SINOPSIS Yeh Hai Mohabbatein episode 33 by. Sally Diandra

SINOPSIS Yeh Hai Mohabbatein episode 33 by. Sally Diandra Masih di halaman apartemen mereka, semua orang mulai berfikir siapa yang telah mengunci nyonya Bhalla di gudang, dari atas Amma mendengar ada keributan dan bertanya pada Vandu “Vandu, apa yang terjadi, ayoo kita lihat kesana”, “Amma tenang saja” bujuk Vandu “Apakah mereka melakukan sesuatu ke Ishita ? Ayooo kita kesana dan mengeceknya” Amma langsung turun ke bawah, sementara itu di bawah Simmi bertanya ke penjaga yang menemukan nyonya Bhalla “Siapa yang telah mengunci ibuku di dalam gudang, pak ?” para penjaga hanya menggelengkan kepalanya “Kami tidak tahu, nyonya ,,, saat itu kami sedang berjaga di pintu” Raman sangat marah begitu mengetahui dari Mihir kalau dirinya melihat Amma ada di dekat gudang saat itu, 


Ishita sangat terkejut mendengarnya, tepat pada saat itu Amma mendekat kearah kerumunan tersebut dan melihat nyonya Bhalla sedang terbaring lemas, Raman segera bertanya pada Amma “Amma, katakan pada kami, apakah begini caranya membalas dendam ? Ibuku bisa saja meninggal karena kamu telah menguncinya di dalam gudang !” Amma hanya terdiam dan kelihatan menyesal dengan apa yang telah di perbuatnya, Ishita langsung maju dan mendukung Amma “Apa buktinya ?”, “Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku memang tidak tahu apa yang dilakukannya tapi Amma saat itu ada didepan gudang” sela Mihir, Amma hendak mengatakan sesuatu namun Ishita segera mencegahnya “Jangan katakan apa apa, Amma” pinta Ishita “Jangan lindungi dia, Ishita ! Biarkan dia bicara !” Ishita langsung berdebat dengan Raman “Mana buktinya !”, 

“Mihir ini bohong karena dia ingin menunjukkan padaku dan keluargaku agar kami terpuruk !” ujar Mihika yang juga ikut mendukung kakaknya, mereka langsung berdebat satu sama lain, semua orang memperhatikan mereka, sementara Amma semakin gelisah, sedangkan Rummi sangat senang melihat mereka bertengkar “Aku yakin dengan pasti kalau itu adalah Amma” sela Mihir “Ya, mungkin Mihir benar” Rummi mencoba menjelaskan sesuatu sambil berupaya menyelamatkan Amma, Mihika sangat senang ketika Rummi mendukungnya namun Simmi langsung menegur Rummi karena mendukung Amma “Ibuku telah hilang sejak dia pergi dan meminta Amma agar tidak berbuat sesuatu, namun kemudian Amma malah menguncinya di dalam gudang dan kalian semua sungguh sangat menyebalkan ! Semua orang yang ada disini terlibat !” bentak Simmi, 

Ishita kemudian menyebut Raman sebagai seorang pembohong karena telah menggunakan dirinya sebagai istrinya untuk tujuan bisnisnya semata, perdebatan mereka beralih ke perbedaan pendapat yang saling membenci “Mihir, kamu telah meninggalkan aku hanya untuk orang seperti ini ?” ujar Mihika mengejek Mihir, Raman saling bersitegang dengan Ishita, tuan Bhalla segera menghampiri mereka dan menghentikan perdebatan mereka “Sudahlah, kalian berhenti bertengkar, lebih baik pulang cepat pulang dan lihat keadaan ibu kalian ! Bentak tuan Bhalla lantang “Jika sampai terjadi sesuatu pada ibuku, aku akan menciptakan  malapetaka  yang lebih besar !’ ujar Raman kemudian berlalu dari sana sambil melirik ke arah Ishita, 

