SINOPSIS MOHABBATEIN episode 605 “ISHITA BEKERJA SAMA DENGAN SHAGUN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 605 “ISHITA BEKERJA SAMA DENGAN SHAGUN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 605 “ISHITA BEKERJA SAMA DENGAN SHAGUN” by. Sally Diandra Shagun masih teringat ketika Ashok memberitahu Shagun kalau permusuhannya dengan Raman semakin dalam “Aku baru saja hendak berhubungan dan Raman mendapatkan aliansinya, jadi kamu harus membunuh Raman, panggil saja dia dimana saja sesukamu maka Raman akan datang dengan mudah, kamu bisa melakukan hal ini !”, “Apa salahnya ? kamu ini selalu saja menyimpan kebencian dalam hatimu untuk Raman, tapi membunuh ? Dan itu juga, kamu meminta aku membunuh dia ? Raman adalah ayahnya anak anakku, aku tidak akan pernah melakukan hal ini, Ashok !” Shagun bergegas mau menelfon Raman namun Ashok mencegahnya dan mengancam Shagun pada bayi yang dikandungnya dan anak anaknya 

“Asal kamu tahu saja, dirumah keluarga Bhalla ada seseorang yang bekerja untukku, Raman dan Ishita tidak tahu tentang hal ini, aku tahu banyak tentang mereka, apakah kamu tahu dimana anak anakmu berada saat ini ?”, “Aku tahu mereka sedang berada disekolah” Ashok menggeleng “Istrinya Romi yang bernama Sarika membawa anak anak ke sebuah perkemahan, telfon saja mereka dan tanya !” Shagun segera menelfon rumah keluarga Bhalla, Shagun bertanya pada Neelu tentang Adi dan Ruhi 

“Mereka pergi ke perkemahan, nyonya Shagun” Shagun mulai tegang “Bagaimana ? Aku benar kan ? Kamu pasti bertanya padaku bagaimana aku bisa tahu tentang hal ini ? Seseorang yang memberikan informasi padaku dari sana” Ashok kemudian menakut nakuti Shagun akan mencelakai Adi dan Ruhi, sambil memegang tangan Shagun, Ashok berkata “Kamu mempunyai waktu 24 jam, kamu harus bisa membunuh Raman dalam waktu 24 jam, kalau tidak aku akan membunuh Adi” Ashok kemudian meninggalkan Shagun 

“Waktu itu aku tidak ingin memberitahu Raman, aku pikir aku harus bertemu dengan Adi dan Ruhi, tapi aku tidak tahu dimana lokasi mereka tepatnya, kemudian aku menelfon keluarga Bhalla lagi” Shagun masih bercerita pada Ishita, Abhishek dan Prateek, saat itu Simmi yang menerima telfon Shagun namun Simmi segera menutup telfonnya begitu mendengar suara Shagun disebrang sana “Simmi tidak mau bicara denganku, dia sangat kecewa denganku, kemudian aku menelfon Raman, saat itu Raman juga sedang tegang memikirkan Ishita, akhirnya aku pergi ke kantor polisi untuk memberikan laporan melawan Ashok” Shagun masih ingat ketika dirinya datang ke kantor polisi dan mendapat telfon dari Ashok yang ternyata juga berada disana, 

Ashok langsung mengancam Shagun dan memintanya untuk melakukan seperti yang di katakan kalau tidak Ashok akan membunuh Adi, Shagun jadi semakin tegang, dilihatnya ada seorang perempuan yang memberikan amplop padanya, ketika dibukanya amplop itu, dilihatnya foto Ruhi dan Adi yang dikirimkan oleh Ashok, Shagun benar benar merasa semakin khawatir, Ashok meminta perempuan itu untuk memberikan ponsel pada Shagun dan berlalu dari sana “Ashok, kenapa kamu melakukan hal ini ?”, “Aku ingin membunuh Raman, jangan uji kesabaranku, Shagun ! Kalau tidak Ruhi dan Adi akan mati !” Shagun hanya bisa menangis dan pergi meninggalkan kantor polisi, Shagun memberitahu mereka “Aku baru melihat Ashok begitu sangat marah untuk pertama kalinya, dia ingin membunuh Raman dengan memanfaatkan aku, kemudian aku punya satu solusi, aku meminta bantuan Ishita” Ishita langsung menyela ucapan Shagun 

