SINOPSIS MOHABBATEIN episode 646 “TERUNGKAPNYA SANG INFORMAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 646 “TERUNGKAPNYA SANG INFORMAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 646 “TERUNGKAPNYA SANG INFORMAN” by. Sally Diandra Semua orang sedang menunggu sambil membawa stik kayu mereka masing masing, Raman dan Ishita turun kebawah, Raman lalu buka suara “Baba bilang kalau stik kayu milik informannya Ashok tidak akan patah, coba Ishita, tunjukkan stik kayumu” Ishita kemudian menunjukkan stik kayunya, begitu pula yang lain, mereka semua juga menunjukkan stik kayu mereka masing masing, mulai dari nyonya Bhalla, tuan Bhalla, Romi dan Neelu, semua stik mereka tidak patah “Sarika, tinggal kamu yang tersisa sekarang, tunjukkan stik kayumu” Sarika kemudian membuka kain merah pembungkusnya dan menunjukkan stik kayunya yang ternyata juga tidak patah 

“Raman, stik kayu kami tidak patah semuanya, apakah itu artinya kami semua adalah informannya, aku sudah takut sejak tadi pagi, percayalah padaku, Raman ,,, aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang menyakiti keluargaku” sahut nyonya Bhalla “Aku bahkan tidak ingin mendengar nama Ashok, kenapa aku akan memberitahunya ?” tuan Bhalla juga menimpali “Aku sudah bilang sama kamu kan, kak ,,, semua ini hanya omong kosong belaka” mereka semua akhirnya pergi “Ishita, aku telah mencobanya”, “Si informan ini tidak bodoh, Raman ,,, kita harus memikirkan sesuatu yang lebih baik” ujar Ishita geram 

Amma memberitahu Mihika kalau sikapnya kemarin itu sangat tidak sopan “Bibi, aku sangat bahagia menjadi mandiri seperti ini, aku mohon dukung aku, bibi adalah kekuatanku”, “Aku bisa mengerti, Mihika ,,, tapi aku mohon pikirkan dari sudut pandang ibuku” sela Vandu “Kakak, apa garansinya kalau pemuda itu bisa membuatku bahagia ?”, “Iyaa, inilah kehidupan, Mihika” Mihika langsung menyahut ucapan Amma “Aku tidak akan menikah, bibi ,,, itu sudah keputusan terakhir, aku akan memberitahu kalian ketika aku ingin menikah lagi, sampai saat itu, tolong jangan buang buang waktu dan jangan cari pemuda lain lagi sebagai calon suamiku” pinta Mihika, Appa meminta Amma untuk tidak usah cemas 

Raman meminta Ishita untuk tenang dan sabar “Sejak beberapa hari ini, informan itu ada disini, Raman”, “Kami baru saja mengetahuinya” sahut Raman “Maksudku, informan itu ada disini sejak beberapa hari yang lalu, jadi kita harus memikirkan sesuatu yang besar” ujar Ishita sambil berfikir “Apa rencana ketiga Ashok ?” bathin Ishita, Ashok memberitahu informannya “Untung saja aku menyelamatkan kamu, tadinya kamu mematahkan stik kayu itu kan, untuk menggagalkan rencana Raman, stik kayu itu tidak akan patah dengan sendirinya, itu adalah jebakan” ujar Ashok, Ashok kemudian menemui sang informan 

Ashok sedang menunggu di sebuah jalanan yang sepi, tiba tiba sebuah mobil datang dan seorang laki laki turun dari mobil itu, ternyata tuan Bhalla “Kamu ingin bertemu denganku rupanya ? Ada apa ?”, “Sejak aku tahu kalau kamu telah memanfaatkan salah satu dari keluargaku dengan memerasnya atau menggunakan ketidakberdayaan mereka, aku ingin memberikan kamu pelajaran, menjauhlah dari keluargaku ! Kalau tidak ,,,” Ashok lansung menyela 

“Jangan mengancamku, tuan Bhalla ,,, aku bisa saja membunuh anakmu” tuan Bhalla langsung menampar Ashok dengan keras “Katakan padaku siapa mata matamu ? Aku seharusnya tidak perlu datang menemui kamu ! Di hari aku tahu siapa yang membantu kamu, itu akan menjadi hari terakhir dari kehidupanmu ! Keluargaku itu satu dan kami selalu bersatu, menjauhlah dari keluargaku, Ashok Khanna !” tuan Bhalla kemudian pergi meninggalkan Ashok, 

