SINOPSIS MOHABBATEIN episode 257 by. Sally Diandra “RAMAN SALAH SASARAN” | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 257 by. Sally Diandra “RAMAN SALAH SASARAN”

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 257 by. Sally Diandra “RAMAN SALAH SASARAN” Raman sedang berada dirumah “Dimana kamu telah membuat aku terjebak, Tuhan ? Bagaimana caranya bisa mencium wanita petarung itu ? Sebenarnya aku ini takut, ini hanya sebuah ciuman, coba pikirkan kalau dia adalah Ruhi atau saudaraku yang lain, maka itu sangat mudah, tapi jika wanita itu merasa kesal, dia pasti akan membunuhku, apa yang harus aku lakukan ?” gumam Raman bingung, saat itu Romi menemuinya dan bertanya pada Raman “Kakak, apa yang dokter katakan ? Kapan kak Ishita pulang kerumah ?”, “Besok !” ujar Raman, tiba tiba Raman mendapatkan sebuah ide yang sempurna, Raman lalu berpura pura bicara dengan Romi dengan gayanya yang manis dan lembut, hal ini tentu saja mengejutkan semua orang yang berada disekitar mereka 

“Kenapa kamu terlihat seperti ini ? Aku hanya sedang menyayangi adikku sendiri” ujar Raman lembut sambil memeluk Romi erat “Heiii sesama saudara boleh mencium juga kan ?” Romi langsung mencegah tindakan Raman yang hendak menciumnya “Kakak, aku ini bukan homo !”, “Aku akan menampar kamu ! Memangnya apa yang akan terjadi kalau aku mencium pipimu ?” Simmi dan tuan Bhalla yang ada disana merasa heran melihat sikap Raman yang aneh “Apa yang terjadi padamu, kak ?”, “Aku hanya sedang menunjukkan kasih sayangku, jika kalian tidak mengijinkan maka tidak ada uang saku dan tidak ada apa apa” Romi akhirnya pasrah dicium sama Raman 

“Baiklah, kak” Romi langsung menutup matanya sambil menahan geli, Raman kemudian mencium pipi Romi “Yaaak !” ujar Romi dan bergegas pergi dari sana “Dia itu aneh” ujar Raman sambil mengambil Ananya dari gendongan tuan Bhalla dan menunjukkan kasih sayangnya ke Ananya lalu mencium pipi Ananya “Lihat kakakku ini, ayah ,,, sisi Punjabinya telah hilang”, “Heiii Simmi, siapa yang akan aku cintai kalau bukan keluargaku sendiri” bela Raman “Rasanya tidak sulit juga mencium, aku akan melakukan dengan cara ini” gumam Raman pada dirinya sendiri 

Keesokan harinya, Romi membangunkan Raman dengan penuh kasih sayang dan menyuruhnya untuk menggosok gigi dengan nada yang sangat lembut sambil membelai belai rambut Raman, Raman merasa jengah “Sudah pergi sana !”, “Kakak ini bagaimana ? Katanya sesama saudara harus menunjukkan kasih sayang ? Jadi aku juga ingin menunjukkannya ke kakak, ayooo bangun, kita harus pergi untuk menjemput kakak ipar” Raman langsung melihat jam ditangannya dan bergegas bangun, Romi langsung mencium pipi Raman “Apa kamu sudah sinting ?” bentak Raman kesal 

“Kemarin kakak mencium semua orang, jadi aku juga ingin mencium kakak, kena kamu !”, “Aku itu hanya latihan saja kemarin” bela Raman “Kalau begitu kakak harus membersihkan gigi dulu, kamu tahu kan kalau mencium pipi itu sah sah saja untuk saudara tapi kakak harus melakukan sesuatu yang lebih untuk kak Ishita” Raman sangat marah mendengarnya, Romi tertawa terbahak bahak sambil berlalu dari kamar Raman dan Raman bergegas bersiap siap untuk menjemput Ishita dari rumah sakit 

Raman akhirnya sampai juga dirumah sakit dan bergumam pada dirinya sendiri “Langkah pertama untuk menjadi seorang suami yang baik, cium istrimu, apa yang aku lakukan ini ? Apakah aku akan melakukannya ?” ujar Raman begitu memasuki kamar Ishita, dikiranya Ishita masih tertidur lelap “Dia masih tertidur, jika dia melihat aku, maka ,,,” ujar Raman sambil membuka selimut yang menutupi tubuh Ishita namun ternyata Ishita tidak ada disana, Raman merasa heran “Dimana dia ?” didengarnya ada seseorang yang berada dikamar mandi “Oooh rupanya dia berada di kamar mandi, aku akan langsung mengejutkannya dengan mencium pipinya” saat itu didengarnya langkah kaki keluar dari kamar mandi tapi berpikir panjang begitu orang itu ada disampingnya, 

Raman bergegas mencium pipi orang itu, kebetulan perempuan itu sedang menutup wajahnya dengan handuk, begitu wajahnya dibuka, Raman langsung terkejut karena ternyata orang itu bukan Ishita, melainkan perawat yang sedang bertugas disana, perawat itu langsung memarahi Raman karena telah berani beraninya mencium pipinya, Raman berusaha membela diri, saat itu Ishita masuk ke dalam kamarnya, Ishita bingung ketika melihat Raman dimarahi oleh perawat tua itu, perawat itu lalu memberitahu Ishita apa yang telah diperbuat oleh Raman padanya “Suster, anda itu salah paham, suamiku ini tidak seperti itu”, “Kamu tahu, suamimu itu, mencium pipiku tadi !” Ishita kaget mendengar penjelasan dari si perawat “Apa ?”, “Ishita, bukan seperti itu ,,, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padanya karena telah merawat kamu dengan baik” Raman mencoba membela diri 

“Anda itu sudah seperti ibuku sendiri, jadi ini adalah perasaan kasih sayang pada seorang ibu, aku menganggapmu sebagai ibuku, anda ini hanya salah paham belaka” Raman masih terus membela diri, perawat itu akhirnya pergi dari kamar Ishita dengan perasaan kesal, Ishita jadi bertanya tanya “Raman, apakah kamu baik baik saja ?”, “Sudahlah istirahat sajalah kamu, tekanan darahku jadi naik gara gara kamu” ujar Raman kesal sambil berlalu dari sana, Ishita merasa bingung “Apa masalahnya ? Cium ? Yaaack ,,,” ujar Ishita kesal SINOPSIS MOHABBATEIN episode 257 by. Sally Diandra

Bagikan :