SINOPSIS VEERA episode 642 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 642 by. Sally Diandra Di rumah Balwant, Veera meminta Baldev untuk memberinya waktu selama satu bulan “Baiklah, aku akan memberikan kamu waktu satu bulan” Veera senang mendengarnya “Sungguh ?” lalu Veera mengulurkan tangannya ke arah Baldev, Baldev menyambut uluran tangan Veera sambil berkata “Kita akan akan mengadakan kesepakatan setelah satu bulan, perceraian kita akan terjadi bagaimanapun caranya” Baldev segera pergi dari sana, Bansuri yang mendengar pembicaraan mereka dari kejauhan merasa senang 


Saat itu Gunjan pergi ke toko obat untuk membeli test kehamilan dan berhenti sesaat ketika melihat seorang wanita “Gunjan, apakah kamu baik baik saja ? Atau apakah bibi Chaiji juga baik baik saja?” dalam hati Gunjan berfikir “Jika dia tahu maka dia pasti akan menceritakannya pada semua orang” bathin Gunjan, kemudian Gunjan meminta pada pelayan toko obat untuk memberikan obat pada wanita itu dulu, wanita itu memuji kebaikan Gunjan dan meminta Gunjan untuk membeli obatnya cepat karena mereka akan pulang bersama sama “Tapi kamu pasti akan terlambat, jadi lebih baik kamu pulang saja dulu” pinta Gunjan penuh harap, namun wanita bersikeras untuk menunggu Gunjan akhirnya Gunjan hanya membeli shampoo lalu mereka berdua pulang bersama sama 

Ranvi pulang ke rumah dan memanggil ibunya “Ranvi, kamu ini bagaimana, ibumu kan tidak ada dirumah” Ranvi tersenyum dan berkata “Oh iya, aku lupa, aku akan melakukan semua pekerjaan rumah, bibi tinggal bilang saja apa yang harus aku lakukan, karena bibi sangat berarti untukku” bibi Chaiji terharu “Bibi tidak akan bisa bahagia tanpa kalian semua, bibi tidak mengharapkan apa apa dari kalian semua” sahut bibi Chaiji “Bibi, apakah bibi tidak merindukan keluarga atau suami bibi, maafkan aku bertanya seperti ini kalau membuat bibi jadi terluka perasaannya” bibi Chaiji “Tidak usah meminta maaf, Ranvi ,,, ketika penderitaan telah begitu banyak kita lalui, semuanya akan lenyap bagaikan udara" Ranvi hanya terdiam mendengarkan

"Apa yang telah suami bibi lakukan selama ini pada bibi, tentu bibi akan mengingatnya, itu adalah penderitaan bibi, dia menikahi bibi lalu meninggalkan bibi begitu saja dan pergi ke luar negeri, dia tidak pernah membalas surar surat bibi, bibi sudah melupakannya dan membuat ayahmu, Sampooran Singh menjadi anak laki lakiku dan Ratan, ibumu menjadi anak perempuanku, lalu ketika kamu dan Veera hadir, kalian berdua menjadi alasanku hidup” Ranvi terharu mendengarnya “Suatu saat nanti kalau kamu dan Gunjan menjadi orangtua, kalian berdua menjadi orangtua, kalian berdua harus mengatur semuanya dengan baik seperti mengatur jadwal makan kalian setelah anak anak kalian makan terlebih dulu” Ranvi tersenyum mendengarnya 

Saat itu Gunjan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah bersama wanita yang bersamanya tadi sambil berfikir dalam hati “Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah aku ini hamil atau tidak ?” Gunjan lalu berkata pada wanita tadi “Maaf, ada yang kelupaan, aku akan membeli obat dulu, kamu pulang saja dulu” akhirnya Gunjan meninggalkan wanita itu dan bergegas kembali ke toko obat untuk membeli test kehamilan, setelah pelayan melayani kebutuhannya, Gunjan segera mengambilnya dan bergegas pergi dari sana, kebetulan saat itu Gunjan melihat ada buah asam dan Gunjan ingin sekali memakannya, tapi tiba tiba Gunjan cemas “Jangan jangan ini benar benar gejala kehamilan ? Aku harus melakukan test dulu dan hasilnya harus negatif, aku tidak ingin hamil dulu saat ini” bathin Gunjan penuh harap, Gunjan kemudian berdoa pada Tuhan agar keinginannya terpenuhi karena dirinya ingin menjadi seseorang yang berarti dalam hidupnya 

