SINOPSIS Mohabbatein episode 35 by. Sally Diandra

SINOPSIS Mohabbatein episode 35 by. Sally Diandra Keesokan harinya, Raman membantu Ishita, Raman mulai mengecek mobil Ishita “Apa masalahnya, Raman ?”, “Biarkan aku yang mengeceknya dulu” Raman mencoba mengutak atik mobil Ishita “Sekarang coba di hidupkan” Ishita segera menghidupkan mobilnya dan mobil itupun menyala “Waah, berhasil menyala, terima kasih, Raman” kemudian Ishita memberikan tissue pada Raman untuk membersihkan tangannya namun Raman sudah meninggalkan Ishita tanpa mendengarkan ucapan terima kasihnya, saat itu Bala menelfon Ishita “Ishita, dimana kamu dan Mihika ?”, “Memangnya ada apa, kak ?” tanya Ishita penasaran “Biarkan aku ketemu dengan Mihika dulu maka aku akan mengatakannya padamu, kita harus segera mengadukan hal ini ke Cyber Crime” Ishita sangat khawatir mendengar kabar tersebut 


Semua orang melihat ke arah Mihika dan langsung bisa mengenali dirinya karena wajah Mihika muncul di salah satu video, sementara itu Mihika sedang menemui Mihir, mereka mencoba untuk ngobrol satu sama lain, Mihika meminta maaf padanya atas apa yang di lakukan oleh Amma pada nyonya Bhalla dan Mihir juga melakukan hal yang sama “Aku juga minta maaf” ujar Mihir, Bala yang melihat Mihika bersama Mihir datang padanya, terlihat sangat marah, Bala langsung menampar Mihir dan memukulnya dengan keras sambil berkata “Kamu telah melakukan balas dendam rupanya !” Mihika mencoba menghentikan perbuatan Bala “Apa yang terjadi ?” ujar Mihir sambil menahan sakit di tubuhnya “Aku akan mengatakan padamu apa yang terjadi” bentak Bala “Apa yang sudah aku lakukan ?” semua orang mulai menggosip tentang Mihika, 

Bala langsung menegur semua orang dan meminta mereka semua untuk pergi, salah satu laki laki berkata tentang MMS tersebut “Apa ini ?” tanya Mihika heran “Mihika, tidak usah ditanggapi orang itu dan tegur saja orang itu !” ujar Bala kesal, Bala segera mengajak Mihika bersamanya dan menunjukkan MMS itu pada Mihika dan berkata “Mihir melakukan hal ini padamu” Mihika terperangah apalagi ketika melihat MMS itu yang menunjukkan kejadian yang sangat intim antara Mihika dan Mihir dimana sesungguhnya tidak pernah terjadi apa apa diantara mereka berdua, Mihika terkejut, 

Mihir juga melihat video itu “Ini semua bohong !” teriak Mihika “Aku tahu ini adalah bohong, kamu lihat kan siapa orang yang kamu percayai selama ini” ujar Bala sambil melirik ke araha Mihir “Aku tidak melakukan hal ini ! Aku tidak bisa melakukan hal ini” bela Mihir “Kamu lihat kan apa yang aku lakukan sekarang” ujar Bala “Pasti ada seseorang yang melakukan ini semua, aku tidak melakukan hal ini, Mihika ,,, percayalah padaku” Mihir berusaha untuk membela dirinya “Kami akan mengadukan ini ke polisi” ujar Bala lantang “Aku tidak melakukan hal ini !”, “Aku tidak akan membiarkan kamu !” Mihika langsung jatuh pingsan 

Raman sedang berbicara dengan pengacaranya membahas tentang hak asuh Ruhi “Kita harus bisa membuktikan kalau nyonya Shagun itu bukanlah ibu yang baik”, “Apa yang harus dibuktikan lagi ? Semuanya sudah jelas” sela nyonya Bhalla geram “Tapi kita membutuhkan seorang saksi, anda tidak bisa menjadi saksi karena anda adalah keluarga tuan Raman, nyonya”, “Lakukan apapun, yang penting aku harus bisa memenangkan kasus ini” sahut Raman “Baiklah ,,, tuan Raman, aku ingin seseorang dari pihak nyonya Shagun yang mendukung kamu” Raman termenung sesaat “Ada seseorang tapi aku tidak bisa membawa kerabat Shagun, pikirkan yang lain” Raman berusaha berfikir keras untuk menemukan orang itu, 

