SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandra Ishita akhirnya mendapatkan sebuah ide yaitu test DNA “Raman akan puas begitu tahu kalau Ruhi adalah anaknya, tapi rasanya sulit untuk mendapatkan sample rambut Raman” ujar Ishita sambil berfikir keras, begitu Ishita keluar dari kamar mandi, dilihatnya Raman sedang menyisir rambutnya sambil menelfon temannya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandranamun kemudian Raman membersihkan sisirnya dan membuang sisa rambut yang menempel di sisir itu ke tong sampah dan berlalu dari sana, Ishita bergegas memeriksa sisir Raman namun tidak ditemukan satu lembar pun rambut Raman disana, tiba tiba Raman masuk kembali ke kamar dan bertanya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandra “Apa yang kamu lakukan ?” Ishita kaget 

“Aku hanya sedang melihat lihat sisir ini saja”, “Sisir itu milikku, jangan sentuh barangku !” bentak Raman kesal dan berlalu lagi dari sana, Ishita akhirnya pasrah harus membuka tong sampah didepannya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandra“Aku harus memasukkan tanganku ke dalam tong sampah ini, tapi semua ini aku lakukan demi Ruhi, iya aku melakukannya demi Ruhi jadi aku harus melakukannya” Ishita mencoba menyemangati dirinya sendiri, ketika Ishita sedang mengorek ngorek tong sampah yang berada dikamarnya, saat itu nyonya Bhalla melintas didepan kamarnya dan merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh menantunya ini, apalagi ketika akhirnya Ishita bisa mendapatkan rambut Raman, SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandra Ishita bersorak kegirangan, 

Nyonya Bhalla langsung masuk ke dalam kamar Ishita “Heiii sedang apa kamu ?” Ishita kaget dan berusaha membuat alasan yang masuk akal di depan ibu mertuanya ini “Jangan bohong sama aku ! Rambut siapa itu ? Kamu tidak bisa membodohi aku, aku yakin kamu pasti mau melakukan ilmu hitam kan pada anakku ?” Ishita berusaha menjelaskan pada ibu mertuanya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandratapi nyonya Bhalla langsung berteriak memanggil pembantunya “Nilu ! Bersihkan tong sampah dan kamar ini setiap satu jam sekali !” ujar nyonya Bhalla lantang kemudian berlalu dari sana “Sekarang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandraaku harus melakukannya dengan hati hati” ujar Ishita sedih karena rambut Raman terjatuh ketika Ishita kaget karena teguran nyonya Bhalla 

Raman yang masih merasakan sakit gigi memaksakan dirinya untuk tetap bekerja di rumah SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandra “Raman, kenapa kamu tetap bekerja dengan keadaan sakit seperti itu ?” Raman tidak menggubris ucapan Mihir dan tetapa melanjutkan bekerja, tak lama kemudian Rumi datang dan mengatakan pada seluruh keluarganya tentang pertandingan karambol di lingkungan rumah mereka “Kakak, ayo ikutan, kak ! Kakak kan selalu menang dalam lomba karambol” pinta Rinki, SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally DiandraRaman yang tidak berkenan untuk mengikuti lomba segera menghardik Rumi dengan perasaan kesal, Rumi akhirnya meninggalkan mereka dengan perasaan dongkol “Waduuuh kacau ! Rencanaku bisa berantakan kalau Raman tidak setuju, apa yang harus aku katakan pada Mihika ? Bisa runyam semuanya” gumam Mihir bingung 

Malam harinya, Raman sedang menonton pertandingan di dalam kamarnya, sementara Ishita tidur di atas sofa, Ishita sedang menunggu Raman tidur sehingga dia bisa mencabut rambut Raman, SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandratak lama kemudian Raman mematikan lampunya dan tertidur, selang beberapa saat kemudian Ishita bangun dan berjalan menuju ke arah Raman, dilihatnya Raman sudah tertidur lelap, tiba tiba Raman berbalik, Ishita naik ke atas tempat tidur dan tepat berada diatasnya sambil mencari cari kesempatan untuk mencabut rambut Raman, tiba tiba Raman bangun dan kaget ketika melihat Ishita berada tepat diatasnya “Apakah kamuu gila !”, SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally Diandra “Aku hanya mengecek bengkakmu ini saja” Ishita mencoba mencari alasan, Raman bergegas bangun dan meninggalkan Ishita dengan perasaan kesal 

Keesokan harinya, Ishita sedang membersihkan tempat tidur dan tiba tiba Ishita mendapati ada beberapa helai rambut Raman diatas bantal, Ishita sangat senang sekali “Akhirnya aku mendapatkannya !” SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally DiandraIshita kegirangan dan langsung menaruh rambut tersebut dalam kantong plastik kecil “Kemarin aku sudah mendapatkan sample kuku Ruhi dan sekarang rambut Raman, uji DNA akan dilakukan !” ujar Ishita senang 

