SINOPSIS MOHABBATEIN episode 110 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 110 by. Sally Diandra Di pesta perayaan tahun baru, semua orang bertepuk tangan untuk Ishita, Ishita kemudian memeluk ayahnya, tiba tiba Parmeet menyela “Ishita, kamu adalah harapan keluarga kami” Ishita hanya tersenyum mendengar pujian Parmeet, kemudian Ishita menemui Amma dan Vandu, tiba tiba dari atas panggung Ruhi berteriak “Ibu Ishi, ini buat kamu !” rupanya Ruhi dan Shravan menari dengan lagi Radha teri chunri, semoga orang terperangah dan menikmati penampilan mereka, kedua bocah cilik itu menari dengan gaya yang lucu dan menggemaskan, semua orang tersenyum bahagia melihat tingkah mereka dan bertepuk tangan untuk Ruhi dan Shravan, ketika semua orang sedang bercakap cakap satu sama lain, tiba tiba perlahan lahan Raman maju ke atas panggung dan berkata 


“Ishita, ini untuk kamu, hai ,,, apa kabar semuanya” semua orang kaget begitu melihat Raman diatas panggung, terutama Ishita “Apa yang terjadi padanya ?” ujar Simmi heran begitu melihat ulah kakaknya “Ibu Ishi, ayah mau bilang apa ?”, “Ibu tidak tahu sayang” kemudian Raman memulai pidatonya dengan bahasa Tamil (bahasa keluarga Ishita, keluarga Iyer sangat senang mendengarnya “Aku ingin mengatakan sesuatu untuk Ishita dalam bahasa Tamil, jika ada kesalahan, tolong dikoreksi” semua orang tersenyum mendengarnya “Aku ingin berterima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam” dari tempatnya berdiri Simmi tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Raman dalam pidatonya 

“Apa yang dia katakan, aku tidak mengerti ?” Vandu langsung menyela ucapan Simmi “Sini biar aku terjemahkan pidatonya Raman, sejak Ishita datang ke rumah kami, dia telah mengurusi seluruh keluarga dengan baik, terutama untuk pendidikan Ruhi, makanan, pelajarannya dan semuanya, dia bukan saja seorang dokter gigi yang sukses tapi juga seorang ibu dan istri yang baik” Raman masih terus memberikan pidatonya “Bagi kami hari minggu adalah hari libur tapi baginya itu bukan hari libur” Vandu menterjemahkan ke Simmi dan nyonya Bhalla, sedangkan Appa menterjemahkan ke tuan Bhalla, sementara Amma terharu mendengarnya, begitu pula Ishita yang terus tersenyum sambil menatap kearah Raman dengan tatapan tidak percaya, sedangkan Mihika mulai menggoda Ishita sambil tersenyum senyum 

“Dia memberikan waktunya untuk setiap anggota keluarga kami, Ishita telah membantu dalam keputusan bisnisku juga, dia telah menyelamatkan aku dari sebuah kesalahan terbesar dalam berbisnis” ujar Raman dalam bahasa Tamil “Sampai saat ini aku belum pernah mengucapkan terima kasih padanya, tapi hari ini aku ingin mengucapkan terima kasih untuk Ishita” Vandu masih terus menterjemahkan untuk Simmi dan nyonya Bhalla, sedangkan kedua bola mata Ishita mulai berkaca kaca “Tanpa memikirkan tentang keselamatannya sendiri, Ishita membawa Pooja tetangga kami yang sedang hamil besar ke rumah sakit, karena saatnya melahirkan telah tiba tapi kemudian kembali lagi kerumah dan Ishita membantu persalinan Pooja, Ishita telah melakukan banyak hal untuk lingkungan kita” semua orang tersenyum mendengarnya “Ishita adalah orang yang special, dia adalah pahlawanku dan super womanku, sekali lagi aku ingin mengucapkan terima kasih, Ishita” semua orang langsung bertepuk tangan begitu Raman menyelesaikan pidatonya, 

