SINOPSIS MOHABBATEIN episode 466 "PEMBALASAN DENDAM SUBBU" by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 466 "PEMBALASAN DENDAM SUBBU" by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 466 "PEMBALASAN DENDAM SUBBU" by. Sally Diandra Di rumah Bala dan Vandu, Bala mengabarkan pada seluruh keluarga Bhalla dan Iyer kalau mereka telah menyelesaikan permasalahan berita yang di manipulasi oleh Subbu, semua orang berterima kasih padanya, Raman dan semua orang juga merasa senang dan lega, kemudian Ishita mengajak Raman untuk ngobrol berdua, setelah mereka tinggal berdua, Ishita memberitahu Raman kalau Simmi telah pergi menemui Subbu dirumahnya bersama Ananya, Raman kaget dan menegur Ishita “Apakah kamu sudah gila ! Kenapa kamu biarkan mereka pergi kesana ?” tanya Raman panik, kemudian Raman memberitahu semua orang tentang kepergian Simmi ke rumah Subbu “Aku sudah berusaha untuk mencegahnya tapi Simmi bersikeras tetap ingin kesana” bela Ishita, Raman segera menelfon Simmi dan berkata “Dia tidak mengangkat telfonnya !” ujar Raman cemas, akhirnya Raman dan Ishita pergi ke rumah Subbu, sementara anggota keluarga yang lain semakin merasa cemas, 

Tak lama kemudian Raman dan Ishita sudah sampai di apartemen tempat tinggal Subbu dan buru buru masuk ke sana, ketika mereka hendak menggunakan lift, salah seorang penghuni mengatakan kalau liftnya sedang rusak, Raman dan Ishita segera menaiki tangga menuju ke atas ke apartemen Subbu, mereka akhirnya bisa masuk ke dalam apartemen Subbu, namun mereka tidak melihat siapapun disana, Raman semakin cemas, Ishita bergegas kembali ke bawah, sedangkan Raman berusaha mencari disetiap penjuru apartemen Subbu, mulai dari kamar, dapur dan sebagainya, sedangkan begitu sampai bawah, Ishita langsung bertanya pada penjaga apartemen yang sedang bertugas “Pak, apakah anda melihat seorang wanita bersama anaknya yang masih kecil ?” tanya Ishita cemas, di dalam apartemen Subbu, Raman masih terus mencari cari tapi tetap saja tidak menemukan Subbu, Simmi ataupun Ananya, Raman semakin gelisah, 

Raman kemudian turun ke bawah dan memberitahu Ishita kalau mereka tidak ada didalam apartemen “Ayooo kita lapor saja sama polisi” ujar Raman, ketika Raman dan Ishita hendak masuk ke dalam mobil, tiba tiba sendal Ananya jatuh dan mengenai Raman, Raman kaget dan mengetahui kalau itu adalah sendalnya Ananya, mereka berdua lalu mendongak dan melihat ke atap apartemen, Ishita dan Raman terkejut ketika melihat Simmi dan Ananya ada diatas sana persis ditepi atap apartemen bersama Subbu Rupanya Subbu meminta Simmi untuk melompat sambil menakuti nakutinya dengan sebilah pisau “Kamu harus lompat Simmi bersama Ananya ! Kalau tidak masalah dalam keluargamu tidak akan berakhir !”, “Subbu, aku mohon ,,, jangan lakukan ini” ujar Simmi sambil menggendong Ananya dan menangis ketakutan, 

Sementara Raman dan Ishita bergegas berlari menuju ke atap apartemen. Simmi meminta Subbu untuk memikirkan tentang Karthik “Anakku sudah mati ! Sekarang aku akan membuat kamu semua merasakan penderitaan yang sama ! Keluarga Bhalla harus tahu bagaimana rasanya menderita kehilangan orang yang sangat dicintainya, ayooo lompat ! Kalau tidak aku akan mendorong kamu jatuh ke bawah !” Simmi benar benar sangat ketakutan “Ayoo lompat ! Kalau kamu ingin menyelamatkan keluargamu !”, “Tidak, Subbu ,,, aku mohon, jangan” ujar Simmi sambil menangis, saat itu Ishita terjatuh dijalan dan meminta Raman untuk terus berlari ke atap apartemen untuk menyelamatkan Simmi, Ishita akan menyusul kemudian, tepat pada saat itu Vandu menelfon Ishita “Ishita, bagaimana keadaan Simmi ? Apakah kalian sudah bertemu ?” Ishita segera menceritakan tentang Simmi dan Ananya yang sedang berada di atap apartemen, Vandu kaget “Apa ?” Vandu segera memberitahu pada semua orang tentang hal ini 

