SINOPSIS MOHABBATEIN episode 65 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 65 by. Sally Diandra Pagi itu Simmi mendapat telfon dari seseorang, Simmi mengatakan pada orang tersebut kalau dia selamat dari pandangan curiga Ishita “Tenang saja sudah bisa aku urusi tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya?” ujar Simmi bingung, orang itu rupanya memberikan sebuah rencana ke Simmi, Simmi merasa senang lalu mengakhiri telfonnya, 



Mihir sedang ngobrol dengan nyonya Bhalla “Mihir, datanglah kemari dan temui aku tapi jangan katakan pada siapapun tentang hal ini, aku akan memberikan kamu sepaket makanan yang harus kamu berikan ke Raman”, “Bibi, saat ini aku ada di ruang kerjanya Raman dan disini sudah ada 3 kotak bekal, untuk sarapan pagi, makan siang dan salad” nyonya Bhalla terkejut “Makanan ini dikirimkan dari rumah, bibi”, “Coba aku lihat, siapa yang mengirimkan bekal makanan itu ?" nyonya Bhalla mulai berfikir "Apakah Ishita yang mengirimkannya ? Apakah dia bermain ganda ? Apakah dia mencoba membuat aku menjauh juga ? Dia memang pintar ! Tapi aku tidak akan membiarkannya bermain permainan apapun !” ujar nyonya Bhalla geram 

Nyonya Bhalla kemudian menanyakan tentang bekal makanan tersebut ke Ishita “Ishita, apakah kamu membuat semua makanan di rumah ibumu itu ? Kamu juga kan yang telah membuat suamiku melawan anaknnya dan sekarang kamu mengirimkan bekal makanan untuk Raman ! Jika kamu memang benar benar peduli pada suamimu itu, lakukan hal yang lain !” Ishita bingung “Aku tidak mengirimkan bekal makanan apapun, ibu ,,, sejak pagi aku ada di klinikku, lalu siapa yang mengirimkan bekal makanan itu ?”, “Aku akan pergi ke Dubai, karena suamiku menyuruhku kesana, pesawatku terbang besok pagi” sela Simmi tiba tiba, Ishita langsung menanyai Simmi “Tidak usah ikut campur, Ishita ,,, dia itu suamiku, dia bisa menyuruhku kemana saja ,,, ibu, berikan pasporku” saat itu Ruhi baru pulang dari sekolah, nyonya Bhalla meminta Ishita untuk mengurusi Ruhi dulu 

“Ruhi, apakah kamu memberikan pesan ibu ke gurumu ?” Ruhi mengangguk “Iya, ibu guru tersenyum dan ibu Ishi bisa bertemu dengannya” Ruhi dan Ishita ngobrol bersama “Ibu Ishi, buatkan aku mie goreng”, “Nenekmu sudah membuat makanan yang enak buat kamu, jika kamu tidak memakannya, nenek pasti akan sedih, jadi makan mie gorengnya nanti malam saja ya, bagaimana ? Nanti akan ibu buatkan buat kamu” Ruhi akhirnya setuju, Ishita mulai berfikir untuk membuatkan mie goreng tersebut tapi dirumah dilihatnya tidak ada mie, akhirnya Ishita menelfon penjual sayur dan memesannya “Tolong kirimkan mie ke apartemenku”, “Nyonya, tadi seorang anak telah mengambil semuanya baru saja” ujar penjual sayur “Kirimkan ke apartemen keluarga Bhalla, “Oh iya, aku lupa kalau kamu sudah menikah” Ishita langsung tahu kalau Amma yang memesan Rajma, Ishita bergegas menuju ke rumahnya, 

Begitu Ishita sampai dirumahnya, dilihatnya Raman sedang makan dirumah orangtuanya, Raman yang juga melihat Ishita langsung berkata kata manis pada Amma, Mihika menyajikan makanan yang hangat untuk Raman “Aku akan membawakan bekal makanan untukmu ke kantor, Raman” Ishita baru tahu kalau ternyata keluarganya sendiri yang mengirimkan bekal makanan untuk Raman “Maafkan ibu, Raman ,,, karena ibu tidak membuat makanan dari daging dagingan” ujar Amma, dalam hati Ishita berkata “Aku benar benar tidak percaya, ibuku sendiri memanjakan Raman” bathin Ishita geram, Raman dengan sengaja menyebut Appa yang telah menyetrikakan baju kerjanya, Raman tertawa senang, Ishita segera masuk ke dalam rumah orangtuanya 

