SINOPSIS MOHABBATEIN episode 405 “VANDITA MULAI BUKA SUARA” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 405 “VANDITA MULAI BUKA SUARA” by. Sally Diandra Di rumah Ashok, Ashok meminta pelayannya untuk mengambil kotak P3K, saat itu Raman datang dengan membawa berkas, Raman merasa heran melihat kondisi Ashok yang babak belur “Apa yang terjadi padamu ?” tanya Raman sambil menunjukkan foto foto model anak anak yang bisa menggantikan tempat Ruhi, Ashok hanya tersenyum sambil memberikan kontrak yang sudah ditanda tangani oleh Shagun “Apa apa an ini ?” tanya Raman kesal “Jangan lupa, Raman ,,, kalau aku ini adalah bossmu”, “Tapi aku adalah ayahnya !” bentak Raman, 

Tepat pada saat itu polisi datang ke rumah Ashok “Tuan Ashok Khanna, kami datang kesini untuk menahan anda karena ada laporan kalau anda telah memukuli istri anda sendiri dan berusaha untuk memperkosanya, mereka telah melaporkannya pada kami” Raman tertegun begitu mendengar kabar dari polisi tersebut dan mulai marah ke Ashok “Ashok, beraninya kamu memukuli istrimu sendiri !” ujar Raman marah sambil hendak menghajar Ashok namun polisi merelainya dan membawa Ashok ke kantor polisi, Raman sangat kesal dibuatnya 

Sementara itu Shagun sedang membantu tugas Ruhi merapikan buku buku pelajaran “Ruhi, kamu santai saja, tidak usah sekolah dulu karena kamu harus melakukan syuting iklan selama 1 minggu untuk perusahaannya paman Ashok, kalau tidak nanti ayahmu dipecat oleh paman Ashok” bujuk Shagun, Ruhi kemudian memikirkan tentang Raman dan akhirnya setuju dengan permintaan Shagun “Nanti kita akan beli baju yang indah dan ketika iklanmu sudah muncul di televisi maka kamu akan menjadi terkenal disekolah” ujar Shagun sambil mengatur tas Ruhi 

“Tapi aku pasti akan ketinggalan pelajaran dan nilaiku juga akan jelek, ibu Ishi pasti akan marah”, “Kamu tidak usah cemas, tidak usah memikirkan tentang ibu Ishi lagi karena ibu Ishi sendiri tidak mau menemui kamu”, “Itu karena kakinya sedang sakit” Ruhi berusaha membela Ishita namun Shagun kembali mempengaruhi Ruhi dengan menjelek jelekkan Ishita “Apalagi saat ini ibu Ishimu itu mempunyai semua orang, sedangkan ibu hanya sendiri, iya kan ?” ujar Shagun sambil memeluknya erat dan berkata “Ibu benar benar sayang padamu, ibu tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi” ujar Shagun 

Mihika sedang memeluk Amma sambil menangis, Vandu yang tidak tahan melihat penderitaan Mihika, mulai angkat bicara “Aku sudah bilang padanya untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Ashok, dia ini memang bodoh ! Dia telah melakukan pengorbanan !” semua orang kaget mendengarnya “Pengorbanan apa ?” Amma dan Ishita sama sama bertanya “Kak Vandu, hentikan”, “Diam kamu, Mihika ! Aku akan mengatakan pada semua orang !” Vandu kemudian membeberkan tentang Ashok yang menjebak Mihika, kemudian Mihir dan Suraj bertengkar, Suraj lalu berpura pura koma sehingga Ashok bisa memeras Mihika dengan memberitahunya kalau Ashok akan memenjarakan Mihir, akhirnya Mihika setuju menikah dengan Ashok untuk menyelamatkan Mihir, seluruh keluarga Iyer dan Mihir terkejut mendengar cerita Vandu 

“Ashok itu tidak pernah berhenti, dia selalu saja menekan Mihika, padahal Mihika sudah mengakhiri cintanya, Mihika juga meminta pada Ashok untuk memberikan pernyataan untuk hak asuh Ruhi, itulah mengapa dia menikah dengan Ashok tapi Mihika tidak ingin memberikan haknya sebagai seorang suami jadi kemesraan diantara mereka itu hanyalah sandiwara belaka, kemudian Mihika membuat sebuah kehamilan palsu untuk menghentikan semua gangguannya tapi ketika Ashok tahu tentang hal ini, dia melakukan hal ini pada Mihika” semua orang merasa sedih sambil melihat kearah Mihika “Aku sudah bilang sama dia untuk tidak melakukan hal ini” semua orang menangis mendengarnya “Ini sebuah pengorbanan yang sangat besar, ini tidak benar” ujar Amma sedih sambil memeluk Mihika 