“Aku memang membenci Shagun, aku telah salah paham padanya dan Raman, aku sangat sedih saat itu, aku mengabaikan smsnya tapi aku tidak tahu apa yang terjadi dalam hatiku, kami lalu bertemu di rumah sakit” Prateek menyela “Kenapa dirumah sakit ?”, “Ashok selalu mengawasi Shagun, kebetulan Shagun bekerja dirumah sakit untuk LSM perempuannya, kemudian Shagun dan Ishita bertemu di gudang rumah sakit” sahut Abhishek, saat itu Ishita memarahi Shagun dengan begitu keras “Maafkan aku, Shagun ,,, cemburu membuatku jadi buta” sela Ishita, Shagun kemudian memberitahu mereka tentang kebenaran yang dikatakannya pada Ishita, awalnya Ishita tidak percaya pada Shagun, Shagun memberitahu Ishita soal rencana Ashok, foto anak anak dan ancaman Ashok padanya 

“Ishita, anak yang kukandung ini adalah anakmu dan Raman, aku dan Raman tidak mempunyai hubungan apa apa, aku hanya ibu pengganti untuk anakmu, aku ingin melakukan semua ini hanya untuk kamu, dokter Manoj meminta Raman untuk tidak memberitahu pada siapapun sampai bayi ini stabil, Raman ingin memberikan kebahagiaan padamu, itulah mengapa dia melakukan ini semua, begitu banyak kesalahpahaman yang terjadi, ini adalah bayimu, Ishita” Ishita menangis ketika Shagun menunjukkan surat surat ibu pengganti “Aku tidak percaya, anakku ,,, aku telah sangat salah, aku mencurigai Raman, maafkan aku”, “Ini semua adalah salahku, aku ingin berbuat jahat padamu dulu, jangan maafkan aku, Ishita ,,, ini adalah anakmu dan Raman” Ishita terharu 

“Kamu sangat baik sekali, Shagun ,,, lalu bagaimana dengan rencana Ashok”, “Ashok tahu tentang kecemburuanmu dan persoalan ibu pengganti ini, dia ingin aku membunuh Raman, dengan begitu dia tidak akan disalahkan, dia telah menjadi gila, aku mencoba untuk pergi ke polisi tapi dia selalu mengawasi aku, itulah mengapa aku menelfon kamu kesini ke rumah sakit, aku sangat mengkhawatirkan Adi” ujar Shagun cemas “Aku akan pergi ke kantor polisi, aku tidak akan membiarkan Raman dibunuh”, “Ishita, Ashok bilang kalau di dalam keluarga Bhalla ada yang memberikan semua informasi padanya tentang situasi yang terjadi dirumahmu” Ishita tertegun “Bagaimana bisa anggota keluarga kami melakukan hal ini ? Ini tidak mungkin !” ujar Ishita heran

“Ishita, lebih baik jangan percaya pada siapapun, kita harus mencari tahu anggota keluarga itu dan menyelamatkan Raman, Ashok bisa berbuat apapun, kamu tahu kan apa yang telah dia perbuat pada Mihika ?” ujar Shagun cemas “Ashok bisa memeras dan melakukan apapun, dia bisa menyangkal jika kita melaporkannya ke polisi”, “Kali ini Ashok akan terperangkap dalam sebuah jebakan besar, kita akan menjebak Ashok dalam perangkap besar, kita akan melakukan apa yang tidak pernah dia bayangkan selama ini” ujar Ishita, Ishita dan Shagun lalu menatap kearah Prateek SINOPSIS MOHABBATEIN episode 606  by. Sally Diandra

Bagikan :