SINOPSIS MOHABBATEIN episode 127 bagian 2 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 127 bagian 2 by. Sally Diandra Raman bergegas berbalik dan dilihatnya Ishita mengenakan gaun biru pemberiannya, Ishita terlihat sangat cantik dan elegan, tidak seperti biasanya, Raman pun terpesona, Ishita bingung dengan tatapan Raman yang seakan akan menelanjangi dirinya, Ishita bertanya pada Raman dengan gestur tubuhnya “Ada apa ?”, “Tidak ada apa apa, untuk pertama kalinya aku tidak punya sepatah katapun untuk diucapkan, kamu terlihat cantik” puji Raman tulus “Apakah aku membutuhkan kelas berdandan sekarang ?” Raman tersenyum dan berkata “Tidak !”, “Apakah kita bisa pergi sekarang ?” tanya Ishita heran “Iyaa, tapi apakah hanya dokter dan guru dalam keluargamu ? Atau kamu punya keluarga yang seorang pencuri ? Jika ada, telfon dia ! Karena pintunya terkunci” ujar Raman santai, Ishita tertegun 

“Apa ? Jangan katakan padaku kalau semua orang sudah pergi dan mengunci kita berdua disini, kamu tadi kan keluar, apa mereka tidak melihat kamu ?”, “Aku ini tuan India !” ujar Raman kesal “Tidak usah memuji dirimu sendiri, kamu itu bukan tuan India ! Tapi Mogambo”, “Iya ! Yang mempunyai istri seperti kamu !” bentak Raman “Aku tadi sedang menelfon di dalam kamar, apakah mereka tidak melihat aku ?”, “Ini kesalahanmu, Raman !” ujar Ishita kesal “Iyaa aku memang telah melakukan sebuah kesalahan besar dengan menikahi kamu !” balas Raman “Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang ?”, “Aku akan menelfon mereka dan meminta mereka untuk datang” Raman menimpali ucapan Ishita “Jangan, Raman ! Mereka sedang pergi dengan Simmi, biarkan mereka menikmati acara mereka” pinta Ishita 

“Apakah ada pendeta yang muncul di kamar mandi tadi ? Bicaramu pintar sekali” sindir Raman “Tapi apakah hal ini akan menjadi masalah dengan menghabiskan waktu bersamanya sekarang ?” bathin Raman heran, Ishita juga punya pemikiran yang sama dengan Raman “Murugan ini telah memberikan aku kekuatan” Ishita tersenyum senang, dalam hati Raman berfikir “Kenapa dia tersenyum ? Apakah dia berfikir untuk menyerang aku ?” bathin Raman geram “Ishita, kamu telah mencegah aku untuk menelfon semua orang, apakah kamu memang merencanakan sesuatu untuk menyerangku sendirian seperti ini ?”, “Apakah kamu berfikir kalau kamu ini Shahrukh Khan ?” sindir Ishita “Jika aku dia maka aku akan menikahi Lalita Pawar !” balas Raman 

“Aku tidak tertarik dengan hal semacam itu” mereka berdua kemudian duduk di meja makan dan mulai berdebat satu sama lain dengan lucunya, Ishita meminum segelas air putih lalu memuntahkannya “Apakah kamu ingin membuktikan kalau kamu ini gila atau apa ?” Ishita tertawa tergelak sambil berkata “Lihat ini benar benar suatu kebetulan, aku pernah terkunci dirumah kak Vandu”, “Sendirian ?” tanya Raman penasaran “Tidak ! Bersama Subbu, saat itu kami belum bertunangan, kami akan pergi menonton film, kak Vandu dan kak Bala pergi kepesta dan tanpa sadar mereka mengunci kami dirumahnya, saat itu kami sedang berada dikamarnya Subbu melihat presentasinya tapi tak lama kemudian kak Bala pulang karena dia lupa sesuatu dan melihat kami berada dirumah, dan sekarang terjadi lagi, semuanya hampir sama” Raman langsung menyela 