Di atap apartemen, Subbu meminta Simmi untuk menyelamatkan keluarganya, Subbu teringat Raman dan permasalahan dalam keluarganya, saat itu Raman dan Ishita akhirnya sudah sampai di atap gedung, mereka berdua kaget melihat kondisi Simmi yang diancam oleh Subbu, Raman hendak menolong Simmi tapi Ishita mencegahnya dan berkata “Raman, jangan ! Subbu bisa melakukan apa saja pada Simmi” bisik Ishita lirih, Raman kemudian membuat sebuah rencana untuk mengalihkan perhatian Subbu, dengan begitu dia bisa menyelamatkan Simmi, Simmi meminta pada Subbu untuk membiarkan Ananya hidup tapi Subbu marah dan berkata “Tidak ada seorangpun yang memikirkan tentang anakku, dia juga tidak bersalah !” ujar Subbu sambil menangis, saat itu Simmi melihat Raman sambil bergumam lirih “Kakak ,,,” Raman memberikan kode ke Simmi untuk tenang, Subbu kembali berteriak “Ayooo lompat ! Kalau tidak aku akan membunuh kamu !” bentak Subbu, Raman kembali bersembunyi agar Subbu tidak melihatnya 

Seluruh keluarga menemui Sujata dirumahnya, Sujata kaget “Apa yang kalian semua inginkan dariku ?” tanya Sujata heran “Bibi Sujata, anda harus membantu kami, Subbu telah membawa Simmi dan Ananya, dia memaksa Simmi untuk melompat dari atap gedung, kami mohon, bantulah kami” pinta Bala “Kenapa aku harus menghentikan dia ? Biarkan saja dia melakukan apa yang ingin dia lakukan ?” nyonya Bhalla terperangah mendengar ucapan Sujata “Omong kosong apa ini ? Dia ingin mengambil nyawa anak dan cucuku ! Jika terjadi sesuatu pada putriku ,,, kamu memang sudah gila, bagaimana aku bisa melihata putriku sekarat ?” Sujata langsung menyela ucapan nyonya Bhalla “Putriku Laksmi dan anaknya juga mati dengan cara ini ! jika aku bisa menghadapinya, kenapa kamu tidak bisa, nyonya Bhalla ?” semua orang semakin terkejut melihat sifat asli dari Sujata “Apa yang Subbu lakukan saat ini, benar ! Dia tidak salah !” ujar Sujata santai 

Saat itu Shaila sudah sampai dirumah keluarga Bhalla dan penjaga disana bertanya “Nyonya, anda mau bertemu dengan siapa ?”, “Keluarga Bhalla” ujar Shaila “Mereka sudah pergi, nyonya” ujar penjaga itu lagi, sementara itu dirumah Sujata, ibunya Subbu meminta Sujata untuk menghentikan tindakan Subbu “Ini adalah sebuah kejahatan, Sujata ! Aku telah kehilangan menantu dan cucuku tapi aku tidak ingin kehilangan anakku ! Apakah kamu akan merasa nyaman kalau Subbu masuk ke penjara ?” tanya ibunya Subbu, saat itu Shaila menelfon Romi dan memberitahunya kalau dirinya sudah berada diluar rumahnya “Romi, aku datang kesini untuk mengatakan yang sebenarnya, apakah Simmi baik baik saja ?”, “Bibi, disana saja, nanti aku jemput bibi” Romi bergegas pergi menjemput Shaila, Sujata yang mendengar pembicaraan Romi lalu berkata dalam hati “Bahkan Shaila juga datang ke sini, bagus juga !” bathin Sujata “Bibi, ikutlah bersama kami, demi Subbu” pinta Bala 

