SINOPSIS MOHABBATEIN episode 722 “ISHITA MASIH HIDUP” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 722 “ISHITA MASIH HIDUP” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 722 “ISHITA MASIH HIDUP” by. Sally Diandra Raman pergi ke atas tebing dan teringat ketika Ishita jatuh ke bawah jurang, Raman berfikir tentang sikapnya yang menyakiti keluarganya dan Ruhi, Raman merasa sedih dan menangis “Aku telah menghancurkan duniaku dengan tanganku sendiri, tidak ada lagi dunia untukku kalau kamu tidak ada disini, ini semua juga berimbas padaku juga, aku akan berada disana dimana kamu berada” Raman lalu melompat ke dalam danau dan tak lama kemudian keluar dari air dan berenang ke tepian pantai, lalu berlari masuk ke dalam hutan yang gelap dan akhirnya sampai di sebuah rumah kecil, Raman segera mengetuk pintu rumah itu, ternyata Ishita yang membuka pintunya, mereka berdua saling memandang satu sama lain seolah olah mereka terkejut seperti ketika mereka bertemu pertama kali, 

Ishita menangis melihatnya dan memberikan tanda tidak ke Raman dan menunjukkan perasaan kesal dan marah pada suaminya ini, Raman bergegas menghampirinya “Raman, apa perlunya kamu membawa aku kemari ? Jangan bicara padaku, Raman ! Kamu telah berusaha membunuhku dan mendorong aku jatuh dari atas tebing !”, “Ishita dengarkan aku !” Ishita tidak mau mendengarkan penjelasan Raman “Sudah, pergi saja sana, Raman !” Raman langsung menyela “Apakah aku harus tetap hidup kalau kamu meninggal ?”, “Kamu memang jahat !” ujar Ishita kesal kemudian memeluknya erat, mereka berdua lalu menangis bersama dan tersenyum satu sama lain “Raman, aku tidak bisa tinggal disini, aku juga tidak bisa hidup tanpa kamu”, “Apakah kamu kira aku ini senang senang disana ?” Ishita tersenyum 

“Aku tahu kalau kamu membuat jallad berada di pihakmu dan membuat jalan pelarian untukku untuk membuat aku melarikan diri, itulah mengapa aku bisa melarikan diri, kenapa kamu tidak mengatakan padaku ?”, “Aku tidak bisa mengambil resiko dengan mengajak kamu” sahut Raman “Lalu kenapa kamu mendorong aku dari atas tebing ?”, “Biarkan aku bicara dulu, dengarkan ,,, kalau aku tidak mendorong kamu, aku tidak akan bisa membuktikan kalau kamu tidak bersalah” Raman teringat ketika Ishita jatuh dari atas terbing “Paling tidak kamu bisa memberikan petunjuk padaku, aku tidak takut mati, aku mati ketika kamu menatapku dengan kemarahan dan kebencian”, “Sudah cukup, Ishita !” Raman langsung memeluknya 

“Hal itu tidak mudah untukku, Ishita”, “Aku tahu kalau kamu tidak akan pernah bisa menyakiti aku, ketika aku pantas untuk di selamatkan, kamu memberikan catatan itu, aku tahu kalau itu kamu yang telah mengirim mereka” Ishita teringat ketika supir membawa Ishita keluar dari danau kemudian Ishita tersadar dan dilihatnya supir Raman sedang memberitahu seseorang “Dengan siapa kamu bicara ? Misi apa ini ?” supir itu lalu memberikan catatan tersebut ke Ishita dan beberapa keperluan untuk Ishita, Ishita memeriksa catatan itu dan menatap ke arah peta “Raman, tapi tinggal sendirian di dalam hutan itu tidak baik, aku membutuhkan kamu” Ishita merasa cemas “Aku telah melakukan semua drama ini dan membuat semua orang membenciku, semuanya untuk kamu, Ishita ,,, itu karena aku ingin lebih dekat dengan Niddhi” Ishita tertegun 