“Ayah, ibu ,,, ada apa ini ? Raman apa yang kamu lakukan disini ?” tanya Ishita heran “Apakah aku tidak boleh melakukannya untuk menantuku ? Ada apa dengan kamu, Ishu ,,, dia ini menantuku, apakah ibu tidak boleh memberinya makanan ?”, “Kita boleh saja memberinya makanan, ibu ,,, tapi semua orang saat ini sedang memboikot dia” Amma tersenyum “Raman sudah menceritakan pada kami semuanya, Ishu”, “Tapi dia berbohong, ibu !” Ishita berusaha meyakinkan ibunya “Ini terlalu berlebihan, Ishu ,,, dia ini suamimu sekarang, jangan katakan sesuatu yang melawan dirinya, kamu telah membuat orangtuanya melawan dirinya, itu tidak baik, Ishu ,,, kalian berdua seharusnya menjadi sebuah tim, ayooo sini dan duduk disebelahnya, yang lain tinggalkan saja” pinta Amma, 

Kebetulan nyonya Bhalla juga berkunjung ke rumah keluarga Iyer dan melihat Raman ada disana “Orang orang ini telah menguasai kamu, Raman”, “Yang pasti mereka tidak memboikot aku, ibu” sahut Raman “Tapi Ishita telah membuat ayahmu melawan kamu, ibu tidak terima melihat kamu makan disini, ibu minta maaf, ayooo pulang ! Ibu akan membuat ayam mentega buat kamu” ujar nyonya Bhalla sambil mengajak Raman bersama dirinya “Aku akan datang lagi, Amma” ujar Raman sambil berterima kasih pada mereka lalu berlalu dari sana, Ishita mengikutinya dibelakang 

Sesampainya dirumah, Raman mengajak ngobrol Ishita “Kamu tahu, Amma dan ibuku akan selalu mendukungku”, “Aku melakukan semua ini untuk Ruhi dan kami memboikot dirimu karena kamu berlaku tidak pantas pada Ruhi” Raman jadi marah padanya “Kamu memang tidak pernah berubah, aku jadi ragu bagaimana bisa Ruhi menjadi putrimu ?”, “Cukup ! Kamu pikir kamu ini siapa ? Kamu selalu memanfaatkan Ruhi sebagai perisaimu, di hari ketika aku mengatakan kenyataan yang sebenarnya, kalian semua tidak akan bisa bicara ! Jika kamu memperingati aku lagi, aku akan menendang kamu keluar, jaga batasanmu sendiri !” Ishita merasa heran dengan sikap Raman “Ada apa dengan dia ? Kemarahan itu memang normal tapi dia itu tersinggungan, sepertinya ada sesuatu yang lain” bathin Ishita 

Raman langsung memecahkan sebuah gelas dan berteriak “Ruhi adalah anakku !” Ishita melihatnya sekilas “Maaf, aku kehilangan kesabaranku” ujar Raman tanpa ditanya, Ishita langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar, Raman melihat kearah pecahan gelas dan mengangkatnya, dilihatnya sebuah kertas yang bersegel, Raman mulai mengeceknya dan membacanya kalau ayahnya akan mewariskan rumah ini ke Ruhi “Ibu, apa maksudnya ini ?”, “Ayahmu sudah mengambil keputusan ini, Raman” sambil membersihkan lantai, Raman bertanya lagi “Kenapa ayah melakukan hal ini ?” tanya Raman heran

“Karena kami sangat mencemaskan anakmu itu, dia membutuhkan cintamu, Raman ,,, dan kamu tidak mencintainya, ketika kamu menegurnya, Ruhi menangis dan berkata kalau kamu tidak mencintainya, hari ini kami disini tapi bagaimana dengan besok ketika kami sudah meninggal, Ruhi seharusnya tidak merasa tidak ada seorangpun yang memikirkannya, jadi rumah ini dan semuanya yang ada didalamnya akan menjadi miliknya” jelas nyonya Bhalla SINOPSIS MOHABBATEIN episode 66 by. Sally Diandra

Bagikan :