“Tidak ! Ada yang berbeda ! Disana kamu sangat menikmatinya dan Bala menghentikan kesenangan itu dan disini tidak ada kesenangan” Ishita tertegun “Apakah kamu merasa kesal begitu mendengar nama Subbu ?”, “Tentu saja ! Seorang laki laki bisa mengerti penderitaan laki laki lainnya, apakah kamu bisa membayangkan apa yang akan Subbu alami kalau dia terkunci dengan gadis seperti kamu ? Untung saja Bala menyelamatkan adiknya” sindir Raman “Aku tidak tertarik bicara denganmu, aku akan ganti baju dulu”, “Tidak usah ganti baju, jika mereka kembali, kita harus segera pergi ke pesta makan malam itu dan menunjukkan wajah kita ke para investor, ayoo sini duduk, kita nikmati saja minumannya” pinta Raman “Kamu selalu seperti ini kan ? Memberikan ceramah atau apakah dunia yang membuatmu seperti ini ?” Ishita tidak suka dengan ucapan Raman 

“Apakah kamu selalu kasar seperti ini ketika di kampus dulu ? Atau setiap gadis langsung menamparmu karena sikapmu ini ?” sindir Ishita ketus “Tidak mungkin”, “Maaf ya, para gadis itu pasti tidak mau denganmu begitu melihat pria yang pendek dengan lidah yang pedas seperti kamu” Raman langsung menyela ucapan Ishita “Aku mempunyai satu gadis di kampusku dulu”, “Siapa dia ?” Ishita penasaran “Namanya Sonali” Raman tersenyum sambil membayangkan masa lalunya “Semua orang memanggilnya dengan sebutan Sona dengan perasaan cinta”, “Apa kamu juga menyebutnya seperti itu ?” Raman langsung mengangguk menjawab pertanyaan Ishita “Sudahlah, lupakan saja, itu masa lalu”, “Aku tidak peduli ! Bagaimana dia ? Soni” tanya Ishita penasaran 

“Sona, dia itu seorang Dewi, seorang bidadari, sangat cantik dengan matanya yang besar dan rambutnya yang panjang, lebih panjang dari kamu” Ishita merasa cemburu begitu mendengarnya “Aku sangat pemalu dulu di kampus dan tidak punya keberanian untuk bicara seperti denganmu saat ini dan suatu hari, sudahlah lupakanlah, apakah kamu ingin mengetahuinya ?” goda Raman “Iyaa tapi ceritanya yang komplit !”, “Kamu benar benar ingin tahu ?” Ishita kembali mengangguk mengiyakan “Saat itu aku sedang menunggu bis di pemberhentian bis dan dia datang padaku, aku sangat malu dan tidak melihat kearahnya, tiba tiba sebuah keajaiban terjadi dan dia menghampiriku mengajakku bicara, dia meminta bantuan dalam pelajaran, kebetulan kami mempunyai grup belajar dan mereka menyebutku jenius”, “Dia mungkin saja buta” sindir Ishita 

“Aku selalu berada diperingkat atas”, “Lalu apa ?” Ishita semakin penasaran “Kemudian bisnya datang dan kami duduk di kursi yang sama, sangat dekat, dia kelihatan sangat cantik, aku bisa melihatnya dari jarak yang sangat dekat untuk pertama kalinya, dia berkata padaku, Raman ,,, apakah kamu kesal padaku ? Aku pun menjawabnya bagaimana bisa ? lalu dia menatap kearahku dan aku memegang tangannya” ujar Raman sambil memegang tangan Ishita lalu mereka berdua saling memandang satu sama lain “Sona memiliki dua titik airmata di kedua bola matanya, aku baru tahu kalau dia mencintai aku” Ishita menatap ke arah Raman dengan perasaan kesal SINOPSIS MOHABBATEIN episode 128 by. Sally Diandra

                                                                     sebelumnya

Bagikan :