SINOPSIS MOHABBATEIN episode 38 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 38 by. Sally Diandra Saat itu tuan Iyer masih asyik ngobrol dengan tuan Bhalla tentang pernikahan Ishita dan Raman “Pernikahan ini pasti akan baik bagi mereka berdua dan Ruhi tentu saja” tuan Bhalla setuju dengan pendapat tuan Iyer, sementara itu Simmi sedang ngobrol dengan ibunya, nyonya Bhalla, nyonya Bhalla kelihatan sedih, Rumi yang juga ada disana mencoba mengajaknya bicara “Ibu sangat merindukan Ruhi, Rumi ,,, setiap hari ibu merasa kalau ibu akan mendapatkannya tapi hari ini dia telah pergi jauh dari sisi ibu”, “Ibu, seharusnya merasa bahagia, lihat kak Raman, dia itu telah berusaha cukup keras, aku kira dia akan menang, jadi ibu harus tersenyum” hibur Simmi yang kemudian membahas tentang pakaian mereka “Dimana ayahmu ?”, “Dia ada diluar, ibu ,,, pemilihan suaranya sebentar lagi akan di mulai, ayoo kita pergi sekarang juga” ajak Rumi 

“Iya,ayoo kita pergi sekarang” timpal Raman “Raman, kamu akan memberikan suaramu untuk ayahmu kan ? Kalian berdua ini jarang sekali bicara berdua tapi kalian selalu sangat saling peduli satu sama lain, kamu menyayangi ayahmu kan ?” Raman tersenyum “Aku malu, ibu ,,, pada apa yang telah aku lakukan 6 tahun yang lalu” Raman teringat pada masa lalunya ketika Shagun bertengkar dengan tuan Bhalla dan Raman malah mendukung Shagun bukan ayahnya, Shagun mencoba memanipulasi situasi saat itu sambil menangis, Raman lebih mendukung Shagun meskipun Shagun berbohong padanya, Raman bertengkar dengan ayahnya hanya karena Shagun “Ibu, aku menyesali semua kesalahanku” ujar Raman 

Appa atau tuan Iyer juga akan menghadiri pemilihan suara tersebut, Amma dan Sihita sangat senang dan merasa kalau Appa pasti akan menang, saat itu Bala pulang ke rumah dan berkata “Aku telah menempel semua poster di dinding” tak lama kemudian Mihika juga menemui mereka dan berkata “Maafkan aku, Paman ,,, karena aku tidak bisa ikut denganmu” ujar Mihika sambil menangis karena teringat pada video porno yang menggunakan wajahnya “Paman juga tidak akan memaksa kamu, Mihika ,,, tapi kamu juga tidak perlu bersembunyi terus karena ini bukan kesalahanmu, ini adalah kesalahannya Mihir” sahut Appa

“Iya, Mihika ,,, tidak perlu bersembunyi, kamu ini kan adikku yang sangat tangguh dan lagi sampai kapan mereka akan merasa aman ? kebenaran pasti akan terungkap nanti, mereka itu nanti yang akan bersembunyi bukan kamu” hibur Ishita ”Ini adalah hidup kita dan kita tidak bisa menghentikan kehidupan, aku tidak meninggalkan kehidupanku hanya karena Subbu, pertunanganku juga diibatalkan oleh dia, tidak masalah, hidupku tetap berjalan” Mihika tersenyum getir “Aku ingin tetap berada dirumah, kalian pergilah dan menangkan paman”, “Tentu saja, Mihika” semua orang tertawa senang 

Di ruang pertemuan, semua orang memberikan semangat pada tuan Bhalla dan tuan Iyer, lalu pemungutan suara pun dimulai “Rumi, aku yakin kalau keluarga Iyer itu pasti akan berbuat curang, lihat saja mereka”, “Tenang saja kak Simmi, aku yakin kalau ayah kita yang akan menang !” Rumi merasa optimis, mereka kemudian saling berdiskusi, Vandu mengajak Simmi ngobrol “Kita berdua tidak bisa memberikan suara kita karena kita tidak tinggal disini jadi kita hanya bisa mendukung mereka saja” Simmi hanya tersenyum 

