SINOPSIS MOHABBATEIN episode 84 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 84 by. Sally Diandra Malam itu di pesta ulang tahun Aditya, Raman menegur Ashok “Pergilah dan temui anakmu ! Aku harap kamu bisa menikmati pesta yang telah kami rencanakan dengan baik” ujar Ashok kesal, akhirnya Raman dan tuan Bhalla pergi menemui Adi “Kasihan sekali Raman yang memiliki banyak harapan dari Adi tapi dia tidak tahu apa yang akan terjadi padanya malam ini” ujar Ashok sinis, kemudian Ashok menelfon seseorang dan berkata “Raman Kumar Bhalla sudah sampai disini” ujar Ashok 

Ishita sangat sedih karena pinjaman uangnya dibank ditolak, saat itu Ishita mendapat telfon dari seseorang “Pinjaman uangnya tidak mendapatkan sanksi, jangan khawatir, aku akan mengatur uangnya dari mana saja, aku akan melakukan apa saja tapi bawalah uangnya, baik aku datang, tunggu aku ya” Ishita kemudian pergi keluar, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra sementara itu Raman mengucapkan selamat hari ulang tahun untuk Adi dan memberikannya banyak hadiah, tuan Bhalla juga mengenalkan dirinya “Aku ini adalah kakekmu, Adi” tuan Bhalla juga memberikan hadiah untuk Adi dari seluruh anggota keluarga Bhalla ”Aku sudah mendapatkan banyak hadiah” Adi menaruh hadiah hadiah itu disebelahnya, 


Shagun menemui Ruhi dan mencium pipinya “Bagaimana kabarmu sayang ?”, “Aku baik baik saja, ibu ,,, ayah dan ibu Ishi sangat menyayangi aku” ujar Ruhi senang “Ibu sangat merindukan kamu sayang”, “Iyaa benar, Ruhi ,,, ibumu ini selalu menangis untuk kamu dan merindukan kamu” sela Ashok yang ikut bergabung dengan mereka “Paman Ashok, kamu ini selalu berbohong, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra apa yang paman bilang di sidang dului tu bohong dan paman berbohong bahkan sampai hari ini, seharusnya kalian tidak berbohong dan tidak mengatakannya pada ibu Ishi, ibu Ishi menangis dan matanya menjadi merah, ibu Shagun tidak pernah menangis untukku” ujar Ruhi polos kemudian berlalu meninggalkan mereka “Ruhi menjadi jauh dariku karena kebohonganmu, Ashok” ujar Shagun kesal “Heiii tenang, Adi bersama kita, dia tidak akan meninggalkan kita” hibur Ashok 

Raman sedang ngobrol dengan Adi “Ayah berharap kamu menyukai video games ini” Adi menyuruh pelayannya untuk melayani Raman sekeluarga “Tolong layani mereka ya, mereka ini tamu tamuku” ujar Adi dengan gaya bossynya lalu Adi memberikan hadiah video games dan hadiah hadiah yang diberikan Raman kepada supirnya sambil berkata “Berikan ini untuk anakmu” Raman dan tuan Bhalla kaget “Adi, kenapa kamu melakukan hal ini ?” sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra sambil tersenyum sinis Adi berkata “Aku sudah punya mainan seperti ini yang sudah dibelikan oleh paman Ashok untukku” Raman sangat terluka mendengar ucapan anaknnya “Adi, kami semua bahagia karena kamu telah besar sekarang” sela tuan Bhalla, dari tempatnya berdiri Ashok memperhatikan mereka dan berkata pada dirinya sendiri “Adi telah melakukan sebuah hal yang luar biasa, sekarang semuanya akan semakin menyenangkan” ujarnya sambil tersenyum penuh arti 

Tuan Bhalla memberitahu Adi tentang kaki neneknya yang retak sehingga tidak bisa ikut datang “Adi, ayooo ikut dengan kami, kamu bisa tinggal dirumah kami selama beberapa hari” pinta tuan Bhalla “Aku harap nenek segera sembuh”, “Jika kamu datang ke rumah maka nenekmu pasti akan segera sembuh” sela Raman “Aku mau saja datang kerumah kalian, tapi aku dengar kalau kamu sangat sibuk dan kamu juga sudah menikah lagi, ayah telah melakukan sesuatu sama ibu, itulah mengapa aku meninggalkan kamu, kamu tidak akan menikahi perempuan lain jika kamu mencintai ibuku”, “Adi, ayah selalu mencintai ibumu, ayah menikahi ibu Ishita hanya demi Ruhi” Shagun tersenyum senang mendengar pembicaraan mereka 

Ishita meminta pria itu untuk segera memproses visanya “Kami tidak bisa memulai proses visanya tanpa paspor, karena kami tidak mempunyai uang, kami tidak bisa membeli tiket”, “Jangan putus asa, selalu berfikir positif” hibur Ishita, sementara saat itu Rumi sedang membantu Mihika, Mihika sangat berterima kasih ke Rumi “Bossku pasti akan sangat terkesan denganku, ayooo Rumi ikutlah denganku, aku akan menunjukkan padamu bagaimana rencananya, kebetulan paman dan bibi tidak ada dirumah, ayoo ikut, aku akan merasa lebih baik kalau kamu bisa melihatnya” Rumi merasa senang dan berkata pada dirinya sendiri “Waaah tidak ada siapapun dirumah dan dia mengundang aku masuk ke rumahnya ,,, wow sangat menyenangkan Rumi !” bathin Rumi senang 