Amma menangis dan berkata pada Rummi “Rummi, memang akulah yang mengunci nyonya Bhalla di dalam gudang” Rummi kaget mendengarnya “Tidak apa apa, bibi ,,, bibi tenang saja” ujar Rummi “Aku sangat marah dan membalas dendam”, “Jangan khawatir, ibuku baik baik saja, jika ada seseorang yang tahu tentang hal ini, maka mereka tidak akan membiarkan kamu, Amma” kemudian Rummi menyuruh Mihika untuk membawa Amma masuk ke dalam rumah, 

Sementara itu di rumah nyonya Bhalla, nyonya Bhalla mulai siuman dan keluar menemui keluarganya di ruang tamu “Ibu, apakah ibu baik baik saja ? Ayooo ibu lebih baik masuk ke dalam kamar saja, namun tiba tiba dari arah pintu depan, Ruhi berlari dan memeluk neneknya, Ishita juga ada disana menemani Ruhi, nyonya Bhalla menangis melihat Ruhi, sementara Raman masih marah pada Ishita “Ruhi, kita harus pergi sekarang, ucapkan selamat tinggal pada semua orang” sambil menangis Ruhi meninggalkan keluarga ayahnya bersama Ishita, nyonya Bhalla terus menangis melihat kepergian Ruhi 

Di rumah Shagun, Ishita menjelaskan semuanya ke Shagun, Shagun tersenyum dan berkata “Baiklah, Ishita ,,, ketegangan ini akan segera berakhir, keputusan hakim tentang sidang hak asuh Ruhi akan segera di umumkan dalam beberapa hari maka semua ini akan segera berakhir, bagaimana Ruhi akan beradaptasi denganku kalau dia sering sekali mengunjungi mereka ?", “Aku harus pergi sekarang” ujar Ishita, belum juga Ishita pergi keluar dari rumah Shagun yang mewah, pelayan Shagun mencegah Ishita “Nona Ishita, Ruhi ingin bertemu denganmu”, “Temuilah dia sekali lagi, Ishita ,,, kalau tidak dia tidak akan bisa tidur” pinta Shagun, Ishita menyetujui permintaan Shagun “Aku harus memastikan ke Ishita kalau Ruhi sangat penting bagiku” bathin Shagun dalam hati, 

Sementara itu di rumah nyonya Bhalla, Simmi menceritakan pada nyonya Bhalla apa yang Amma lakukan pada nyonya Bhalla, tuan Bhalla segera menghentikan ucapan Simmi “Simmi, hentikan ! Dan pergilah, bawa alat pengecek tekanan darah” Simmi akhirnya keluar dari kamar nyonya Bhalla, sementara tuan Bhalla mengambi selimut dari dalam lemari dan merawat istrinya dengan penuh kasih sayang dan mengatakan padanya kalau semua orang sangat menikmati perayaan hari ini sambil menyelimuti tubuh istrinya, namun nyonya Bhalla masih sangat merindukan Ruhi “Sudah jangan mengkhawatirkan Ruhi, lebih baik kamu istirahat saja” pinta tuan Bhalla 

Di rumah Shagun, Ishita menemani Ruhi di kamarnya sambil menceritakan beberapa dongeng untuk Ruhi dan menghabiskan waktunya bersama Ruhi “Tante Ishita, tadi aku tidak mengucapkan selamat tinggal ke papa, apakah dia akan merasa kecewa dan marah padaku ?” Ishita segera memeluknya dan berkata “Papamu sangat mencintai kamu, dia tidak akan terganggu dengan hal semacam itu” ujar Ishita, sementara itu di tempat Raman, Raman sedang berfikir kalau mereka tidak mempunyai makanan “Mihir, menginaplah di rumahku saja karena hari sudah sangat malam” ujar Raman sambil teringat akan Ruhi, Raman merindukan Ruhi, nyonya Bhalla meminta Rummi pergi dan memberikan prasad untuk Ruhi 