Ishita juga tersenyum sambil memberikan tepukan tangan untuk Raman, sedangkan Parmeet merasa kesal begitu mendengar pidato Raman untuk Ishita “Bagaimana bisa Raman berkata begitu manisnya untuk Ishita, bagaimana caranya aku mencegah hubungan mereka berdua ?” bathin Parmeet kesal, Raman lalu turun dari atas panggung, Ruhi langsung berteriak “Ayaaah memang luar biasa ! Itu pidato yang sangat bagus, ayah” puji Ruhi polos, Raman tersenyum melihat ulah Ruhi, kemudian Ruhi bermain lagi dengan Shravan, sedangkan Mihika mencoba menggoda Ishita “Aku tahu kalau kamu sangat bahagia, karena suamimu itu telah membuatmu terkesan kan ? Aku salut padanya !” goda Mihika, Bala segera mencegat langkah Raman dan berkata “Itu sungguh luar biasa, Raman ,,, aku kira aku harus belajar bahasa Tamil darimu” Raman tersenyum sambil melirik ke arah Ishita 

”Sungguh aku tidak percaya, Raman ,,, kamu belajar bahasa Tamil rupanya” sela Mihir, Raman hanya tersenyum sambil sesekali melirik ke arah Ishita “Raman, itu sungguh sangat romantis” puji Pammi, lagi lagi Raman hanya tersenyum sambil matanya terus menatap kearah Ishita, akhirnya Raman bisa terbebas dari mereka dan berjalan menuju ke arah Ishita “Raman datang kesini tuuuu, mau bicara sama kakak, aku pergi dulu” goda Mihika “MIhika, disini saja” pinta Ishita malu malu, namun Mihika segera ngeloyor pergi, Raman sudah berada didepan Ishita dan berkata “Apakah kamu mendengarnya tadi ?”, “Pidato yang bagus” puji Ishita tulus sambil tersipu malu “Terima kasih”, “Tapi bagaimana caranya ? Apakah kamu menyewa seorang penulis naskah ?” goda Ishita, 

Amma lalu menghampiri mereka dan memberikan ucapan selamat pada Raman “Raman, selamat yaaa, itu sungguh pidato yang sangat luar biasa, jangan berterima padaku, tapi ngomong ngomong siapa yang mengajarimu bahasa Tamil ?”, “Pertanyaan kalian berdua sama rupanya, itu dia orangnya” Raman menunjuk pada seorang laki laki yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka “Dia adalah tuan Subramanium, pegawai di kantorku yang dulu ibu pernah bertanya padannya tentang gajiku dikantor” Amma jadi malu begitu mendengar ucapan Raman, Ishita hanya tersenyum lalu meninggalkan Raman 

Ruhi sedang bermain dengan Shravan “Aku sudah bilang padamu, ayahku itu memang yang terbaik, ayah telah memberikan sebuah pidato yang bagus untuk ibu Ishi” Shravan membantahnya “Kamu itu tidak tahu apa apa, ayahkulah yang terbaik !”, “Tidak ! Ayahku yang terbaik !” mereka berdua mulai bertengkar dengan membandingkan kedua ayah mereka “Ayahku itu sangat tinggi, ayahmu pendek !” Ruhi tidak terima lalu mereka berdua mulai berkelahi, Raman segera menghampiri mereka dan merelainya “Heei heii heii kenapa kalian berdua bertengkar ?”, “Ayah, katakan padanya kalau ayah adalah ayah yang terbaik !” pinta Ruhi kesal 

“Iyaa ayah memang ayah yang terbaik” Shravan langsung membantahnya, Raman meminta pada Shravan untuk menghormati perempuan dan meminta Ruhi untuk meminta maaf ke Shravan, akhirnya Ruhi berkata “Maaf !” lalu pergi berlari meninggalkan Raman, Raman hanya bisa geleng geleng kepala, Shravan tertawa tergelak “Shravan, jika kamu bertengkar lagi, aku akan mematahkan gigimu”, “Aku tidak takut ! Aku berkelahi dengan orang besar, ayahku memang yang terbaik !” ujar Shravan lantang “Sifatnya memang mirip dengan Ishita !” gumam Raman kesal 

