Loading...

SINOPSIS VEERA episode 571 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 571 by. Sally Diandra Di rumah Ratan, bibi Chaiji sedang ngobrol bareng Ratan tentang Nihal karena biasanya Nihal selalu datang ke rumah mereka sambil membawakan teh untuk mereka berdua lalu mengacaukan kebiasaan mereka, dari kejauhan Ranvi mendengar pembicaraan ibu dan bibi gendutnya ini “Apakah aku boleh mengambilnya ?” tanya Ranvi “Tidak usah, Ranvi” mereka berdua kompak berkata tidak “Ratan sangat sulit melakukan pekerjaannya karena cuacanya sangat dingin” jelas bibi Chaiji “Apakah tidak lebih baik kita mengambil pembantu saja ?” tanya Ranvi lagi, Ratan menggeleng dan berkata tidak “Ini tentang Nihal yang biasanya membawakan biskuit untuk kami, karena Gunjan tidak tahu pilihan kami” Ranvi merasa kesal dan marah pada Gunjan “Sudah tidak apa apa, Ranvi” hibur Ratan 


“Iyaa, lagian Nihal itu tahu kesukaan kami” sela bibi Chaiji “Apakah kaliann tidak bisa mengatakan pada kami apa makanan kesukaan kalian ? Jika kalian berdua bisa mengatakannya pada paman Nihal, kenapa pada kami tidak ?” Ranvi mulai kesal “Tidak, Ranvi ,,, kami tidak mengatakannya pada paman Nihalmu itu, dia tahu sendiri apa yang kami sukai, bahkan ibumu tidak memintanya untuk membelikannya seperti seorang istri yang bisa meminta pada suaminya karena itu memang hak sang istri dan kami lebih merasa enak bila meminta pada anak anak” Ranvi kemudian teringat pada kata kata Veera yang mengatakan kalau paman Nihal bisa menjadi pasangan hidup ibu mereka berdua 

Di rumah Balwant, Simran segera menghentikan langkah Baldev “Baldev, aku harap kamu tidak marah padaku karena sebentar lagi aku akan menjadi istrimu” pinta Simran “Baiklah, katakan padaku” kemudian Simran meminta Baldev untuk memakan makanan yang baru dibelinya itu warung “Bukankah ini makanan kesukaanmu ? Aku membelinya dari warung makan favouritmu” tiba tiba saja Baldev terbatuk batuk dan marah pada Simran “Kenapa memangnya ?” Simran merasa heran “Aku ini alergi pada kacang tanah tahu !” bentak Baldev kesal, 

Saat itu Balwant menghampiri mereka dan bertanya “Ada apa, Baldev ?” tanya Balwant cemas “Dia ini membuat aku makan kacang tanah, ayah” ujar Baldev kesal “Lalu bagaimana kamu bisa pergi untuk menjahit baju pengantinmu ? Siapa yang menyuruhmu memakan ini ?” Baldev langsung menunjuk ke arah Simran, Simran bingung “Bawa dia ke kamar, ayah akan mengambilkan obat” tiba tiba Simran mulai menangis dan berkata “Ini bukan kesalahanku, aku bersin ketika aku menangis” ujar Simran sedih “Menjauhlah dari aku !” ujar Baldev dan berlalu dari sana 

Di rumah Ratan, bibi Chaiji sedang membuat makanan untuk Veera dan meminta Veera untuk memakan kheer dan aloo juga “Bibi yang baik, bibi menyuruh aku makan manis manisan ini ? Makanan ini bisa membuat aku gendut dan tidak menikah, bibi” bibi Chaiji menggeleng begitu Veera merajuk tidak mau makan “Tidak, bukan begitu, kalau begitu makan yang ini !” Veera merasa heran “Buat apa semua ini, bibi ? Apakah bibi mengira kalau aku ini sangat khawatir sehingga akan memakan begitu banyak makanan bersama sama ?” tanya Veera heran “Bukan begitu, Veera ,,, kalau kamu sedang merasa cemas pasti kamu tidak mau makan dan bibi lihat kamu tidak sedang cemas” Veera mengangguk dan berkata “Iyaa, bibi benar ,,, aku tidak sedang cemas” ujar Veera sambil mulai makan makanannya dan tersenyum 

“Bibi, makanan yang bibi buat ini sangat enak ! Kenapa bibi tidak membuatnya ketika kakak menentang pernikahanku dan Baldev ? Dia pasti akan setuju begitu memakan makanan ini” bibi dan keponakan kesayangannya itu pun menangis “Semua yang terjadi adalah untuk kebaikan, bibi ,,, aku tidak peduli sekarang !” Veera kemudian memakan kheer sambil berkata “Bibi ini selalu saja membuatkan kheer untukku bukan halwa” bibi Chaiji tersenyum melihat tingkah Veera, kemudian Veera berlalu dari sana 

Baldev sedang beristirahat di kamarnya sambil bersin bersin, Bansuri menemaninya dengan duduk disamping Baldev “Ibu, apakah Simran itu gila ? Lihat tubuhku jadi gatal gatal seperti ini, suruh dia pergi saja, bu !” saat itu Jaggi dan Billa datang menemui Baldev “Baldev, apakah penjual makanan itu tahu tentang alergimu ini ? kamu pasti mendapatkan yang salah” Simran yang juga ada disana merasa sedih dan segera berlalu dari sana, Jaggi dan Billa saling tersenyum penuh arti satu sama lain, 

