SINOPSIS MOHABBATEIN epsiode 172 by. Sally Diandra"RAMAN PUN MENANGIS"

SINOPSIS MOHABBATEIN epsiode 172 by. Sally Diandra "RAMAN PUN MENANGIS"  Di luar hotel, Raman dan Ishita saling menatap satu sama lain dengan pikiran mereka masing masing “Ayoo kita pergi saja dari sini, kakak ipar” Romi mengajak Ishita meninggalkan tempat itu, dalam hati Raman merasa bersalah pada Ishita “Maafkan aku Ishita, kamu harus melihat ini semua tapi aku akan mengatakannya padamu semuanya pada saat yang tepat nanti” bathin Raman sambil terus menatap ke arah Ishita, Ishita bergegas pergi meninggalkan tempat itu bersama Romi, sementara itu Ashok sangat marah “Ada masalah apa, tuan Ashok ?” tanya Parmeet heran begitu melihat sikap Ashok “Tinggalkan aku !” bentak Ashok “Bagaimana dengan rencana makan malamnya dengan Shagun ?”, “Dia tidak menjawab telfonku !” ujar Ashok kesal “Oooh rupanya kencannya malam ini dibatalkan, mungkin saat ini dia sedang sibuk”, “Tapi dia kan bisa saja mengirim sms ke aku” Ashok benar benar kesal dengan sikap Shagun 

“Tenang, tenang, boss ,,, mungkin ponselnya bermasalah, bisa jadi kan ? Aku akan mencoba untuk menelfonnya”, “Saat ini dia sedang bersama Raman, ada masalah apa ?” Ashok mulai cemburu “Ooh jadi dia sedang bersama Raman ?”, “Dia tidak tahu aku rupanya, aku tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan kehormatan” dalam hati Parmeet berfikir “Rupanya Shagun sedang bermain main dengan Ishita dan mencoba menghancurkan hidupnnya” bathin Parmeet Saat itu Ishita sedang dalam perjalanan pulang, Romi yang mengemudikan mobilnya, Ishita sedang memikirkan Raman yang berbohong padanya dan ketika dirinya memergoki Raman sedang bersama Shagun, Ishita menangis “Kakak ipar, sudah jangan menangis” pinta Romi, 


Tak lama kemudian mereka sudah sampai dirumah “Kita sudah sampai, kak” ujar Romi yang tidak melihat kondisi Ishita, sementara itu Parmeet mencoba menelfon Shagun “Mungkin dia sedang ada masalah, lebih baik kita pulang saja dan kita lihat apa yang terjadi padanya, mungkin dia sudah pulang” bujuk Parmeet “Dia menelfon aku kalau dia sedang berada dalam masalah, aku tadi sudah pulang kerumah dan pelayan bilang kalau Shagun pergi” ujar Ashok kesal “Dia pergi tanpa mengatakan apa apa padamu dan mematikan ponselnya, itu tidak benar, lalu apa yang akan kamu katakan padanya nanti ?” tanya Parmeet lagi Ishita memasuki rumah mertuanya, 

Romi bisa melihat perasaannya yang sedih, Romi merasa iba padanya, seluruh anggota keluarga menanti mereka “Ishita, dimana Raman ?” tanya nyonya Bhalla, Ishita hanya menangis, dalam hati Romi berkata “Apa yang akan dia katakan, setelah melihat semua ini ?” bathin Romi iba “Dimana Raman ? Apakah dia baik baik saja ?” Ishita hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan ayah mertuanya dan bergegas masuk ke kamarnya “Kak Raman baik baik saja, ayah ,,, kakak ipar melihat kak Raman sedang bersama Shagun bersama, aku juga melihatnya di kamar hotel tadi pagi, mereka bersama sama sepanjang hari disana” semua orang yang hadir disana terkejut 

Di rumah Ashok, Adi menemui ibunya dan bertanya pada Raman “Ayah, apa yang ayah lakukan pada ibu ?”, “Ibumu baik baik saja, Adi ,,, ayah sudah membawanya ke dokter, tidak usah cemas” hibur Raman “Kami pergi untuk menghadiri sebuah pertemuan dan tiba tiba hotel yang kami tempati terbakar, ayahlah yang menolong ibu, ibu baik baik saja, ayahmu sudah janji kan kalau tidak akan terjadi apa apa pada kita berdua” Adi merasa senang “Bagaimana dengan hari pertamamu disekolah ?”, “Adi, ceritakanlah pada ayah dengan baik” saat itu Raman mendapat telfon “Lebih baik kamu pulang saja, Raman ,,, tapi aku mohon, jangan katakan pada siapapun dirumah 

“Aku akan mengurusnya ,,, Adi, kamu bisa menelfon ayah kalau kamu membutuhkan sesuatu”, “Kenapa ayah harus pulang kesana ? Kalau terjadi apa apa disini, bagaimana ?” tanya Adi cemas “Adi, tenang saja, jangan cemas, ibu baik baik saja” ujar Shagun sambil memeluk Adi, Raman bergegas meninggalkan rumah Ashok, ketika Raman pergi, saat itu Ashok dan Parmeet sampai dirumah dan melihat kepergian Raman “Apa yang Raman lakukan disini ?”, “Mungkin dia datang untuk menemui Shagun, coba lihat bagaimana keadaannya, pergilah dan tanyalah padanya, darimana dia dan apa yang terjadi padanya hari ini ?” Parmeet berusaha memprovokasi Ashok

