SINOPSIS VEERA episode 36 (17 Desember 2012)

SINOPSIS VEERA episode 36 (17 Desember 2012) by. Sally Diandra Di rumah Ratan, malam itu Ranvi ingin tidur di kamar ibunya bersama Veera dan Ratan, Ratan ingin mencari tahu apakah Ranvi merasa takut atau tidak “Aku tidak takut, ibu ,,, karena saat ini ibuku bersamaku” ujar Ranvi “Ranvi, meskipun kamu membutuhkan Veera” belum juga Ratan menyelesaikan ucapannya, Ranvi sudah menyelanya “Ibu, seorang ibu itu adalah ibu dan seorang adik itu adalah Veera” ujar Ranvi senang “Ranvi, kamu harus menjadi seorang kakak untuk Veera, lalu kenapa kamu ingin menjadi ibunya Veera ?” tanya Ratan penasaran “Itu karena ayah tidak ada di rumah, sedangkan ibu melakukan semua pekerjaan yang dulu dilakukan oleh ayah jadi aku seharusnya mengambil tugas ibu, iya kan ? Tapi aku berharap suatu saat nanti kalau ayah sudah pulang, aku akan menjadi seorang kakak untuk Veera” ujar Ranvi senang 

“Kalau ayahmu pulang, ayahmu nanti bisa marah sama Veera karena gara gara Veera kamu jadi meninggalkan bangku sekolah, terluka dan sendirian tanpa teman” tanya Ratan lagi, Ranvi yang begitu polos langsung menjawab ucapan ibunya “Aku tidak bisa melihat ayah menegur Veera, ibu” Ratan tersenyum “Kalau begitu lakukanlah apa yang biasanya anak anak seumuran kamu lakukan, seperti belajar dan bermain” Ranvi langsung tertegun “Lalu siapa nanti yang akan merawat Veera, ibu ? Kalau aku berangkat ke sekolah dan bermain bersama teman temanku ? Apakah ibu akan meninggalkan aku hanya untuk bermain ?” tanya Ranvi polos, Ratan pun tersenyum “Lalu apakah ibu akan menjadi ibunya Veera ?” Ratan terkejut dan langsung menolak “Tidak, Ranvi ,,, ibu harus bekerja, nanti bibi Chaiji yang akan merawat Veera” Ranvi akhirnya menganggukkan kepalanya tapi sebenarnya Ranvi tidak senang, namun akhirnya Ranvi bisa menerima karena Ranvi tidak mau ayahnya menegur Veera nanti 

Keesokan harinya, bibi Chaiji merasa ragu ragu apakah Ranvi mau menerima permintaannya atau tidak, Ratan bisa memastikan kalau Ranvi setuju dengan permintaan bibi Chaiji karena Ranvi tahu kalau dirinya tidak akan terpisah dari Veera “Ranvi akan kembali hidup normal seperti anak anak pada umumnya kalau tanggung jawab merawat Veera di pegang oleh kamu, kak” Ratan merasa kalau masa kecil Ranvi tidak akan lenyap begitu saja dengan merawat Veera, tiba tiba obrolan antara Ratan dan bibi Chaiji terhenti begitu melihat Ranvi turun dari lantai atas bersama Veera dalam gendongannya, kemudian Ranvi membaringkan Veera di sebuah bale bale on the cot dan bertanya “Apa yang sedang kalian bicarakan ?”, “Kami berdua senang karena mulai hari ini kamu akan pergi ke sekolah” Ranvi langsung bingung mendengar ucapan bibi Chaiji “Lalu, siapa nanti yang akan merawat Veera jika aku pergi kesekolah, bi ?” tanya Ranvi cemas “Ranvi, kamu ingat kan dengan pembicaraan kita semalam mengenai hal ini, kamu harus berjanji untuk menjadi kakaknya Veera dan bukan ibunya” ujar Ratan lembut “Iya, nak ,,, percayalah pada bibi, bibi akan bertanggung jawab dan merawat Veera dengan baik ketika kamu sedang pergi” timpal bibi Chaiji 

