SINOPSIS MOHABBATEIN episode 541 “ADI GALAU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 541 “ADI GALAU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 541 “ADI GALAU” by. Sally Diandra Adi sedang berjalan di tepi jalan dengan perasaan sedih, tanpa disadarinya ternyata Adi nyaris saja ditabrak oleh mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, Shagun yang saat itu juga berada disana, segera menarik Adi menghindari mobil tersebut “Adi, kamu baik baik saja sayang ?”, “Selama ini ibu ada dimana ? Kenapa ibu tidak pernah menemui aku selama ini ? Apakah ibu tidak merindukan aku ?” Shagun menggeleng “Tidak, Adi ,,, aku tidak merindukan kamu” saat itu Adi dipanggil oleh supir, Shagun segera meninggalkan Adi, sedangkan Adi juga langsung pergi bersama mobil yang menjemputnya, saat Shagun masih berdiri disana menatap dari kejauhan, memperhatikan Adi sambil berkata “Adi, Raman akan memberikan kamu segalanya, aku sangat menyayangi kamu tapi kamu tidak akan bisa bahagia bila bersamaku” gumam Shagun sedih 

Bala membawa sebuah Gajra (semacam kain) untuk Vandu “Vandu pasti akan sangat senang begitu melihat Gajra ini, kehangatan akan mewarnai hubungan antara sepasang suami istri setelah memiliki dua orang anak” gumam Bala, Bala benar benar mengejutkan Vandu dengan Gajra tersebut, Vandu tersenyum senang melihat Gajra itu dan berkata “Kamu memang sangat manis, Bala ,,, akhirnya kamu membelinya setelah beberapa tahun”, “Aku menyadarinya juga, Vandu ,,, kalau kita sudah lama tidak menghabiskan waktu kita sendirian” Bala dan Vandu teringat pada kenangan masa lalu mereka berdua “Aku akan membuatkan kopi untukmu, lalu kita bisa duduk dan ngobrol berdua” ujar Bala, 

Saat itu Adi baru saja pulang kerumah, Shravan memintanya untuk ikut dengannya dan bermain bersamanya dan Ruhi namun Adi malah memarahi Shravan dan menyuruh Shravan pergi, sementara itu Bala sudah membawakan kopi untuk Vandu dan melihat Vandu ternyata sudah tertidur Shravan mencoba menemui Ishita dan mengajak bibinya ngobrol soal Adi “Mungkin kak Adi sedang banyak pekerjaan sekolah, jadi dia merasa tertekan”, “Aku hanya mencemaskan kak Adi, bibi ,,, aku tidak mengeluh” Ishita tersenyum “Aku tahu, kamu itu anak yang baik” hibur Ishita, 

Ishita kemudian menemui Adi dikamarnya sambil memberikan segelas milkshake kesukaannya, Adi sedang duduk dengan perasaan kesal “Adi, ada masalah apa ?”, “Hari ini, aku bertemu dengan ibu Shagun” ujar Adi kesal “Lalu ,,, ?”, “Aku bertanya padanya apakah dia tidak merindukan aku ? Dia bilang tidak !” Ishita tersenyum “Mungkin ibu Shagun tidak punya waktu saat ini, sekarang dia tinggal Delhi dan lagi mungkin ibu Shagun sedang ada masalah mengurusi semuanya sendirian tapi dia itu tetap ibumu” Adi teringat pada ucapan Vinni “Adi, ibu Shagun sangat menyayangi kamu, tidak ada yang lebih penting bagi seorang ibu selain anaknya sendiri, ibu Ishi bisa menjamin itu, jangan begitu gelisah” hibur Ishita sambil memeluk Adi penuh kasih sayang 

Dokter Manoj pulang ke apartemennya dan melihat makanan masih berada di meja makan “Shagun tidak makan rupanya, apakah dia baik baik saja ?” gumam dokter Manoj, kemudian dokter Manoj bergegas menemui Shagun “Shagun, apakah kamu baik baik saja ?” dilihatnya Shagun sedang mabuk “Pergi saja sana kamu, Manoj !” bentak Shagun dengan nada marah dan kesal “Aku ini sangat buruk ! Aku ini adalah seorang pecundang ! Aku tidak berharap yang baik untuk siapa saja, tidak ada seorangpun yang bisa bahagia dengan tinggal bersamaku ! Aku ini memuakkan, tinggalkan saja aku sendirian !” dokter Manoj langsung keluar dari kamar Shagun begitu mendengar Shagun meracau lalu memberitahu perawatnya kalau dirinya tidak akan ke rumah sakit hari ini sambil berfikir “Aku tidak bisa meninggalkan Shagun sendirian dengan keadaan seperti ini” bathin dokter Manoj 

Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla sedang membuat ghee paratha untuk Ishita dan meminta Neelu untuk menambahkan mentega kapanpun dia membuatkan paratha untuk Ishita, Adi saat itu duduk di meja makan dan hendak makan paratha tapi Neelu segera mencegahnya sambil berkata “Adi, jangan dimakan paratha itu, itu paratha untuk nyonya Ishita, aku akan membuatkannya lagi untuk kamu” ujar Neelu “Aku ingin makan yang ini saja, kamu bisa membuat paratha yang lain untuk ibu Ishi” ujar Adi hingga piringnya jatuh lalu Adi pergi dari sana dengan perasaan kesal, Ishita menyela “Neelu, ada apa ?”, “Adi tadi mau makan paratha yang dibuat untukmu, nyonya Ishita” ujar Neelu, Ishita lalu mengambil paratha itu dan berusaha menghentikan Adi namun nyonya Bhalla segera mencegah Ishita dan menyuapkan paratha itu pada Ishita 

