SINOPSIS MOHABBATEIN episode 76 bagian 1 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 76 bagian 1 by. Sally Diandra Ishita teringat ketika Raman mendukungnya di pesta, juga ketika menamparnya dengan keras, Ishita merasa reaksinya sangat berlebihan ke Raman “Jika Raman tidak ikut campur, maka permasalahannya akan menjadi semakin buruk kemarin, aku harus minta maaf pada Raman” ujar Ishita, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra saat itu Raman sedang mandi dan tiba tiba airnya mati, kebetulan tubuh Raman masih penuh dengan sabun, Raman kemudian berteriak memanggil ibunya, adiknya, kebetulan saat itu Rummi masuk ke dalam kamarnya, Raman mendengar suara Rummi dan memanggilnya tapi Rummi tidak mendengar panggilan Raman, Rummi mengira kalau Raman sudah pergi, Rummi segera berlalu dari kamar Raman, sementara Raman mengira kalau Rummi masih berada di kamarnya “Rummi, tolong ambilkan air !” kebetulan Ishita yang memasuki kamar, 
 
Ishita tidak menemukan Raman disana “Mungkin dia sedang mandi” ujar Ishita sambil mengeluarkan baju Raman dari dalam lemari dan menyiapkannya di atas tempat tidur, dari dalam kamar mandi, Raman masih berteriak meminta dibawakan air “Apapun masalahnya, aku harus meminta maaf sama Raman, tapi dimana Raman ?” sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra Ishita kemudian mengetuk pintu kamar mandi “Buka saja !” ujar Raman, Ishita masuk ke dalam kamar mandi dan langsung merasa malu begitu melihat Raman “Ada sabun dimataku, aku tidak bisa melihat apa apa” Ishita segera mengisi air di dalam ember dan menaruhnya di depan kamar mandi “Masukkan embernya di dalam” Ishita berusaha mendorong ember itu agar masuk lebih ke dalam, Raman kemudian menyalahkan pada penjaga gedung dan keluarga Iyer yang mengurusi apartemen 

“Tapi mereka telah menjalin hubungan denganku sekarang, jadi aku tidak bisa mengatakan apa apa lagi pada mereka” Raman masih mengoceh soal keluarga Iyer sambil menutup matanya “Dimana gayungnya ?” Ishita memberikan gayung itu ke Raman, Raman kemudian menyingkap tirai dan masih mengira kalau yang membantunya adalah Rummi “Ruummi, tolong sabuni punggungku” Ishita melihatnya dan berteriak, Raman kaget dan segera menutup tirai tersebut lalu mengambil handuk “Raman, apakah kamu masih marah ?”, Apa yang kamu lakukan disini ?” sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra tanya Raman heran “Apakah kamu terluka, Raman ?”, “Masuklah dan lihat saja sendiri” sindir Raman “Aku tidak tertarik melihat kamu”, “Lalu kenapa kamu masuk kesini ?” tanya Raman heran “Kamu kan yang meminta air tadi !”, “Tapi tadi aku kan memanggil Rummi, apakah aku sudah gila dengan memanggilmu masuk ke dalam ?” mereka berdua kembali berdebat 

“Rummi tidak ada disini !”, “Aku tidak percaya padamu ! kamu masuk kesini pasti dengan tujuan tertentu untuk menggangguku kan ?” bentak Raman kesal “Kamu memang sangat kejam ! sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra aku datang kesini untuk membantu kamu dan kamu bukannya berterima kasih, kamu malah menyalahkan aku, aku ini tidak seperti kamu, aku tidak akan membuat masalah denganmu disini, seperti yang kamu lakukan pada seseorang dengan meninggalkannya sendirian disebuah pesta” Raman lalu menyibak tirai itu lagi dan Ishita kembali berteriak “Aku sudah pakai handuk ! Apakah kamu akan tetap berdiri disitu atau membiarkan aku mandi ?”, “Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan !” Ishita segera berlalu dari sana, Raman kemudian mengunci pintu kamar mandi sambil berujar “Siapa tahu dia akan kembali lagi kesini !” ujar Raman kesal

