SINOPSIS MOHABBATEIN episode 450 & 451 “SIMRAN & RAJ SALAH DUGA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 450 & 451 “SIMRAN & RAJ SALAH DUGA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 450 & 451 “SIMRAN & RAJ SALAH DUGA” by. Sally Diandra Ashok dan Shagun sedang dalam perjalanan, Shagun merasa heran “Bagaimana ini bisa terjadi ? Ketika kamu memesan tiga tiket, bagaimana bisa kepala polisi itu tidak mendapatkan nama mereka ?” tanya Shagun heran, Ashok lalu memberikan tiga tiket tersebut ke Shagun “Dari Mumbai ke Singapura ?”, “Aku tahu kalau kepala polisi itu berusaha untuk tahu tentang hal ini, jadi aku membuat sedikit improvisasi, aku memesan tiket untukmu dan anak anak ke Mumbai lalu ke Singapura, dari Singapura lalu ke Australia” ujar Ashok “Kamu telah memikirkan banyak hal untukku, Ashok” Ashok langsung menyela “Tidak ! Ini semua kulakukan untuk merebut anak anakmu dari Raman dan Ishita!” sahut Ashok 

Sementara itu dirumah keluarga Bhalla, Raman menemui Ishita di kamar anak anak dan menutup pintunya, Raj segera memberitahu Simran “Kamu benar, Simran ,,, aku tidak berfikir kalau Raman akan seperti ini, itulah mengapa dia selalu memelukku dengan erat, tapi kenapa dia mengejar ngejar, Mihir ? Dia kan adik iparnya” ujar Raj heran yang mengira kalau Raman juga menyukai sesama jenis, saat itu Raman meminta Ishita untuk duduk diam dan dengarkan dirinya, sedangkan Raj dan Simran masih membahas tentang Raman “Aku akan meminta Jassi untuk mengajak Raman dan Ishita untuk melakukan berberapa hal, agar perasaan mereka semakin meningkat satu sama lain” ujar Raj lagi, 

Di kamar anak anak, Raman berkata pada Ishita “Aku telah merencanakan sebuah malam yang special, hanya aku dan kamu dan tidak ada yang lain setelah acara pertunangan Simmi berakhir di kamar Maharaja, aku sudah siap untuk hal ini, apakah kamu siap ?” tanya Raman “Iyaa, aku siap” ujar Ishita lirih “Apa ? Aku tidak mendengarnya ?” goda Raman “Aku sudah mengatakannya dengan jelas“, “Kenapa waktunya berhenti ?” goda Raman lagi “Tidak ada seorangpun dirumah” ujar Ishita sambil memeluk Raman erat 

Keesokan harinya, Subbu sedang memperhatikan pakaian kurtanya sambil menangis dan berkata “Laksmi, aku akan memenuhi pembalasan dendam kita dan hal itu akan di mulai pada hari ini” ujar Subbu sambil melihat foto Laksmi dan Karthik, Subbu teringat ketika Laksmi tersenyum manis padanya, Subbu lalu memeluk foto mereka sambil menangis, Sujata datang menghampiri Subbu dan mencoba menghiburnya, Subbu lalu berkata pada Sujata “Ini setelah acara pertunangan aku akan pergi ke London, ada sidang dengar pendapat untuk kasus Laksmi”, “Apa yang akan kita katakan pada keluarga Bhalla ?” tanya Sujata heran “Aku akan bilang pada mereka kalau ada sidang dengar pendapat untuk kasus korban kecelakaan pesawat”, “Bagaimana kalau mereka tahu ?” Subbu langsung menggelengkan kepalanya “Siapa yang akan curiga padaku ? Kecelakaan pesawat itu bukan palsu”, “Tapi Ishita sangat pintar” Sujata berusaha mengingatkan Subbu “Kamu harus hati hati, Subbu ,,, rasanya sulit untuk menyembunyikan kebenaran dari Ishita” ujar Sujata 

Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla sedang memamerkan beberapa perhiasan ke Simmi “Simmi, kamu harus mencoba gaya rambut yang baru”, “Ibu, ini tidak akan terlihat seperti pernikahan kedua kan ?” tanya Simmi cemas “Kehidupan akan dimulai dengan sebuah awal yang baru, tidak perlu membatasinya”, “Tapi pikirkan juga, apa yang akan orang orang pikirkan, aku ini seorang ibu dengan satu anak dan melakukan semua ini ?” nyonya Bhalla langsung menyela “Memangnya kenapa ? Bukankah kamu juga punya perasaan, bahkan aku juga seorang ibu, tapi lihat aku” ujar nyonya Bhalla dengan gayanya yang centil, Rinki lalu menyela pembicaraan mereka “Ibu, kakak ipar memanggil ibu” ujar Rinki dan meminta ibunya untuk menemuinya “Yaa sudah, ibu akan kesana,,, oh iya Simmi, jangan lupa telfon Subbu” pinta nyonya Bhalla, Simmi menuruti permintaan ibunya, Rinki pun nimbrung dengan mereka “Sini kakak, aku bantu kakak berdandan” ujar Rinki SINOPSIS MOHABBATEIN episode 451 by. Sally Diandra

Bagikan :