SINOPSIS MOHABBATEIN episode 586 “ASHOK TERPANA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 586 “ASHOK TERPANA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 586 “ASHOK TERPANA” by. Sally Diandra Raman sedang ngobrol dengan Ishita di telfon, Raman memberitahu Ishita tentang dokumen kantornya “Baiklah aku akan datang kesana, kebetulan aku mau pergi ke kelas menari”, “Baiklah” Raman kemudian menutup telfonnya dan mulai teringat kalau Ishita tidak suka latihan menari seperti itu, Ishita hanya menyukai tarian dansa yang klasik, Raman semakin merasa ada yang aneh, kemudian Raman bergegas menghadiri meeting, sementara itu Amma sedang ngobrol dengan Appa “Suamiku, aku sangat khawatir dengan Ishu”, “Dia baik baik saja, Madhu” hibur Appa “Tapi dia kelihatannya sudah mulai berubah, dia jadi menyukai merayakan festival dan sekarang dia belum pulang kerumah, dia juga tidak melakukan pemujaan dan aarti, aku harus menempatkan patung dewa dirumah tapi Ishita tidak pulang juga kerumah” ujar Amma cemas, Appa mencoba menghibur Amma dengan meminta Amma untuk memberikan waktu pada Ishita 


Mihir dan Mihika sedang mengadakan sebuah meeting, Abhishek datang kesana, Mihika segera keluar menemuinya “Mihika, apa yang kamu lakukan disini ?”, “Pekerjaan kantor sangat penting, Abhishek ,,, ini adalah tempatku bekerja, aku tidak ingin ada orang yang mengatakan sesuatu” saat itu Mihir keluar menemui Abhishek “Aku yang memanggilnya” mereka bertiga kemudian ngobrol di ruang kerja Mihir “Kenapa kalian berdua begitu serius seperti ini ? Aku ingin mengundang kalian berdua untuk makan malam, kebetulan aku sudah pindah lagi ke rumahku”, “Apa perlunya ?” tanya Abhishek heran “Kalian berdua bisa bersama, itu akan baik baik saja, jangan menolaknya, aku ingin kalian berdua datang kerumahku”, “Tentu saja” sahut Abhishek, Mihika dan Abhishek sedang ngobrol berdua “Mungkin saja dia akan cemburu melihat kita makan malam bersama, berikan satu kesempatan lagi”, “Ini akan menjadi yang terakhir kali, kemudian aku akan mengakhiri kepura puraan ini, terima kasih ,,, kamu memang benar benar teman yang baik” Mihika segera pergi dari sana “Sepertinya tidak ada harapan, aku harus meyakinkan dia kalau aku ini yang terbaik untuknya, aku mencintainya dan menginginkannya” gumam Abhishek sambil melihat kepergian Mihika 

Rommi sedang merasa cemas memikirkan apakah ibunya sudah bicara dengan Raman atau belum, saat itu Rommi mendapat telfon “Maaf, pak ,,, aku minta waktu lagi untuk membayar uang sewanya” ujar Romi cemas “Apa ? Pembayarannya sudah lunas ?” Rommi sangat senang dan berterima kasih pada ibunya, Rommi langsung memeluk ibunya dan memujinya “Ibu, ibu sudah bilang kan sama kak Raman, itulah mengapa urusan sewa rukonya sudah selesai” nyonya Bhalla tertegun “Aku belum bicara dengan Raman, Romi”, “Apa ? Lalu siapa yang membayar sewanya” ujar Romi heran “Aku yang membayarnya” ujar Sarika sambil tersenyum “Kamu kira kalau aku tidak akan mengetahuinya, ketika aku melihat kamu gelisah, aku menemukan kertas sewa ruko itu dan membayarnya dengan mengambil pinjaman dari perusahaanku” Romi nampak tidak suka begitu mendengar ucapan Sarika, Sarika langsung menyusulnya, 

Romi dan Sarika mulai bertengkar didalam kamar karena egonya Romi telah terluka, Sarika menangis “Aku hanya ingin membantu kamu, Romi ,,, seperti kak Ishita membantu kak Raman”, “Tapi kak Ishita tidak pernah menunjukkannya ketika dia membantu kak Raman, kenapa kamu membantu aku ?” ujar Romi kesal “Apakah kamu hanya bisanya meminta pada kak Raman ?”, “Jangan sebut sebut nama kak Raman !” saat itu nyonya Bhalla mendengar pertengkaran mereka dan bergumam pada dirinya sendiri “Aku tahu kalau mereka pasti akan bertengkar, Sarika dan Romi itu tidak seperti Ishita dan Raman” gumam nyonya Bhalla, Sarika meminta Romi untuk mendengarkannya namun Romi tetap pergi meninggalkan Sarika, 

