Loading...

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1029 “SI PEMERAS TERBUNUH ?” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1029 “SI PEMERAS TERBUNUH ?” by. Sally Diandra Suhail saat itu keluar dan menghentikan si pemeras “Aku sudah bilang sama kamu kan, jangan telfon siapapun ! kamu telah menciptakan masalah untuk dirimu sendiri” bentak si pemeras “Kami sudah bawa uangnya, kamu tinggal menghapus video itu !” sahut Suhail “Kamu kira aku ini bodoh ?” si pemeras itu langsung mendorong Ruhi dengan keras, Ruhi pun jatuh dan meminta Suhail untuk menangkap si pemeras itu “Orang itu masih punya videonya !” Suhail segera mengejarnya dan memukulnya dengan keras, mereka berdua lalu berkelahi, Suhail dan orang itu saling mengarahkan senjata mereka satu sama lain, hingga akhirnya Suhail berhasil mendapatkan senjata itu dan menembaknya, orang itu lalu jatuh tersungkur, 

Suhail kaget dan menjatuhkan senjatanya, dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikannya, Suhail segera berlari ke arah Ruhi dan membangunkan Ruhi yang saat itu pingsan “Ruhi, kamu tidak apa apa ? Apa kamu baik baik saja ?”, “Dimana video itu ? Dimana dia ?” Ruhi sangat panik dan melihat si pemeras itu yang tergeletak di tanah “Dia sudah mati ? Apa kamu membunuhnya ?”, “Sudah jangan berteriak, tidak terjadi apa apa, ayoo ikut aku” ajak Suhail “Bagaimana kalau polisi tahu tentang hal ini, Suhail ?” Ruhi semakin panik 

“Ini bukan pembunuhan, Ruhi ,,, dia tiba tiba saja menembak, itu adalah senjatanya sendiri” Suhail kemudian mengambil senjata itu dan menghapus sidik jarinya, lalu dilemparkannya senjata itu sambil berkata “Tidak ada seorangpun yang akan tahu” Ruhi mulai menangis, Suhail mengambil telfon si pemeras sambil berkata lagi “Ponsel ini yang menyimpan video itu pasti, kita akan menyimpannya”, “Tapi dia mati, Suhail !” Ruhi masih panik 

“Sekarang babak ini telah berakhir, tidak ada seorangpun yang akan menelfonmu dan membuat masalah denganmu, kita harus meninggalkannya kalau tidak akan jadi masalah besar, aku tidak ingin kamu terlibat dalam masalah apapun, ayooo ikut aku” Suhail dan Ruhi akhirnya meninggalkan tempat itu 

Adi menemui teman temannya dipesta, dia mengucapkan selamat ulang tahun pada tunangan temannya yang berulang tahun hari itu “Terima kasih, Adi ,,, dimana, Aaliya ?”, “Dia sedang tidak enak badan, apa kamu tidak suka melihat aku ?” tanya Adi heran “Kami senang tentu saja tapi Aaliya sedang sakit”, “Virusnya sedang menyebar, batuk dingin” sahut Adi namun mereka semua lalu tertawa “Kenapa kalian tertawa ? Aku tidak bergurau” ujar Adi kesal 

“Kamu ini jelas jelas berbohong”, “Aku tidak berbohong” Adi bersikeras dengan pendapatnya “Apakah kamu merasa tidak aman dan ingin menyembunyikannya ? Karena memang Aaliya itu sangat cantik”, “Iyaa Adi memang menyembunyikannya karena Aaliya itu lebih terkenal” tunangan teman Adi menimpali ucapan tunangannya, saat itu Aaliya datang dan masuk ke ruangan tersebut, Adi tersenyum canggung “Bagaimana, Adi ? Apa kamu suka dengan kejutannya ?” tanya tunangan teman Adi 

Raman dan Romi sedang dalam perjalanan dan akhirnya sampai juga di tempat si pemeras “Romi, hati hati” ujar Raman, tak lama kemudian Raman terkejut dengan sebujur mayat yang tergeletak ditanah, Raman segera memanggil Romi “Romi, kemarilah ! Lihat sini !” Raman lalu mengecek nadi orang itu dan berkata “Dia sudah mati, mungkin dia itu orangnya” ujar Raman sambil mencoba melihat wajahnya, saat itu polisi datang menghampiri mereka dan meminta mereka untuk minggir “Bagaimana semua ini bisa terjadi ?” tanya inspektur polisi 