Ashok segera menelfon informannya “Kepala keluargamu telah pergi” informan Ashok bergegas menemuinya “Selamat datang, tuan Bhalla tadi memarahi aku, dia mengikuti aku sampai disini, dia bilang padaku kalau keluarganya itu bersatu, apa yang akan terjadi ketika dia tahu kalau menantunya adalah informanku ?” wajah sang informan itu pun terlihat yaitu adalah Sarika “Jangan cemas, Sarika ,,, tidak ada seorangpun yang tahu kalau kamu adalah informanku, jadi tenang saja, mari kita ngobrol ngobrol”, “Tapi mereka akan tahu, semua orang saling mencurigai satu sama lain, Ishita telah melakukan sandiwara arwah ini dengan baik, sangat sulit bagiku untuk tinggal disana, semua orang mulai waspada, aku takut” Sarika merasa cemas “Aku bisa melihat itu, Ishita berakting sangat pintar, tapi ,,,” Saika menyela 

“Jika ada seseorang mengetahui tentang aku, aku tidak akan mengampuni kamu, Ashok”, “Jadi kamu juga mulai mengancamku ? Apa kamu lupa kalau aku tahu sesuatu tentang kamu ? Rahasiamu dimana keluargamu tidak tahu, jika aku mengatakan, kamu pasti akan diusir keluar dari keluargamu, apakah aku harus mengingatkan kamu lagi ?” Sarika merasa putus asa “Aku masih mengingatnya, itulah mengapa aku membantu kamu, aku tidak berdaya, kamu telah memerasku, aku harus mencoba untuk membunuh Raman” Sarika teringat ketika malam Diwali, ketika cobek batu itu jatuh mengenai Raman “Aku harus meminta bantuan penjaga gedung itu untuk menjatuhkan cobek batu itu ke Raman dan kamu lalu membunuh pejaga gedung itu”, “Jangan katakan padaku, kalau aku telah menyelamatkan kamu dengan melakukan hal itu” ujar Ashok sinis 

“Kamu memang menggunakan ketidakberdayaanku, Ashok ,,, tapi aku tidak akan melakukan apapun untuk beberapa hari kedepan”, “Kamu harus melakukan sesuatu seperti yang aku katakan” pinta Ashok “Rahasiaku tidak boleh diketahui oleh siapapun, kalau tidak rencana kita tidak akan berhasil, kita tidak tahu dimana Shagun dan sampai kapan drama Ishita ini akan berakhir, aku sudah melakukan semuanya, baiklah, aku akan pergi, aku sudah terlambat dan mereka bisa mencurigaiku” Sarika segera pergi meninggalkan Ashok “Kunci dari semua permasalahan ini adalah Shagun ! Aku harus mencari Shagun bagaimanapun juga untuk mengungkap drama Ishita” gumam Ashok geram 

Keesokan harinya, Ishita terbangun dan dilihatnya Raman sedang duduk disebelahnya sambil menatap kearahnya “Ada apa, Raman ?”, “Bukankah aku boleh melihat istriku ?” goda Raman “Apakah kamu tidak pergi ke kantor ?”, “Moodku sedang membaik saat ini, kita seharusnya menghabiskan waktu bersama, kita akan pergi makan malam berdua, bagaimana ?” Ishita tersenyum “Apakah kamu sudah minta ijin pada ibu ? Ini sudah terlambat, kita akan bermesraan nanti”, “Dengarkan aku” Raman lalu memegang tangan Ishita, tiba tiba ponsel Ishita berdering, Raman segera pergi mandi, Ishita menjawab telfon dari kliniknya 

Shravan memberitahu Vandu kalau dirinya tidak mau pergi ke sekolah “Memangnya apa masalahnya, Shravan ?”, “Vandu, jangan marahi Shravan seperti itu !” sahut Bala sambil bertanya pada Shravan, Shravan lalu memberitahu ayahnya tentang temannya yang bertanya padanya tentang hadiah karena dia telah memenangkan kompetisi menggambar “Baiklah, kita akan membeli coklat”, “Memangnya siapa temanmu yang bertanya tentang hadiah ?” Vandu langsung menyahut “Bala jangan ganggu Shravan !” Vandu segera mengajak Shravan pergi 

Ashok sedang memarahi anak buahnya karena tidak mengikuti Prateek dan Abhishek dengan benar “Tuan, sangat sulit mengikuti mereka, karena mereka mengubah rute menuju ke rumah mereka”, “Ya sudah sana pergi !” Ashok berfikir untuk menelfon Sarika, saat itu nyonya Bhalla meminta Sarika untuk mencatat jumlah ransum, Sarika melihat nama Ashok menyala di screen ponselnya, Sarika mulai khawatir SINOPSIS MOHABBATEIN episode 647  by. Sally Diandra

Bagikan :