SINOPSIS VEERA episode 714 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 714 by. Sally Diandra Baldev dan Veera masih terus bertengkar di kamar mereka, Veera tidak membolehkan Baldev keluar kamar dengan membawa bantal, Baldev mulai marah “Apa yang akan kamu lakukan ? Aku tahu kalau kamu tidak peduli dengan aku ! Aku rasa seharusnya aku memang menjauh dari kamu !” tantang Veera “Ayahlah yang mencegah aku pergi, itulah mengapa aku tetap bertahan disini, aku sangat menghormatinya karena aku tidak pernah melihat ayah kandungku sendiri, aku tidak melukai perasaan ayah karena ayah percaya pada pernikahan kita ini” Baldev hanya dia sambil menahan amarahnya “Sekarang kamu sendiri yang putuskan, Baldev ,,, apakah kamu akan pindah ke kamar lain dengan menunjukkan pada ayah kalau hubungan kita sudah berakhir atau tetap tinggal dikamar ini dan biarkan pertengkaran ini terjadi dikamar ini ?” tantang Veera lagi, akhirnya Baldev membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan langsung mematikan lampu 

Keesokan harinya, tanpa sengaja lengan Veera berada diatas tubuh Baldev, Baldev pun terbangun, mereka berdua kemudian saling tersenyum satu sama lain, Baldev teringat pada ucapan Veera, Baldev langsung memlintir lengan Veera dengan sikap marahnya dan menyuruh Veera agar menjauh darinya, Veera juga membalas dengan memukul Baldev dan membentaknya, saat itu Balwant memanggil Veera, Veera segera berlalu dari sana meninggalkan Baldev 

Pagi itu Gunjan menemui dokter “Aku minta maaf, dok ,,, aku sangat sibuk akhir akhir ini jadi aku tidak bisa datang”, “Apakah kamu merasa kesakitan ?” tanya dokter “Aku hanya merasa lemas saja, dok ,,, sejak dua hari yang lalu dan kakiku ini juga sangat sakit” jelas Gunjan “Mungkin karena kamu sudah tidak minum obat lagi, coba aku periksa dulu” pinta dokter “Aku harus memberitahu suamiku tentang penyakitku ini, dok ,,, karena dia saat ini sedang rekaman di Amritsar, 


Sementara itu Ranvi ternyata masih berada di desa Pritampura, Ranvi sedang menelfon dengan seseorang “Baiklah, tidak apa apa kalau rekamannya di tunda, aku jadi punya waktu lebih bersama keluargaku” tak lama kemudian Ranvi membeli jalebis dan ketika sedang membayarnya, tiba tiba jalebisnya diambil oleh seorang gadis kecil, Ranvi merasa heran “Kemana jalebisku ?” Ranvi kemudian melihat lihat ke sekelilingnya, Ranvi bertanya pada penjual jalebis kalau jalebisnya tidak ada, seorang pria melihat gadis kecil itu berlari dan gagal menangkapnya, gadis kecil itu tersenyum, Ranvi juga melihat gadis kecil tersebut dan tersenyum kearahnya, gadis kecil itu melihat jalebisnya, hingga akhirnya pria tersebut bisa menangkapnya dan menegurnya “Aku mau jalebis !” pria itu menunjukkan ke Ranvi, gadis tersebut 

“Dia yang telah mencuri jelebismu, dia ini seorang pencuri”, “Sudah, lepaskan saja dia, pak ,,, dia bukan pencuri” akhirnya pria tersebut membebaskan si gadis kecil “Kenapa kamu mencuri jalebis ini ?”, “Aku lapar” Ranvi tertegun “Kamu seharusnya meminta pada ibumu, dimana ibumu ?” gadis kecil itu menggeleng “Aku tidak tahu” Ranvi semakin penasaran “Apakah kamu baru disini ?”, “Aku tidak tahu” Ranvi tersenyum lalu bertanya lagi “Siapa namamu ?”, “Aku tidak tahu” gadis kecil itu semakin menggemaskan “Lalu apa yang kamu tahu ?” Ranvi tertawa bicara dengannya 

