SINOPSIS LONCENG CINTA episode 554 “MALAM MENJELANG PERNIKAHAN ABHI & TANU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS LONCENG CINTA episode 554 “MALAM MENJELANG PERNIKAHAN ABHI & TANU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS LONCENG CINTA episode 554 “MALAM MENJELANG PERNIKAHAN ABHI & TANU” by. Sally Diandra Dirumah Abhi, nenek meminta Pragya untuk tidak menyerah secepat ini karena Abhi belum menikahi Tanu, dan Pragya akan dikalahkan hanya ketika dia menerima kekalahan “Tanu belum merampas Abhi, tapi kamu pasti tidak akan membiarkannya jadi kenapa kamu menyerah ? sebelum kalah, kamu bisa mengambil hikmah dari sebuah analogi tentang legenda Savitri yang menyelamatkan suaminya dari kematian” Pragya mulai memikirkan sesuatu dan berkata “Abhi masih bersamaku saat ini dan sampai Tanu tidak menyelesaikan rencananya untuk menikah dengan Abhi, selama itu pula aku akan terus berjuang, sampai dia tidak menang atau akhirnya kalah” Pragya teringat pada pesta pernikahannya dulu dengan Abhi sambil terus berfikir 

Sementara itu Abhi sedang berjalan di koridor, Abhi sedang teringat pada saran Purab yang memintanya untuk bersama Pragya malam ini, Abhi akhirnya menyetujui pendapat Purab dan memutuskan untuk menghabiskan malam ini bersama Pragya, tiba tiba Tanu datang dan menemuinya “Abhi, aku berharap aku bisa bicara denganmu saat ini” Abhi sebenarnya tidak ingin bertemu dengan Tamu sampai besok, tapi Tanu bersikeras mengajak Abhi ke kamarnya dan menunjukkan pakaian pengantinnya yang berwarna merah untuk pesta pernikahan mereka “Abhi, kamu harus melihat bagaimana penampilanku dengan pakaian pengantin ini”, “Aku bisa melihatnya besok, Tanu” Abhi merasa malas 

“Hanya lima menit saja, Abhi” tiba tiba Abhi berteriak sangat keras dan terlihat sangat frustasi “Aku akan melihatnya besok !” Tanu sangat tegang dan gelisah, Abhi langsung meminta maaf pada Tanu “Tanu, aku mohon mengertilah, aku sangat lelah dan ada banyak pekerjaan untuk besok dan jika aku tidur malam ini, besok pagi aku akan lebih fresh dan aku akan melihat kamu dengan pakaian pengantin itu besok” Abhi lalu meninggalkan Tanu sambil mengucapkan selamat malam, Tanu kemudian mengajak bicara bayinya “Lihat betapa buruknya bicaranya itu, tapi besok kemarahannya dan ketegangan ibu akan segera berakhir karena besok ibumu ini akan menikah dengannya dan ayahmu, Nikhil hanya akan menjadi masa lalu belaka” gumam Tanu 

Abhi memasuki kamar dan dilihatnya Pragya sedang duduk disana dengan perasaan gelisah, Pragya kemudian berpura pura sedang sibuk dengan beberapa pekerjaannya, tiba tiba Abhi merasa ketakutan karena ada kecoak di depannya, Abhi segera mencengkram tangan Pragya karena rasa takutnya pada serangga, tiba tiba sebuah pelukan romantis yang canggung terjadi, kemudian mereka berdua menyadari kedekatan mereka lalu menjauhkan diri satu sama lain “Serangganya sudah pergi, Abhi” ujar Pragya, 

Abhi lalu dengan ragu ragu meminta Pragya untuk duduk dan ngobrol ngobrol dengannya, secara diam diam Pragya menyetujuinya dan masih merasa tegang, kemudian Abhi bangun dan duduk didepannya “Pragya, apakah kamu ingat pertemuan kita yang pertama kali ? Ketika kamu mencoba untuk bunuh diri dengan loncat dari jembatan ?”, “Waktu itu aku tidak mencoba bunuh diri !” Pragya langsung membantah dengan keras namun Abhi tidak peduli 