Ashok masuk ke dalam rumahnya dan memanggil Shagun, pelayannya menceritakan semuanya pada Ashok tentang Raman yang mengantar Shagun dan saat ini Shagun sedang tidur, sementara itu di rumah keluarga Bhalla, seluruh anggota keluarga Bhalla tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Raman dengan Shagun di hotel tersebut, akhirnya Raman pulang ke rumah “Raman, katakan pada ayah apa yang telah kamu lakukan dengan Shagun dihotel tadi ?” saat itu Ishita keluar dari kamarnya dan melihat Raman sudah pulang ke rumah “Aku rasa aku tidak perlu menjawab semua pertanyaan” Raman bergegas masuk ke kamarnya, Ishita hanya bisa menahan tangisnya 

Ashok menemui Shagun dikamarnya dan langsung bertanya tentang Raman “Raman tadi mengajak aku untuk bertemu dengan pengacara yang terbaik” Ashok cemburu mendengarnya “Kita membutuhkan bantuannya dan dia membantu kita, dia mengaturnya dengan baik, dia bahkan rela meninggalkan pekerjaannya untuk membantu aku, paling tidak Raman peduli padaku dan Adi, tidak seperti cintamu, yang biasanya kamu perlakukan ke aku” mereka berdua kemudian saling berdebat “Jangan berkata seperti itu padaku karena kita belum menikah, aku ini bukan istrimu, aku datang padamu dengan cinta dan meninggalkan Raman tapi kamu malah memperlakukan aku seperti ini, sedangkan sampai hari ini dia masih peduli padaku dan kamu tidak akan mengerti apa yang seorang perempuan inginkan, seharusnya tidak terjadi antara aku dan Raman ,,,” Ashok langsung menyela “Beraninya kamu bicara seperti itu !” bentak Ashok marah 

Dirumah keluarga Bhalla, Raman berganti pakaian dan bersiap hendak tidur, Raman terbatuk batuk, Ishita segera memberikan segelas air putih dan obat “Ini tidak seperti yang kamu mengerti, Ishita”, “Shagun adalah mantan istrimu, kamu membencinya dan hari ini kamu bertemu dengannya secara sembunyi sembunyi, mengirim sms padanya, dan menghabiskan waktumu sepanjang hari bersamanya di hotel, bisakah kamu menjelaskannya padaku ?” tanya Ishita tenang “Apa yang kamu lihat, tidak selalu benar”, “Kamu memang punya hak untuk berbohong karena aku tidak menulis dalam kontrak pernikahan kita kalau kamu akan selalu berkata jujur padaku” ujar Ishita kesal 

“Kamu memang berhak marah, tapi aku benar benar tidak berdaya, Ishita ,,, aku melakukan semua ini dari hatiku yang paling dalam, iyaa aku akui, aku memang berbohong padamu, Shagun dan aku sedang mengatasi permasalahan Adi, jika permasalahan ini tidak selesai, maka Adi akan berada dalam masalah yang besar, aku sangat mencintai Adi” Ishita hanya terdiam “Hal ini pasti akan terjadi pada orang yang menyembunyikan sesuatu dari orang yang dicintainya tapi aku 10 kali lipat lebih sakit dari pada kamu, aku benar benar tidak berdaya, Ishita ,,,, dan aku tidak bisa menceritakannya padamu sampai aku bisa mengatasi masalah ini, jadi aku minta maaf untuk sepanjang hidupku”, “Aku bisa menerima beberapa alasan tapi ketika semuanya menjadi tersembunyi maka dimana kepercayaan itu ?” Ishita melirik ke arah Raman sambil menangis 

“Kamu juga seorang ibu, jika Ruhi berada di posisi Adi, kamu pasti akan melakukan hal ini, aku melakukan semua ini untuk Adi” Raman menangis sedih “Aku tidak akan menghentikan kamu dari tugas menjadi seorang ayah, aku bisa melihat kalau kamu melakukannya untuk Adi tapi kamu tidak bisa mendapatkan kepercayaanku, karena itu tidak bisa diperoleh tapi ditanyakan” Ishita bergegas meninggalkan Raman dengan perasaan dongkol, dalam hati Raman berkata “Percayalah, jika aku boleh meminta, aku akan meminta pada Tuhan, agar peristiwa ini jangan terjadi pada kita” bathin Raman sedih 

Keesokan harinya, seluruh keluarga Iyer berkumpul dirumah Appa “Kenapa Bala dan Vandu memanggil kita semua disini ?” tanya Ishita heran, Amma juga begitu “Aku akan mengatakan ,,,” saat itu Ruhi dan Shravan bertengkar, Ishita segera menghentikan mereka “Shravan bilang dia tidak akan membiarkan aku bermain dengan adik kecilnya, ibu Ishi”, “Kamu juga bisa bermain” sahut Vandu “Tidak akan !” bentak Shravan, semua orang akhirnya mengerti kalau Vandu sedang hamil saat ini, mereka semua tersenyum bahagia, Amma dan Ishita memeluk Vandu dengan perasaan bahagia, Raman juga mengucapkan selamat pada Bala, lalu Ishita menyuapkan manisan ke Vandu “Kalau Shravan tidak mengijinkan aku bermain dengan adiknya maka aku akan membawa adikku sendiri, benar kan ibu Ishi ?” semua orang menatap ke arah Ishita begitu mendengar celotehan Ruhi 

”Adik kecil ini akan bersama kalian berdua, ayoo sekarang makan manisannya” sela Amma, saat itu Raman sedang telfon dengan Pathak “Baiklah, aku akan datang” lalu Raman pamit ke Bala “Selamat ya Bala, aku berharap aku bisa tinggal disini lebih lama tapi aku harus pergi”, “Memangnya ada apa, Raman ?” Raman tidak menjawab pertanyaan Mihir dan segera berlalu dari sana, Ishita hanya terdiam memperhatikannya SINOPSIS MOHABBATEIN epsiode 173 by. Sally Diandra

Bagikan :