SINOPSIS MOHABBATEIN episode 648 “PERBURUAN YANG SIA SIA” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 648 “PERBURUAN YANG SIA SIA” by. Sally Diandra Malam itu ditengah hujan deras, tangan Shagun tertembak, Shagun langsung bersembunyi, preman bayaran Ashok kehilangan Shagun lagi, saat itu Ashok datang kesana “Tuan, tadi dia ada disini, aku sempat menembaknya” Ashok langsung menampar salah satu preman yang menembak Shagun “Aku ingin dia hidup hidup karena aku harus membawanya ke rumah keluarga Bhalla” ujar Ashok kesal kemudian berlalu dari sana, sementara itu Prateek dan Abhishek sedang dalam perjalanan “Aku tidak tahu dimana Shagun berada saat ini ? Kenapa dia pergi ?” Prateek berusaha menelfon Shagun kembali namun naas ponsel Shagun terjatuh di tengah jalan ketika Shagun berlari dikejar para preman tadi, saat itu Shagun sedang bersembunyi dibawah sebuah meja sambil memegangi perutnya yang mulai terasa sakit lagi 

Khosla sedang menelfon Bala “Ada masalah apa ?” tanya Bala heran, Khosla kemudian memberikan ucapan selamat ke Bala karena mobilnya sudah dipesan “Mobilmu akan berada di depan rumahmu besok pagi, tuan Bala”, “Tuan Khosla, maaf ,,, lebih baik aku cancel saja mobilnya karena aku tidak bisa menghadapi istriku nanti” saat itu Vandu datang, Bala lalu mengganti topik pembicaraannya dan mengakhiri telfonnya “Bala, kamu bekerja sangat keras, aku senang kamu serius dalam bekerja, tapi ada baiknya kalau kamu memikirkan terlebih dulu sebelum melakukan sesuatu”, “Baiklah, aku akan lebih berhati hati lagi” ujar Bala 

Shagun keluar dari bawah meja sambil memegangi tangannya yang berdarah dan melihat ke sekitarnya, kemudian berlalu dari sana, tak lama kemudian Ishita datang ke tempat tersebut dengan mobilnya dan mulai mencari cari Shagun ke segala penjuru sambil berteriak memanggil Shagun namun tidak ada jawaban, saat itu Abhishek dan Prateek juga sampai disana, Ishita segera meminta mereka untuk mencari Shagun “Kami tidak bisa menemukannya Ishita” ujar Abhishek “Apakah anak buahnya Ashok menculik Shagun ?” 

Abhishek menggeleng menimpali ucapan Ishita “Tidak mungkin, Ishita ! Karena Ashok pasti akan langsung membawanya kerumah keluarga Bhalla untuk membuka kedokmu selama ini” saat itu Romi menelfon Ishita “Kakak ipar, kak Raman menelfon aku terus bertanya tentang kamu”, “Iyaa iyaa, Romi ,,, aku akan pulang sekarang, aku akan datang secepatnya” Ishita segera menutup telfonnya sambil menangis memikirkan Shagun “Ishita, lebih baik kamu pulang saja, kami yang akan mencari Shagun”, “Tolong tetap hubungi aku yaaa kalau ada perkembangan terbaru tentang Shagun” kemudian Ishita berlalu dari sana, saat itu jam tangan Shagun nampak terlihat di jalan 

Khosla memberitahu Suraj kalau Bala bertengkar dengan istrinya dan sekarang mereka sudah berbaikan kembali, oleh karena itu Bala tidak mau mengambil mobil baru tersebut “Tuan Suraj, aku sudah memesannya dan pesanan tidak bisa di gagalkan begitu saja”, “Baiklah, kirimkan mobilnya ke rumahku saja kalau begitu, kita akan memikirkan Bala nanti” sahut Suraj, 

Sementara itu Ashok memberitahu Sarika kalau Shagun telah membodohinya dan melarikan diri “Beritahu aku secepatnya kalau kamu tahu kabar terbaru tentang apapun” anak buah Ashok memberitahu Ashok kalau mereka tidak bisa menemukan Shagun “Siapapun diantara kalian yang berhasil menemukan Shagun, aku akan memberi imbalan uang sejumlah 2 lakhs !” Shagun nampak terihat, Shagun melihat para preman itu datang, Shagun segera bersembunyi di belakang mobil, mereka terus menerus mencari Shagun, saat itu Shagun membuka sebuah kain dan masuk ke dalam sebuah mobil dan bersembunyi disana, 

Khosla kemudian menelfon sang manajer dealer mobil untuk menyuruh anak buahnya mengirimkan mobil baru itu ke rumah Suraj Khanna bukan ke rumah Bala “Akan aku kirimkan alamat rumah tuan Suraj Khanna melalui sms” ujar Khosla, ternyata itu adalah mobil yang sama dimana Shagun bersembunyi di dalamnya, para preman itu melihat ke arah kain yang menutupi mobil yang bergerak gerak, preman itu memanggil teman temannya untuk membuka kain tersebut namun penjaga segera mencegah mereka dan meminta mereka untuk pergi kalau tidak dia akan memanggil polisi, akhirnya preman itu pun pergi 

Keesokan harinya, Ishita menelfon Abhishek “Apakah kamu sudah menemukan Shagun ?”, “Aku belum menemukannya, aku dan Prateek sudah mencoba mencarinya sepanjang malam” Ishita semakin cemas “Bagaimana bisa ?”, “Kami sudah mencarinya kemana mana, Ishita” sahut Abhishek “Kita akan mencarinya lagi, Abhishek ,,, aku akan datang kesana” tak lama kemudian Raman bangun dan dilihatnya Ishita sudah bersiap akan pergi, Raman merasa heran “Kamu mau pergi kemana ?” Ishita berbohong soal telfon darurat dari pasiennya pagi itu “Aku sudah merencanakan untuk sarapan pagi denganmu”, “Aku akan pulang secepatnya” Ishita bergegas pergi dari sana, begitu sampai dibawah Ishita meminta Neelu untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Raman 

“Nyonya, sarapan dulu”, “Aku terburu buru, Neelu” Ishita bergegas pergi, Sarika memperhatikannya sambil berfikir “Kak Ishita pasti akan menemui Shagun” saat itu Romi memberikan ponselnya sambil bertanya “Siapa temanmu ini ?”, “Dia teman baruku” Sarika berbohong, kemudian Sarika menelfon Ashok “Ishita tadi pergi dengan terburu buru”, “Apakah kamu mendapatkan info tentang Shagun ?” tanya Ashok geram “Belum” Ishita, Abhishek dan Prateek akhirnya sampai juga dijalanan yang sama seperti kemarin malam dan mulai mencari cari Shagun lagi, Ishita menemukan jam tangan Shagun “Ini jam tangannya Shagun, ayooo kita cari lagi dia” saat itu Abhishek melihat ada bekas darah di jalan, Ishita kaget SINOPSIS MOHABBATEIN episode 649 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top