Shagun menyelenggarakan sebuah pesta mewah untuk Ruhi dirumahnya, mereka sedang memotong kue bersama sama, ketika Ashok datang, Ashok merasa heran begitu melihat mereka “Shagun, apa apaan ini ?”, “Kamu bilang sendiri kan ke aku agar Ruhi selalu bersamaku dan membuatnya bahagia, aku yakin dia akan memilih kita jika dia merasa bahagia” ujar Shagun dengan perasaan senang “Lalu bagaimana dengan anak anak ini”, “Ashok sayang, mereka itu adalah teman teman sekelasnya Ruhi, lihat betapa bahagianya Ruhi untuk pertama kalinya” Ashok merasa senang melihat senyum dan tawa di wajah Ruhi “Aku benar benar terkesan, Shagun” puji Ashok 

Raman sedang sibuk dengan telfonnya dan tidak memberikan suaranya untuk pemilihan suara, sedangkan Ishita memberikan suaranya untuk pemilihan itu namun di jalan Ishita dan Raman bertabrakan “Minggir ! Aku ada pekerjaan penting !” mereka berdua beradu pendapat di dekat kotak suara, tangan mereka terjebak dalam kotak, Ishita menunjuk tangan Raman untuk mengeluarkan tangannya, Ishita dan Raman terjebak dalam sebuah situasi yang kurang mengenakan, lalu mereka berdua keluar dari sana, tak lama kemudian pemilihan suaranya pun selesai dan pemenangnya segera diumumkan, pemenangnya adalah tuan Bhalla, keluarga Bhalla menari dengan perasaan bahagia dan melakukan tarian Balle Balle, tuan Iyer bertepuk tangan untuk kemenangan tuan Bhalla, Vandu yang melihatnya merasa jengah 

“Mereka semua itu sungguh sangat tidak beradab” ujar Vandu kesal, tuan Bhalla bergegas naik keatas panggung dan memberikan sedikit pidatonya sambil berterima kasih pada semua orang yang telah memilihnya “Aku rasa tuan Iyer pantas untuk berada di posisi ini karena dia telah melayani kita semua selama beberapa tahun, aku ini mempunyai banyak tanggung jawab jadi aku minta maaf dan aku meminta pada kalian semua untuk menerima tuan Iyer” semua orang bertepuk tangan untuk tuan Bhalla, tuan Iyer kemudian maju ke depan ke atas panggung dan mengucapkan terima kasih pada tuan Bhalla dan bertanya “Tuan Bhalla, kenapa kamu melakukan hal ini ?”, “Aku meminta kamu untuk mengambil posisi ini, tuan Iyer, sekretaris umum yang baru” dari tempatnya duduk nyonya Bhalla nampak marah begitu mendengar keputusan suaminya dan langsung keluar dari ruangan itu 

Tuan Bhalla menemui istrinya dan mencoba untuk mengajaknya ngobrol dari hati ke hati, nyonya Bhala sangat kesal dengan suaminya “Aku telah menemukan seorang gadis untuk Raman” nyonya Bhalla langsung berubah sikapnya dan merasa senang, sementara itu dirumah, Appa juga mengatakan pada Amma kalau dirinya telah menemukan seorang laki laki untuk Ishita, namun ketika mereka menerangkan siapa orang itu, baik nyonya Bhalla maupun Amma langsung kaget dan tidak percaya begitu mendengar ucapan suami mereka masing masing “Aku telah memutuskan kalau Raman akan menikah dengan gadis ini, aku sudah bicara dengan ayahnya juga, dia juga menerima” ujar tuan Bhalla, Appa juga mencoba menjelaskan pada Amma 

“Laki laki ini sempurna, aku juga sudah bicara dengan ayahnya” jelas Appa, di rumah tuan Bhalla, nyonya Bhalla mulai penasaran “Siapa mereka ini ? Apa yang gadis ini lakukan ? Bagaimana dengan keluarganya ?” tanya nyonya Bhalla penasaran “Percayalah padaku, jangan khawatir” tuan Bhalla mencoba meyakinkan istrinya, Appa sendiri juga berkata “Ishita pasti akan sangat bahagia bersama pria ini” Amma menangis penuh haru dan bahagia, semua orang juga tersenyum senang, nyonya Bhalla kemudian menawarkan segelas anggur untuk suaminya dan mereka pun tertawa senang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 38 by. Sally Diandra

Bagikan :