SINOPSIS MOHABBATEIN episode 461 “ADI JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 461 “ADI JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 461 “ADI JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA” by. Sally Diandra Raman kemudian membawa Adi untuk kelas ilmu pengetahuannya, Adi menolak untuk masuk ke dalam kelas tersebut, tapi saat itu Adi melihat seorang gadis dan Adi langsung menyukainya, akhirnya Adi setuju masuk ke dalam kelas tersebut, Raman melihat ada sesuatu yang aneh dalam diri Adi karena Adi tidak mengatakan sejujurnya apa yang menjadi alasannya bergabung dalam kelas ilmu pengetahuan tersebut ke Raman, Adi lalu mengisi formulirnya dan dilihatnya gadis itu juga mengisi formulir, Adi tersenyum senang ketika mengetahui nama gadis itu adalah Vinni sambil berkata “Nama yang imut” gumam Adi, Raman kemudian menandatangani formulir Adi, Adi sangat berterima kasih pada ayahnya karena telah membawanya ke sana sambil memeluk Raman erat dan berkata “Aku sangat bersemangat untuk datang lagi ke kelas ini besok, ayah” ujar Adi, Raman kemudian mengajaknya ikut bersamanya, Adi melirik ke arah Vinni, sedangkan Raman merasa aneh dengan sikap Adi “Tadinya kamu itu tidak mau datang kesini dan sekarang kamu tidak mau meninggalkan tempat ini” ujar Raman heran 

Di rumah keluarga Bhalla, Ishita sedang ngobrol dengan Neelu, membahas soal menu makanan yang akan mereka sajikan hari ini, kebetulan saat itu Ishita membaca sebuah surat penunjukkan, Ishita teringat pada tulisan Laksmi di buku diarinya “Subbu bilang kalau Laksmi itu sedang depresi dan dia menulisnya dalam sebuah diari, kenapa aku tidak memperhatikan pada tanggalnya ?” gumam Ishita, saat itu Mihika menemuinya dan berkata “Kakak, aku tadi pergi untuk mengambil hasil laporannya, tapi dokter tidak memberikannya padaku, dia malah bilang kalau dia akan melakukan beberapa test lagi”, “Maafkan aku, Mihika ,,, aku sedang memikirkan tentang Subbu” Mihika langsung menyela 

“Aku bahkan juga merasa heran, kak ,,, kenapa dia berbohong ?”, “Aku merasa dia masih saja berbohong” ujar Ishita sambil menceritakan secara detail ke Mihika tentang kecurigaannya pada Subbu “Aku ini dia itu benar dan jujur, karena Simmi sangat bahagia saat ini, Simmi merasa dibutuhkan oleh seseorang, aku tidak ingin merusak impiannya, semua orang menunjukkan rasa simpati mereka pada Subbu, tapi aku ingin tahu apa alasan Laksmi melakukan aksi bunuh diri seperti itu ? Apakah itu karena depresi atau mungkin ada hal yang lain, sekali kita tahu alasannya, mungkin permasalahannya akan bisa diselesaikan”, “Instingmu memang benar, kak ,,, aku bisa membantumu dalam hal ini” Mihika langsung menelfon inspektur polisi Abhishek Singh 

Ishita dan Mihika lalu menemui Abhishek “Waah kamu menemukannya sangat cepat sekali” puji Mihika “Kebetulan aku punya teman di London dan dia akan mengirimkan semua detailnya segera, dia bilang Laksmi melakukan bunuh diri karena suaminya berselingkuh dengan perempuan lain dan tidak ada catatan tentang kegugurannya, dia melakukan bunuh diri ini bersama putranya yang baru berusia 1 tahun dan Subbu ada dirumah pada saat itu” Mihika dan Ishita terkejut begitu mendapat informasi dari Abhishek tentang Laksmi, 

Tak lama kemudian Ishita pulang ke rumah dan melihat Subbu sedang bermain main dengan Ananya, Simmi lalu berkata “Ishita, Subbu dan aku sudah memutuskan untuk tidak melakukan pesta pernikahan secara mewah dan besar besaran, kami akan menikah di catatan sipil saja, hanya keluarga kecil saja yang datang lalu kita makan siang bersama, kami akan pergi ke kantor catatan sipil hari ini dan kami akan menikah besok disana” Ishita kaget “Besok ?” Raman tersenyum dan berkata “Bukankah itu suatu hal yang luar biasa ? Selamat ya, Simmi” ujar Raman sambil memeluk adiknya ini “Makanlah manisan ini, Ishita” pinta Subbu dengan senyum manisnya “Selamat ya, Subbu” ujar Ishita sambil memikirkan sesuatu Raman kemudian mengantar Adi ke kelas ilmu pengetahuannya, sementara Adi menatap terus ke arah Vinni yang ternyata juga sudah datang “Adi, ayah akan mengantar kamu ke kelas” Adi langsung menyela ucapan Raman “Daaah ayah, aku ini sudah besar sekarang” ujar Adi kemudian berlalu dari sana meninggalkan Raman yang terheran heran “Dia benar benar sangat bersemangat sekali” guman Raman heran 

