SINOPSIS MOHABBATEIN episode 440 “TAKTIK ISHITA MEMANG JITU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 440 “TAKTIK ISHITA MEMANG JITU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 440 “TAKTIK ISHITA MEMANG JITU” by. Sally Diandra Di rumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla menjelaskan ke Simmi tentang memberikan sebuah kehidupan yang baru untuk Ananya dengan memberikan contoh Ishita yang bisa melengkapi keluarganya Ruhi “Simmi, pikirkan tentang Ananya, hubungan seperti itu tidak bisa ditemukan setiap hari, Subbu itu orang yang baik, pikirkan tentang Ananya” pinta nyonya Bhalla, sementara itu dirumah Mihir, Rinki melihat pintu rumah Mihir terbuka, Rinki mengira kalau Mihir sudah pulang, Rinki segera masuk ke dalam rumah dan melihat ada dekorasi bunga disana “Aku yakin, pasti Kharisma yang melakukan semua ini, dasar gadis genit“ gumam Rinki kesal, ketika Rinki masuk ke dalam kamar, dilihatnya Mihir ada disana, Rinki langsung bertanya dengan perasaan kesal “Dimana kamu menyembunyikan dia ? Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini ? Aku ini masih hidup ! Kamu harus menunggunya sampai aku mati !” ujar Rinki kesal 

“Kata katamu itu seperti didalam sinetron saja, apa yang kamu cari ?” tanya Mihir sambil melarang Rinki masuk ke dalam kamar mandi “Ini sudah keterlaluan, Mihir ,,, kamu menyembunyikan perempuan itu di dalam kamar mandi kan ? Aku ini ingin bersamamu, aku mencintai kamu dan kamu ,,,” ujar Rinki spontan sambil menarik kerah baju Mihir dan Mihir memegang tangan Rinki “Sekarang kamu bisa keluar !” teriak Mihir “Aku akan membunuh kamu, Mihir !” bentak Rinki semakin kesal, ternyata yang keluar dari kamar mandi adalah Romi sambil berkata “Rinki, semua ini adalah rencanaku”, “Tadinya semua ini adalah rencananya kak Ishita” Rinki tertegun “Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini, kak Romi ?” tanya Rinki kesal

“Rinki, Mihir itu orang yang baik, lebih baik sekarang, hilangkan semua kemarahan ini” ujar Romi, Mihir meminta maaf pada Rinki “Aku harus melakukan sandiwara ini, Rinki” Rinki tersenyum mendengarnya “Aku yang mengajarkan Mihir untuk ngobrol dengan gadis gadis itu karena dia itu seorang pengecut” Rinki tidak terima dengan ucapan Romi dan membela Mihir, Mihir memegang tangan Rinki “Mihir, kendalikan dirimu, aku ini masih ada disini”, “Yaa sudah, kalau begitu pergi kamu dari sini, Romi” Romi akhirnya berlalu dari sana, Mihir lalu mengatakan “Rinki, aku mencintaimu” ujar Mihir sambil memeluknya erat 

Sementara itu nyonya Bhalla meminta Ishita untuk meyakinkan Simmi “Ibu, kita tidak bisa memaksanya”, “Bagaimana kalau kita kehilangan lamarannya” tanya nyonya Bhalla cemas “Tidak usah khawatir, bibi” tiba tiba Subbu muncul dirumah mereka “Aku akan menunggu Simmi sampai Simmi siap dan aku juga akan memberikannya waktu sebanyak yang dia inginkan, aku tahu kalau kalian pasti mengkhawatirkan hal ini, tapi percayalah padaku, aku akan menjaga Simmi dan Ananya” saat itu Simmi datang dan menatap ke arah Subbu “Aku memang tidak bisa membuat janji yang romantis, kehidupan telah menunjukkan padaku banyak hal, berpisah, menikah, anak dan kecelakaan, saat ini aku merasa memiliki sebuah tanggung jawab baru, yaitu peduli dan membesarkan Ananya” Simmi hanya terdiam mendengar ucapan Subbu “Aku rasa hal ini lebih besar daripada perasaan romantis ketika kuliah dulu, kamu punya waktu untuk memikirkannya, aku tidak akan memaksa kamu, aku hanya ingin bertanya dengan cara yang sederhana, apakah kamu mau menikah denganku, Simmi ?” tanya Subbu 

“Aku rasa Simmi mungkin butuh waktu, Subbu” sela Ishita ketika melihat ekspresi wajah Simmi “Aku sudah bilang kan tadi kalau aku akan memberikan dia waktu dan aku mohon, bibi Bhalla ,,, jangan paksa Simmi, dia harus bisa merasakannya sendiri dan memilih aku, kemudian hubungan kami akan berhasil” Ishita tersenyum mendengar ucapan Subbu, Simmi bergegas ke kamarnya sendiri dan menangis disana, Simmi teringat Parmeet dan masa lalunya yang indah ketika bersama Parmeet, lalu Simmi mengajak Ananya ngobrol “Ananya, ibu bingung dan ibu tidak ingin melakukan kesalahan lagi” ujar Simmi “Ayah ,,, ibu ,,,” sahut Ananya, Simmi teringat pada Parmeet dan Subbu, Simmi mencoba membedakannya sambil memeluk Ananya erat 