Tak lama kemudian bibi Chaiji mengambil Veera untuk di pijat badannya, bibi Chaiji segera melepas baju yang dikenakan oleh Veera “Bibi, jangan ! Karena nanti Veera bisa kedinginan” bibi Chaiji agak kesal dengan sikap Ranvi yang bawel dan over protektif terhadap Veera “Ranvi, kamu ini harus menjadi kakaknya bukan ibunya” ujar bibi Chaiji lembut “Aku hanya bertanya sebagai seorang kakak dan bukan seorang ibu, bibi” ujar Ranvi polos “Bibi, hanya akan memberikan Veera minyak untuk di pijat karena mungkin dia capek karena haru menggerakkan tangan dan kakinya kesana kemari sepanjang hari” ujar bibi Chaiji sambil menyipratkan sedikit air ke arah Ranvi “Kalau begitu aku harus menyelesaikan semuanya yang di perlukan” bibi Chaiji sangat heran terhadap Ranvi karena dikiranya di tubuh Ranvi ada semacam motor yang menggerakkan tubuhnya, karena gerakkan Ranvi sangat cepat sekali kemudian Ratan memanggil Ranvi untuk memeriksa apakah dia telah melakukan segalanya dengan benar atau tidak, dilihatnya gigi Ranvi belum disikat dan mandinya juga belum benar, Ratan memintanya untuk melakukan segala sesuatunya secara rapi dan datang kembali kemari, tiba tiba handuknya terlepas, Chaiji dan Ratan hanya tersenyum dan mencoba bergurau dengan Ranvi 

Dikamar Ranvi, Ranvi sedang bersiap siap berangkat sekolah, kemudian Ranvi meminta bibi chaiji untuk memberikan susu ke Veera karena Veera pasti lapar, bibi Chaiji datang kesana dengan Veera “Jangan khawatir, Ranvi ,,, bibi akan merawat Veera dengan baik” bibi Chaiji mulia memberikan susu untuk Veera tapi Ranvi kembali bawel “Bibi, jangan lupa untuk mengecek susunya masih panas atau tidak” bibi Chaiji kembali merasa kesal dengan tingkah Ranvi yang bawel sambil melemparkan bantal kearahnya “Bibi, aku ini bertanya sebagai seorang kakak dan bukan seorang ibu”, “Ranvi, bibi ini dulu yang merawat ayahmu dan juga kamu waktu kalian masih kecil, jadi berhentilah untuk menasehati bibi karena bibi adalah yang mengajarkan kamu segalanya ketika kamu masih kecil dulu” ujar bibi Chaiji, tepat pada saat itu Ratan menghampiri mereka dan memberikan susu pada Ranvi “Ayoo, Ranvi bergegaslah karena kamu bisa terlambat nanti” Ranvi akhirnya selesai meminum susunya dan pergi untuk menyisir rambutnya sendiri di kaca rias, dilihatnya ada kumis susu yang membekas di atas bibirnya, Ranvi sangat senang melihatnya 

“Veera, lihat aku mempunyai kumis” kemudian Ranvi melakukan sesuatu yang sama persis seperti yang dilakukan oleh Sampooran, membuat bibi Chaiji dan Ratan terkenang melihatnya “Kamu pasti akan senang sekali setelah ayahmu pulang nanti, jadi mulai sekarang kamu harus berangkat sekolah” ujar Ratan “Iyaa, Ranvi ,,, dan bibi akan membawa Veera ke rumah bibi dan membawanya lagi kemari besok” Ranvi terkejut “Bibi, aku harus bermain bersama Veera setelah pulang sekolah nanti” Ranvi kembali mengulang ulang ucapannya “Aku ini meminta sebagai seorang kakak dan bukan seorang ibu”, “Kalau begitu, nanti kamu bisa datang ke rumah bibi setelah pulang sekolah” tapi tiba tiba Ranvi menolak “Aaah tidak, nanti ibu sendirian di rumah” Ratan sangat senang mendengar hal ini, akhirnya bibi Chaiji memastikan kalau dia akan membawa Veera nanti “Kalau begitu jaga Veera baik baik ya, bi” ujar Ranvi yang menatap ke arah Veera dengan tatapan sedih kemudian Ranvi segera berangkat ke sekolah 

