SINOPSIS MOHABBATEIN episode 76 bagian 2 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 76 bagian 2 by. Sally Diandra Raman dan Ishita akhirnya sampai di sekolah Ruhi, Ruhi mengenalkan kedua orangtuanya ini pada gurunya “Kami senang akhirnya kedua orangtua Ruhi datang berdua, meskipun belakangan hari ini banyak orangtua yang tidak mempunyai waktunya untuk anak anak mereka” ujar gurunya Ruhi sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Apapun yang akan kalian lakukan, apakah kalian bisa melakukannya dengan cepat ?”, “Tentu saja !” kemudian guru Ruhi masuk ke dalam bersama Ruhi, sementara Ishita langsung menegur Raman “Raman, paling tidak bersikaplah baik di depan gurunya Ruhi”, “Kamu bisa berpura pura jika kamu mau, Ishita” Ishita merasa kesal mendengar jawaban Raman tapi mencoba untuk mengendalikan emosinya “Aku masuk ke kamar tadi untuk sebuah alasan, aku ingin mengucapkan terima kasih dan minta maaf padamu” Raman tertegun 

“Buat apa ?”, “Terima kasih karena kamu telah mendukung aku semalam dan aku minta maaf karena aku telah menampar kamu” ujar Ishita lirih “Lain kali mungkin bisa jadi yang kebalikannya, tanganku dan wajahmu”, “Kita lihat saja nanti, tanganku juga tidak terikat” balas Ishita “Jadi seperti ini cara keluarga Iyer mengucapkan terima kasih ?”, “Aku sudah mengatakannya secara baik baik tapi kamu ,,,” Raman segera menyela dan menyuruh Ishita untuk menyimpannya untuk dirinya sendiri, kemudian Raman masuk ke dalam ruangan tempat berlangsungnya acara, Ishita mengikutinya dibelakang Raman sambil berguman kesal 

Acara pun dimulai, salah satu guru memberikan pidatonya lalu mereka memulai sebuah permainan “Omong kosong apa ini ?” Ishita mencoba mengingatkan suaminya kalau mereka berada di sekolah “Ini kan pertemuan orangtua murid dan guru tapi disini mereka malah bermain sebuah permainan, aku tidak mau ikut dalam permainan itu” Raman segera menghentikan salah seorang guru dan bertanya berapa lama lagi acara ini akan berlangsung ? sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Hari ini kita akan menghabiskan sepanjang hari kita dengan anak anak, jadi lebih baik lupakan pergi ke kantor, tuan” jelas bu guru lalu pergi meninggalkan Raman “Apakah kamu tidak bisa memberikan satu harimu saja untuk anakmu sendiri ?”, “Aku bisa memberikan seluruh hidupku untuk Ruhi tapi masalahnya adalah ibunya” ujar Raman, 

Saat itu guru mengumumkan kalau permainan yang pertama adalah “Jab We Met” , Ishita langsung melirik ke arah Raman dengan tatapan aneh “Ada apa ?” tanya Raman heran, Ishita hanya mengendikkan bahunya sebagai tanda bahasa tubuhnya kalau tidak apa apa “Dalam permainan ini, orangtua akan menceritakan pada anak anak bagaimana mereka bertemu yang pertama kali”sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra kemudian semua orangtua secara satu per satu mulai menceritakannya diatas panggung, Ishita tersenyum, sementara Raman menatap kearahnya tajam, ketika Ishita menengok dan menatap kearah Raman, Raman menyuruh Ishita untuk menatap kedepan, akhirnya giliran mereka pun tiba, keduanya baik Ishita maupun Raman kaget “Ishita, aku merasa tidak nyaman kalau harus menceritakan tentang kehidupan pribadiku dan apa yang telah aku lalui”  ujar Raman jengah

Ishita melihat wajah sedih Ruhi yang menatap ke arah mereka dan berkata “Aku yang akan menceritakannya” Ruhi langsung senang begitu Ishita bersedia untuk maju ke depan “Kamu ini terlalu introvert (tertutup), sudah santai saja, biar aku yang maju ke atas panggung”, “Oke, silahkan maju” Ishita bergegas berdiri dan maju ke depan, dalam hatinya Raman berkata “Dia pasti akan membuat drama lagi disana” bathin Raman gusar, begitu sampai di depan panggung, Ishita mulai bercerita tentang bagaimana Ruhi yang sakit gigi dan Raman membawanya ke kliniknya, 

Ishita menceritakan semua yang baik baiktentang Raman, dari tempatnya duduk Raman merasa heran “Dia ini seorang dokter gigi atau penulis cerita ?” bathin Raman dan Ishita masih terus berbohong dan memuji suaminya itu sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Ayahnya Ruhi itu mempunyai hati yang sangat mulia dan dia juga sangat mencintai Ruhi, dia memang seorang ayah yang penuh kasih” kemudian Ishita mulai menceritakan tentang keluarga mereka berdua “Kedua keluarga kami memang sangat jauh berbeda tapi cinta kami memenangkan hati setiap orang” Raman langsung menutupi wajahnya, 

Kemudian Ishita mulai menceritakan tentang acara pernikahan mereka berdua dan makanannya “Ayahnya Ruhi sangat menikmati makanan ala Tamil” lalu Ishita juga bercerita soal Ruhi “Kami sangat beruntung memiliki Ruhi dalam kehidupan kami, Ruhi telah mengikat kami untuk bersama, cintanya telah membuat kami bertiga menjadi sebuah keluarga, I love you, Ruhi” Ruhi langsung membalas “I love you too, ibu Ishi” semua orang bertepuk tangan setelah Ishita selesai bercerita kemudian Ishita bergabung kembali dengan Raman dan duduk di sebelahnya, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra Ruhi segera menghampiri mereka dan berkata “Ibu Ishi, ibu telah bercerita sangat baik sekali” puji Ruhi bangga, lalu beralih bertanya pada ayahnya “Ayah, apakah ayah sangat mencintai ibu Ishi ?” Raman tertegun dan menatap ke arah Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN episode 77 by. Sally Diandra

Bagikan :