Rummi sedang berada di luar bersama teman temannya “Tidak usah tegang, kita pasti akan lulus dengan nilai yang tertinggi !” Rummi menghibur salah satu temannya “Kalau kamu punya uang, maka tidak ada yang tidak mungkin” saat itu nyonya Bhalla menelfon Rummi “Rummi, apa yang terjadi pada tandon air, apakah Raman sudah menanyakan padamu tentang hal ini ?” tanya nyonya Bhalla “Urusi semuanya dengan cepat ! Raman sudah marah marah dari tadi !” setelah menutup telfonnya, Rumi bilang pada teman temannya kalau pacarnya yang menelfonnya “Biasa pacarku sangat kangen padaku, jadi aku pergi dulu !” Rummi segera pergi meninggalkan teman temannya 

Raman keluar dari kamar mandi dan berkata pada dirinya sendiri “Apakah bisa seseorang masuk ke dalam kamar mandi seperti itu ?” ujar Raman kesal dan dilihatnya bajunya sudah ada diatas tempat tidur “Siapa yang mengeluarkan bajuku ?” Ishita masuk ke dalam kamar dan berkata “Aku yang melakukannya !”, “Apa yang kamu pikir ? Apakah aku ini seorang Iyer dan akan mengenakan semua pakaian ini ?” sindir Raman “Ini kan hanya kombinasi yang klasik”, “Kalau begitu terapkan kombinasi klasik ini untuk dirimu sendiri” sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra ujar Raman sambil mengembalikan baju pilihan Ishita ke dalam lemari lagi “Tapi aku telah melihat kombinasi seperti itu sebelumnya”, “Kamu ini buta warna atau apa ? Coba kamu cek lagi, cek dengan matamu !” Raman mengeluarkan baju pilihannya sendiri dan berkata 

“Ini dia yang disebut kombinasi” dari luar Mihika mendengar ucapan mereka, Mihika langsung masuk ke kamar Ishita dan Raman sambil berkata “Jadi seperti ini caramu bicara dengan kakakku ? Kemarin kamu mendukungnya dan hari ini kamu kembali bertengkar dengannya”, “Apakah dalam keluarga Iyer selalu memberikan ceramah setiap saat dan lagi ini adalah kamarku, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra aku bisa melakukan apapun yang aku suka, ini bukan masalahmu Mihika” ujar Raman menimpali sindiran Mihika “Aku juga tidak tertarik masuk ke kamarmu, aku hanya mendukung kakakku saja !” balas Mihika, Ishita mencoba menengahi mereka berdua “Ishita, katakan pada adikmu ini untuk bicara yang sopan”, 

“Kakak, katakan pada suamimu ini untuk bicara yang sopan kalau sedang bicara sama kamu” Mihika balas menyindir “Mihika, lebih baik kamu pergi sekarang, kita akan ngobrol nanti” Mihika akhirnya berlalu meninggalkan mereka “Raman, bersiaplah karena kita harus pergi ke sekolah Ruhi” Raman mengangguk, sedangkan Ishita keluar dari kamar, Raman lalu berkata pada dirinya sendiri “Tadi ada masalah di dalam kamar mandi, sekarang ada masalah lagi di dalam kamar, mereka memang tidak pernah membiarkan aku hidup dengan tenang” ujar Raman kesal 

Di luar apartemen, Ishita menghentikan langkah Mihika dan meminta maaf atas nama Raman “Raman saat ini sedang setres, itulah alasannya”, “Kakak, apakah dia menyiksa dirimu ?” Ishita menggeleng “Tidak, Mihika ,,, ini hanya permasalahan antara suami dan istri yang tidak bisa aku jelaskan padamu” Mihika kemudian menggoda Ishita 

Tak lama kemudian Ishita pergi ke toko buku untuk membeli beberapa keperluan sekolah untuk Ruhi, ketika Ishita hendak masuk ke mobil, Ishita seperti melihat Simmi, adik iparnya yang saat itu sedang berada di sebrang, Ishita kaget “Aaah rasanya tidak mungkin, Simmi kan sedang ada di Dubai, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra dia tidak mungkin berada disini” ujar Ishita pada dirinya sendiri, tapi ketika Ishita mendengar suara Simmi, Ishita semakin heran karena suaranya sama tapi Ishita berfikir kalau itu hanya halusinasinya belaka karena Simmi tidak mungkin ada Delhi, kemudian Ishita menjalankan mobilnya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 76 bagian 2 by. Sally Diandra

Bagikan :