Amma meminta Vandu untuk menginap dirumah mereka “Ibu, kami harus pulang” ujar Vandu, sementara Bala sedang ngobrol dengan Ishita “Ishita, apa yang aku bilang padamu, Raman pasti akan berubah, aku bahkan tidak menduga kalau dia akan berpidato dengan bahasa Tamil”, “Iya benar kak, bahkan aku sendiri juga tidak menduga” Vandu saat itu menyela pembicaraan mereka “Apakah kamu sudah selesai menggoda suamiku ini, bolehkah aku membawanya pulang ?” Ishita dan Bala tersenyum mendengar ucapan Vandu, saat itu Vandu mendapat telfon dari sekolahnya Shravan, lalu mengatakan pada Ishita “Ishita, Ruhi bisa mendaftar di sekolahnya Shravan, besok jam 4 sore kamu dan Raman datang kesana ya”, “Waah ini berita yang sangat bagus” ujar Ishita, Amma juga menyela pembicaraan mereka “Iyaa, ini kabar yang bagus, anak anak bisa menjadi dokter, insinyur kalau sekolah disana” ujar Amma, Ishita sangat berterima kasih pada mereka “Ishita, telfon aku saja kalau ada pekerjaan lainnya” kemudian Vandu dan Bala pulang 

Ishita sedang bersama Ruhi “Ruhi, guru guru disana pasti akan sangat terkesan denganmu” Ishita kemudia menyiapkan semuanya untuk pertemuan besok, sementara Ruhi sedang sibuk bermain dengan bonekanya “Ruhi, ini sangat penting sayang, kenapa kamu tidak mendengarkan ? Ayoo taruh dulu bonekanya, kamu besok harus diwawancara di sekolahnya Shravan, kita harus bersiap siap Ruhi” kemudian Ishita menanyakan beberapa pertanyaan ke Ruhi dan Ruhi hanya menjawabnya sebagian, Ishita mulai mengajarinya, nyonya Bhalla bergabung bersama mereka “Kita ini biasa gagal tapi orang tua kami tidak menekan kami seperti itu, Ishita ,,, sudah jangan buat masalah dengannya” sela nyonya Bhalla “Ibu, besok Ruhi ada wawancara” Ishita mencoba membuat mertuanya ini mengerti tapi nyonya Bhalla malah menyuruh Ruhi untuk bermain 

“Dia ini tahu segalanya, Ishita” ujar nyonya Bhalla lalu keluar dari sana “Ruhi, apa ibukota India ?”, “Mumbai !” ujar Ruhi lantang, Ishita mulai kesal “Ruhi, kamu ini tidak konsentrasi” saat itu Mihika datang bergabung bersama mereka sambil membawa Mutu Swamy, Mihika juga membawa benang suci untuk keberuntungannya, Ishita lalu mengikatkan ditangan Ruhi “Terima kasih, ibu Ishi”, “Kata bibi, Ruhi mau mendaftar di sekolahnya Shravan, tapi kenapa Ruhi memakai baju yang lama, bagaimana kalau kita pergi ke mall besok pagi dan membeli baju baru untuk Ruhi” Ruhi langsung melompat lompat kegirangan begitu mendengar mau pergi ke mall, Ishita bertanya lagi 

“Sekarang sebutkan nama nama planet di tata surya kita ?” Ruhi langsung menjawab semua nama planet tersebut dengan benar “Lalu, apa ibukota India ?”, “New Delhi ! Dimana kita mau beli baju baru besok !” ujar Ruhi riang, dari depan pintu kamar Ruhi, rupanya Parmeet memperhatikan mereka sambil tersenyum senang dan berkata “Aku akan membawamu belanja, Ishita ,,, belanjalah sebanyak yang kamu inginkan” ujar Parmeet sambil tersenyum penuh arti SINOPSIS MOHABBATEIN episode 110 by. Sally Diandra

Bagikan :