Saat itu Bala sedang ngobrol dengan Subbu dan Sujata tentang Laksmi, Sujata kembali berbohong ke Bala “Aku tahu kalau kita ini punya perbedaan tapi kita bisa kan berbagi penderitaan, ibu telah membuat aku menjadi seperti orang asing dan dia juga tidak menceritakan apa apa soal kamu dan Laksmi, apakah kamu mengatakan padanya ?”, “Kakak, bagaimana bisa aku mengatakan tentang hal ini pada ibu ?” Bala langsung memeluk Subbu, Subbu memberikan kode ke Sujata “Aku turut prihatin, Subbu ,,, kamu telah menghadapi begitu banyak masalah”, “Bagus juga, kamu bisa memulai sebuah hidup baru dengan Simmi dan Ananya” sela Sujata “Apakah kamu mau menjadi saksi di kantor catatan sipil besok ?”, “Tentu saja ! Vandu dan aku akan selalu mendukung kamu” ujar Bala senang, kemudian berlalu dari sana, begitu Bala pergi, Subbu berkata “Waktu yang terburuk untuk keluarga Bhalla akan dimulai besok, aku akan membuat skor yang sama” ujar Subbu “Betul, Subbu ,,, aku tidak akan membiarkan mereka bahagia setelah merenggut putri dan cucuku, berjanjilah padaku kalau kita akan balas dendam pada mereka”, “Aku berjanji, ibu ,,, Laksmi melakukan bunuh diri karena merasa tidak berdaya, aku anggap itu adalah sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh keluarga Bhalla” ujar Subbu geram 

Adi mencoba menghampiri Vinni dan mulai bergabung dengannya, rupanya Vinni ada di kelas 8 “Aku juga kelas 8” ujar Adi “Tapi kamu kelihatannya lebih muda dan kakakmu itu imut juga”, “Dia itu ayahku” ujar Adi menimpali ucapan Vinni yang mengira Raman adalah kakaknya Adi “Oh ya ? ayahmu sangat muda, imut dan tampan” saat itu Raman datang menghampiri mereka dan berkata “Terima kasih, aku ini ayahnya Adi bukan kakaknya” sela Raman “Ayah, kenapa ayah kesini ?”, “Kamu lupa bekal makananmu” Adi merasa malu ketika Raman memberikan bekal makanan padanya dan meminta Raman pergi “Heiii Adi, kenalkan temanmu itu dengan ibu Ishi, dengan begitu dia akan tahu betapa kerennya ayahmu ini” Adi langsung menyuruh Raman pergi dari sana “Adi, kamu ini hanya seorang anak kecil”, “Ruhi itu yang anak kecil, aku sudah besar” ujar Adi sambil tersenyum menatap kearah Vinni 

Ishita sedang ngobrol dengan Vandu kalau Subbu itu tidak berubah “Kakak, aku merasa kalau dia masih menyembunyikan sesuatu” kebetulan Bala datang dan menyela pembicaraan mereka “Ishita, kamu ini salah paham, aku tahu kalau kamu itu terkejut dengan beritanya Laksmi yang bunuh diri, kamu memiliki pandangan yang salah dengan kebaikkannya, tapi Subbu telah berubah setelah peristiwa tragis dalam hidupnya, berikan dia satu lagi kesempatan, Ishita” Ishita dan Vandu hanya terdiam “Ketika aku bertemu dengannya, aku sadar kalau dia telah menghadapi semua ini sendirian, aku seharusnya tidak meninggalkan dia sendirian”, “Bala, hentikan menyalahkan dirimu sendiri !” sahut Vandu 

“Kak Bala, aku kira dia memang telah berubah tapi tidak, kak” Vandu menyela ucapan Ishita “Ishita, bantulah dia dalam memulai sebuah kehidupan yang baru, dia memang telah melakukan hal yang buruk padamu tapi itu masa lalu, Subbu akan bahagia bersama Simmi” Bala juga ikut mendukung Vandu dalam membela Subbu didepan Ishita “Pikirkan, Ishita ,,, apakah nyonya Sujata akan mendukung Subbu jika Laksmi melakukan bunuh diri gara gara Subbu ? Dia bersama Subbu waktu itu, itu artinya dia tidak menyalahkan Subbu” ujar Bala “Ishita, berbahagialah untuk mereka dan lupakan semuanya” pinta Vandu namun Ishita masih belum puas dan masih memikirkan sesuatu SINOPSIS MOHABBATEIN episode 462 by. Sally Diandra

Bagikan :