“Baiklah, aku akan mencari ibumu, kamu disini saja dan makan jalebis ini” Ranvi kemudian berbalik dan gadis itu menghampiri Ranvi, Ranvi akhirnya berkata pada salah seorang pria “Aku akan membawa anak ini, kalau ada ibunya yang mencari dia, suruh saja dia datang ke rumahku”, “Apakah orang itu tahu rumahmu ?” Ranvi mengangguk “Iyaa, semua orang disini kenal denganku dan rumahku”, “Aku Deepu, semua orang tahu aku” ujar gadis kecil itu lagi “Baiklah, ayooo ikut aku” ajak Ranvi 

Veera melihat kedatangan Kohli kerumah mertuanya untuk meminta tanda tangan Baldev namun Baldev tidak membaca suratnya dulu, Veera tertegun melihatnya, kebetulan saat itu penanya habis “Veera, bisakah aku pinjam penamu ?” pinta Kohli “Ada didalam kamarku”, “Dia tidak akan mau mengambilnya” sindir Baldev, Veera segera mengambil pena itu dan memberikannya pada Baldev sambil bertanya “Bagaimana bisa kamu menandatangani surat ini tanpa membacanya terlebih dulu, Baldev ?”, “Aku percaya pada Kohli yang tidak kamu punyai untukku” Baldev kemudian pergi, Veera sangat khawatir dan berfikir apa yang harus dia lakukan untuk membuat Baldev membaca surat itu atau menghentikannya menandatangani surat itu 

Pada saat yang bersamaan, Ranvi membawa gadis kecil itu pulang ke rumahnya, Ratan merasa senang melihatnya dan bertanya “Siapa namamu nak ?” gadis kecil itu menyapa Ratan dan berkata “Aku Deepu, bolehkah aku minta manisan ?”, “Aku akan memberikan laddu untukmu” sahut Ratan “Bolehkah aku meminta segelas lassi ?”, “Baiklah aku akan mengambilkan lassi untukmu” sahut Ranvi, 

Sementara itu di rumah Baldev, Baldev akhirnya menandatangani surat itu, kemudian Kohli berlalu dari rumahnya, tak lama kemudian Baldev mendapat telfon dari dewan desa, Veera mendengarnya dan berfikir untuk menghentikan Baldev atau kalau tidak, Baldev pasti akan memutuskan keputusan yang salah dalam pertemuan dewan desa nanti “Baldev, aku ingin ikut ke pertemuan dewan desa” Baldev langsung menolak permintaan Veera “Kalau begitu antar aku ke rumah ibu”, “Apa yang terjadi ini ? Kamu ini meminta tumpangan dan lupa kalau kita berdua ini adalah orang asing sekarang ? Aku memang harus pulang ke rumah orangtuaku tapi bukan untuk kamu !” Veera tidak menggubrisnya “Mobil jeep itu kan punyanya ayah dan aku juga bisa menggunakannya bukan ?”, “Kamu seharusnya bilang dengan sopan, bilang tolong antarkan aku kerumah ibu” Veera tersenyum dan bicara dengan lemah lembut dan meminta tolong pada Baldev “Ya sudah, ayoo pergi !” akhirnya mereka berdua pun pergi 

Di rumah Ratan, Ranvi dan Ratan sedang bermain main dengan Deepu “Dia datang dari luar desa kita, ibu”, “Dia ini gadis yang manis, ibu berharap orangtuanya akan segera menemukannya atau ibu akan bicara dengan polisi untuk datang kesini untuk membawanya, siapa tahu orangtuanya sedang mencari cari dia” ujar Ratan, ketika Ratan sedang bermain dengan Deepu, Ratan tertawa mendengar ucapan Deepu yang polos, 

Sedangkan dirumah sakit, Gunjan baru tahu kalau dirinya tidak bisa mengandung lagi, Gunjan tidak bisa menjadi seorang ibu sekarang, penyakitnya merupakan komplikasi dari kecelakaannya dulu yang menyebabkannya keguguran, Gunjan terkejut “Bisa saja itu terjadi kesalahan, dokter ,,, waktu itu aku sedang hamil dan dokter mengatakan padaku kalau aku bisa hamil lagi setelah aku melakukan aborsi, tapi waktu itu mengalami keguguran” ujar Gunjan sambil memeriksa laporan lagi “Aku minta maaf, nyonya Gunjan ,,, aku sudah memeriksa laporannya dengan baik” ujar dokter, Gunjan seketika itu juga merasa dirinya akan hancur SINOPSIS VEERA episode 715 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top