SINOPSIS MOHABBATEIN episode 144 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 144 by. Sally Diandra Nyonya Bhalla sedang ngobrol dengan Simmi “Simmi, jika Ishita memasak makanan vegetarian maka bibi pasti akan marah !”, “Jangan khawatir, ibu ,,, karena Ishita yang mengundangnya” Simmi kemudian mengajak pembantu rumah untuk ikut bersamanya mengurusi bayinya agar tidak membantu Ishita didapur, kemudian mereka pun pergi, dalam hati Simmi merasa puas “Bagaimana nanti Ishita bisa memasak makanan ala Punjabi sendirian ? Tanpa adanya bantuan dari pembantu kami dan ibu, saat itu Ishita pulang bersama Ruhi, tuan Bhalla mengabarkan padanya kalau tidak ada siapapun dirumah “Mereka sedang pergi berbelanja dengan bibi, mereka akan pulang sebelum makan malam” tuan Bhalla “Waaah mati aku ! Siapa yang akan membantu aku sekarang ? Bagaimana bisa aku memasak tanpa bantuan ibu ?” ujar Ishita panik 

“Ibu Ishi, apakah ibu Ishi akan memasaknya sendirian ?”, “Ibu Ishi tidak sendirian, karena ibu Ishi punya seorang master chef kecil yang bernama Ruhi Bhalla ! Yang bisa membantu ibu Ishi” Ruhi sangat senang mendengarnya, Ishita langsung mengangkat Ruhi dan mereka mulai memasak “Menunya apa, ibu Ishi ?” Ishita menyebutkan nama makanan vegetarian “Bagaimana ibu akan memasak makanan ala Punjabi ?”, “Coba kita minta bantuan melalui internet” Ruhi kemudian membantu Ishita, Ishita membuat banyak makanan vegetarian, Ruhi tersenyum senang melihatnya “Nah, sudah selesai semua !” saat itu Ishita mendapat telfon dari Simmi 


“Ishita, kami membawa bibi bersama kami ke pasar, maaf ya kamu sendirian”, “Jangan khawatir, Simmi” ujar Ishita “Oh iya, bibi ingin makan ayam”, “Apa ? Kita kan sudah punya paneer” ujar Ishita panik “Iya, aku sudah berusaha untuk meyakinkannya untuk makan makanan vegetarian tapi bibi tetap ingin makan ayam”, “Tapi bagaimana aku bisa membuatnya ?” tanya Ishita cemas “Aduuuh, Ishita suaramu tidak terdengar, rupanya sinyalnya kurang bagus disini, udahan dulu yaa” Simmi segera mengakhiri telfonnya sambil tersenyum puas, 

Sedangkan Ishita merasa bingung “Aku ,,, memasak ayam ? Aku tidak pernah menyentuh atau melihatnya, bagaimana bisa aku membuatnya ? Tapi kata Simmi kehormatan keluarga ini berada di tanganku, jadi aku harus membuatnya, coba kita lihat resepnya di internet”, “Ibu Ishi, bagaimana ibu Ishi memotongnya ?” tanya Ruhi heran “Kita akan memikirkannya nanti” Ishita kemudian mengeluarkan ayam dari kulkas sambil berkata “Waah warnanya pinky sekali, bagaimana aku bisa menyentuhnya ?”, “Ibu Ishi, aku punya ide !” Ruhi mengambil sarung tangan untuk Ishita “Ide yang sangat hebat sayang, kamu memang sangat pintar, oooh putriku” Ishita kemudian mengenakan sarung tangan tersebut “Ayoo, ibu Ishi ! Ibu Ishi pasti bisa melakukannya !” Ruhi memberikan semangat pada ibu tirinya ini, Ishita lalu mengambil ayam itu dan mulai memotongnya 