Saat itu Ishita datang untuk mencari Mihir dengan amarahnya yang tinggi “Memangnya apa yang Mihir lakukan ?” tanya Raman heran “Dia telah melakukan sesuatu yang aku bahkan tidak bisa mengatakannya” ujar Ishita ketus, saat itu Bala membawa Mihir dan menegur Raman dengan keras, Bala menceritakan semua apa yang telah Mihir lakukan “Mihir telah mengunggah video pribadi miliknya ke internet !” Rumi yang saat itu juga ada disana hanya terdiam dan memperhatikan mereka “Mihir telah membuat MMS dan menguploadnya, tanya padanya apa yang telah dia lakukan dengan Mihika !” bentak Bala “Tapi aku tidak melakukan ini”, “Aku sangat tahu siapa Mihir, dia tidak mungkin melakukan hal ini” Raman mencoba membela sahabatnya ini 

“Lalu siapa yang melakukannya ? Dia telah menghancurkan harga diri Mihika !” bentak Bala kesal “Kalau Mihir mengatakan kalau dia tidak melakukan hal itu maka itu artinya dia memang tidak melakukannya” Bala tidak bisa menerima pembelaan Raman untuk Mihir “Ini adalah sebuah kejahatan dan Mihir harus membayarnya !” Bala kemudian memberikan peringatan pada mereka “Kalian semua tidak usah ikut campur karena aku tidak akan melepaskan Mihir dengan alasan apapun !”, “Keluar kamu dari sini !” bentak Raman marah Bala bergegas keluar dari rumah Raman “Raman, aku tidak melakukan apapun”, “Aku percaya padamu, Mihir” Raman berusaha menenangkan sahabatnya ini “Biarkan saja polisi datang, aku yang akan mengatasi mereka” 

Ishita yang mendengar pembicaraan mereka langsung menyindir Raman “Aku ini tidak pernah melihat ada keluarga yang seperti keluarga kalian ini, aku akan membuktikan semua ini di pengadilan nanti, sebenarnya Shagun meminta padaku untuk mengungkap fakta yang sebenarnya tentang keluarga kalian, tapi aku menolaknya namun sekarang aku akan membantu dirinya karena aku membenci kalian semua, kalian semua memang tidak pernah menghargai perempuan, aku tidak akan membiarkan Ruhi masuk dalam keluarga seperti keluarga kalian, aku akan mendukung Shagun !” ujar Ishita lantang “Ishita, aku mohon percayalah padaku, aku tidak mungkin mempermalukan Mihika seperti itu”, “Jangan sebut lagi namanya ! Aku berjanji kalau Ruhi tidak akan pernah kembali ke rumah ini lagi !” ancam Ishita kemudian berlalu dari sana 

Di ruang sidang pengadilan, kasus hak asuh Ruhi di mulai, pengacara Raman dan pengacara Shagun memberikan pernyataan mereka masing masing, Ishita juga berada disana, saat itu hakim bertanya tentang Ruhi dan ingin agar Ruhilah yang memutuskan dengan siapa dia ingin tinggal, nyonya Bhalla sangat senang mendengarnya karena itu artinya Ruhi akan bersama dirinya, Ashok yang mendengarnya langsung menyuruh Shagun untuk mengajari Ruhi apa yang nanti akan dikatakannya “Ayooo, Ruhi ,,, katakan kalau kamu ingin tinggal bersama mama” Shagun mencoba memaksa Ruhi mengatakan hal itu, sementara Ishita merasa kasihan pada Ruhi 

“Bagaimana dia bisa memilih antara ibu dan ayahnya ?” bathin Ishita dalam hati dengan rasa iba, Ruhi hanya bisa menangis sambil menatap ke arah Ishita, tak lama kemudian hakim akhirnya bertanya pada Ruhi “Ruhi, katakan pada kami, dengan siapa kamu ingin tinggal ?” semua orang merasa tegang menunggu jawaban Ruhi, lalu dengan polosnya Ruhi pun menjawab “Sama bibi Ishita” semua orang terkejut mendengar jawaban Ruhi, Ishita tersenyum penuh haru sambil memikirkan Ruhi SINOPSIS Mohabbatein episode 36 by. Sally Diandra

Bagikan :