Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 62 (24 Maret 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 62 (24 Maret 2014) by. Sally Diandra Di rumah tuan Usman, Barkath Villa, siang itu keluarga tuan Usman sedang menikmati makan siang bersama sama dengan keluarga Aaliya yang baru datang dari Bhopal, tak lama kemudian Nafisa datang dan menghampiri ibu mertuanya sambil memberikan sebuah CD pada Surayya, kemudian Surayya membuka CD tersebut dan diberikannya pada Shaziya agar diputarnya CD itu, Usman merasa heran dengan tingkah istrinya karena saat itu mereka sedang menikmati makan siang, Surayya malah mengajak mereka menonton sebuah video, komplain Usman tidak di gubris oleh Surayya, Surayya tetap menyuruh Shaziya untuk memutar video itu, dengan senang hati dan senyum yang licik, Shaziya langsung memasukan CD tersebut dalam player CD dan videonya mulai berlangsung, semua orang melihat ke arah TV plasma yang terpampang di dinding, mereka melihat video penggrebekan tempat pesta Raghu Bhai, hingga sampai pada gambar orang Arab yang berjalan keluar bersama seorang perempuan, gambarnya tidak begitu jelas “Fahad, coba kamu identifikasi lagi para bandar judi yang ada di pesta Raghu Bhai” pinta Surayya sambil berdiri di belakang Fahad “Sudahlah Surayya, tidak usah dibahas lagi” pinta Usman “Usman, tidak usah khawatir, bagaimanapun juga Shabana dan tuan Ghulam kan anggota keluarga kita juga” ujar Surayya, kemudian menyuruh pelayannya untuk memanggilkan Aayath 

Di kamar Zain, saat itu Zain sedang ngobrol dengan Aayath, Zain berusaha menghibur Aayath kalau dirinya tidak mengidentifikasi Rocky “Tidak usah khawatir, Aayath” ujar Zain “Terima kasih, kak Zain” ujar Aayath sambil tersenyum “Kenapa kamu tersenyum, Aayath ?”, “Aku hanya berfikir bagaimana penampilanku jika aku sebagai gadis pemandu” tepat pada saat itu Rizwan memasuki kamar Zain dengan perasaan cemas “Zain !” Zain dan Aayath kaget melihat kemunculan Rizwan “Ada apa Rizwan” belum juga Rizwan mengatakan sesuatu, tiba tiba pelayan masuk ke kamar Zain dan mengabarkan kalau Surayya memanggil Aayath 

Sementara itu Surayya dan seluruh keluarga sedang menonton CD, Zain, Aayath dan Rizwan datang kesana “Apa yang sedang kalian tonton ?” semua orang langsung menoleh ke arah Zain, Surayya segera mendekat “Inspektur polisi telah mengirimkan CD pestanya Raghu Bhai, ibu meminta pada Fahad untuk mengidentifikasi para bandar judi itu” Zain dan Aayath kaget, sedangkan Nafisa tersenyum licik sambil berkata dalam hati “Wajah Aayath sebentar lagi akan terungkap” tak lama kemudian seorang pria Arab terlihat akan keluar dari tempat itu bersama seorang gadis pemandu tapi wajah Aayath tidak terlihat “Siapa gadis itu yang bersama dengan pria Arab ? Shaziya coba kamu ulangi lagi” walaupun Shaziya mengulangnya tapi wajah Aayath tetap tidak terlihat “Shaziya, coba kamu cek CD nya, mungkin CD nya kotor jadi harus dibersihkan” Shaziya bergegas mendekat ke player CD itu dan membukanya kemudian mengambil CD tersebut dan pura pura membersihkannya lalu dimasukkan kembali CD itu ke dalam player CD dan videonya kembali berlangsung, ketika sampai pada gambar orang Arab itu lagi, Surayya meminta Shaziya untuk memundurkannya kebelakang tapi tetap wajah Aayath masih saja tidak terlihat dengan jelas Aayath dan Zain kelihatan semakin panik “Sepertinya, aku pernah melihat gadis itu” ujar Surayya 

