishita masuk ke dalam mobil, Shagun langsung bersembunyi sambil bergumam pada dirinya sendiri “Aku berharap insiden ini tidak membawa masalah pada hubungan mereka berdua, Ashok sudah menciptakan banyak masalah sebelumnya tapi tidak untuk kali ini, Ishita sudah berdandan sedemikian rupa, mungkin agar bisa lebih dekat dengan Raman, itu artinya kata kata pedasku berimbas juga padanya, aku berharap mereka akan bersatu untuk selama lamanya” gumam Shagun tulus 

Malam itu rupanya Raman tidak membawa Ishita pulang kerumah melainkan ke sebuah hotel “Raman, kita ada di mana ?” tanya Ishita yang mulai tersadar dari mabuknya “Terima kasih, Dewa ,,, akhirnya kamu ingat juga siapa itu Raman” ujar Raman lega “Aku ini bertanya sesuatu dan kamu menjawab yang lain”, “Kita ini berada di hotel, lihat kondisimu, apakah aku harus membawamu pulang dengan keadaan seperti ini ?” ujar Raman kesal “Aku harus pulang kerumah, Raman” ujar Ishita yang kemudian bangun dari tempat tidur, tiba tiba Ishita terpeleset dan Raman segera memegangnya, namun Ishita merasa kesal “Duduklah, kamu bisa pulang sendirian, kalau aku tidak akan ikut” ujar Raman, Ishita menangis dan teringat pada ucapan Raman, Ishita juga teringat pada ucapan Shagun “Aku tahu kalau kamu tidak ingin aku ikut kemanapun bersamamu”, “Drama baru apalagi ini ?” sela Raman menimpali ucapan Ishita 

“Apakah kamu memperhatikan aku ?”, “Apa yang harus aku lihat ? Apakah usiamu 8 tahun ?” ujar Raman kesal “Aku ini memang tidak ada apa apanya bagimu, aku sudah mencoba melakukan sesuatu yang special untuk kamu, aku mengenakan gaun ini untuk kamu, Raman ,,, apakah kamu mengatakan sesuatu ?” tanya Ishita kesal “Ini gaun yang norak ! Apakah aku meminta kamu mengenakan gaun seperti ini ?”, “Aku ini memang tidak cocok untuk kamu, aku ini memang bukan tipenya kamu” ujar Ishita sedih, Raman hanya tertegun “Apakah kamu sudah gila memikirkan hal ini ?”, “Kamu memang tidak tertarik denganku dan berusaha melarikan diri dariku, tadi kamu sudah meninggalkan aku sendirian dipesta, ini memang salahku, seharusnya aku bisa mengerti, kalau kamu tidak membutuhkan aku, siapa aku ini buat kamu ? Seorang teman, kekasih ? aku tidak mau membuat kamu jadi gila, Raman ,,, aku memang tidak di butuhkan disini” ujar Ishita sambil menangis “Aku harus pergi dari sini” ujar Ishita sambil beranjak pergi

Raman segera memegang tangan Ishita mencegah kepergian Ishita “Aku ini tipe pejuang, aku juga gila dan bodoh, sudah cukup sekarang Raman, kamu ini memang sangat bodoh karena kamu ini tidak mengerti apa artinya kamu untukku, kamu juga tuli karena kamu tidak bisa mendengar detak jantungku” Ishita tidak terima dengan ucapan Raman, mereka berdua kembali bertengkar “Siapa yang menyuruh kamu ganti baju ? Aku menyukai kamu apa adanya dirimu, seharusnya kamu tidak usah ganti baju !”, “Itulah kenapa kamu tadi berdansa dengan nyonya Tandon kan ?” balas Ishita “Dia itu memang hot !” Ishita langsung menampar pipi Raman dengan keras “Apakah kamu sudah gila ?”, “Aku tidak bisa mendengarnya !” bentak Ishita kesal “Dia memang sangat hot !” Ishita kembali menampar Raman dengan keras “Apakah kamu akan menamparku juga ?” tanya Ishita, Raman tidak berkata apa apa karena Raman langsung memegang kedua pipi Ishita dan mencium bibir Ishita dengan lembut, Ishita terperangah dan tidak percaya “Aku akan melakukan hal ini, sebanyak kamu menampar kamu, ayooo tampar aku lagi sekarang, ayoo cepat ! Aku akan memperhatikan kamu sekarang” ujar Raman, 

Ishita jadi tersipu malu, pipinya pun memerah kemudian berbalik membelakangi Raman, tiba tiba lampu di kamar hotel itu mati, Raman segera mengambil kesempatan ini dengan mendekat ke arah Ishita dari belakang dari menciumi bahu dan leher Ishita dengan lembut, Ishita serasa melayang terbang di udara begitu mendapat sentuhan dari suaminya ini, kemudian Raman membawa Ishita ke tempat tidur dan mereka berdua mulai intim bersama, malam itu adalah malam penyatuan mereka berdua tanpa ada gangguan dari siapapun 

Sementara itu di rumah keluarga Iyer, Vandu dan Mihika sedang memikirkan Ishita “Kemana Ishita pergi malam ini ?”, “Iya, kak ,,, Raman dan Ishita juga belum pulang” sela Mihika menimpali ucapan Vandu “Aku sangat khawatir, Mihika”, “Apakah mereka sedang bersama saat ini ? Atau kakak membangunkan aku hanya mau mengatakan kalau sekarang sudah jam 4 pagi ?” tanya Mihika “Mereka tidak memberitahu kita, tadi kan mereka bertengkar” Vandu benar benar cemas memikirkan adiknya “Kalau begitu aku akan menelfon kak Ishita” ujar Mihika, saat itu Ishita sedang tersenyum sambil memperhatikan Raman yang sedang tertidur disebelahnya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 518 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top