“Biar aku saja yang memberikannya” sela Raman “Apakah kamu benar benar mau kesana ?” tanya nyonya Bhalla heran “Iyaa, anakku ada disana” nyonya Bhalla tersenyum “Katakan padanya kalau kamu mencintainya dan neneknya mengirimkan ini untuknya dengan penuh cinta” Raman mengangguk menuruti permintaan ibunya dan berlalu dari sana “Raman memang sangat mencintai Ruhi, dia menyembunyikan cintanya dengan penderitaan yang mendalam didalam hatinya” ujar nyonya Bhalla begitu melihat anaknya pergi “Keputusan sidang mengenai Ruhi akan di umumkan besok, hati kecilku mengatakan kalau kita akan segera bertemu dengannya” sela tuan Bhalla 

Di rumah Shagun, Ishita meminta Ruhi untuk tidur, Shagun dan Ashok menemui Ruhi dengan sebuah boneka yang baru “Kami juga membelikan sebuah gaun untukmu, Ruhi” ujar Ashoka “Waah, sesuai warna kesukaan Ruhi, pink !” sela Ishita “Terimakasih, Ishita ,,, kamu memang tidak pernah salah” Ashok memuji Ishita “Ishita, ini hadiah untuk kamu, terima kasih karena kamu telah mendukung kami, kami melihat senyum di wajah Ruhi, itu semua karena kamu” Shagun memberikan sebuah hadiah untuk Ishita “Tapi aku tidak bisa menerima ini” Ishita menggelengkan kepalanya “Kamu harus menerimanya dan datanglah besok di sidang untuk mendengar keputusan hakim” Ishita tertegun mendengar ucapan Shagun “Apa yang akan aku lakukan disana ?” Shagun memintanya dengan amat sangat “Untuk kepentingan Ruhi tentu saja”, “Aku minta maaf, aku tidak bisa membantu kamu dalam hal ini, aku harus pergi sekarang ,,, Ruhi, tante harus pulang sekarang, selamat malam ya” Ruhi mengangguk dan berkata “Ucapkan selamat malam untuk papaku karena aku lupa mengatakannya” Ishita tersenyum dan berkata “Baiklah” ujar Ishita 

Dirumah Amma, Amma menangis sambil memikirkan apa yang telah dilakukannya pada nyonya Bhalla, Mihika menghampirinya dan bertanya “Kenapa bibi menangis ?”, “Mihika, bibilah yang mengunci nyonya Bhalla di gudang” Mihika kaget “Bibi tidak tahu kalau hal ini bisa terjadi” Mihika mencoba menenangkannya “Bibi ingin menunjukkan pada semua orang apa yang Raman lakukan dan aku sudah mengatakannya pada Rummi” ujar Amma sambil menangis “Aku akan meminta maaf atas nama bibi, ikutlah denganku” ujar Mihika, 

Sementara itu Raman sudah sampai di rumah Shagun dan memberikan prasad itu ke penjaga rumah yang berjaga di halaman depan rumah Shagun dan memintanya untuk memberikannya ke Ruhi “Katakan pada Ruhi kalau neneknya yang mengirimkannya”, “Dia itu anaknya tuan Ashok” Raman sangat marah mendengarnya, dari kejauhan Ishita melihat Raman, Raman juga melihat Ishita, mereka berdua saling menatap dengan perasaan kesal satu sama lain, kemudian Ishita berjalan di sebelah Raman, Raman mencoba mengejeknya namun Ishita tidak mendengar “Apa katamu ?” tanya Ishita penasaran “Iya kamu itu ! Kamu dan Shagun berkomplot ! Apakah Ashok tidak bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari pada kamu ? Memangnya berapa hargamu ?” Ishita sangat marah mendengar ejekan Raman SINOPSIS Yeh Hai Mohabbatein episode 34 by. Sally Diandra

Bagikan :