SINOPSIS MOHABBATEIN episode 458 “NYARIS TERUNGKAP” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 458 “NYARIS TERUNGKAP” by. Sally Diandra Ishita sedang menempelkan rambut pasangan di rambutnya sendiri, dengan tujuan untuk mengerjai Raman, tak lama kemudian Raman keluar dari kamar mandi, Ishita segera menyembunyikan rambut yang lain dilaci meja riasnya dan Raman menghampiri Ishita yang sedang berdiri didepan cermin riasnya “Saatnya pijat rambut” ujar Raman, Ishita kemudian duduk di atas tempat tidur dan Raman duduk dibelakangnya mulai memijat kepala Ishita, sambil dipijat, Ishita berkata “Aku tidak akan pernah mengampuni siapapun jika rambutku rusak” ujar Ishita sambil menceritakan tentang insiden yang terjadi ketika kapster salon menggunting rambutnya sangat pendek “Waktu itu aku sangat marah dan memarahi dia” ujar Ishita dengan penuh semangat, saat itu Raman mendapatkan rambut Ishita yang terlepas, Raman kaget karena rambut Ishita terlepas gara gara terkait dengan cincin Raman, Raman sangat cemas dan bertanya 

“Kenapa kamu marah ?”, “Aku tidak akan pernah mengampuni orang semacam itu” Raman semakin kaget dan langsung menyembunyikan rambut Ishita di dalam kantong bajunya “Raman, kenapa rambutku terasa ringan ya ? Coba kamu cek, apakah ada yang berkurang ?”, “Aku sudah menghitungnya dengan baik, masih sama” ujar Raman gugup, Ishita tersenyum dan berkata “Hanya kamu dan Amma yang bisa merawat rambutku dengan baik”, “Aku akan membuatnya aman” ujar Raman lagi, Ishita tersenyum geli karena berhasil mengerjai Raman kemudian Ishita meminta Raman untuk tidur, dalam hati Raman berkata dengan perasaan was was “Aku mendapatkan begitu banyak rambutnya, jika Ishita tahu pasti dia tidak akan mengampuni aku, aku akan menyembunyikannya, rencana selanjutnya pikirkan saja besok” bathin Raman cemas, 

Raman sangat khawatir kalau nanti Ishita marah padanya dan tidak mau mengampuninya karena Raman telah membuat sebagian rambut Ishita terlepas, Raman masih memikirkan apa yang harus dia lakukan, tiba tiba Ishita berbalik dan bertanya padanya “Raman, kenapa kamu tidak tidur ?” ujar Ishita sambil memegangi kantung bajunya “Aku baru mau tidur” ujar Raman sambil menyingkirkan tangan Ishita dari kantong bajunya, Ishita tersenyum senang sambil berkata dalam hati “Raman pasti akan menjadi Joru Ka Ghulam, hal ini pasti akan menyenangkan” bathin Ishita sambil tertawa geli 

Sementara itu, Sujata sedang ngobrol dengan Subbu via telfon “Subbu, tidak usah khawatir, aku akan mendapatkan sertifikat yang menyatakan kalau Laksmi sedang mengalami pengobatan karena depresinya, aku tahu kalau pengobatanmu juga masih berjalan, aku akan menemui salah satu temanku” ujar Sujata, saat itu dilihatnya Ishita menelfon dirinya “Ishita menelfonku, sudah dulu yaa” Sujata kemudian mengakhiri telfonnya dengan Subbu dan mengangkat telfon dari Ishita “Nyonya Sujata, ibu mertuaku mengundang anda untuk kerumah, dengan begitu anda bisa menghabiskan banyak waktu dengan Simmi”, “Aku juga senang tapi aku akan pergi ke pengadilan” Sujata berusaha menolak “Bukankah pengadilannya tutup ?”, “Hakim telah mengundangku secara tidak resmi untuk membahas soal kasus hak asasi manusia” ujar Sujata lagi “Baiklah” kemudian Ishita mengakhiri telfonnya dan memberitahu ibu mertuanya kalau Sujata hendak membantu orang lain “Lalu bagaimana dengan kheer ini ?”, “Tenang, ibu ,,, seseorang pasti akan memakannya” ujar Ishita kemudian berlalu dari sana 

Ishita pergi klinik psikiater untuk mengambil hasil laporan, tanpa Ishita duga ternyata Sujata juga pergi ke sana, ke tempat yang sama di kunjungi oleh Ishita, Ishita melihat Sujata disana dan berkata “Apa yang dia lakukan disini, katanya dia ada pertemuan dengan hakim, kenapa dia disini ?” Ishita kemudian mengikutinya dan melihat Sujata akan menemui seorang psikiater yang bernama dokter Aditi, Ishita teringat kartu nama sang dokter yang ditemukannya dan kata kata Subbu, Ishita mencoba mencuri dengar pembicaraan mereka berdua “Kami tidak ingin siapapun tahu tentang Subbu yang melakukan terapi psikiater”, “Tapi seharusnya dia tidak menyembunyikan hal ini dari keluarganya” sahut dokter Aditi menimpali ucapan Sujata “Kami mempunyai beberapa alasan, dokter” balas Sujata tegas, 

