Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 76 (11 April 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 76 (11 April 2014) by. Sally Diandra Aaliya dan Zain akhirnya memasuki ruangan besar tempat pernikahan masal dimana Barkath dan tuan Nasir Khan akan menikah disana, Zain menyuruh Aaliya mengecek di sisi sebelah kanan dimana para pengantin perempuan berada sementara dirinya mengecek di sebelah kiri yang berisi para pengantin pria yang sedang menunggu untuk dinikahkan oleh penghulu, mereka berdua berjalan perlahan lahan mencari dimana Barkath berada, Zain juga berusaha mencari Nasir Khan, tiba tiba seorang penjaga menangkap Zain “Heeii ! Apa yang kamu lakukan disini !”, “Ini adalah pernikahanku !” kemudian penjaga itu menyuruh Zain untuk pergi dan mempersiapkan pernikahannya, pada saat itu Meer Khan memasuki ruangan tersebut bersama Moulvi Saheb, namun Zain tidak melihatnya karena Meer Khan berada dibelakang Zain, Zain juga tidak bisa melihat Meer Khan, kemudian Zain bertanya pada Aaliya lewat handsfree yang menempel di telinga mereka masing masing “Aaliya, apakah kamu melihat Barkath ?”, “Tidak ! Aku tidak melihatnya, Zain ,,, lalu bagaimana Nasir Khan ? Apakah kamu bisa menemukan dia ? Karena kalau kita bisa menemukan Nasir Khan, otomatis kita akan menemukan Barkath” ujar Aaliya, 

Tiba tiba perempuan pengurus pernikahan masal itu menghampiri Aaliya dan Zain agar segera berganti baju untuk persiapan pernikahan karena waktu tinggal sebentar lagi, mereka berdua bisa terlambat, akhirnya mereka berdua menuruti perintah perempuan tersebut dan segera bersiap siap untuk berganti baju. Ketika Aaliya dan Zain sedang berganti baju, Meer Khan berjalan menuju tempat duduk seorang pengantin pria yang ternyata adalah Nasir Khan “Meer Khan, kapan pernikahannya dimulai ? Kalau bisa dimulai secepatnya saja ! Karena hati hati keluarga Usman Abdullah datang kesini dan mengetahui tentang rencana kita” ujar Nasir Khan “Tenang saja, tuan ,,, semuanya beres, semuanya sudah aku atur !” ujar Meer Khan 

Tak lama kemudian Zain dan Aaliya sudah siap mengenakan pakaian pengantin pria dan wanita, mereka berdua kembali memasuki ruangan upacara pernikahan, penyanyi dan musisi mulai mendendangkan lagu lagu mereka menyambut acara pernikahan masal tersebut, Zain dan Aaliya berjalan perlahan lahan menuju ke tempat duduk mereka masing masing, mereka berdua saling melirik dan memandang dengan mesra satu sama lain, kemudian mereka berdua duduk di tempat duduk mereka masing masing saling berhadap hadapan hanya di tutupi oleh rangkaian bunga yang memanjang sepanjang ruang pernikahan tersebut “Aaliya apa yang kamu pikirkan ?” tanya Zain melalui handsfreenya yang masih terpasang di telinga, sehingga walaupun mereka duduk berjauhan, mereka berdua masih bisa saling ngobrol satu sama lain “Aku tidak memikirkan apa apa, kita harus terus mencari Barkath sebelum pernikahan mereka dimulai” ujar Aaliya “Zain, kamu jangan mengajak ngobrol terus, karena aku yakin pengurus disini pasti sudah memberitahukan pada tuan Nasir Khan tentang kita berdua, kita tidak bisa kehilangan kesempatan untuk menemukan Barkath”, “Aku ingin mencari Barkath tapi aku terjebak oleh upacara pernikahan konyol ini” ujar Zain kesal “Jadi kamu mau melarikan diri dari pernikahan ? Tapi kamu telah melakukan upacara pernikahan denganku yang kedua kalinya” ujar Aaliya sambil tersenyum “Ini semua karena keinginanmu sehingga kita menikah kembali kedua kalinya” ujar Zain, kemudian Zain mengucapkan dalam bahasa Om Shanti Om “Aku tidak tahu apa itu artinya Om Shanti Om” ujar Aaliya 