“Lalu kamu ternyata tidak bisa berenang dan mulai tenggelam, waktu itu kita tidak saling mengenal satu sama lain, tapi rasanya seperti ada sebuah hubungan yang aneh diantara kita” Pragya hanya terdiam “Lalu kita aku mengangkatmu dari dalam air dan menggendongmu dengan kedua tanganku ini, terus terang aku tidak bisa memalingkan pandanganku untuk tidak menatapmu, jadi bolehkah aku kembai menggendongmu dengan kedua tanganku ini lagi ?” Pragya tertegun mendengar permintaan Abhi, 

Mereka berdua lalu teringat pada pertemuan mereka yang pertama, Pragya lalu bangun, Abhi mencegahnya lalu memeluknya erat kemudian menggendong Pragya dengan kedua tangannya, kedua bola mata mereka berdua saling memandang satu sama lain mereka berdua terkenang pada masa lalu mereka yang indah dan romantis, kemudian Abhi menurunkan Pragya dan bergegas menuju ke rak kemudian kembali lagi ke Pragya dan menaruh tempat sindoornya Pragya sambil berkata 

“Dulu secara sengaja aku menempatkan sindoor ini dengan cara yang salah” mereka berdua teringat pada kenangan tersebut, Pragya lalu ingin pergi meninggalkan Abhi, namun Abhi mencegahnya untuk sementara waktu, lalu diambilnya kalung dan mengingatkan Pragya ketika mereka bertemu di toko perhiasan dimana secara kebetulan mereka berdua bertemu disana, Abhi lalu menaruhnya ditangan Pragya sambil berkata 

“Kalung mangalsutra ini telah mengikat kita berdua bersama sama” Pragya terharu bahkan hampir saja menangis, apalagi ketika Abhi menanyakan satu pertanyaan padanya “Bisakah kamu menjawab pertanyaanku yang terakhir ?” Pragya menyetujui “Apakah kamu mau mengenakan pakaian pengantinmu untuk yang terakhir kali ?” Pragya semakin tertegun dan tidak mengerti dengan permintaan Abhi dan mereka berdua kembali saling menatap satu sama lain tanpa berkedip, Pragya lalu berkata 

“Abhi, kamu seharusnya tidak mengingat ingat kenangan itu lagi, semua itu telah lenyap karena hatiku akan menuntutnya dan kamu tetap akan menyakiti perasaanku, jadi lebih baik sekarang kamu tidur saja karena hari sudah malam” Abhi akhirnya menyetujui permintaan Pragya dan meninggalkannya, Pragya kemudian duduk dengan perasaan gelisah dan merasa terganggu sambil teringat pada pesta pernikahannya dengan Abhi dan ketika Abhi menyampirkan dupatta diatas kepalanya, mereka pun pasrah sambil terbaring di kamar mereka, Abhi dan Pragya nampak sama sama sedih sambil mengingat kenangan mereka berdua, mereka berdua akhirnya tertidur 

Di kamar ibunya Pragya, nenek meminta maaf pada nyonya Sarla “Maafkan aku, Sarla ,,, karena aku tidak bisa memenuhi janjiku padamu sekali lagi karena aku telah berjanji padamu kalau aku akan membuat Pragya menang, tapi ternyata aku tidak bisa” saat itu Purab dan Akash yang juga berada disana, berdiri dengan sikap yang gelisah, nenek duduk disamping Sarla sambil berkata “Aku tidak bisa membayangkan Abhi akan menikah dengan Tanu” Purab menyela ucapan nenek 

“Harus ada sesuatu yang bisa mencegah semua ini”, “Tidak ada alasan dan jalan keluar lagi, Purab ,,, karena Tanu akan menemukan jalan keluar yang lain dan hanya ada satu orang yang bisa menghentikan pernikahan ini, yaitu Abhi ! Jika pikirannya menyatu dan punya satu harapan yang sama dengan pikiran Pragya, maka tidak ada sesuatu yang bisa menghentikannya dari kemenangan, karena kemauan pasti akan menemukan jalan keluarnya” ujar nenek sedih  SINOPSIS LONCENG CINTA episode 554  by. Sally Diandra

Bagikan :