“Apa ?”, “Niddhilah yang bertanggung jawab untuk semua ini” sahut Raman geram “Lalu kenapa dia kalah dan berusaha membunuhku ?”, “Sebenarnya Niddhi telah membodohi kita semua, coba kamu pikir seorang wanita yang tidak pernah kalah dalam setiap kasus di dalam karirnya, bagaimana bisa dia kalah dalam kasus yang penting seperti ini, aku melihat rekaman CCTV dimana kamu membela Pallavi dan Amar terbunuh, bukti itu yang membuktikan kalau kamu tidak bersalah, Niddhi memberikan aku chip itu tapi ,,,” Raman teringat ketika Niddhi dengan sengaja menjatuhkan chip itu dan memberikan padanya chip yang lain “Kenapa Niddhi memberikan kamu chip yang salah ?”, “Niddhi dan aku punya masa lalu” Ishita kaget 

“Apa ?”, “Pada awalnya aku tidak menyadari, kemudian aku mencoba mencari tahu tentang dirinya, aku sempat membaca tentang ayahnya yang meninggal, aku ingin tahu lebih detailnya, kemudian aku menelfon mak comblang itu, hal itu ada hubungannya dengan aku, ibuku membawa lamaranku untuk Niddhi, aku tidak tahu tentang hal ini, ibuku tidak bertanya padaku dan menyetujui Niddhi sebagai menantunya, saat itu aku sedang jatuh cinta sama Shagun” Raman teringat ketika nyonya Bhalla menolak orang tua Niddhi, Niddhi terlihat sebagai gadis yang sederhana dengan kacamatanya, hampir mirip dengan penampilan Raman dulu, nyonya Bhalla meminta maaf pada mereka “Aku siap membayar untuk semua kerugianmu, aku minta maaf pada putrimu karena putraku tidak mau” ujar nonya Bhalla, 

Ishita tertegun mendengar cerita Raman “Hal itu memang menjadi sebuah masalah yang besar bagi seorang gadis jika hubungannya berantakan”, “Aku tidak bersalah, ibuku tidak mengatakan padaku” Ishita menyela “Kalau kamu dan ibumu tahu tentang dia, kenapa kalian tidak bisa mengenalinya ?”, “Saat itu Niddhi sangat berbeda, mak comblang yang memberitahu aku” Raman teringat ketika mak comblang memberitahu Raman soal Niddhi “Ibunya Niddhi jadi marah sekali pada Niddhi dan menghajarnya habis habisan karena Raman memilih seorang gadis yang lebih cantik dari pada Niddhi, semua itu karena penampilannya yang sangat sederhana dan kuno, Niddhi lalu berlari ke ayahnya dan terkejut ketika dilihatnya ayahnya ternyata sudah bunuh diri” ujar Raman 

Sementara itu Vandu sedang memberikan secangkir teh untuk ibunya Bala “Semua orang sedang keluar rumah”, “Sesuatu yang buruk telah terjadi pada Ishita, kamu juga telah mengalami masa masa yang sulit, bagaimana kalau kita jalan jalan bersama ?” ajak ibunya Bala “Aku tidak mau” namun ibunya Bala bersikeras mengajak Vandu keluar “Kita akan pergi, kita tidak akan membawa Shitija, kalau tidak kamu hanya akan sibuk dengan dia, biar Neelu yang mengurusi Shitija”, “Baiklah, aku mengambil tasku dulu” ibunya Bala menatap kearahnya 

Niddhi sedang melihat fotonya Raman sambil berkata “Ayahku meninggal karena kamu, aku tidak akan mengampuni kamu, Raman ,,, kamu dan keluargamu harus membayar semua ini, kamu telah menolak aku karena kamu lebih menyukai gadis yang lebih cantik dari aku, tapi lihat aku sekarang, aku sangat cantik ! Aku melakukan semua ini untuk membuat kamu dekat denganku, kamu jadi tergila gila padaku pada hari itu ketika kamu melawan seluruh keluargamu, balas dendamku tidak akan bisa tercapai, ibuku harus menghadapi begitu banyak kesulitan, itulah mengapa aku meminta kamu membunuh Ishita, lihat saja nanti apa yang akan terjadi kemudian, aku akan menyakiti keluargamu sehingga kamu akan merasa mati setiap saat” gumam Niddhi geram SINOPSIS MOHABBATEIN episode 723  by. Sally Diandra

Bagikan :