Tiba tiba seorang pengantin laki laki menghampiri Zain dan berkata “Kamu itu tidak pantas mendapatkan perempuan itu (Aaliya) sebagai pengantin perempuanmu, lebih baik kita bertukar pasangan !” ujar pria itu “Ibuku biasanya memanggilku dengan sebutan Chand jadi aku akan mendapatkan dia ! Karena aku yang lebih pantas untuk dia !” Zain kesal dengan pria tersebut “Apa yang kamu lakukan ?” bentak Zain, sementara dari kejauhan Aaliya hanya tersenyum sambil mendengarkan dan memperhatikan Zain yang sedang berdebat dengan laki laki itu “Aku ini seorang tukang daging !”, “Aku juga seorang tukang daging ! Jadi kami cocok satu sama lain !” ujar Zain kesal “Coba kamu panggil pengantin perempuanmu itu dan perkenalkan dia padaku !” desak laki laki itu lagi “Pernikahanku ini yang mengatur itu dia, Saira ! Jadi kamu tidak memaksakan kehendakmu ! Sudah pergilah !” ujar Zain kesal, Aaliya hanya tersenyum melihat ulah Zain 

Tak lama kemudian serombongan reporter datang ke ruangan upacara pernikahan itu namun langsung di cegat oleh para penjaga “Aku mendapat kabar kalau ada orang berusia 70 tahun yang akan menikahi seorang gadis belia disini” ujar si reporter “Kamu mendapat berita yang salah” ujar perempuan pengurus pernikahan “Kalau begitu bagaimana kalau kalian cek satu per satu, kami akan memperkenalkan mereka padamu, agar kalian tidak curiga pada kami lagi” reporter itupun menyetujui permintaan Moulvi Saheb, mereka mulai membuka satu per satu rangkaian bunga yang ada di sorban mereka, sementara yang perempuan membuka dupatta mereka yang menutupi wajah mereka, hingga tiba pada giliran Nasir Khan, Moulvi Saheb menyebutkan nama Nasir Khan, Aaliya dan Zain sangat penasaran, ketika dilihatnya orang itu sudah sangat tua, dan itu tandanya kalau pengantin perempuannya pasti Barkath namun ketika pengantin perempuan Nasir Khan mulai membuka dupattanya / ternyata yang menjadi pengantin perempuannya seorang nenek tua yang usianya sama seperti Nasir Khan, Aaliya dan Zain langsung curiga, pasti ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi disini, akhirnya reporter itupun meninggalkan tempat tersebut 

Akhirnya pernikahan Aaliya dan Zain segera dilaksanakan, Zain di sebut namanya sebagai Abdul Rashid Khan dan Aaliya di sebut sebagai Saira Tariq, Moulvi Saheb memulai pesta pernikahan masal tersebut “Apakah kalian setuju untuk menikah ?” Aaliya dan Zain menganggukkan kepalanya dan mengatakan “Ya, saya setuju ! Qubool Hai” ujar mereka berdua saling bergantian, Aaliya berkata dalam hati sambil memandang Zain dengan mesra “Kehidupan telah membawa kami pada satu tujuan yang sama dimana kami memulainya yaitu melalui pernikahan kami, cerita kami dimulai dari sebuah kebencian tapi sekarang kami telah menjadi satu jiwa, aku telah mendapatkan Zain yang seorang menantu dan kakak ipar terbaik di dunia yang mau menolong kedua orangtuaku di masa masa sulit mereka, aku memang belum mencintainya tapi sebagai seorang teman, dia itu sangat baik, aku akan menerima pernikahan ini, menerima Zain sebagai temanku” bathin Aaliya sambil teringat semua kenangan masa lalu yang dilaluinya bersama Zain, Moulvi Saheb kembali bertanya pada pengantin berdua “Apakah kalian menerima pernikahan ini ?”, “Kami menerima pernikahan ini !” ujar Zain dan Aaliya secara bergantian, semua orang kemudian memberikan selamat pada Zain dan Aaliya “Mubarako ! Mubarako !” SINOPSIS BEINTEHAA episode 77 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top