SINOPSIS MOHABBATEIN episode 512 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 512 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 512 by. Sally Diandra Keluarga Bhalla akhirnya bersatu lagi dengan Raman, nyonya Bhalla berterima kasih pada Dewa dan memberitahu Ishita tentang persatuan tersebut melalui telfon “Ini adalah berita yang sangat luar biasa, ibu” ujar Ishita senang, saat itu Rinki datang ke rumah keluarga Bhalla dan melihat Raman sudah kembali lagi ke rumah keluarga Bhalla, Rinki merasa heran “Apa yang terjadi disini ?” gumam Rinki heran, saat itu nyonya Bhalla masih asyik menelfon dengan Ishita “Ibu tahu kalau hal ini pasti akan terjadi, itulah mengapa ibu membuat rencana ini untuk menyatukan Raman dan ayahmu” Rinki mendengar semua pembicaraan ibunya “Ibu akan menyuruh Romi untuk membawa kamu kesini”, “Ibu, ibu bisa mengirimkan Romi nanti saja” ujar Ishita, 


Rinki bergegas menyeruak dan membuyarkan kebersamaan Raman dan keluarganya yang sedang menikmati makanan mereka di meja makan  sambil berkata “Bagaimana bisa kalian semua ini begitu bodoh ?” tanya Rinki sambil memberitahu mereka semua tentang rencana ibunya dan Ishita bersama Kakkad “Ini semua hanya sandiwara mereka” saat itu nyonya Bhalla keluar dari kamar dan terkejut mendengar ucapan Rinki “Ibu dan kak Ishita yang telah merencanakan ini semua, meskipun mereka menunjukkan kalau mereka tidak saling bicara satu sama lain”, “Rinki, apa yang kamu katakan ?” sela Simmi, semua orang kaget dan tidak percaya “Apakah kalian semua tidak tahu betapa besar sandiwara yang mereka mainkan ? Aku mendengarnya sendiri ketika ibu sedang bicara dengan kak Ishita ditelfon” ujar Rinki lantang, 

Tuan Bhalla langsung berdiri dan menghampiri istrinya lalu bertanya “Toshi, katakan padaku, apakah semua ini benar ? Apakah kamu sengaja mengundang orang luar dan melakukan penghinaan ini ? Itu artinya kamu yang telah menghina aku ! Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana perasaanku ? Kamu telah membuat rencana jahat ini untuk membuat anakku berdiri didepanku dan tinggal bersama kita ? Kamu telah membuat pertengkaran di rumah kita diketahui semua orang” ujar tuan Bhalla kesal, nyonya Bhalla nampak ketakutan, saat itu Ishita sedang menunggu dirumah keluarga Iyer kemudian Ishita bergegas menuju ke rumah keluarga Bhalla, sedangkan nyonya Bhalla mulai menangis dan berkata “Suamiku, dengarkan aku dulu” namun tuan Bhalla tetap memarahinya dengan menunjukkan bagaimana statusnya dirumah itu, tiba tiba nyonya Bhalla pingsan, semua anak anaknya memegang dirinya dan mulai panik, 


Ishita tiba disana dan terkejut melihat nyonya Bhalla pingsan, Ishita segera berlari menuju ibu mertuanya ini, Rinki langsung nyeletuk “Oooh jadi dia sudah ada disini, semua orang sudah tahu drama yang kalian lakukan kali ini jadi hentikan saja dramamu itu !” Ishita tertegun dengan ucapan Rinki “Rinki, apakah kamu kurang waras ? Saat ini ibu sedang benar benar pingsan !” balas Ishita, mereka semua kemudian membawa nyonya Bhalla ke dalam kamarnya, tuan Bhalla segera mencegah Raman yang juga hendak menolong ibunya “Hentikan, Raman ,,, kami bisa mengurusinya, ini semua terjadi gara gara kamu”, “Ayah, apa kesalahanku ?” Raman merasa heran, tuan Bhalla lalu menyalahkan semuanya pada Raman dan meminta Raman untuk pergi dari apartemennya, Raman pun di kesal dan menimpakan hal ini pada Ishita “Kamu bahagia sekarang ? Dan kamu Rinki, urusi rumahmu sendiri !” ujar Raman kemudian pergi dari sana dengan perasaan kesal, Ishita langsung bertanya pada Rinki “Rinki, kenapa kamu menghancurkan rumah ini ? Apa yang kamu dapatkan dari semua ini ?” tanya Ishita kesal, Rinki bergegas masuk ke kamar, Ishita hanya bisa menangis 

Ishita sedang ngobrol dengan Raman “Raman, kamu harus pergi kesana dan melihat keadaan ibu”, “Apakah kamu tidak bisa melakukan hal lainnya ?” bentak Raman kesal “Kami melakukan hal ini untuk menghentikan kesenjangan antara kamu dan ayah”, “Tapi sebaiknya kamu pikiran dulu baik baik sebelum melakukannya, karena permasalahannya semakin bertambah buruk sekarang” ujar Raman kesal, nyonya Bhalla sedang menangis dan memberitahu Simmi kalau dia ingin keluarganya bersatu kembali “Memangnya kenapa ? Kak Raman sendiri tidak pernah menghargai keluarga ini”, “Rinki, diam kamu ! Lihat situasinya baru bicara !” bentak tuan Bhalla kesal “Aku sekarang sudah punya apartemen sendiri, aku tidak akan tergantung pada siapapun sekarang” tuan Bhalla tertegun “Bagaimana bisa kamu mempunyai apartemen ? Kapan kamu membelinya ?” tanya tuan Bhalla heran “Ada seseorang yang memberikannya padaku sebagai hadiah, belakangan hari ini orang asing lebih baik dari pada keluarga sendiri” ujar Rinki sambil berlalu dari sana 