Tak lama kemudian, bibi Chaiji sedang bersiap siap untuk meninggalkan rumah Ranvi, Ratan mendengar ada suara traktor yang berisik, Ratan mengira kalau itu mungkin pak kepala desa, Ratan bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang, ternyata seorang laki laki pengantar barang yang datang mengantarkan pompa yang di pesan oleh Sampooran satu bulan yang lalu “Sampooran biasanya tidak akan pernah lupa pada janjinya yang dia buat padaku” ujar Ratan sambil menangis haru “Dia pernah berjanji untuk tidak akan pernah pergi meninggalkannya” Ratan merasa kalau ini adalah sebuah pertanda kalau Sampooran akan segera kembali ke rumah, Ratan kemudian meminta laki laki itu untuk menyimpan pompa tersebut di dalam, agar nanti bisa dipasang ketika Sampooran kembali 

Sepulangnya dari sekolah Ranvi segera berlari menuju ke rumah bibi Chaiji dan dilihatnya rumahnya terkunci, Ranvi bergegas pulang ke rumah dan benar bibi Chaiji sudah berada di rumahnya “Bibi, sekarang aku bisa mengurusi Veera seperti seorang kakak” ujar Ranvi senang “Bibi telah merawat Veera dengan benar, jadi bibi harap kamu tidak membuat masalah dengan ibumu” Ranvi berjanji kalau dia akan mengembalikan Veera pada bibi Chaiji besok, Ratan melihat hal ini dan Ranvi segera menggendong Veera dan diajaknya ke lantai atas, bibi Chaiji memastikan kalau semua akan berjalan dengan baik segera “Ratan, kamu seharusnya bahagia karena mulai dari sekarang Ranvi mendengarkan apa yang kita ucapkan, paling tidak dia sudah mau pergi ke sekolah” bujuk bibi Chaiji, 

Malam harinya, Ratan melihat kalau Ranvi tidak ada di tempat tidurnya, sementara Veera menangis “Veera, diamlah karena saat ini bukan waktunya makan buat kamu” ujar Ranvi sambil memakai turban putih di kepalanya sambil berusaha untuk menghibur Veera, Ranvi tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan mengecek apakah Veera ingin minum susu atau tidak, Ranvi benar benar khawatir karena Veera tidak berhenti menangis, Ranvi berfikir untuk memanggil bibi Chaiji tapi tidak jadi karena bibi Chaiji sudah pulang ke rumahnya, Ranvi ingin memanggil ibunya tapi pada saat yang sama Ranvi tidak ingin mengganggu ibunya juga, Ratan mendengar semua ini dari dalam kamarnya, kemudian Ranvi memohon pada Tuhan “Yaaa Tuhan, aku mohon cepatlah kamu buat Veera agar bisa bicara, sehingga dia bisa menceritakan apa permasalahannya” Ranvi benar benar tidak berdaya karena dia tidak tahu bagaimana caranya membuat Veera tenang, kemudian Ranvi mencoba bicara dengan foto ayahnya dan mengungkapkan rasa khawatirnya ini “Ayah, aku tidak bisa mengatasi hal ini, aku harap ayah segera kembali dan membuat Veera mengerti, ayah cepatlah pulang segera karena dengan begitu ibu bisa mengambil tempatnya lagi sebagai seorang ibu dirumah ini, aku mohon ayaaah” pinta Ranvi sedih SINOPSIS VEERA episode 37 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top