SINOPSIS MOHABBATEIN episode 154 bagian 1 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 154 bagian 1 by. Sally Diandra Bala pulang ke rumah dengan perasaan kesal dan sedih “Bala, dari mana saja kamu pagi pagi begini ?”, “Aku harus bertemu dengan Mahesh untuk melamar pekerjaan di kelas pelatihannya, disana ada lowongan tapi dia merasa kalau aku ini tidak bisa masuk kriterianya” ujar Bala kesal “Tapi kamu kan punya banyak pengalaman”, ”Tapi apa yang harus aku lakukan ? Tidak ada sekolah manapun yang mau memperkerjakan aku !” Vandu bisa mengerti keadaan suaminya “Kamu harus sabar, semuanya akan baik baik saja” hibur Vandu sambil memberikan gelang Shravan ketika bayi dulu “Ibu ingin membeli sebuah hadiah untuk bayinya Simmi, jadi aku pikir kita akan memberikannya gelang ini dan ini akan menjadi hadiah untuk si bayi dari pihak ibu” ujar Vandu sambil memeluk suaminya 

Sementara itu, di kamar Raman dan Ishita, Ishita memasuk sebuah kotak yang membuat Raman penasaran “Apa yang kamu sembunyikan ?” Ishita lalu menunjukkan hadiah baju untuk Parmeet sebagai ritual di acara pemberian nama untuk bayinya, Raman sangat marah “Dia pasti akan datang meskipun kita tidak memanggilnya, karena Simmi ingin dia datang, dia sudah mengundang Parmeet tapi aku tidak tahu apakah dia akan datang atau tidak ? Tapi kalau dia datang, apa yang akan kita lakukan ? Itulah mengapa aku membeli ini, kita tidak bisa membiarkannya pulang dengan tangan kosong”, “Jadi Simmi masih saja berhubungan dengannya ? Dia gila apa?” ujar Raman kesal “Bagaimanapun juga dia itu istrinya, ini tidak mudah baginya dan Simmi sangat penting untuk kita”, “Orang itu tidak boleh datang ke rumah kita !” Raman semakin kesal “Raman, coba kamu pikirkan tentang Simmi dan suatu saat nanti kita memang harus menghadapinya, Raman” 

Tepat pada saat itu Raman mendapat telfon dari kantornya “Apa ? Setelah komitmennya ? Baik ,,, aku akan datang”, “Ada apa, Raman ?” tanya Ishita penasaran setelah Raman menutup telfonnya “Aku harus pergi ke Chandigarh hari ini, ini penting”, “Tapi hari ini kan pesta pemberian namanya bayinya Simmi, baiklah ,,, tapi nggak papa karena kita telah mengatur semuanya tapi aku mohon, bicaralah dengan Simmi sebelum kamu pergi” Raman mengangguk sambil memikirkan sesuatu “Baiklah”, “Tidak usah cemas, Raman” ejek Ishita “Aku cemas karena Parmeet akan datang kesini ketika aku pergi, sedangkan dia akan menghadapi ocehanmu sendirian” balas Raman sambil tersenyum geli, sedangkan Ishita merasa kesal dan bergegas berlalu dari sana 

Dirumah Ashok, Ashok sedang ngobrol dengan Parmeet “Lihat kan Parmeet, aku telah mengakhiri keteganganmu, aku sudah membuat Raman keluar kota”, “Kamu memang selalu memegang janjimu, tuan Ashok ,,, aku tidak pernah memikirkan hal ini” ujar Parmeet “Tapi jangan lupa, Ishita masih ada disana, dia pasti tidak akan mengijinkan kamu masuk ke pesta itu dengan mudah” Parmeet hanya menatap ke arah Shagun dan Ashok, sementara itu Mihika meminta Mihir untuk segera bersiap siap karena mereka harus segera pergi ke pesta “Mihika, aku harus menemukan sebuah dokumen yang penting karena aku ada pertemuan penting”, “Sudah lebih baik kamu ganti baju dulu cepat !” ujar Mihika sambil memberikan baju yang harus dipakai oleh Mihir “Tapi aku harus menemukan dokumen itu, Mihika”, “Baiklah, aku akan mencarinya” Mihir bergegas ganti baju sedangkan Mihika mulai mencari dokumen milik Mihir, 

Ketika Mihir kembali ke kamarnya, dilihatnya kamarnya berantakan tidak karuan,semua barang barang tersebar dimana mana dan tidak beraturan “Aku dapat dokumennya ! Ambillah” ujar Mihika senang sambil memberikan dokumen itu ke Mihir “Terima kasih, tapi kamu turunlah dulu, aku akan menyusulmu nanti”, “Kenapa ?” tanya Mihika heran “Lihat apa semua ini, Mihika ? Semuanya berantakan !” Mihika tidak terima dengan ucapan Mihir “Aku sudah menolong kamu mencarikan dokumen itu dan kamu berteriak padaku ?”, “Tapi apakah ada orang yang membuat berantakan semuanya untuk mendapatkan sebuah dokumen ?” mereka berdua kemudian bertengkar satu sama lain “Aku suka kebersihan, Mihika !” Mihika segera pergi dengan muka masam, meninggalkan Mihir yang juga masih merasa kesal 

Di balai pertemuan warga apartemen yang disewa oleh keluarga Bhalla, nyonya Bhalla menyambut tamu tamunya yang sudah datang pada perayaan pemberian nama anaknya Simmi “Pak pendeta, apakah anda memerlukan hal yang lain lagi ?” tanya Ishita “Tidak, nyonya ,,, ini sudah cukup, kita bisa memulai pemujaannya sekarang” pinta pendeta, Ishita berharap Raman bisa datang ke pesta tersebut “Aku tidak tahu, ayah ,,, apakah Raman akan datang atau tidak ?” sahut Ishita ketika tuan Bhalla bertanya tentang Raman, tuan Bhalla kemudian menyuruh Romi untuk mengajak Simmi ke tempat tersebut bersama bayinya, sedangkan Mihir mengabarkan pada Ishita kalau makanannya sudah siap, saat itu Pammi datang lalu memeluk Ishita dan nyonya Bhalla, 

Dari kejauhan Mihika melihat Mihir dan segera menjauh dari Mihir, Simmi datang dengan si bayi, Ishita memuji mereka “Apakah ada yang kurang, Simmi ?” tanya Ishita “Iya ada ! Parmeet ! Bagaimana semua bisa berjalan dengan baik tanpa kehadirannya ? Kak Raman memang telah mengeluarkan banyak uang untuk mewujudkan pesta ini tapi dia begitu sibuk hingga tidak bisa datang dan Ishita datang kesini dengan berpakaian cantik untuk mengambil semua pujian itu” Ishita mendengar sindiran Simmi dengan perasaan sedih SINOPSIS MOHABBATEIN episode 154 bagian 2 by. Sally Diandra

Bagikan :