Keesokan harinya, Ishita melihat Raman masih marah padanya, Ishita berusaha meminta maaf pada Raman dengan cara menyanyikan sebuah lagu permintaan maaf, namun Raman tidak peduli dan langsung pergi untuk ganti baju, Ishita kembali bernyanyi agar Raman mengakhiri kemarahannya padanya, tiba tiba Raman keluar dari kamar mandi dan membalas nyanyian Ishita kalau hatinya telah terluka, Ishita kembali bernyanyi namun Raman langsung menyela “Sudah hentikan ! Aku tidak berselera untuk bermain antakhasri denganmu sekarang” ujar Raman lalu pergi meninggalkan Ishita 

Di apartemen Shagun, Shagun bertanya tentang kamar yang dikunci pada pembantu yang bekerja di apartemen itu “Pemilik apartemen ini menyimpan barang barang miliknya di dalam kamar tersebut, nyonya ,,, sebenarnya tidak ada apa apa, kenapa kamu berusaha ingin tahu tentang hal itu ? Apakah kamu pulang sebelum jam 8 malam ?” tanya pembantu itu “Iyaa”, “Aku akan menyiapkan makan malam jam 10 malam” sahut pembantu itu lagi “Gunakan minyaknya sedikit saja untuk makananku” ujar Shagun, kemudian berlalu dari sana, 

Begitu Shagun pergi, pembantu itu lalu menelfon Vicky, orang yang mengurusi apartemen “Vicky, majikanku sudah pergi, cepatlah datang !” ujar pembantu itu, saat itu Shagun bertabrakan dengan seseorang ketika Shagun sedang berjalan “Maaf” kemudian mereka berdua saling menjauh dan melanjutkan perjalanannya, kemudian laki laki itu menelfon Vicky “Vicky, aku sudah sampai disini” laki laki itu lalu mengenalkan dirinya sebagai dokter Manoj (dokter Manoj nanti jadi pacarnya Shagun), Vicky dan pembantu itu lalu ngobrol dengan dokter Manoj “Aku adalah dokter specialis kesuburan”, “Begini dokter Manoj, aku mempunyai empat anak” ujar si pembantu “Dia bisa membuat makanan yang sangat enak, dia akan tinggal disini dan bekerja” sela Vicky 

“Aku tidak masalah”, “Kamu memang orang yang baik, dokter Manoj ,,, namaku Shanti, apakah Vicky sudah mengatakannya padamu ?” tanya Shanti “Iyaaa, Vicky sudah mengatakannya padaku, aku akan menyimpan semua barang barangku dirumah dan kamar itu akan dikunci, aku biasanya ada dirumah pada siang hari karena aku bekerja pada malam hari” ujar dokter Manoj sambil membayar uang sewanya, Vicky dan Shanti tersenyum senang, begitu Manoj pergi, Vicky berkata “Kita sekarang mempunyai bayaran dobel untuk uang sewa satu apartemen, nyonya dan tuan itu tidak akan bertemu, ini menjadi tanggung jawabmu sekarang, Shanti”, “Jangan khawatir, Vicky” ujar Shanti optimis 

Dirumah keluarga Bhalla, Ishita berkunjung kesana untuk menemui nyonya Bhalla “Ishita, jangan lakukan hal seperti ini lagi !”, “Maafkan aku, ayah mertua ,,, tapi sungguh kami tidak berniat untuk menyakiti ayah, kami hanya ingin ayah dan Raman bisa bersama sama lagi” ujar Ishita dengan persaan menyesal “Oh iya ayah, Rinki telah menerima sebuah apartemen dari Ashok, Ashok bilang kalau Rinki itu sudah seperti adiknya, sikap Rinki memang masih kekanak kanakkan, dia tidak tahu kalau Ashok sebenarnya sudah memanfaatkan dirinya, aku takut, ayah ,,, aku ingin Raman yang mengurusi masalah ini” tuan Bhalla menyela ucapan Ishita “Kenapa ? Apakah kamu pikir aku ini akan membiarkan Ashok menyakiti keluargaku ? Aku juga bisa mengatasinya, aku tidak membutuhkan Raman !” ujar tuan Bhalla geram, Ishita lalu meminta nyonya Bhalla untuk jaga diri baik baik, Ishita segera berlalu dari sana 

Saat itu Raman sedang berada dikantor, kebetulan Jhakad datang ke kantornya dan mengundangnya ke sebuah pesta bisnis “Tuan Bansal yang menyuruhku untuk mengundang kamu dan istrimu, akan lebih baik kalau kita kesampingkan dulu perseteruan kita berdua”, “Baiklah, aku akan datang” sahut Raman “Jangan lupa ajak juga Ishita, istrimu”, “Terima kasih, baiklah tapi Ishita sedang sibuk dalam penyatuan keluarga saat ini” balas Raman, 

Sementara itu Ishita sedang menyiapkan Ruhi dan memintanya untuk makan terlebih dulu “Kali ini aku telah membuat banyak rakhi, ibu Ishi” ujar Ruhi sambil menyebutkan nama saudara laki lakinya bahkan putrinya Vandu yang masih bayi, kemudian Ruhi mengukur Ishita untuk special rakhi untuk bayi akan lahir nanti “Tahun ini aku akan mengikatkan rakhi pada perut ibu Ishi dan tahun depan pada pergelangan bayi ibu Ishi” Ishita tersenyum mendengar ucapan Ruhi yang polos sambil memeluknya dengan penuh haru dan bahagia SINOPSIS MOHABBATEIN episode 513 by. Sally Diandra

Bagikan :