SINOPSIS VEERA episode 38 (19 Desember 2012)

SINOPSIS VEERA episode 38 (19 Desember 2012) by. Sally Diandra Hari itu Veera sedang melakukan tilak untuk Ranvi dan mengikatkan Rakhi di tangan kakaknya ini, kemudian Veera menyuapkan Gulab Jamun (makanan) ke Ranvi dan Ranvi juga melakukan hal yang sama pada Veera “Ini adalah pengikatan Rakhi yang sangat unik dimana kalian berdua kakak dan adik telah membaginya sama saja” ujar bibi Chaiji “Ranvi, sekarang kamu bisa memberikan hadiahmu pada Veera” pinta bibi Chaiji “Veera, kamu harus menutup matamu terlebih dulu sementara aku akan menyiapkan hadiahnya untukmu” Veera menuruti permintaan Ranvi namun mengintipnya sedikit dengan satu matanya “Veera, tutup kedua matamu” pinta bibi Chaiji “Tapi bagaimana caranya aku tahu apa yang kak Veer bawakan untukku ?” tanya Veera penasaran, tak lama kemudian Ranvi datang dengan sebuah Gullak (celengan babi) dan menyuruh Veera membuka matanya, Veera bertanya tanya untuk apa benda itu ? Kemudian Ranvi menjelaskan pada Veera kalau dirinya yang membuat celengan itu untuknya dan Veera bisa menaruh uang di dalamnya dan bila sudah banyak Veera bisa memperoleh uang yang sangat banyak yang bisa dihabiskannya, 

Ranvi kemudian menunjukkan celengannya sendiri ke Veera “Kenapa kakak tidak menggunakan uang dari celengan kakak ini ?” tanya Veera penasaran “Karena aku merasa kalau aku belum membutuhkannya” kemudian Ranvi mulai memenuhi celengan Veera dengan semua uang koin yang dimilikinya “Bibi, maukah bibi juga memasukan uang bibi ke celenganku ini ?” bibi Chaiji menegur Veera karena menyebutnya dengan sebutan Chay Ji bukan Moti Chaiji “Bibi, bibi jangan menegur Veera seperti itu” pinta Ranvi “Veera, ayo sebutkan nama bibi dengan benar” ujar bibi Chaiji lagi “Iyaa, tapi bibi masukan dulu uangnya ke celenganku ini, maka aku akan mengucapkannya dengan benar” ujar Veera polos, bibi Chaiji terlihat sangat kesal “Dulu, pertama kali Guddu, kemudian Ratan, Ranvi dan sekarang si Veera ! Sungguh sangat menyebalkan !” ujar bibi Chaiji “Kalian semua ini memang bandar dan bandarya !” anak anak itupun tertawa terbahak bahak mendengar ucapannya 

Tak lama kemudian Ratan menghampiri mereka dengan makanan untuk sarapan pagi, Veera segera berlari kearahnya “Bibi, bibi ,,, maukah bibi memasukan uang ke celenganku ini ?” pinta Veera dengan mengiba “Aku tidak punya uang !” ujar Ratan dan berlalu begitu saja tanpa mempedulikan Veera, Veera sangat kecewa, Ranvi dan bibi Chaiji memanggil Veera dan mereka memasukan uang koin ke dalam celengan Veera, Ranvi sangat senang begitu melihat Veera bahagia, kemudian mereka mulai menikmati sarapan pagi “Ranvi, coba kamu cek apa Veera mencuil kedalam mangkok mentega” Ranvi mengambil sesendok mentega dan menjejali mulutnya dengan mentega “Sudah hentikan, Ranvi” ujar bibi Chaiji, Ranvi kemudian menyuapkannya ke mulut Veera “Oh iya, aku lupa memberikan hadiah untuk kakak”, “Veera, cuma kakak saja yang memberikan hadiah” Veera penasaran “Kenapa bisa begitu, kak ?” tanya Veera heran “Veera, itu adalah tradisi kita” sela bibi Chaiji “Apa maksudnya itu, bibi ?” 