Ishita sangat senang ketika mengetahui kalau Rinki telah setuju untuk kembali ke  Mihir “Terima kasih untuk semua yang telah kamu lakukan dan membuat aku jadi bisa bicara dengan Rinki lagi” ujar Mihir “Aku juga mau mengucapkan terima kasih dan minta maaf karena kak Raman telah bertengkar denganmu karena aku, kak ,,, aku akan mengatakan pada kak Raman semuanya” timpal Rinki “Kakak, datanglah kesini untuk makan malam dirumah kami” Ishita akhirnya setuju dengan permintaan mereka, saat itu Simmi datang menemui Ishita “Ishita, aku telah memikirkannya dengan begitu banyak pertimbangan dan aku merasa kalau aku siap untuk pernikahan ini “Sungguh, Simmi ?” Ishita benar benar tidak percaya “Ini adalah kebahagiaan yang berlipat ganda, kamu tahu ,,, saat ini Rinki dan Mihir telah bersatu, aku sangat bahagia” ujar Ishita sambil memeluk Simmi 

Ishita sedang ngobrol sama Romi “Romi, orang Punjabi itu sangat keras yaa, kita sudah melakukan banyak hal untuk menjelaskannya ke Rinki, sangat sulit sekali untuk meyakinkannya” saat itu mereka melihat Appa ada di tempat parkir, Ishita lalu meminta Romi untuk membeli kacang tanah “Sekarang, kak ? malam malam begini ?” tanya Romi heran, akhirnya Romi pergi menuruti permintaan Ishita  setelah Ishita berhasil membujuknya

Tak lama kemudian Ishita menemui Appa sambil membawa kacang tanah dan memberikannya ke ayahnya “Ishita, dari mana saja kamu pada jam begini ?”, “Aku baru saja pulang makan malam, ayah” ujar Ishita sambil menceritakan tentang Rinki dan Mihir “Untung saja Mihir dan Rinki bisa bersatu, di dalam panas jadi ayah keluar untuk mencari udara segar” ujar Appa “Ayah, ayooolah katakan saja yang sejujurnya” sahut Ishita “Aku sedang memikirkan tentang Simmi, Subbu telah membuat dirimu patah hati”, “Ayah, aku sudah berubah sekarang” sela Ishita “Iyaaa, tapi dia menikah dengan alasannya pribadi, mungkin bisa  saja dia tidak bisa menerima masa lalu Simmi, dia hanya menikah untuk Ananya, dia mungkin mendengar omongan orang lain dan meninggalkan Simmi” ujar Appa cemas, 

Ketika mereka berbalik dan menengok ke belakang ternyata ada tuan Bhalla yang sudah berdiri disana menatap kearah mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka barusan “Tuan Bhalla, kami tidak berkata kalau keputusanmu itu salah, aku hanya ,,,” Appa merasa canggung di depan tuan Bhalla, sedangkan tuan Bhalla langsung membuka tangannya untuk memeluk Appa, Appa segera memeluknya, Ishita terharu melihat kedua kakek ini “Aku bahagia karena kamu juga perhatian dengan Simmi, dia itu sangat beruntung” ujar tuan Bhalla “Aku hanya ingin keluarga kita bahagia” balas Appa “Itu artinya keamanan ganda untuk Simmi” ujar tuan Bhalla, Ishita mulai memikirkan sesuatu 

Keesokan harinya, Ishita sedang mengobati seorang anak kecil “Ini hanya infeksi kecil” ujar Ishita sambil meminta ibu si anak untuk mengisi formulirnya “Aku sudah bilang kan, dokter Ishita ini memang ahlinya dalam menangani masalah gigi pada anak anak” sela Subbu yang juga ada diklinik, menemani Ishita “Ini akan selesai dalam beberapa kali pertemuan” ujar Ishita, Subbu sangat khawatir melihat Ishita mengobati anak kecil itu, Ishita hanya tersenyum dan menyuruhnya untuk keluar “Ishita, hati hati yaaa” pinta Subbu, 

Sementara itu Shagun sedang memberikan paspor anak anak pada agen tour dan travel “Cepatlah buat segera ! Ini sangat penting” pinta Shagun, Ashok lalu memegang tangan Shagun, Shagun malah memarahinya”Ayooolah, demi masa lalu kita dulu, aku tidak tahan melihat kamu”, “Menjauhlah kamu dari aku, Ashok ! Aku telah melihat siapa kamu sesungguhnya, lebih baik kalau kita tetap berkerja sama dalam tindak kejahatan ini, aku ingin pergi ke Australia bersama anak anakku, sekali aku bisa menghancurkan Raman dan Ishita, aku akan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan dan kamu juga bisa melakukan apa saja, aku ingin merenggut kebahagiaan Ishita” ujar Shagun sinis 

Ishita sedang ngobrol dengan ibu dan anak yang baru diobati, Subbu ikut nimbrung “Apakah dia baik baik saja ?”, “Dia baik baik saja” ujar Ishita sambil memberikan resep pada mereka, kemudian ibu dan anak itu pun berlalu dari sana, Subbu meminta maaf pada Ishita dan berkata “Maafkan aku, Ishita ,,, aku tidak bisa melihat anak anak yang menderita, itulah mengapa aku tidak bisa menjadi dokter gigi untuk anak anak” ujar Subbu “Subbu, aku ingin bicara dengan kamu” sahut Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN episode 441 by. Sally Diandra

Bagikan :