SINOPSIS MOHABBATEIN episode 641 “RUHI DI SERANG” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 641 “RUHI DI SERANG” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 641 “RUHI DI SERANG” by. Sally Diandra Ruhi bergegas menemui Ishita, Ruhi sangat terkejut ketika melihat orang yang dikira ibunya itu membawa pisau, Ruhi langsung berteriak, Shagun mendengarnya “Itu suaranya Ruhi” Shagun segera berlari ke ruang loker, seorang perempuan dengan pakaian seperti kain saree Ishita dan mengenakan jaket hitam dengan penutup kepala sedang berusaha mencari cari Ruhi, Raman juga sampai disekolah “Aku sudah bilang ke Ishita untuk tidak datang ke sekolah, lalu kenapa dia datang juga ?” gumam Raman, Ruhi sedang menangis ketakutan, Shagun akhirnya sampai disana dan mencari Ruhi, Shagun melihat perempuan itu membawa pisau, Shagun kaget, perempuan itu juga merasa cemas dan langsung berlari dari sana, Shagun segera mengikutinya, pisau itu terlepas dan terjatuh dilantai, perempuan itu langsung lari menjauh, Shagun mengambil pisau itu dan mengangkat cadarnya, 

Tepat pada saat itu Ruhi melihat Shagun sedang memegang pisau, Ruhi kaget dan berkata “Ibu Shagun ,,,” Shagun melihat Ruhi menangis, Shagun sangat cemas karena Ruhi melihatnya, Shagun segera menutup cadarnya dan mengejar Ruhi, Raman datang kesana, Ruhi segera memeluknya dan menangis “Ada apa sayang ?”, “Selamatkan aku, ayah ,,, ibu Shagun mengenakan pakaian burqa warna hitam, dia membawa pisau dan ingin membunuh aku” Ruhi menangis ketakutan “Dimana ?”, “Lihat, itu dia disana” Shagun tegang, Raman melihat seorang perempuan mengenakan pakaian burqa sambil memegang pisau, Raman langsung mengejarnya, Shagun segera pergi dengan taxi, Raman gagal menangkapnya dan kembali lagi ke Ruhi “Ayah, kenapa ibu Shagun ingin membunuhku ? Aku melihatnya tadi” ujar Ruhi sambil menangis, Raman akhirnya membawa Ruhi pulang 

Nyonya Bhalla heran begitu melihat Ruhi pulang cepat “Ruhi, kenapa kamu pulang cepat ?” Ruhi menangis dan langsung memeluk neneknya “Ibu, dimana Ishita ?”, “Dia ada di kamarnya” Ishita datang dan meminta Neelu untuk mengambil beberapa barang dari dalam mobilnya, Raman segera menghampiri Ishita “Kamu dari mana saja ?”, “Aku tadi di klinik, aku akan mandi dulu, nanti aku kembali lagi” Raman lalu menelfon klinik Ishita “Apakah dokter Ishita tadi datang ke klinik hari ini ?”, “Tidak, tuan ,,, dia mengambil cuti hari ini” Raman merasa heran “Kenapa Ishita berbohong ?” gumam Raman, 

Ruhi memberitahu nyonya Bhalla dan Amma tentang Shagun “Ibu Shagun membawa pisau ditangannya dan ingin membunuh aku” Raman menyela ucapan Ruhi “Ayah, tolong bawa Ruhi masuk ke kamar” begitu Ruhi pergi, Amma bertanya “Ada apa, Raman ?”, “Aku juga sering melihat seorang perempuan dalam pakaian burqa, aku pikir itu adalah Ishita, siapa lagi yang akan menemui Ruhi sebagai ibunya” Amma menyela “Iyaaa, tapi Ruhi melihat Shagun, itu artinya wajahnya Shagun terlihat pada wajahnya Ishita” ujar Amma 

Neelu sedang membawa barang barangnya Ishita dan beberapa diantaranya terjatuh, Raman mengambil pakaian burqa dan bertanya pada Neelu “Aku mengambilnya dari dalam mobil nyonya Ishita” Raman segera menemui Ishita dikamar, Ishita bisa melihatnya melalui sebuah jendela “Aku tidak tahu, aku tidak melihat ini” saat itu Raman mendapat telfon dari seseorang, 

Raman segera pergi dari sana “Ini pasti akan menjadi masalah” bathin Ishita “Baiklah aku datang” ujar Raman sambil berfikir “Apa yang sedang terjadi ?” bathin Raman, Shagun memberitahu Ishita soal informannya Ashok “Bagaimana keadaan Ruhi ? Dia melihat aku disekolah” Ishita sangat cemas “Raman telah melihat pakaian burqanya, Ashok telah menyerang kelemahan terbesarku yaitu Ruhi, aku ingin mengatakan yang sejujurnya ke Raman, tapi dia sendiri harus selamat, aku tidak akan mengampuni Ashok” Ishita mulai menangis 

Raman akhirnya sampai di kantornya sambil berfikir “Apa yang sedang terjadi ? Kenapa pikiranku buntu dan tidak bisa bekerja ?” Raman baru tahu kalau ada seorang paranormal yang datang dan sedang menunggunya, Raman segera menemuinya di ruang pertemuan “Tuan Raman, bagaimana keadaan anak anakmu ? Hanya ini satu satunya cara” ujar si paranormal “Apakah ibuku atau mungkin ibu mertuaku yang telah menceritakan hal ini padamu ?”, “Tenang, duduklah, siapa yang mengatakannya padaku itu tidak menjadi masalah tapi semua itu benar, semua orang mengkhawatirkan kamu, aku telah banyak membantu banyak orang, aku tidak melakukan hal ini untuk uang, aku hanya berusaha membantu istrimu, terimalah kenyataannya kalau istrimu itu sedang sakit, arwah bisa bertambah kuat dan mulai membahayakan yang lainnya” ujar si paranormal “Aku bisa membantumu yaitu dengan membebaskan istrimu dari si arwah, kamu harus membawa istrimu ke kuil segera” pinta si paranormal 

“Si pengusir setan juga datang kerumah kami sebelumnya, aku tidak bisa melihat istriku menderita, anak anakku diserang sekarang, padahal Ishita, istriku bisa memberikan nyawanya untuk anak anak, putriku bilang kalau dia telah melihat ibu kandungnya yang telah meninggal, apa yang harus aku lakukan ? Katakan padaku, pak” Raman mulai bingung “Mungkin putrimu telah melihat wajah ibunya, dan arwahnya ini semakin bertambah kuat, itulah mengapa aku bilang ke kamu bawa istrimu ke kuil, apa masalahnya ? Kita berada disana untuk mendapatkan hati yang damai dan ini bukan pengobatan yang di lakukan oleh dokter, bawa istrimu kesana, mungkin kesetiaanmu akan sampai juga ke sang Dewa dan semuanya akan membaik”, “Apakah istriku akan menderita ?” paranormal mengangguk 

“Iyaa, itu akan sangat menderita”, “Aku pernah melihat Ishita dalam keadaan yang sangat menderita, berikan aku waktu” pinta Raman “Baiklah, tapi putuskan dengan segera karena aku akan berada dia kuil Rajasthan selama dua hari” paranormal itu lalu pergi, Raman jadi gelisah, sementara Ishita menangis sambi memeluk foto Ruhi, Raman teringat pada Ishita dan menangis, sedangkan Ishita teringat pada Ruhi dan merasa kasihan SINOPSIS MOHABBATEIN episode 642  by. Sally Diandra

Bagikan :