Sementara itu Amrit menegur Simran “Simran, bagaimana kamu bisa seceroboh ini ? Apakah mereka tidak mengatakan pada penjualnya untuk tidak memasukan kacang tanah pada makanannya ?” Simran mengangguk “Sudah, ibu” ujar Simran sedih “Jika Baldev tidak membaik dalam dua hari, semua usaha kita akan sia sia, masih ada beberapa hari lagi untuk pernikahan kalian, Baldev tidak boleh menundanya !” ujar Amrit geram “Cintanya pada Veera akan semakin bertumbuh dan nasibmu akan tenggelam kemudian, pernikahan ini harus tetap terjadi apapun caranya !” Simran merasa amat sangat bersalah “Iyaa, ibu ,,, aku akan lebih hati hati lagi lain kali” ujar Simran sedih 

Veera sedang ngobrol dengan Billa di telfon “Apa ? Baldev saat ini sedang bersin bersin dan gatal gatal ? Tapi besok dia akan menjahit pakaian pengantinnya, kalau begitu aku akan menggembosi ban mobil jeepnya” ujar Veera sambil melihat ke arah Ranvi dan Gunjan yang sedang saling berpelukkan dan beromantis ria di depannya, Veera hanya bisa tersenyum dan kangen sama Baldev, Veera bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mulai menangis lagi memikirkan kata kata Baldev dan janji janjinya 

Pada saat yang bersamaan di rumah Balwant, Baldev sudah merasa enakan dan memberitahu ibunya, Bansuri langsung menegur “Hal ini terjadi sebelumnya kan ? Kenapa kamu malah membentak Simran ?” Baldev langsung menyahut “Ibu jangan membelanya” Bansuri menyela “Ini bukan kesalahannya, Baldev ,,, dia itu tidak tahu tentang hal ini, kamu ini akan menikah dengannya dan kamu juga berjanji akan mendukung dia sepanjang hidupmu, hanya sekali seumur hidup kamu menikah, Baldev ,,, Veera akan menjauh dari kehidupanmu selama lamanya” Baldev tertegun, di tempat Veera, Veera berkata pada dirinya sendiri “Aku tidak ingin kehilangan Baldev karena aku sangat mencintai dia” ujar Veera 

Keesokan harinya, Baldev dan Veera sama sama merasa gelisah di rumah mereka masing masing dan mereka berdua sama sama mempunyai pemikiran untuk bertemu “Jaggi benar, kalau aku menikah dengan Simran, maka Veera pasti akan menikah dengan Rajveer” ujar Baldev sambil membayangkan Veera dan Rajveer sedang berpegangan tangan kemudian Veera menerima lamaran Rajveer, tiba tiba Baldev berteriak lantang “Tidak !” teriak Baldev

Di tempat Veera, Veera juga sedang memikirkan Baldev “Kalau Baldev dan Simran menikah, dia pasti akan menjadi milik Simran selamanya” Veera kemudian membayangkan Baldev dan Simran hidup bahagia setelah mereka menikah, Veera langsung berteriak “Tidak !” pada saat yang bersamaan Baldev berkata “Aku harus bicara dengan Veera !” Baldev segera berlari keluar rumah, begitu pula Veera, Veera juga berlari keluar rumahnya namun tiba tiba Bansuri menghentikan langkah Baldev dan bertanya “Baldev, coba kamu lihat kartu undangan pernikahan ini, bagaimana menurutmu ?” Baldev langsung menyahut “Iyaa, itu bagus, ibu” sahut Baldev sekenanya saja

Saat itu Veera sudah memasuki rumah Baldev dan mendengar suara Baldev yang memuji desain kartu undangan pernikahannya, Bansuri melihat Veera sedang berdiri di belakang Baldev, Bansuri tersenyum mengejek, Baldev segera berbalik dan melihat Veera “Baldev, jangan lupa undang teman temanmu dan berikan kartu undangan ini” sindir Bansuri, Veera bergegas hendak pergi, Baldev mencegahnya, Bansuri segera meninggalkan mereka, dalam hati Baldev berfikir untuk mengatakan pada Veera kalau dirinya masih mencintainya dan menyetujui menikah dengan Simran karena saat itu dirinya marah pada Veera “Aku hendak ,,,” Veera langsung menyela “Iya kamu hendak menemuiku dan memberikan kartu undangan pernikahanmu bukan ? Dan berkata padaku kalau hubungan kita telah berakhir, benar kan ?” Baldev hanya bisa menatap Veera 

“Semuanya telah diputuskan sekarang, lalu apa yang harus aku katakan ? Merestui kamu dan Simran ?” Baldev pun terpancing emosinya “Iyaa kamu benar, apa yang bisa kamu katakan ?” Veera pun balas menyahut “Kartu undangannya bagus juga, pilihan kamu pasti, tidak ada seni pada warna dan desainnya” sindir Veera “Pilihanku selalu lebih baik daripada kamu ! Istriku akan lebih baik daripada kamu ! Kamu ini cemburu kan ?” Baldev balas menyindir “Aku tidak peduli ! Kamu bisa menikahi siapa saja !” ujar Veera cuek “Lalu kenapa kamu datang kesini ?” Veera jadi kikuk “Aku hanya kebetulan lewat jadi mampir kesini” mereka berdua kemudian mulai lagi berdebat satu sama lain “Kamu tahu aku sangat bahagia bisa menyingkirkan kamu akhirnya, lakukan apapun yang kamu suka, aku tidak peduli !” Veera segera pergi dari rumah Baldev, 

Baldev juga berbalik masuk ke dalam kamarnya, tiba tiba Veera berhenti dan berbalik sambil berfikir “Dia tidak berhenti juga rupanya, ternyata dia memang tidak peduli denganku lagi” lalu Veera kembali berbalik dan keluar dari rumah Baldev, saat itu Baldev juga berbalik dan melihat Veera yang berjalan keluar “Dia memang tidak peduli padaku lagi, aku memang tolol bicara dengan dia !” bathin Baldev kesal SINOPSIS VEERA episode 572 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top