Di atap gedung Raman memberikan kode ke Ishita untuk maju ke depan, Ishita segera menghampiri Subbu “Subbu, apa yang kamu lakukan ? Apakah kamu sudah gila ?”, “Aku tidak gila, Ishita ! Aku melakukan hal yang benar ! Pergi saja kamu dari sini karena kamu tidak bisa mengerti bagaimana rasanya mempunyai seorang anak karena kamu tidak bisa mempunyai seorang anak !” bentak Subbu lantang “Subbu, aku mohon hentikan !” namun Subbu tidak bergeming tetap menyuruh Simmi untuk melompat sambil mengacungkan pisaunya, tiba tiba Simmi terpeleset jatuh bersama Ananya namun Raman dengan sigap mampu memegangi tangan Simmi sekuat tenaga, Ishita sendiri menarik Subbu ke belakang, Subbu lalu mendorong Ishita hingga jatuh dan mencoba menghentikan Raman yang sedang menyelamatkan Simmi, 

Tepat pada saat itu semua orang sudah sampai di sana dan melihat mereka dari bawah, saat itu Subbu mulai memukul Raman namun Raman tidak melepaskan tangan Simmi yang masih bergelantungan di tepi gedung, nyonya Bhalla menjerit histeris begitu melihat Simmi, Ishita segera memukul Subbu dengan tongkat dan menolong Raman menyelematkan Simmi, semua orang panik melihat Simmi dan Ananya bergelantungan, Raman dan Ishita segera memegang tangan Simmi dan menarik mereka ke atas, Raman lalu memeluk adiknya erat “Aku sudah datang, semuanya baik baik saja” hibur Raman, tiba tiba Subbu terbangun sambil memegangi kepalanya, Raman dan Ishita sangat marah melihat Subbu, Raman segera menghajar Subbu dan semua orang sudah sampai di atap gedung, Bala mencoba menghentikan Raman yang terus menerus menghajar Subbu, sementara Sujata dan ibunya Subbu memegangi Subbu, 

Shaila juga sampai disana, nyonya Bhalla langsung memeluk Ananya sambil menangis, mereka semua melihat kedatangan Shaila, Shaila menatap ke arah Subbu “Dia ini orangnya, istrinya meninggal karena dia, istrinya meninggal karena karakternya yang buruk dan perbuatannya yang buruk !” Subbu langsung berteriak menyela ucapan Shaila “Hentikan omong kosong ini ! Aku tidak melakukan apapun ! Kamu tidak tahu apa apa ! Keluarga Bhalla telah menghancurkan hidupku !”, “Iyaa kamu itu pembunuhnya ! Kamu sudah membunuh istri dan anakmu sendiri !” balas Shaila “Aku tidak pernah membunuhnya ! Aku telah kehilangan semuanya !” Ishita menyela pembicaraan mereka “Subbu, katakan pada kami, sebenarnya ada masalah apa ini ? Kami tidak mengerti !”, “Dia itu tidak tahu malu !” Shaila kembali menyindir Subbu “Aku sangat mencintai Laksmi ! Ini semua karena kalian, aku tidak akan mengampuni kalian semua !” bentak Subbu, 

Semua orang jadi bertanya tanya ada apa gerangan ? Subbu kemudian memulai ceritanya “Awalnya kami sangat bahagia hidup bersama, Laksmi adalah seorang istri dan ibu yang baik, aku mempunyai semuanya dalam dirinya” ujar Subbu sambil teringat kenangan terindahnya bersama Laksmi “Aku telah mempunyai banyak impian untuk Karthik kalau dia besar nanti” ujar Subbu sambil menangis “Tapi semua impian itu hancur ! Karena kalian semua ! Laksmi meninggal ,,,” Sujata berusaha menghibur Subbu “Sampai suatu hari seorang gadis yang bernama Neha Vanraj datang dalam kehidupan kami” Raman menyela ucapan Subbu “Dia ,,,”, “Iyaaa dia itu sepupumu, Raman !” bentak Subbu SINOPSIS MOHABBATEIN episode 467 "ANCAMAN by. Sally Diandra

Bagikan :