Loading...

SINOPSIS VEERA episode 118 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 118 by. Sally Diandra Di arena pertandingan, Heer tidak membiarkan Nihal duduk diatas punggungnya dan semua orang mengkhawatirkan mereka ketika Bakhtawar terus menerus menghina Ratan dan Nihal “Kuda itu tidak mengenali Nihal” namun bagaimanapun juga Nihal tetap mencoba untuk menunggangi Heer tapi Heer mendorong lagi dan Nihal kembali jatuh, Ratan mencoba untuk membujuk Heer dan berkata “Aku tahu, kalau kamu adalah kuda favourite Sampooran tapi hari ini kamu harus membiarkan Nihal mengendarai kamu demi desa kita demi Pritampura” bujuk Ratan, sementara Bakhtawar terus menerus memberikan kata kata kasar pada mereka berdua “Ibu, mungkin saja Heer lapar” ujar Veera, kemudian Nihal mencoba memberikan makan untuknya 

Di desa Pritampura, Kartar pulang kerumah dan Gurpreet segera mengabarkan tentang pertandingan balap traktor yang dimenangkan oleh Ratan di posisi ke tiga “Kamu tahu, Kartar ,,, ini semua karena dukungan dari Nihal” Kartar langsung menegur Gurpreet keras, Gurpreet kaget dan berkata tentang baju kurtha Kartan yang robek tapi Kartar mengabaikan pertanyaan istrinya ini dan berkata “Aku tidak akan menjawab semua pertanyaanmu, lebih baik kamu menjauh dari permasalahanku” tepat pada saat itu bibi Moti masuk ke rumah mereka dan tentang baju kurtha Kartar yang robek, Kartar lansung panik, Gurpreet malah bertanya pertanyaan yang konyol yang malah membuat Kartar marah padanya “Kartar, apakah robekan baju kurthamu itu ada di kandang kuda Gagan ?” tanya bibi Moti kesal, tanpa berfikir panjang, Kartar segera mengakuinya “Iyaa, akulah yang membakar kandang itu !” bibi Moti langsung bisa menangkap ucapannya “Aku tidak pernah menyebutkan tentang kebakaran ?” Kartar sangat terkejut mendengar ucapan bibi Moti, begitu pula Gurpreet 

Sementara itu, dipertandingan balap kuda, Heer masih bersikap sama, Heer tetap tidak mau ditunggangi oleh Nihal, Nihal berusaha menunggang kembali keatas punggung Heer tapi Nihal malah jatuh parah kali ini, Balwant menghampirinya dan membantu Nihal untuk bangun, Ratan juga berusaha memberikan pertolongan medis tapi Nihal malah mencegahnya dan berkata “Ini tidak begitu terluka, Ratan” ujar Nihal “Aku minta maaf atas sikap Heer dan ini semua adalah kesalahanku, aku kira Heer akan setuju tapi ternyata dia tidak mau tapi itu bukan berarti aku menghinamu” ujar Ratan cemas “Ini bukan kesalahanmu Ratan dan aku tahu bagaimana Sampooran dan Heer sangat dekat dan aku tidak ingin memaksa apapun pada siapapun” ujar Nihal

Pertandingan balap kuda pun mulai diumumkan, Bakhtawar merasa senang dan mempermainkan Nihal kemudian meninggalkan tempat tersebut, Nihal sangat kecewa dan berkata “Heer tidak akan membiarkan aku menungganginya jadi lebih baik aku akan mencopot namaku dari pertandingan ini” namun Ranvi mencegahnya, kemudian Ranvi pergi dan duduk diatas punggung Heer dan mencoba untuk menghibur kuda itu sambil berkata “Paman Nihal itu adalah temannya ayah, jadi biarkan dia untuk duduk dipunggungmu ya” bujuk Ranvi pada Heer “Semua harapanku telah hilang” ujar Nihal sambil duduk di atas punggung Heer bersama Ranvi, rupanya Heer membiarkan Nihal duduk diatas punggungnya, tak lama kemudian Nihal turun ketika Veera meminta agar menurunkan Ranvi dan mulai ikut pertandingan, sesaat Nihal baru menyadari kalau dirinya bisa duduk diatas punggung Heer ketika bersama Ranvi “Ratan, Heer kenal dengan Ranvi, apakah aku bisa mengajak Ranvi untuk ikut bertanding ?” Ratan langsung menegur Nihal “Itu tidak mungkin, Nihal ,,, karena Ranvi masih sangat muda sekali” ujar Ratan cemas 

Pada saat yang bersamaan di desa Pritampura, bibi Moti berkata pada Kartar “Kesalahanmu jelas jelas sudah ketahuan, Kartar ! Lalu kenapa kamu mleakukan hal ini seperti ini, padahal kamu itu tidak menyimpan dendam apapun terhadap Gagan ?” tanya bibi Moti “Aku melakukannya karena aku membenci Nihal !” ujar Kartar dengan nada marah “Kenapa ? Bukankah Nihal adalah temanmu ? Bahkan dia juga tinggal di rumahmu” Gurpreet langsung menyela pembicaraan mereka “Dulu memang Nihal tinggal dirumah kami tapi kemudian Kartar mengusirnya keluar” bibi Moti tertegun “Kartar tidak bisa tahan membayangkan Nihal memenangkan perlombaan dan membuat tempat permanen di hati seluruh warga desa juga mengambil tempat Sampooran dalam kehidupan kalian terutama Ratan” bibi Moti terkejut “Memangnya apa yang telah Ratan lakukan dengan ini semua ?” tanya bibi Moti heran “Tanya saja pada Kartar, apa yang ada didalam hatinya” timpal Gurpreet lagi, 

Sementara itu di tempat pertandingan balap kuda “Ratan, aku telah mendaftarkan Ranvi untuk ikut serta dalam pertandingan ini dan aku janji aku tidak akan membiarkan sesuatu yang terjadi pada Ranvi, aku akan menjaganya” namun Ratan tetap saja tidak yakin dengan ini semua “Resikonya sangat besar sekali, Nihal ,,, aku tidak bisa menerimanya” Ranvi segera menghampiri ibunya “Ibu, biarkan aku ikut serta dalam pertandingan ini, bu ,,, dan aku yakin aku pasti aman bersama paman Nihal” Ratan menolak permintaan Ranvi “Ibu tidak bisa membiarkan kamu melakukan hal ini, Ranvi” Balwant segera menyela pembicaraan mereka “Nyonya Ratan, ini akan menjadi sebuah kebanggaan terhebat jika anaknya Sampooran Singh ikut serta dalam pertandingan balap kuda ini untuk melanjutkan warisan ayahnya” Ranvi juga memohon dengan amat sangat pada ibunya “Tolonglah, bu ,,, demi ayah” akhirnya hati Ratan luluh juga dan mengijinkan Ranvi untuk ikut balapan bersama Nihal, tak lama kemudian Nihal dan Ranvi sudah duduk diatas punggung Heer dan bersiap siap untuk mengikuti pertandingan balap kuda SINOPSIS VEERA episode 119 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top