Amma datang ke rumah keluarga Bhalla, Neelu memberitahu mereka kalau ada tamu yang datang untuk menemui Ishita, orang itu lalu masuk dan memberitahu mereka kalau Ishita telah membeli kain saree rancangan desaigner seharga 125.000 rupee ( 25 juta ), Amma dan nyonya Bhalla kaget “Tadi nyonya Ishita membayarnya baru separuhnya, lalu dia memberikan alamat ini dan menyuruh aku untuk meminta kekurangannya dirumah” ujar pria penjual kain saree “Aku akan memberikan alamat kantornya Raman, dia itu suaminya nyonya Ishita, kamu bisa meminta kekurangannya ke kantor Raman” ujar nyonya Bhalla, orang itupun pergi, Amma dan nyonya Bhalla merasa heran dengan apa yang diperbuat oleh Ishita “Bagaimana bisa Ishita membeli kain saree buatan designer, dia kan tidak menyukainya, aku tidak percaya ini, dia tidak mungkin melakukan hal ini”, “Tapi Shagun bisa melakukannya, Toshi” nyonya Bhalla heran dan tertegun tidak percaya “Shagun ,,,,” ujar nyonya Bhalla 

Bala pulang kerumahnya dan meminta Vandu untuk mengecek smsnya di ponselnya, Bala kemudian duduk dengan Shravan, Vandu segera mengecek smsnya, Shravan pergi dari sana “Bagaimana bisa laki laki ini mengirimkan sms padaku seperti ? Menjijikkan, lihat ini, Bala” Bala lalu membaca smsnya dan tertawa “Mungkin laki laki ini adalah teman lamamu atau mungkin mantan pacarmu, Vandu ,,, kamu kan yang paling sexy di kampus dulu dan sekarang juga masih hot” puji Bala “Lebih baik kamu temui saja dia, Vandu”, “Apakah kamu sudah gila ? Aku ini sudah menikah dan aku bahagia” sahut Vandu “Iyaa, kamu tidak usah takut, kalau dia melewati batas, kamu bisa menjelaskan padanya kalau kamu sudah menikah dengan Bala” Vandu mulai berfikir 

“Kenapa aku harus pergi menemuinya ?”, “Sama seperti aku yang suka chatting, aku merasa lebih percaya diri dan berubah, hidupmu membosankan bukan ? Cobalah sesuatu yang baru” ujar Bala “Maksudmu, aku harus menemui orang asing ini ?”, “Aku kan bilang hanya bertemu, buka melarikan diri dengannya” Bala mencoba menggoda Vandu “Aku merasa ini sangat bodoh” Vandu merasa jengah namun Bala bersikeras meminta Vandu untuk menemui laki laki yang mengiriminya sms “Baiklah, ini karena kamu yang memintanya” ujar Vandu 

Raman sedang menunggu untuk menghadiri sebuah meeting di hotel, Raman memberitahu koleganya “Aku sedang menunggu istriku, untuk meminta tanda tangannya” ujar Raman, saat itu Ashok dan Suraj sampai juga disana “Ashok, aku mohon agar kamu tidak bertengkar dengan Raman disini” pinta Suraj, Ashok kemudian menyapa Raman dan berjalan kearahnya, tiba tiba mereka mendengar suara Ishita, mereka semua kaget ketika melihat Ishita mengenakan kain saree rancangan designer, anting anting dan tatanan rambut mirip Shagun, Raman dan Ashok melihat sosok Shagun dalam diri Ishita karena Shagun biasanya suka sekali mengenakan pakaian seperti itu, mereka berdua benar benar kaget melihat Ishita yang tersenyum sambil menatap kearah Ashok dan berjalan melewati Raman dan terus berjalan kearah Ashok “Hallo Ashok” Ishita menyapa Ashok sambil tersenyum “Ashok, jangan memandangi aku seperti itu terus, apa yang akan orang orang katakan ? Kamu terkejut bukan ? Apa aku sangat mengesankan bagimu” ujar Ishita dengan gaya genitnya yang sedikit menggoda Ashok, 

Sementara Ashok hanya terdiam dan tidak mau berkata kata, Raman segera menghampiri Ishita “Ishita, apa yang kamu lakukan ? Apakah kamu baik baik saja ?”, “Raman, tidak usah cemburu” Raman segera menggeret Ishita untuk menghadiri meeting, Ashok dan Suraj tertegun melihat kearah Ishita “Lihat Suraj, sikap Ishita sekarang mirip seperti Shagun dan memakai pakaian yang sama”, “Sudah lupakan, Ashok ,,, ayoo kita meeting saja” ujar Suraj, mereka kemudian menghadiri meeting, Raman menatap kearah Ishita, bahkan Ashok tidak mempunyai petunjuk apapun, saat itu Ashok hendak makan jamur, tiba tiba Ishita memegangi tangannya dan mulai mendekat kearahnya dan menghentikan suapan Ashok “Apa yang salah denganmu, Ashok ? Apakah kamu alergi jamur ? Apakah kamu lupa ?” Ashok kaget mendengar ucapan Ishita sambil menatap kearahnya, 

Raman yang duduk di sebrang meja Ashok juga merasa heran dan tidak mampu berkata kata, Ishita kemudian mengambil garpu dari tangan Ashok dan menaruhnya “Kenapa kamu melihatku seperti ini ? Apakah kamu merasa khawatir padaku ? Kamu ini telah bersalah, Ashok ,,, sebenarnya aku tidak peduli pada kehidupanmu, karena kamu masih membutuhkan hukuman yang lebih lagi” ujar Ishita sambil mengerling kearahnya sambil tersenyum menggodanya, kemudian Ishita kembali ke tempat Raman dan duduk di sebelah Raman, Raman menatap kearah Ishita dengan perasaan heran SINOPSIS MOHABBATEIN episode 587 by. Sally Diandra

Bagikan :