“Ibu benar ! Kita semua tahu gadis itu !” tiba tiba suara Aaliya terdengar dari ujung ruangan sambil berdiri menatap kearah mereka, semua orang melirik kearah Aaliya, lalu Aayath mencoba mendekat ke arah kakaknya, setelah mereka berdua dekat Aaliya langsung menampar pipi Aayath keras,semua orang terperangah melihatnya, kemudian mereka semua mendekat ke arah Aaliya dan Aayath “Gadis pemandu itu bernama Aayath Ghulam Haider” semua orang semakin terkejut mendengarnya, namun tidak bagi Surayya dan dua menantunya yang tersenyum licik melihat mereka, Zain segera menghampiri Aaliya dan bertanya “Aaliya, apa yang salah dengan dia ? Kenapa kamu bicara omong kosong seperti ini ?”, “Kenapa kamu berbohong padaku, Zain ?” tanya Aaliya “Aku baru saja datang dari kantor polisi dan mengetahui semuanya sekarang” ujar Aaliya kesal, sementara itu Surayya menatap mereka berdua “Baguslah kalau Aaliya sudah tahu semuanya, dia telah melakukan separuh pekerjaanku” ujar Surayya dalam hati “Kamu mau ngapain ke kantor polisi” 

Aaliya tidak membalas ucapan Zain dan bergegas menghampiri Aayath sambil memegang bahu Aayath “Aayath, katakan pada kakak apakah kamu benar benar pergi ke Indore ?” Aayath hanya diam saja dan menangis “Aayath datang ke Mumbai bukan ke Indore” semua orang semakin heran mendengar ucapan Aaliya “Bagaimana bisa Aayath pergi ke Mumbai, dia itu pergi ke Indore bersama teman teman kampusnya, ibu bahkan telah bicara dengan temannya” ujar Shabana “Aku ini berkata benar, ketika aku bisa menunjukkan jalan yang benar untuk kak Fahad, aku tidak bisa berbohong untuk adikku” Usman tidak mengerti ucapan Aaliya “Aaliya bicaralah dengan jelas, apa maksudmu ?”, “Paman, Aayath telah berbohong dan datang ke Mumbai dan menghadiri pesta Raghu Bhai sebagai gadis pemandu” Surayya dan kedua menantunya tersenyum licik, sedangkan Aayath hanya diam saja, 

Kemudian Surayya pura pura bersandiwara “Waaah ,,, biasanya gadis pemandu itu menghabiskan banyak waktunya dengan laki laki hidung belang demi sejumlah uang, Aayath tidak mungkin melakukan pekerjaan mengerikan seperti itu” ujar Surayya “Ini pasti ada kesalahan” sela Usman cemas “Tapi nama Aayath sudah tercatat di kantor polisi, paman”, “Aayath tidak mungkin berbohong, Aaliya !” bela Shabana, Ghulam juga mendukung Shabana “Ayaath tidak akan pergi kemananpun tanpa adanya ijin dariku” ujar Ghulam, tiba tiba sambil menangis, Aayath mulai membuka suaranya “Kak Aaliya mengatakan yang sebenarnya” ujar Aayath sambil menangis tersedu sedu, Ghulam dan Shabana sangat terkejut “Maafkan aku, ibu ,,, maafkanlah aku ayah, selama ini aku telah berbohong” Aayath kemudian menceritakan kalau dirinya ingin menjadi anak kebanggaan ayahnya dengan menyelesikanj hutang ayahnya, semua yang hadir disana terkejut terutama Usman dan Ghulam “Aku tidak tahu kalau Rocky akan memaksa aku untuk melakukan hal itu dengan menjadi seorang gadis pemandu, tadinya Rocky meminta aku menjadi seorang model” Ghulam kemudian teringat ketika dirinya khawatir tentang uang dan Aayath menceritakan kebohongannya< Aayath menceritakan semua yang terjadi dan bagaimana Zain menyelamatkannya dan membuat Rocky dipenjara, Surayya yang mendengarkan semua cerita Aayath berkata dalam hati “Shabana, ini adalah cerita dari anakmu yang terkecil, aku akan membuatnya keluar dari rumah ini bersama kedua anak perempuannya itu” bathin Surayya dalam hati SINOPSIS BEINTEHAA episode 63 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top