SINOPSIS MOHABBATEIN episode 290 “KEBENCIAN ADI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 290 “KEBENCIAN ADI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 290 “KEBENCIAN ADI” by. Sally Diandra Di rumah Mihir, Shagun sedang ngobrol dengan Mihika yang saat itu berada di rumahnya “Mihika, aku tidak melakukan apa apa”, “Aku percaya padamu, Shagun ,,, tapi sepertinya ada seseorang yang melakukan hal ini dengan tujuan tertentu” ujar Mihika cemas “Semalam aku juga meninggalkan pesta itu” sela Mihir, Raman semakin marah “Raman, jika Shagun melakukan hal ini maka aku tidak akan mengampuninya tapi jika Adi yang melakukannya maka kita harus lebih sensitif” ujar Mihir cemas “Shagun, dimana Adi ?”, “Supir sudah pergi menjemputnya, dia itu masih anak anak, Raman” Shagun berusaha membela Adi “Dia itu bukan anak anak lagi, dia itu bukan anakku dengan tinggal bersamamu, dia telah kehilangan keluguannya” ujar Raman marah kemudian bergegas pergi dari sana, 

Begitu Raman pergi, Mihir bertanya ke Shagun “Kamu puas sekarang, Shagun ? Apakah ini yang kamu inginkan dari anakmu ?” ujar Mihir kesal, Shagun bersumpah atas nama Adi, Mihir berteriak ke arah Shagun dengan nada marah, Mihika mencoba menenangkan Mihir dan mengajak Shagun masuk ke dalam kamar, Mihir measa sangat bersalah meninggalkan pesta bujangnya Ashok semalam dan menyadari ketika Suraj memintanya pergi dengan cara halus, Mihir menyadari kalau ini semua adalah rencananya Suraj “Mihika, aku harus mengatakannya pada Raman”, “Jangan, Mihir ,,, jangan sekarang” pinta Mihika, dalam hati Mihika berfikir “Aku seharusnya menghentikan pernikahan Ashok dan Shagun” bathin Mihika 

Sementara itu Simmi mencurigai Parmeet yang merencanakan kasus Ishita ini, Simmi segera menelfon Parmeet “Parmeet, katakan padaku bagaimana caranya Ishita bisa datang ke pestanya Ashok ?”, “Simmi, kenapa kamu bertanya padaku ? Apa yang telah aku lakukan ?” Parmeet pura pura tidak tahu “Hanya kamu yang mengatakan kalau kamu tidak akan merasa malu untuk membalas dendam pada Ishita”, “Jadi kamu mengira kalau aku yang melakukan semua ini ? Baiklah apa gunanya menyembunyikannya dari kamu, aku menerima semua tuduhanmu, iyaa memang aku yang melakukannya” Simmi menangis mendengar pengakuan suaminya “Kenapa, Parmeet ? Kenapa kamu melakukan semua ini ?” tanya Simmi sedih

“Mungkin kamu lupa, tapi aku tidak akan lupa dengan apa yang telah aku alami gara gara kakak iparmu itu ! Apakah kamu lupa kehidupan kita hancur karena perbuatan Ishita ? Aku tidak melupakannya sedikitpun, aku ingin menunjukkan padanya bagaimana rasanya dihina !” ujar Parmeet sinis “Hentikan, Parmeet ! Aku kira kamu tidak bisa menghina perempuan manapun, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini ? Apakah kamu tidak berfikir tentang kehormatan keluargaku ini meskipun hanya sekali ? Mereka telah menjaga dan merawat aku ketika kamu berada di Dubai, kenapa kamu tidak bertanya padaku satu pertanyaanpun ?” ujar Simmi kesal “Lihat kan mereka membuat kamu melawan aku sekarang ? Baiklah kamu juga berfikir kalau aku orang yang jahat !” Pameet langsung menutup telfonnya, Simmi menangis dan berkata “Bagaimana bisa aku bertatap muka dengan Raman dan Ishita” ujar Simmi sedih 

Malam itu Raman sedang berada di luar rumahnya Ashok “Aku tahu kalau Adi sedang bersembunyi disini tapi aku tidak akan meninggalkan rumah Ashok sampai aku bicara dengan Adi” saat itu Adi keluar, Raman segera menghentikannya dan berkata “Adi, ayah telah memberikan kamu begitu banyak kesempatan untuk berubah tapi kamu mengecewakan ayah, hakim itu benar, kamu itu tidak pantas tinggal diluar, karena seorang anak tidak akan melakukan apa yang telah kamu lakukan, jadi kamu sepantasnya mendapatkan hukuman orang dewasa”, “Ayah bisa mengirimkan aku kemanapun yang ayah inginkan ! Tapi aku tidak melakukan apa apa” Adi berusaha membela diri “Jangan bohong pada ayah, Adi ! Bukankah kamu yang mengirimkan sms ke bibi Ishita ?”, “Aku tidak tahu ! Ibuku menangis karena Ishita, ibuku menamparku dan ayah juga berteriak kearahku” Adi meluapkan kemarahannya 

“Karena kamu memang pantas mendapatkannya, Adi ,,, ibumu menangis karena dia telah melakukan hal yang tidak pantas, bibi Ishita tidak melakukan apa apa, kamu ini masih anak anak tapi itu bukan berarti kalau kamu bisa melakukan apa saja, itu dua hal yang berbeda, Adi ,,, kecewa dengan seseorang dan membuat seseorang mengalami penghinaan, itu tidak benar, Adi ,,, apakah kamu tahu apa yang telah bibi Ishita lalui gara gara kamu ?” Adi hanya terdiam “Ada masalah apa denganmu, Adi ?” Adi langsung berteriak ke Raman “Ayah hanya peduli pada Ishita ! Ayah selalu membelanya, aku benci padanya ! Dia itu adalah musuh ibu dan aku ! Dia telah menyakiti perasaan ibu sangat banyak ! Dia juga yang telah memisahkan Ruhi dari ibu dan dia juga ingin melakukan hal yang sama padaku ! Ayah bukan apa apa lagi untukku ! Aku ini bukan anakmu ! Pergi sana ! Tinggalkan aku !” Raman kaget mendengar semua keluhan Adi 

“Adi, begitu besarkah kebencianmu ? Ibumu menampar kamu karena kamu telah berbuat salah, itu adalah pertama kalinya ibumu melakukan hal yang benar, kenapa kamu sangat membenci bibi Ishita ?”, “Ayah mulai lagi ! Apakah ayah pernah memikirkan tentang aku ? Tidak ada seorangpun yang peduli padaku ! Aku akan selalu melakukan hal ini, apa yang akan kamu lakukan ? Mengirimkan aku ke penjara ? Ayah bisa saja mengirimkan aku kesana, aku tidak takut sama siapapun ! Begitu banyak anak yang hidup tanpa orangtuanya, aku juga akan hidup seperti itu !” Raman semakin terperangah mendengar ucapan Adi, Adi segera berlalu dari sana, Raman kaget melihat kenyataan yang terjadi pada Adi “Shagun, apa yang telah kamu lakukan pada anakku ?” gumam Raman SINOPSIS MOHABBATEIN episode 291 by. Sally Diandra

PREV    NEXT

Bagikan :