Bibi Chaiji sedikit kerepotan dengan beribu pertanyaan dari kakak beradik ini “Kalau begitu aku akan membuatkan Paratha untuk kakak” Ranvi tertawa kecil “Kamu belum bisa melakukannya, Veera ,,, karena kamu masih kecil” Veera langsung pergi ke dapur dan mengatakan keinginannya pada Ratan kalau dirinya ingin membuat Paratha (makanan) untuk kakak Veer-nya “Kamu tidak bisa membuatnya, Veera ,,, karena kamu masih sangat muda” ujar Ratan dingin “Tapi usiaku sudah 5 tahun, bibi ,,, dan aku tidak kecil lagi” Veera meminta pada Ratan sekali lagi tapi Ratan malah meminta Veera untuk pergi sambil berkata “Kamu bisa membuat Paratha kalau celenganmu sudah penuh” ujar Ratan kemudian Ratan menyuruh Ranvi untuk membeli obat sakit kepala untuknya, Veera kembali kecewa dan berlalu dari dapur, bibi Chaiji berusaha untuk menghibur Ratan “Dia membuat aku setuju dengan Ranvi kalau aku harus menerima Veera sebagai anakku sendiri dan aku akan merawatnya jika dia bisa mengembalikan suamiku, kak” bibi Chaiji berdoa pada Tuhan agar impian Ratan menjadi kenyataan 

Veera sedang memikirkan sebuah ide untuk memenuhi celengan babinya, Veera kemudian mengikatkan sebuah perban di sekitar kepalanya seolah olah dirinya sakit dan mulai berjalan ke jalan, kemudian meminta uang pada seluruh warga desa dan di masukannya ke dalam kotak uangnya “Memangnya untuk apa uang itu ?” tanya salah seorang perempuan “Kepalaku terluka dan aku membutuhkan uang untuk membeli obat” Veera pura pura kesakitan, 

Sementara itu Dalbir, teman Ranvi memuji Rakhi yang dikenakan oleh Ranvi “Ini karena Veera yang mengikatkannya” ujar Ranvi bangga, saat itu adik Dalbir juga sudah besar dan sedang bermain main dengan mainan seperangkat alat dapur yang lengkap, dia pura pura membuatkan teh untuk mereka berdua, Dalbir dan Ranvi “Kenapa cangkirnya sangat kecil sekali ?” Ranvi sangat penasaran dengan mainan perlengkapan memasak yang sangat kecil itu “Mainan ini yang beli ayahku di kota” ujar Dalbir, Ranvi langsung teringat pada Veera yang ingin membuat Paratha untuknya “Dalbir, apakah mainan itu hanya ada di kota ? Apa tidak ada didesa ?” Dalbir menggelengkan kepalanya dan berkata “Kalau di kota semuanya ada !” Ranvi hanya tersenyum dan segera berlalu dari sana 

Pada saat yang bersamaan, Veera masih dengan misinya mengisi celengan agar penuh dengan uang, sementara itu Ranvi memberikan obat sakit kepala pada Ratan “Ibu, apakah ibu ingin dipijat kepalanya ?” Ratan menggelengkan kepalanya “Tidak perlu, Ranvi ,,, karena ibu sudah punya obat ini, besok pasti sudah sembuh” ujar Ratan sambil memeluk Ranvi, 

Sementara itu Baldev sudah mulai mengubah kebiasaan atau penampilannya tapi Gunjan, adiknya selalu mengeluh padanya karena hanya memberinya sebuah pena untu Rakhinya “Sudah pergi sana ! Tinggalkan aku sendiri, aku telah membeli sesuatu yang aku pikir itulah yang terbaik buat kamu !” ujar Baldev “Tapi kamu sendiri selalu mengambil semua barang barangku, jadi aku minta lebih dari sebuah pena atau aku akan mengatakan pada ayah tentang hal ini !” ujar Gunjan lantang “Aku tidak takut !” balas Baldev sengit “Kalau begitu aku tidak mau bicara denganmu !”, “Ya, sudah pergi sana !” bentak Baldev lagi, dari kejauhan ayah mereka melihat pertengkaran mereka, ayah Baldev segera menegur dan berteriak ke arah Baldev 

Di rumah, Ranvi sedang memikirkan sebuah cara bagaimana caranya agar bisa membeli sebuah mainan peralatan memasak untuk Veera tapi dirinya belum pernah pergi ke kota “Bagaimana kalau aku meminta tolong paman Kartar atau seseorang untuk mengantar aku kesana dan aku harus melakukannya hari ini juga karena hari ini adalah hari Rakhi” Ranvi segera memecah celengannya dan menemukan uang yang begitu banyak yang telah disimpannya selama ini “Aku berjanji, aku harus bisa mendapatkan mainan itu untuk Veera jadi dia bisa membuat Paratha untukku” ujar Ranvi senang SINOPSIS VEERA episode 39 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top