Dari luar Ishita yang mendengarkan pembicaraan mereka jadi bertanya tanya “Kenapa Subbu dan nyonya Sujata menyembunyikan hal besar seperti ini dari kami ?” bathin Ishita penasaran Ishita akhirnya pulang kerumah dan melihat Simmi juga anggota keluarga yang lain menyiapkan semuanya untuk pesta dan hadiah, dalam hati Ishita merasa sedih “Mereka telah melakukan banyak hal dan masa lalu Subbu, apa yang akan terjadi nanti ?” bathin Ishita, nyonya Bhalla meminta Ishita untuk menemui Sujata dan memberikan contoh gelang milik Simmi untuknya, dalam hati Ishita berkata “Aku bisa bicara dengan nyonya Sujata tentang Subbu dengan alasan ini” bathin Ishita sambil membawa kheer karena dia tahu Sujata sangat menyukainya, 

Tak lama kemudian Ishita sudah bertemu dengan Sujata dirumahnya “Ishita, aku minta maaf, tadi aku berbohong dengan mengatakan kalau aku ada meeting”, “Kenapa anda berbohong ?” sela Ishita “Maafkan aku”, “Nyonya Sujata, hari ini aku tadi melihatmu di kantor seorang dokter psikiater, Subbu masih menjalani terapinya kan ? Tapi dia bilang padaku kalau Laksmi yang menjalani terapi, kenapa kalian menyembunyikan hal ini dari kami ?” Ishita mencoba mencari informasi “Sebenarnya ,,,” nada suara Sujata terdengar menggantung “Subbu bilang padaku kalau Laksmi pernah mengalami keguguran tapi ibu mertuanya Vandu, lebih tepatnya ibu kandung Subbu mengatakan pada kakakku itu kalau Laksmi tidak bisa punya anak lagi setelah Karthik, kenapa kalian berbohong ? Kenapa anda juga menyembunyikan hal ini ?” Ishita terus menerus mengajukan pertanyaan pada Sujata 

“Aku akan bertanya pada Subbu kalau begitu” Sujata langsung mencegah tindakan Ishita “Jangan, Ishita ,,, aku akan mengatakannya padamu, Subbu memang sedang dalam perawatan seorang dokter psikiater, aku yang mengatakan padanya untuk meminta bantuan dokter tersebut setelah peristiwa Laksmi dan Karthik, dia memang tidak mengatakan hal ini pada ibunya karena ibunya selalu berlebih lebihan” Sujata mencoba mencari jawaban yang masuk akal untuk Ishita “Subbu mendapatkan banyak bantuan dari terapinya ini, Subbu ingin berubah dan berumah tangga dengan Simmi” Ishita lalu menyela “Aku bereaksi seperti ini karena kalian berbohong pada kami”, “Ishita, setiap orang butuh waktu, aku adalah ibunya Laksmi, aku tahu dia pernah keguguran, Subbu memang tidak mengatakan hal ini pada ibunya sendiri, kamu bisa mengerti kan kenapa dia berbohong ke ibunya itu hanya untuk melindungi Laksmi” jelas Sujata 

“Subbu percaya padamu dan kamu meragukan niat baiknya, kamu kenal dia dan aku, apakah aku akan membiarkan ada seorang perempuan yang menderita ? Apakah kami akan membiarkan Simmi dan Ananya terluka ?” ujar Sujata sambil menangis, Ishita jadi tidak enak dengan Sujata “Aku minta maaf, jangan menangis, anda tahu kan begitu banyak hal terjadi sebelumnya, aku kira aku akan merasa lebih nyaman bila aku bertanya, pencegahan lebih baik dari pada pengobatan, aku benar benar minta maaf” Sujata hanya terdiam sambil menangis “Nyonya Sujata, lebih baik lupakan saja semuanya dan sekali lagi maafkan aku” ujar Ishita kemudian bergegas berlalu dari sana, begitu Ishita pergi, Sujata merasa lega karena dia bisa selamat dari Ishita hari ini “Ishita dan keluarga Bhalla seharusnya tidak boleh mencurigai apapun sampai pernikahan ini terjadi” gumam Sujata cemas 

Ishita meminta Ruhi untuk selalu mengabarinya lewat telfon dan jangan sampai ceroboh selama di perkemahan musim panas karena ini adalah kemahnya yang terakhir, Ruhi segera mendudukkan ibu Ishinya dan berkata “Ibu Ishi, aku sudah besar dan aku bisa jaga diri”, “Ayah benar, Ruhi bisa saja menjadi seperti nenek” sela Adi, kemudian Romi juga menyela kalau dirinya yang akan mengantar Ruhi, sedangkan Raman bertanya pada Ishita “Ishita, kamu mau pergi kemana ?”, “Kamu memang tidak pernah mendukungku !” ujar Ishita kesal, Romi segera mengajak Ruhi berangkat sebelum Ishita mulai menangis, kemudian mereka pun berlalu, 

Ishita lalu memberitahu mereka kalau dirinya telah merencanakan sebuah liburan yang luar biasa untuk Adi, saat itu Mihika datang bersama seorang guru yang mengajari bermain gitar, namanya Manav, Raman segera mengajak Adi dan Ishita untuk ikut dengannya ke kamar, kemudian Raman mulai bicara dengan Adi tentang les gitarnya ini, Ishita ikut menyela “Adi sangat menyukai bermain gitar, keren juga kan ? Dia akan memainkan sebuah lagu yang sangat special pada ulang tahunku nanti”, “Aku juga ingin menghadiahi ini untuk ibu Ishi” sela Adi menimpali ucapan Ishita “Adi, ayahmu sangat mencintaimu, dia pasti akan melakukan apapun yang dia inginkan, biarkan ayahmu yang memutuskan” ujar Ishita lagi SINOPSIS MOHABBATEIN episode 459 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top