“Kami tidak membunuhnya, kami datang kesini untuk melacak orang yang memeras Ruhi”, “Ini senjata yang terdaftar, bagaimana bisa aku membunuhnya ?” sela Romi “Aku tahu kalau kamu mengatakan yang sejujurnya, aku mengikuti kamu”, “Kami melacak nomer ini dengan sebuah program software” sahut Romi lagi “Kamu kira kami ini tidak melakukan apa apa ? Kami juga melacak nomer ini dan datang kesini” mereka lalu melihat wajah si pemeras “Kamu kenal dia ?”, “Tidak ! Di rekaman CCTV, kami melihat sebuah tattoo di tangan kirinya” mereka lalu mulai mencari tattoo itu namun tidak menemukannya, mereka lalu menemukan sebuah senjata 

“Ini bukan si pemeras, seseorang telah menembaknya” sahut Raman “Mungkin si pembuat tattoo yang telah melakukan hal ini bersama dengan orang ini”, “Kami akan mengecek ponselnya, pasti ada video itu” Romi menyela ucapan inspektur polisi “Iyaaa, coba cari dengan baik” sahut Raman penasaran “Tidak ada ponsel apapun disini”, “Coba cari ponsel itu !” Raman menimpali ucapan si polisi “Sampai saat ini kami belum menemukan si pemeras, itu artinya si pemeras itu pasti orang yang lain, kita bisa menemukan beberapa petunjuk dari laporan forensik nanti, kita harus menemukan siapa yang membunuh pria ini” sahut inspektur polisi 

Di pesta teman Adi, Adi bertanya ke Aaliya “Aaliya, kenapa kamu datang kesini ?”, “Apa maksudmu, Adi ? Aku datang kesini bukan untuk kamu” sahut Aaliya santai “Kenapa kamu mengejutkan aku ?”, “Anantika yang membawa aku kesini dari supermarket” ujar Aaliya lagi “Kamu tahu aku disini kan ? dan mencoba mempermainkan aku kan ? Apa kamu marah sama aku karena kita putus ?”, “Coba kamu cek ponselmu, aku menelfonmu beberapa kali” Adi langsung menyela “Aku memang tidak menjawabnya”, “Kenapa kamu menyalahkan aku ?” tanya Aaliya kesal “Aku mengira kalau kamu ingin minta maaf”, “Kenapa aku harus minta maaf ?” tanya Aaliya heran 

“Kamu seharusnya minta maaf, apakah ini sebuah kesepakatan kalau kita tidak memberitahu siapapun tentang putusnya hubungan kita ?”, “Aku tidak mau minta maaf, semua ini kesalahanmu, semuanya telah jelas dalam pikiranku setelah semua kebingungan ini, aku mengira kalau aku salah tapi sebenarnya aku tidak salah, kamu memang tidak pantas untukku” sahut Aaliya ketus 

Suhail akhirnya mengantar Ruhi pulang kerumah “Ruhi, berhentilah memikirkan semua ini", "Semua ini karena aku, Suhail” Ruhi menyalahkan dirinya sendiri “Itu hanya kecelakaan, Ruhi ,,, aku hanya berusaha menghentikannya dan menembak orang itu ketika kami sedang berkelahi, sekarang nggak ada seorangpun yang akan menelfon kamu”, “Tapi dia itu dibunuh, Suhail ,,, bagaimana kalau polisi menangkap kita ? Aku tidak mau masuk penjara !” Ruhi jadi panik 

“Tenang, tenang, Ruhi ,,, nggak ada seorangpun yang akan menyentuh kamu selama aku masih disini, aku janji aku akan mengurusnya” Suhail lalu menghapus video itu dan berkata “Tidak ada seorangpun yang melihat kita disana, sekarang pulanglah kerumah, lupakan semuanya” Suhail berusaha menghibur Ruhi, kemudian Ruhi segera berlalu menuju ke rumahnya, sedangkan Suhail merasa cemas ketika melihat pintu bagasi terbuka SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1030 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top