SINOPSIS MOHABBATEIN episode 319 “KENCAN ROMANTIS YANG GAGAL” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 319 “KENCAN ROMANTIS YANG GAGAL” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 319 “KENCAN ROMANTIS YANG GAGAL” by. Sally Diandra Shagun benar benar terkejut ketika melihat Ashok dan Mihika mengenakan kalung rangkaian bunga sebagai tanda kalau mereka sudah menikah, Shagun bergegas menghampiri mereka dengan perasaan marah dan hendak menampar Mihika namun Ashok segera mencegahnya dengan memegang tangan Shagun “Berani benar kamu, bagaimana bisa kamu mengangkat tanganmu ke istriku di depanku seperti ini ?” Shagun semakin marah “Apakah Mihika telah memerasmu dan memaksamu untuk menikahinya ? Aku tahu perempuan yang seperti itu, aku ini istrimu, Ashok !” ujar Shagun kesal “Hentikan, Shagun ! Kita sudah tidak bisa bersama sama lagi, aku sudah menikah dengan Mihika, aku memang ingin menikahinya !” sahut Ashok “Ashok, bisakah aku ke kamarku dulu ?”, “Itu adalah kamarku !” bentak Shagun menimpali ucapan Mihika, Mihika tidak menggubrisnya dan bergegas naik ke lantai atas, 

Shagun semakin marah kemudian menarik kalung bunga yang dipakai oleh Ashok hingga hancur berantakan “Itu adalah kamarku, Ashok ! Kamu mencintai aku sejak 6 tahun yang lalu ! Dia tidak boleh masuk kesana !” Ashok segera mendorong Shagun dengan keras hingga Shagun jatuh ke lantai dan berkata “Semuanya sudah berakhir, Shagun ! Mihika adalah istriku, ambil barang barangmu dan pergi dari sini, aku akan memulai kehidupan yang baru dan kamu tidak mempunyai tempat lagi disini !” Shagun benar benar tidak percaya dengan ucapan Ashok, Shagun segera memegangi kaki Ashok dan memelas pada Ashok sambil berkata “Ashok, jangan lakukan hal ini padak, aku telah meninggalkan semuanya demi kamu, aku ini hanya untuk kamu, kemana aku akan pergi ?” Shagun menangis sedih sambil terus mengiba pada Ashok meminta belas kasihannya 

“Lihat keadaan kamu sekarang ! Kamu itu bukan apa apa lagi bagiku, kamu ini seperti kertas tisu yang telah kotor, begitu selesai digunakan maka langsung dibuang, Mihika adalah istriku yang sah dan kamu itu bukan siapa siapa !” bentak Ashok lantang “Tapi aku telah berkorban segalanya untukmu, aku telah mengorbankan kehidupanku demi kamu, aku telah meninggalkan Raman dan Ruhi, aku mohon, Ashok ,,, jangan lakukan hal ini padaku, aku telah bersamamu sejak 6 tahun yang lalu”, “Iyaaa itu karena kamu menginginkan perhiasan, makeup, uang, kamu hanya mencintai saldo bank ku saja, bukan aku ! Itulah mengapa kamu sangat bahagia, jadi mulai sekarang jangan datang kesini lagi atau kalau tidak aku akan meminta pembantuku untuk menendang kamu keluar !” ujar Ashok sambil menggeret Shagun keluar dan mengusirnya, 

Kemudian Ashok menutup pintu dengan keras, Shagun menangis meratapi nasibnya sambil terus menerus memanggil nama Ashok, kemudian Ashok membuka pintunya dan mengeluarkan semua tas milik Shagun kemudian menutupnya kembali pintu rumahnya, Shagun masih terus menangis sambil meminta Ashok untuk membuka pintu rumahnya dengan nada memelas 

Sementara itu Raman sedang menunggu Ishita, Romi mulai menggodanya “Kakak, kakak jangan sampai merasa gugup”, ”Aku tidak gugup ! Aku bisa mendengarnya, kata aku mencintaimu itu mudah” ujar Raman, Simmi menghampiri mereka dan berkata “Kakak, aku akan mengatakannya, itu mudah saja, sebut saja nama Mata Rani lalu katakan” ujar Simmi, tuan Bhalla menyela pembicaraan mereka “Perjuangan cinta itu tidak mudah”, “Aku juga mempunyai sebuah ide, aku akan memuat semuanya maka semua semua ketakutan itu akan lenyap” mereka semua tertawa senang, Ruhi yang kebetulan saat itu juga mendengarnya, mulai berceloteh “Ayah, kami ini sangat khawatir kalau ayah tidak akan mengatakan aku mencintaimu pada ibu Ishi, karena ayah ini selalu saja kasar, sekarang aku tahu kalau ayah sedang gugup kan ? Berikan saja ciuman di pipi ibu Ishi baru kemudian katakan aku mencintaimu” Romi juga menggoda Raman, 