Ketika Ishita akan pergi, nyonya Bhalla langsung bertanya “Heiii mau kemana kamu ?”, “Aku ada panggilan darurat di klinikku, bu”, “Baiklah” Ishita kemudian pergi dari sana, ketika sampai di luar Ishita segera menelfon dokter yang mengetes DNA dan mengabarkan kalau dirinya ingin melakukan test uji DNA “Untuk siapa ini ?”, “Untuk tuan Raman Kumar Bhalla” ujar Ishita “Tuan Raman ? SINOPSIS MOHABBATEIN episode 71 by. Sally DiandraKemarin dia datang juga kesini untuk melakukan test DNA tapi kemudian membatalkannya di saat saat terakhir, apakah semuanya baik baik saja ?” tanya sang dokter “Semuanya baik baik saja tapi hal ini sangat penting sekali, tolong berikan hasilnya hanya pada saya saja, aku ingin hasilnya segera !”, “Baik dokter Ishita, hasilnya akan keluar 3 sampai 4 hari tapi aku akan mengatakan pada anda hasilnya besok” Ishita sangat senang sekali mendengarnya dan berterima kasih pada dokter tersebut, setelah menutup telfon, Ishita berdoa untuk kebahagiaan Ruhi sambil tersenyum 

Mihir menelfon Mihika dan mengabarkan padanya “Tidak ada seorangpun yang tertarik dengan acara ini, Mihika”, “Coba aku pikirkan dulu” sahut Mihika “Bagaimana kalau kamu mengatakannya pada Ishita”, “Aku pasti akan mengatakannya” telfon mereka pun berakhir “Kak Ishita harus setuju dengan event ini !”  ujar Mihika

Tak lama kemudian Ishita datang ke rumah Amma sambil membawa sayuran “Amma, tolong buatkan Sambar untuk malam nanti” Mihika kemudian mengabarkan pada Ishita tentang lomba karambol tersebut, pada saat yang sama keluarga Bhalla juga sedang membahas lomba itu “Raman pasti akan ikutan mewakili keluarga kita” ujar nyonya Bhalla, sedangkan Mihika juga meminta Ishita ikutan lomba ini mewakili keluarga Iyer “Iya Ishita, kamu harus ikutan mewakili pihak kita dan jangan biarkan keluarga Bhalla menang !”, “Baiklah, ibu ,,, aku akan datang kesana jam 4 sore” ujar Ishita, 

Sementara itu Raman tetap bersikeras tidak mau ikut lomba, semua orang mencoba meyakinkannya “Aku ini sedang setreess, aku tidak bisa ikut lomba !” bentak Raman kesal, saat itu Ishita masuk ke dalam rumah dan dilihatnya Raman sedang bersedih, saat itu Mihir dan tuan Bhalla sedang ngobrol berdua “Raman tidak setuju untuk ikutan lomba ini”, “Sementara Ishita sudah siap untuk bermain dari pihak keluarga Iyer, ini adalah cara yang tepat untuk mengurangi perasaan setres Raman, paman” ujar Mihir “Raman, kamu harus bermain karambol !” pinta Mihir 

Akhirnya pertandingan karambol dimulai, nyonya Bhalla memuji muji Raman “Suamiku, siapa nanti yang akan bermain dari pihak kita ? aku mohon tolong yakinkan Raman untuk ikutan lomba ini” pinta nyonya Bhalla cemas, saat itu Raman sedang marah marah pada staff karyawaannya dan meminta mereka untuk melaporkannya ke Mihir “Raman, di mana semua orang ?” tanya Mihir heran “Mereka semua sedang pergi ke lomba karambol yang konyol itu !” ujar Raman kesal, di tempat lomba Rumi mengabarkan pada keluarganya kalau sepertinya Raman tidak akan datang, 

Saat itu Ishita sedang menikmati Sambar buatan Amma “Kakak, ayoo makannya yang cepat dan ikut denganku cepat !” pinta Mihika, Mihir segera mengabarkan pada Mihika kalau Raman masih saja tidak setuju “Apa yang harus aku lakukan padanya, Mihika ?”, “Kakakku akan menantangnya, bawa saja Raman kesini, aku akan menyiapkan semuanya” ujar Mihika, akhirnya Ishita sudah siap “Kakak, apakah kakak yakin bisa memenangkan pertandingan ini ? Karena Raman juga akan ikut bermain dan dia pasti akan menang, kak ,,, karena dia itu juara karambol disetiap pertandingan karambol” Mihika berusaha memprovokasi Ishita “Aku akan melihat bagaimana dia !” Ishita segera menemui Raman dan menantang Raman untuk pertandingan karambol tersebut 

“Pasti aku yang terbaik !” ujar Raman sombong, Mihir tersenyum senang “Dasar perempuan sinting !”, “Aku juga heran, bagaimana bisa dia bicara seperti itu ? Kenapa juga Ishita bermain mewakili pihak keluarga Iyer ? Kamu harus melakukan sesuatu, Raman !” Mihir mulai memprovokasi Raman “Kamu ini bicara seperti seorang menantu saja, hentikan ! Aku harus menunjukkan padanya hari ini ! Ayo kita pergi kesana !” ujar Raman kesal SINOPSIS MOHABBATEIN episode 72 by. Sally Diandra

Bagikan :