SINOPSIS VEERA episode 687 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 687 by. Sally Diandra Baldev bersikap kasar lagi pada Veera dan menolak paratha yang dibuatkan oleh Veera, Manjeet dan Bansuri berusaha kembali memprovokasi Baldev ketika Balwant dan Veera tidak ada di dekat mereka dengan menunjukkan rasa peduli mereka yang berlebih pada Baldev “Apakah kamu akan mengambil bagian dalam Ram Leela ? Tinggalkan saja dia kalau dia tidak ingin makan” ujar Balwant tiba tiba “Aku akan pergi bekerja” ujar Baldev kesal kemudian bergegas pergi dari sana, 


Veera mencegah kepergian Baldev dan memintanya untuk sarapan pagi terlebih dulu “Bisakah aku melakukan sesuatu dengan keinginanku sendiri ? Apakah aku harus menuruti nasehatmu dalam hal ini juga ?” bentak Baldev kemudian berlalu dari sana, Balwant tertegun dengan sikap Baldev pada istrinya “Tidak usah khawatir, Veera ,,, karena kamu telah melakukan hal ini untuk kebaikan desa kita” hibur Balwant, dalam hati Bansuri merasa senang “Bagus juga kalau kita menciptakan keretakan antara Baldev dan Veera, rasanya sangat menyenangkan” bathin Bansuri 

Di rumah Ratan, Ratan dan Gunjan sedang sama sama termenung sambil menaruh kupasan kulit kentang di minyak bukannya kentang “Gunjan, apakah Ranvi mengatakan sesuatu ?” Gunjan menggeleng “Tidak, ibu ,,, aku telah melakukan sebuah pekerjaan yang salah dimana Ranvi tidak menyukainya” ujar Gunjan sedih 

Di tempat Ranvi, produser musik memanggil Ranvi dan mengatakan kalau Ranvi bekerja tidak profesional “Aku tidak mengharapkan kamu seperti ini terus, Ranvi ! Kamu itu sangat malas atau kamu mendapatkan kesuksesan ini hanya karena memang takdirmu saja jadi kamu hanya beruntung begitu ?” produser musik sangat marah pada Ranvi “Aku telah menginvestasikan uangku padamu ! Kamu tahu itu kan !”, “Iya, pak ,,, aku tahu dan aku akan kembali menulis lalu menyanyi lagi” hibur Ranvi “Atau aku akan membawa kamu ke sidang untuk mengambil uangku kembali !” bentak produser lantang 

Ratan sangat menyukai puisi yang dipilihkan oleh Gunjan sambil berkata “Apa yang terjadi pada Ranvi ? Dia itu tidak pernah begitu marah seperti ini sebelumnya” Ratan semakin merasa cemas “Aku telah menipu dirinya kali ini, ibu” Ratan menggeleng “Jangan salahkan dirimu, Gunjan” hibur Ratan, 

Ketika Veera sedang dalam perjalanan, Veera bertemu dengan Ratan “Ibu, rasanya tidak ada gunanya membicarakan hal ini dengan ayah Balwant karena Baldev tetap bersikeras dengan keputusannya” Ratan mencoba menghibur Veera “Veera, jangan biarkan permasalahan tanah ini membuat rumah tangga kalian jadi renggang kembali”, “Tapi sekolah itu sangat dibutuhkan oleh anak anak, ibu ,,, Baldev telah memutuskan kesalahan” Veera juga tetap bersikeras dengan pendapatnya sendiri, Ratan mencoba mengingatkan Veera “Veera, seharusnya kamu membuat tali pernikahan kalian berdua semakin kuat jadi sikap dan juga pemikiran kalian berdua seharusnya tidak membuat perbedaan apapun, inilah yang dinamakan cinta sejati” Ratan mencoba memberi nasehat ke Veera 

Ranvi sedang mencoba menulis sebuah lagu dan melemparkan beberapa kertas begitu saja dengan perasaan kesal, Dhingra datang dan duduk disebelahnya dengan perasaan khawatir, saat itu produser datang dan Ranvi bergegas meminta maaf pada produser kalau dirinya tidak bisa menulis sebuah lirik lagu “Aku benar benar tidak ingin membuang buang uang uang anda, pak” ujar Ranvi penuh harap, saat itu Gunjan menelfon Dhingra, namun Dhingra langsung merejectnya, Gunjan kembali lagi menelfon Ranvi, produser masih memarahi Ranvi, sedangkan Dhingra akhirnya keluar ruangan untuk menerima telfon dari Gunjan 

“Gunjan, saat ini tuan Arora sedang meminta Ranvi untuk menulis lagu, karena Ranvi terlihat tidak bisa bekerja dengan baik”, “Pak Dhingra, mintalah pada Ranvi untuk melihat buku agendanya, ada sebuah lirik lagu disana yang diambil dari sebuah puisi yang aku dapatkan dalam sebuah majalah, Ranvi bisa membuat lagu dengan terinspirasi dari puisi itu” Dhingra tertegun “Kenapa Ranvi tidak memberikannya ke pak Arora ?”, “Karena itu punya orang lain dan Ranvi tidak akan menggunakannya, pak” ujar Gunja lirih “Kalau begitu kamu harus bisa meyakinkan Ranvi untuk menggunakan lagu itu", “Aku akan mencobanya, pak” sahut Gunjan sedih 

Begitu selesai ngobrol dengan Gunjan di telfon, Dhingra langsung berkata pada Ranvi “Ranvi, ada sebuah lagu dalam buku agendamu” Ranvi mengeleng “Tidak, pak Dhingra ,,, aku tidak akan melakukannya” Ranvi tetap bersikeras “Pak Arora, lebih baik lakukan saja penaltinya dan aku akan membayar uangnya”, “Kamu ini sinting apa ? Aku ini menginvetasikan uang yang jumlahnya sangat besar !” Dhingra mencoba menjadi penengah diantara mereka berdua “Tidak, pak Arora ,,, Ranvi pasti akan menuliskan sebuah lagu tapi saat ini dia belum bisa memastikannya saja kapan lagu itu siap” saat itu kertas yang diselipkan oleh Gunjan terjatuh di tanah 

Baldev tetap memutuskan untuk membangun sebuah mall bersama sang manajer kontraktor dan hal ini di kabarkannya pada Veera “Veera, kamu ini bertanggung jawab atas apa yang telah aku putuskan” Baldev memuji Veera dengan cara menyindir “Baldev, apakah kamu bahagia dan merasa senang dengan menyindirku seperti ini ? Kenapa kamu ingin merusak hubungan kita berdua ? Kenapa kamu tidak menunggu keputusan dari dewan desa ?” ujar Veera sambil memeluk Baldev dan mencoba untuk menjelaskan padanya, sedangkan Baldev masih memendam amarahnya pada Veera 

Ranvi akhirnya pulang ke rumah dan bertanya pada Gunjan apakah dia yang menaruh kertas dalam buku agendanya “Iya, aku memang melakukannya, aku pikir cara ini bisa menolong kamu dalam membuat sebuah lagu”, “Aku tidak butuh bantuan ! Aku bisa menyelesaikan masalah ini !” bentak Ranvi sengit, tak lama kemudian Arora menemui Ranvi dan berkata “Sekarang aku tahu apa yang ingin aku lakukan,sekarang kamu tidak dibutuhkan lagi !” Ranvi tercengang “Apa ?”, “Kamu tidak membuat sebuah lirik sedikitpun kan ?” Ranvi mulai memikirkan sesuatu SINOPSIS VEERA episode 688 by. Sally Diandra

Bagikan :