Raman sedang dalam perjalanan dan bergumam pada dirinya sendiri “Tipe orang seperti apa Ashok itu ? Apakah semua orang melakukan hal seperti ini pada istrinya ? Untung saja Suraj tidak ada disini untuk memberikan jaminan padanya” gumam Raman, saat itu Suraj menelfon Raman, awalnya Raman enggan mengangkatnya, Suraj sangat marah pada Mihika begitu tahu kalau Ashok dipenjara, Suraj kembali menelfon Raman dan Raman berpura pura tidak mendengar suaranya, kemudian Raman mematikan telfonnya sehingga Suraj tidak bisa menelfonnya lagi, Suraj sangat marah 

Di rumah keluarga Iyer, Ishita meminta maaf pada Mihika “Mihika, aku minta maaf, aku merasa sedih memikirkan kamu harus menghadapi semua ini sendirian” Ishita berusaha menghibur Mihika “Sekarang kita telah bersama sama dan tidak ada seorangpun yang bisa memisahkan kita dan menyakiti kamu” hibur Ishita, sementara itu Mihir sedang menangis sambil memikirkan Mihika, mengenang masa indah mereka berdua dan sindiran pedasnya ke Mihika, Rinki menatap ke arah Mihir yang sedang bersedih, kemudian Mihir menemui Mihika dirumah keluarga Iyer “Aku ingin bicara dengan Mihika” pinta Mihir, Ishita dan Vandu akhirnya pergi meninggalkan Mihika dan Mihir, Mihir lalu meminta maaf ke Mihika karena tidak mempercayainya bahkan cemburu pada Mihika, sehingga dia tidak bisa melihat kenapa Mihika melakukan ini semua ? 

“Aku dulu pernah mengira kalau kamu melakukan ini semua demi uang dan status, ternyata kamu melakukan ini semua demi Raman dan aku, cintaku memang sangat lemah, aku bisa mengerti perasaan semua orang tapi bukan perasaanmu”, “Mihir, kamu tidak usah meminta maaf karena aku telah mengambil keputusan ini sendirian dan ini adil untukku karena aku tidak mendiskusikan hal ini denganmu” sahut Mihika lirih “Takdir telah mempermainkan sebuah permainan buruk pada kita, sehingga banyak yang telah berubah tapi hanya satu hal yang tidak berubah, kita berada pada jalan yang berbeda sekarang tapi persahabatan kita masih ada, kamu tidak sendirian, Mihika ,,, aku selalu bersamamu” ujar Mihir sambil memeluk Mihika erat sambil menangis, dari kejauhan Rinki memperhatikan kebersamaan mereka berdua dan melihat Mihika dan Mihir menangis bersama, Rinki bergegas pergi dari sana 

Keesokan harinya, keluarga Bhalla sedang melakukan aarti untuk perayaan hari Navratri, Ishita teringat pada Ruhi “Aku sangat merindukan Ruhi” ujar nyonya Bhalla, lalu mereka mendudukan Ananya untuk melakukan pemujaan, Ishita sedang menangis memikirkan Ruhi, tiba tiba Romi masuk ke dalam kamar dan memberitahu Ishita kalau ibu mertua memanggilnya, akhirnya Ishita bergabung dengan mereka, kemudian bel di pintu berdering “Neelu, tolong lihat siapa yang datang ?” Neelu bergegas membukakan pintu, sedangkan nyonya Bhalla meminta Ishita agar Ananya bisa mendapatkan persembahan, 

Saat itu Ruhi datang dan melihat mereka dari kejauhan, Ruhi menangis melihat Ishita, lalu ishita juga melihat ke arah Ruhi, Ishita merasa senang melihat kedatangan Ruhi, semua orang juga tersenyum menyambut kedatangannya, nyonya Bhalla meminta Ishita untuk melakukan ritual untuk Ruhi dan menyuapkan kheer ke Ruhi, ketika akan melakukannya, Ruhi mundur ke belakang sambil berteriak “Tidak !” ujar Ruhi sambil menangis “Aku datang kesini untuk mengambil barang barangku yang tertinggal”, “Baiklah, tapi ambilah persembahan ini dulu sayang” pinta Ishita, Ruhi menolak dan langsung berlari ke kamarnya, semua orang merasa sedih begitu melihat sikap Ruhi SINOPSIS MOHABBATEIN episode 406 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top