Raman segera mengejar Romi, hingga akhirnya Ishita turun dari lantai atas, Raman terperangah melihat penampilan dan kecantikan Ishita yang begitu elegan dan anggun mengenakan kain saree merah muda pemberian Raman, mereka berdua saling memandang satu sama lain kemudian tersenyum manis, Ruhi langsung memecahkan keheningan itu dengan berkata “Ibu Ishi cantik sekali ! Ayah sampai terkagum kagum sama ibu Ishi” ujar Ruhi riang, nyonya Bhalla kemudian memberikan restunya pada mereka berdua dan memberikan tanda hitam untuk Ishita agar dijauhkan dari segala kejahatan dan berkata “Raman, pergilah sana karena bosmu pasti sudah menunggu kamu” ujar nyonya Bhalla “Ruhi, Ruhi tidurnya jangan malam malam ya” pinta Ishita, nyonya Bhalla kemudian melingkarkan tangan Ishita di tangan Raman, mereka tersenyum satu sama lain lalu segera berlalu dari sana 

Raman dan Ishita sedang dalam perjalanan menuju ke hotel, Raman tersenyum melihat penampilan Ishita yang mempesona, Ishita juga melirik kearahnya dan teringat semua kenangan indah mereka berdua, Raman balik melirik ke arah Ishita dan tersenyum manis, sementara itu Shagun sedang mabuk sambil menangis disebuah bar, Shagun teringat pada lamaran Ashok dan kenangan indah mereka berdua, Shagun juga teringat pada perilaku Ashok yang kasar, kata katanya yang pedas dan pahit ditelinga, Shagun menangis sambil melihat kearah cincin berlian yang dikenakannya, Shagun bergegas melepas cincin itu dan berkata “Kenapa kamu melakukan ini semua, Ashok ! Kenapa kamu meninggalkan aku ? Aku tidak akan mengampunimu ! Ujar Shagun sambil melempar cincin itu dan menginjaknya dengan kemarahan yang menggunung hingga akhirnya terjatuh, semua orang memperhatikan tingkahnya, para laki laki yang berada disana sedang bergosip tentang kaum sosialita 

Pada saat yang bersamaan Raman dan Ishita sudah sampai di hotel “Raman, mana bosmu ?” tanya Ishita heran, Raman memberikan alasan dan meminta Ishita untuk masuk ke kamar dulu “Lebih baik kamu masuk ke kamar dulu” Ishita heran “Ke kamar atau ke atas ?”, “Apa ada masalah denganmu ? ayoolah” Raman balik bertanya, sementara itu Adi sangat mengkhawatirkan keadaan Shagun, awalnya hendak menelfon Mihir tapi tidak jadi lalu menelfon Shagun, namun saat itu ponsel itu ada di meja bar sehingga yang menerimanya adalah bartender “Wanita itu sedang terbaring dilantai karena mabuk, datanglah kesini dan bawa dia pulang” Adi panik lalu meminta alamat bar tersebut, 

Raman meminta Ishita untuk masuk ke kamar dulu “Kamu masuklah ke kamar dulu, aku akan menerima telfon dulu”, “Bagaimana bisa aku pergi sendirian ?” tanya Ishita heran “Pergilah sana dulu, jangan biarkan ada siapapun disana” pinta Raman “Baiklah” akhirnya Ishita pergi ke kamar yang disebutkan oleh Raman, begitu Ishita pergi, Raman mulai berdoa “Mata Rani, semoga saja semuanya bisa berjalan dengan baik, kalau tidak aku akan meminum seluruh isi botol ini” ujar Raman penuh harap, 

Saat itu Adi sudah sampai ditempat Shagun mabuk dan memintanya untuk ikut dengannya “Mihika telah menghancurkan hidupku ! Dan Ashok telah membuang aku !” Shagun kemudian minta minum lagi dan memarahi Adi yang terus mengajaknya pulang sambil menangis, bartender juga menyuruh Shagun untuk pergi dari sana, mereka kemudian mengangkatnya, Shagun langsung berteriak “Jangan sentuh aku !”, “Ayooo, ibu ,,, kita pulang” akhirnya mereka bisa mengeluarkan Shagun dari sana, kebetulan Adi meminta bajaj yang di pakainya tadi untuk menunggu, Adi segera menyuruh ibunya masuk ke bajaj namun lagi lagi Shagun menolak “Ibu tidak mau pergi, Adi !” Shagun berjalan di jalanan dengan keadaannya yang mabuk berat hingga hampir saja menabrak motor yang lewat didepannya 