Sementara itu ketika Baldev sedang duduk seorang diri di dalam mobil jeepnya, suara hati Baldev berkata padanya “Baldev, kamu sendiri terkejut kan ketika tahu kalau Veera setuju untuk membuktikan cintanya padamu, kenapa kamu perlu bukti lagi ? Dia itu masih bersamamu sampai saat ini, dia mengambil resiko yang sangat berbahaya untuk membuktikan kalau kamu tidak bersalah” Baldev nampak kesal dan langsung membentak “Diam kamu ! Dia telah membuat aku gila, dia akan mencintaiku lalu mencurigai aku kemudian aku harus memaafkan dia, sampai kapan hal seperti ini akan terjadi ? Aku memang sangat mencintainya dan memberikannya penderitaan untuk menghapus penderitaanku sendiri, aku tidak bisa mencintainya dan membencinya, aku jadi gila kalau bersama dirinya !” ujar Baldev gelisah “Aku ingin bebas dari Veera ! Aku akan hidup sendiri tanpa dirinya” ujar Baldev sedih, 

Pada saat yang bersamaan Veera sedang menangis sambil memandangi foto Baldev “Baldev, kenapa kamu ingin agar aku meninggalkanmu dari kehidupanmu ? Padahal kamu sangat mencintai aku, aku merasa aku tidak bisa hidup tanpa dirimu, apakah cintaku ini masih kurang buatmu ? Apakah aku tidak memberikan cinta padamu setiap waktu ?” Veera menangis sedih “Kenapa rasanya begitu mudah bagimu untuk membuat aku pergi dari kehidupanmu ?” Veera teringat pada ucapan Baldev dan keinginannya untuk menikahi Veera segera “Aku percaya kamu pasti tidak akan bisa jauh dari aku, aku terlalu sibuk dalam menjaga agar semua hubungan kekeluargaan ini aman dan tidak memikirkan kamu, aku juga tidak percaya padamu, mungkin itulah mengapa kamu tidak mempercayai aku” Veera merasa mempunyai harapan baru 

“Selama sebulan ini aku akan memberikan kamu cinta yang seutuhnya, yang tidak akan pernah kamu bayangkan selama ini bahkan kalau kamu meminta aku pergi, aku akan pergi, tapi aku akan puas karena aku sudah berusaha” dari luar kamar Bansuri mendengar ucapan Veera ini, Bansuri mulai berfikir keras “Aku tahu apa yang Veera pikirkan untuk memenangkan hati Baldev tapi aku tidak akan membiarkan usahamu ini sukses, Veera ,,, Baldev akan semakin membenci kamu ! Aku tidak akan membiarkan kamu, lihat saja nanti !” bathin Bansuri sinis 

Dirumah Ratan, Gunjan akhirnya melakukan test kehamilan dan berdoa semoga saja hasilnya negatif, sementara itu Ranvi bertanya pada bibi gendutnya tentang Gunjan “Dia baru saja datang tadi, lihat saja di kamarmu” Ranvi menggeleng “Dia tidak berada di kamar, bibi ,,, kemana dia pergi ? Ooh mungkin di kamar mandi” Ranvi kemudian pergi ke kamar mandi dan memanggil Gunjan dari luar, saat itu test kehamilan Gunjan terlepas dari tangannya dan jatuh karena kaget dengan panggilan Ranvi “Gunjan, keluarlah cepat karena aku mau mengatakan sesuatu” teriak Ranvi dari luar kamar mandi 

Baldev pulang ke rumah, Bansuri menyambutnya dengan senyum manisnya “Baldev, ibu sudah menunggu kamu untuk makan malam” saat itu Veera juga menghampiri mereka dan berkata “Baldev ,,, kamu ingat dengan janjimu kan ? Aku telah menunggu kamu untuk makan malam” Bansuri langsung nyolot “Baldev, sudah tidak usah pedulikan dia !” Baldev menyela “Iya, aku menghargai ibu tapi ,,,” sesaat Baldev terdiam sambil berfikir untuk tidak mengatakannya pada ibunya tentang keadaan Veera saat ini, kemudian Baldev menghampiri Veera dan pergi bersamanya ke kamar mereka Aku tahu apa yang kalian berdua bicarakan ! Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan !” ujar Bansuri kesal

Saat itu Gunjan keluar dari kamar mandi dan bertanya pada Ranvi “Ranvi, apa yang ingin kamu katakan ?” Ranvi tersenyum dan berkata “Tidak ada, aku hanya mau ke kamar mandi saja” Ranvi kemudian masuk ke dalam kamar mandi, Gunjan sangat cemas karena test kehamilannya masih ada di dalam kamar mandi SINOPSIS VEERA episode 643 by. Sally Diandra

Bagikan :