Amma sedang bergumam pada dirinya sendiri “Waktu tidurnya Ishita itu sangat penting” saat itu nyonya Bhalla sedang memainkan musik sambil menari nari, Amma langsung masuk ke rumah nyonya Bhalla dan meminta nyonya Bhalla untuk mematikan musiknya, kemudian Amma menyalakan musik ala Tamil, Amma sangat senang dan menikmatinya, nyonya Bhalla tidak terima, mereka berdua langsung bertengkar, Appa dan tuan Bhalla yang melihat pertengkaran mereka, rupanya tidak peduli dan langsung pergi meninggalkan mereka, Ishita yang mendengarnya, langsung menghampiri mereka, begitu pula Raman “Ibu, kenapa kalian bertengkar ?” tanya Ishita heran “Ishita, Raman, bilang sama ibumu ini, apakah ada seseorang yang memainkan musik seperti itu untuk si bayi ?” Raman yang juga ada disana merasa heran 

“Bayinya siapa, ibu ?”, “Bayimu dan Ishita” Raman dan Ishita terkejut begitu mendengar ucapan ibunya “Apakah kalian berdua sudah tahu ?”, “Kami sudah memahaminya melalui cerita virus bayi, lalu kami menemui dokter Manoj, dia yang mengatakannya pada kami” ujar nyonya Bhalla senang, Amma langsung memeluk Ishita “Kami sangat senang begitu mendengarnya dan kami tahu alasan kalian berdua menyembunyikan semua ini dari kami”, “Semua ini adalah keajaiban” sela Amma “Hal ini berkat kontribusiku juga, ibu” sahut Raman, Ishita langsung pergi meninggalkan mereka dengan perasaan malu, begitu Ishita pergi, Raman memberitahu mereka kalau ada sebuah komplikasi dalam kehamilan Ishita, oleh karena itu mereka harus menjaga dan merawat Ishita dengan baik, Raman kemudian berlalu dari sana, nyonya Bhalla dan Amma saling berpelukkan dengan perasaan senang 

Sarika dan Ishita sedang ngobrol soal proses penerimaannya yang di tunda “Aku akan mengajakmu kesana” ujar Ishita, namun nyonya Bhalla menyuruh mereka untuk istirahat saja “Kami akan pergi untuk mengurus penerimaan Sarika, ibu” kemudian Ishita dan Sarika pergi ke sana, nyonya Bhalla bergumam pada dirinya sendiri “Ini adalah kesalahanku, aku terlalu menyayangi menantu menantuku itu” gumam nyonya Bhalla 

Ashok sedang berada di jalan dan melempar botol air ke jalan sambil ngobrol dengan seseorang di telfon, seorang perempuan tiba tiba memarahinya karena telah melempar botol air itu kejalan dan menghalangi jalannya “Apakah jalan ini jalannya ayahmu ?” bentak Ashok, mereka berdua kemudian bertengkar “Sudah pergi saja sana kamu !” perempuan itu langsung menarik kerah baju Ashok dan meminta Ahsok untuk menghentikan tindakannya, Ashok berbalik dan nyaris hendak menampar perempuan itu, Ishita yang saat itu juga ada disana segera memegang tangan Ashok dan memarahinya karena beraninya mau menampar seorang perempuan, Ishita mengata ngatai Ashok di depan orang banyak, 

Ashok sangat marah dan kesal, sementara itu perempuan tadi berkata “Aku akan memotret wajahmu dan memasangnya di internet untuk menunjukkan kalau kamu telah mengacau dijalanan”, “Sudah diam ! Kalian semua !” bentak Ashok “Ambil botol itu ! Dan masukkan ke tong sampah !” Ashok tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Ishita, Ashok balik memarahi Ishita, Ishita langsung menarik kerah baju Ashok dan meminta perempuan itu untuk menyuruh Ashok membersihkan jalanan “Bersihkan jalanan ini !” bentak perempuan tadi, Ashok akhirnya menurut dan mengambil botol yang dilemparnya tadi dan memasukkannya ke dalam tong sampah “Jangan lakukan hal ini lagi !” perempuan itu lalu bergegas pergi dari sana, sementara Ashok mulai mengancam Ishita 

“Kamu harus membayar semua ini, Ishita !” Ishita menghentikan ucapannya lalu menampar Ashok dengan keras “Ini adalah jawaban untuk hari itu, ingat tamparan ini !” ujar Ishita marah, mereka berdua kemudian bertengkar, Sarika merasa cemas, kemudian Ishita bergegas pergi bersama Sarika, Ashok hanya memperhatikan kepergian Ishita sambil bergumam pada dirinya sendiri “Ishita telah melewati semua batasannya hari ini, dia telah menghina aku didepan orang banyak, aku akan lihat sampai berapa lama kamu akan merayakan kebahagiaanmu ini ?” gumam Ashok kesal SINOPSIS MOHABBATEIN episode 542 by. Sally Diandra

Bagikan :