Di pesta ulang tahun Adi, Adi sedang memotong kue ulang tahunnya, tiba tiba Ruhi menyela dan berkata “Tunggu, kakak”, “Ada apa ?” Adi merasa heran “Sekarang tutup mata kakak dan buat sebuah keinginan dulu maka keinginan kakak akan menjadi kenyataan”, “Aku tidak percaya dengan hal begituan” ujar Adi ketus sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Baiklah, kalau begitu aku yang akan membuat keinginan” tak lama kemudian Adi menyuapkan potongan kue pertamanya pada Shagun dan berkata “Potongan yang ini untuk ayah” Raman merasa bahagia karena Adi akan memberikan potongan kue itu untuknya, namun ternyata Adi menyuapkannya ke Ashok, Raman terkejut dan hatinya terluka “Terima kasih, Adi ,,, anakku” Ashok tersenyum senang, Ruhi tidak menyukainya, 

Adi lalu menyuruh pelayannya untuk melayani semua tamu, kemudian potongan kue berikutnya diberikannya ke Ruhi “Adi, selamat ulang tahun, nak” sela Raman “Maafkan aku, aku tidak memberikan kamu kue ulang tahun” Shagun tersenyum mendengar ucapan Adi kemudian Adi kembali bemain dengan teman temannya, sementara Ruhi menyuapkan kue tersebut ke Raman sambil berkata “Kak Adi sedang sibuk bermain dengan teman temannya, ayah” hibur Ruhi sambil memeluk Raman dan berkata “Aku sayang kamu ayah”, “Ayah juga sayang kamu, Ruhi” sahut Raman haru sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Ayah tahu apa yang aku harapkan untuk kakak tadi ?” Raman menggeleng “Aku berharap kak Adi pulang kerumah kita dan berkumpul bersama kita” Raman menangis haru begitu mendengar ucapan Ruhi “Hal itu pasti akan terjadi sayang, kakakmu akan pulang dan tinggal bersama kita semua, ayah yakin itu” ujar Raman haru 

Saat itu Ashok menghampiri Adi dan berkata “Adi, ayah punya sebuah hadiah yang sangat special buat kamu”, “Ayoolah ayah cepat katakan apa itu ?” tanya Adi penasaran ”Ini dia !” ujar Ashok sambil memberikan sebuah kunci, rupanya Ashok memberikan hadiah sebuah mobil untuk Adi, supir mobil Adi yang kebetulan ada disana merasa heran “Sebuah mobil untuk anak yang baru berusia 11 tahun, sangat aneh” ujar supir tersebut, Adi bergegas mengecek mobil barunya, sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra Adi terlihat senang menerima hadiah tersebut “Ini adalah mobil barumu, Adi ,,,dan dia adalah supirmu yang akan membawamu kemanapun kamu ingin pergi” ujar Ashok sambil menunjuk pada supir tersebut, Adi kemudian menunjukkan mobil barunya pada Ruhi “Ruhi, mobil ini seperti punya ayahmu”, “Ayah kita, kakak” Ruhi langsung meralat ucapan kakaknya, mereka berdua kemudian ngobrol bersama, 

Sementara Ashok bertanya pada Shagun “Shagun, bagaimana ? Kamu suka ? Aku memang sengaja membeli mobil yang sama seperti punya Raman untuk Adi”, “Aku jadi penasaran, seperti apa nanti hadiah untukku pada ulang tahunku tahun depan ?” tanya Adi bersemangat sinopsis mohabbatein ditulis oleh sally diandra “Pastinya akan lebih besar lagi” sahut Ashok, Adi lalu duduk di dalam mobil dan pergi mencoba mobil barunya bersama sang supir” Raman hanya melihatnnya dari kejauhan Raman lalu menghampiri Shagun dan berkata “Pikiran tentang hadiah Adi itu, bagaimana bisa kalian memberikan hadiah sebuah mobil pada anak yang baru berusia 11 tahun”, “Aku tahu apa yang bisa kami berikan untuknya” sahut Shagun santai “Kamu itu tidak mencintainya, Shagun ,,, tapi kamu hanya ingin membalas dendam padaku” saat itu pengacara Shagun menghampiri mereka dan bertanya 

“Tuan Raman, apa yang kamu lakukan disini ? Sidang telah memutuskan kalau kamu harus berada jauh dari Adi, kamu bisa ditahan kalau melanggarnya”, “Adi yang mengundangku” Raman menimpali pertanyaan si pengacara “Tapi seharusnya kamu tidak datang ke sini, tuan Raman” saat itu Adi pergi bersama teman temannya, Raman mencoba menegur Adi, Ruhi juga melihat kalau hadiahnya dibuang ke lantai oleh Adi, Ruhi teringat akan ucapan Ishita, Ruhi sangat sedih, Raman juga terluka perasaannya, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang, Ashok mencegat Raman dan kembali menyindirnya seperti biasa “Ingat ! Anakmu masih bersama diriku !” ujar Ashok sambil tersenyum licik SINOPSIS MOHABBATEIN episode 85 by. Sally Diandra

Bagikan :