Pada saat makan malam, Ishita menyiapkan meja makan sambil berkata “Aku bisa mencium bau ayam ditanganku ini”, “Ibu Ishi kan sudah mencuci tangan ibu berulang kali” ujar Ruhi, saat itu semua orang pulang ke rumah, Ishita menyapa bibi dan berkata “Hallo, bibi ,,, apa kabar ?”, “Toshi, apa kamu ini tidak mengajari menantumu ini untuk melakukan Pairi Pona” tanya bibi kesal “Makanan sudah siap, mari kita makan” ajak Ishita “Apa ini ?”, “Itu ayam ! Untukmu” dalam hati Simmi berkata “Rupanya dia benar benar membuatnya, bagaimana bisa ?” bathin Simmi 

Tak lama kemudian semua orang datang untuk menikmati makan malam, Mihir menyapa bibi dengan berkata Pairi Pona, bibi tertawa dan bertanya “Dimana Raman ?”, “Sebentar lagi dia akan datang, Raman meminta kalian semua untuk mulai makan malam dulu, dia akan bergabung dengan kita setelah selesai meeting” jelas Mihir “Lalu dimana Romi ?” rupanya 

Saat itu Romi sedang mendapat telfon dari Bala “Romi, apakah kamu sudah mendapat lembar pertanyaannya ?”, “Iya, aku sudah dapat” sahut Romi “Kalau begitu datanglah ke restaurant nanti untuk mendapatkan semua jawabannya dan bawa seluruh teman temanmu juga”, “Kenapa kamu tidak mengatakan padaku sebelumnya, pak Bala ?” Bala mencoba untuk membodohi Romi, Romi jadi bingung dan bertanya pada dirinya sendiri “Kenapa pak Bala ingin bertemu denganku dan seluruh teman temanku ? Apa yang dia inginkan ?” Romi semakin penasaran 

Saat itu Bala sedang ngobrol dengan anggota dewan “Aku telah membocorkan lembar pertanyaan pada Romi tapi aku memberikannya yang salah”, “Lalu apa perlunya, pak Bala ? Kami sudah mempunyai Jaffer” ujar salah satu anggota dewan “Aku berusaha untuk menangkap Romi dan genknya agar mereka tidak melakukan hal ini lagi, jadi aku minta pada kalian semua yang hadir disini untuk ikut denganku ke restaurant untuk menangkap mereka” dalam hati Bala berkata “Romi akan tahu apa resikonya kalau menyuap seorang dosen” bathin Bala 

Romi saat itu pulang kerumah sambil membawakan manisan untuk bibinya, sementara itu Ishita mencoba mengambil hati bibinya Raman agar suka pada masakannya “Simmi bilang padaku tentang apa yang bibi sukai dan aku berusaha membuatnya menurut selera bibi” kebetulan Mihika juga datang kesana dan menyapa si bibi, Mihir mengenalkan Mihika pada bibi, sedangkan Simmi mencoba mencicipi masakan ayam yang dibuat oleh Ishita “Ayam ini tidak ada rasanya, tapi ini lebih baik daripada dia tidak membuatnya, tapi ini bagus juga, karena hal ini pasti akan menyenangkan” bathin Simmi sambil tersenyum senang “Ayooo bibi cicipi ayamnya” ujar Simmi sambil memberikan ayam itu ke bibi, rupanya bibi tidak bisa memotong ayamnya karena ayamnya sangat keras hingga melukai tangannya sendiri “Apa ini ? Toshi, apakah kamu tidak mengajari Ishita bagaimana caranya masak ayam ? Apakah ini alasannya kamu mengundang aku makan malam disini ?” bentak bibi 

“Maaf, bibi ,,, aku membuat masakan ayam ini untuk pertama kalinya, mungkin aku masaknya belum benar, berikan padaku, aku akan memasaknya lagi” pinta Ishita, saat itu Amma masuk ke rumah keluarga Bhalla dan mendengar pembicaraan mereka, Amma langsung bereaksi begitu mendengar Ishita membuat masakan dari ayam “Ishita itu seorang keturunan Brahmana, dia membunuh ayam, dia mengabaikan sendiri Dharmanya hanya untuk kebahagiaan kalian dan kalian menyebutnya buruk ?!” Amma tidak terima putrinya diperlakukan seperti itu “Aku telah membuat Chole ini untuk kalian !” nyonya Bhalla langsung menyela “Nyonya Iyer, lebih baik jangan ikut campur dalam masalah keluarga kami”, “Ibuu aku mohon” Amma malah membentak Ishita sambil berkata “Menjauhlah dariku sekarang !” bentak Amma kemudian berlalu dari sana, 