“Heeeiii ,,, apa kamu mau mati ? Lihat dan jalan dengan benar !” bentak pengendara motor “Iyaaa aku memang mau mati ! Bunuh saja aku ! Tidak ada seorangpun yang peduli padaku !” Shagun mulai meracau, Adi menghampiri ibunya dan memintanya untuk pulang sambil menangis, namun Shagun terus berjalan dan meminta Adi untuk meninggalkannya sendirian, tepat pada saat itu Shagun jatuh di dekat bak sampah “Aku ini memang sampah ! Kertas tisu yang sesudah digunakan lalu dibuang begitu saja !” ujar Shagun sambil terbaring didekat bak sampah 

Pada saat yang bersamaan, Ishita masuk ke kamar hotel yang disebutkan oleh Raman, dilihatnya didalam kamar terpampang tulisan ‘Selamat datang tuan dan nyonya Bhalla’ Ishita tersenyum dengan kejutan manis dari Raman “Itu artinya memang tidak ada siapapun disini, jadi ini rencananya, waaah aku benar benar terkesan, aku suka gayanya, itu artinya Raman akan mengatakan semuanya padaku hari ini, apa yang harus aku katakan ketika dia mengatakannya padaku, aku belum bersiap siap, aku tidak menyangka kalau akan begini, aku ini memang bodoh !” rutuk Ishita pada dirinya sendiri, 

Adi meminta Shagun untuk bangun dan pulang bersamanya “Pulang ? Pulang kemana, Adi ? Rumah yang mana ?”, “Ke rumah paman Ashok” ujar Adi sambil terus menangis “Aku ini hanyalah sampah, Adi !” ujar Shagun masih dalam keadaan mabuk “Ibu, tunggu disini, aku akan kembali lagi nanti” Adi lalu pergi meninggalkan Shagun “Shagun Arora, kamu ini memang sampah ! Dan inilah tempatmu !” ujar Shagun sambil masih terbaring di dekat bak sampah 

Tak lama kemudian, Raman masuk ke kamar, dimana Ishita sudah menunggunya disana, Raman kemudian menaruh kedua tangannya di bahu Ishita, Ishita hanya terdiam dan menutup matanya, kemudian Raman membalik tubuh Ishita lalu menyingkirkan rambut Ishita yang menutupi wajahnya yang ayu, Raman tersenyum melihat kepolosan istrinya ini yang hanya terdiam kemudian mulai membuka matanya, Raman dan Ishita saling memandang dalam diam, kedua mata mereka berbicara “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ujar Raman, saat itu ponsel Raman berdering, membuat ucapan Raman berhenti “Aku ,,,,”, “Angkat dulu telfonnya, siapa tahu penting” pinta Ishita, rupanya Adi yang menelfon Raman “Ayah, ini aku, Adi !” Raman kaget begitu mendapat telfon dari Adi “Adi, kenapa kamu menangis ?” Adi kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Shagun dan memberikan alamat mereka saat ini 

“Ayah, datanglah cepat yaa” setelah Raman menutup telfon, Ishita bergegas mengajak Raman pergi menemui Adi “Tapi semua ini bagaimana ?”, “Raman, Adi adalah anak kita, saat ini dia membutuhkan kita, ayooo kita pergi” pinta Ishita “Baiklah” akhirnya Raman dan Ishita meninggalkan hotel, meninggalkan rencana yang sudah Raman buat untuk Ishita, kencan romantis mereka gagal, hingga akhirnya Raman dan Ishita tiba di alamat yang disebutkan oleh Adi, mereka berdua bertanya pada semua orang tentang anak kecil yang berusia 12 tahun yang tadi berada disekitar tempat itu, hingga akhirnya Ishita menemukan Adi, Ishita memanggil Raman, mereka berdua kaget ketika melihat Adi sedang duduk sambil menangis di dekat Shagun yang sedang terbaring dengan keadaan yang buruk di dekat bak sampah besar SINOPSIS MOHABBATEIN episode 320 by. Sally Diandra 

PREV    NEXT

Bagikan :