Sedangkan bibi juga terlihat kesal dengan nyonya Bhalla, kebetulan saat itu Raman pulang kerumah dan bertanya “Drama baru apa lagi ini ?” tanya Raman heran, bibi langsung mengeluh ke Raman “Lihat Raman, bagaimana istrimu, Ishita memasak ayam ? Ini sampah !”, “Ishita, apakah kamu memasak ayam ?” Ishita hanya terdiam dan Ruhi yang menjawabnya “Iya, ayah” lalu Ruhi menceritakan semuanya pada ayahnya “Bibi, apakah bibi punya pekerjaan lain ? Apakah bibi tidak melihat bagaimana usaha Ishita membuat semua ini ?”, “Memang akulah yang selalu dihina disini !” balas bibi yang tidak terima dengan ucapan Raman 

“Lihat ini hanya masalah kecil, jujur aku memang tidak tahu caranya memasak ayam, sampai sekarang aku tidak pernah menyentuhnya, bahkan hari ini aku harus mencuci tanganku sampai 25 kali, aku pikir kebahagiaan kalian lebih penting jadi aku membuatnya, aku minta maaf kalau aku memasaknya dengan sangat buruk tapi aku akan membuatnya lebih baik lagi lain kali, ibuku memang tidak mengajari aku caranya memasak ayam tapi ibu mertuaku pasti akan mengajari aku, waktu ibu mertua sedang memasaknya, aku memang tidak melihatnya, aku mohon maafkan aku, jika bibi marah padaku maka tidak ada seorangpun yang akan makan disini” ujar Ishita merendah, semua orang malah tersenyum 

“Tegurlah aku, bibi ,,, dengan begitu aku bisa belajar, bibi bisa memakan masakan vegetarianku ini”, “Iyaaa, nenek ,,, cicipilah masakan ibu Ishi” pinta Ruhi “Aku tidak mau makan ayam ini, aku akan makan masakan vegetarian hari ini”, “Oh terima kasih, Tuhan” gumam Raman, sementara Ishita menyeka airmatanya “Aku memakan ini karena kamu telah berusaha sekeras mungkin, Ishita ,,, kamu telah mengabaikan Dharmamu ini demi aku” Ishita mendengarkannya sambil menyiapkan makanan untuk bibi “Sekarang tidak ada seorangpun yang akan memintamu untuk memasak ayam lagi” Simmi langsung dongkol begitu mendengar ucapan bibinya “Jika kamu menyentuh makanan yang terbuat dari daging dagingan maka aku tidak akan memaafkan kamu !” semua orang tersenyum senang mendengarnya karena bibi yang biasanya memberikan kritikan pedas, kali ini tidak mengkritik habis habisan keluarga mereka 

Malam harinya, Ishita sedang ngobrol dengan Appa “Ayah, ibu sangat marah padaku, aku tidak bertanya padanya dan aku juga tidak menyentuh ayam itu”, “Apa yang kamu lakukan itu benar, Ishu ,,, kamu melakukannya untuk keluargamu” Appa malah mendukung Ishita “Tapi kamu tidak memakan ayam itu kan ? Kamu hanya membuatnya untuk yang lain” Ishita mengangguk mengiyakan “Kamu tidak melakukan kesalahan apapun, ibumu tidak akan marah” ayah dan anak itu kemudian tertawa bersama sama, Ishita lalu memeluk ayahnya erat SINOPSIS MOHABBATEIN episode 145 by. Sally Diandra

Bagikan :