SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 980 “PERTEMUAN SHAGUN & VIDYUT” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 980 “PERTEMUAN SHAGUN & VIDYUT” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 980 “PERTEMUAN SHAGUN & VIDYUT” by. Sally Diandra Di Adelaide, Australia ,,, di mall, Ishita mendengar suara Raman, pelayan bertanya pada Raman “Tuan, apa kamu sedang mencari pacarmu ?”, “Tidak, aku hanya mencari seorang perempuan yang berasal dari India” pelayan itu lalu meminta maaf pada Raman, Ishita buru buru keluar dari ruang ganti baju, namun saat itu Raman sudah pergi, Ishita lalu bertanya pada pelayan tentang laki laki yang bertanya soal pacarnya “Maafkan aku, nyonya ,,, orang itu sudah pergi” akhirnya Ishita juga pergi dari toko itu, Ishita berfikir “Kenapa sepertinya aku mendengar suara Raman ? Mungkin Vidyut sedang bercanda” bathin Ishita, 

Sementara Raman juga sedang berfikir “Kemana Shagun ? Dia masih saja menonaktifkan ponselnya” bathin Raman kesal, tak lama kemudian Ishita mendapat telfon dari Vidyut “Bagaimana ? Apa kamu suka dengan bajunya ?”, “Tidak, aku tidak memakainya, Vidyut ,,, aku tahu kalau kamu berada di mall kan ?” sahut Ishita “Sekarang petunjuk berikutnya dan temui aku”, “Tapi bagaimana ?” saat itu seorang laki laki datang dan memberikan sebuah catatan ke Ishita, Ishita lalu membacanya tentang sebuah tempat yang sangat manis, dimana semua hal yang meleleh ditemukan disana “Itu pasti coklat !” Ishita bergegas mencarinya, sementara itu Shagun dan Pihu datang ke mall yang sama yang di datangi oleh Ishita dan bergegas pergi ke toko coklat 

Di Delhi, India ,,, Shravan memberitahu Ananya kalau Vandu, ibunya telah bicara dengan sangat kasar “Aku bukannya membela ibuku, tapi sepertinya ibuku sedang setres berat makanya dia bilang seperti itu”, “Aku tahu tapi aku juga merasa prihatin pada ibuku” sahut Ananya sedih “Kita harus bisa mengubah situasi ini”, “Tapi apa yang bisa kita lakukan ?” tanya Ananya cemas “Serahkan saja semuanya padaku !” Ananya langsung mengingatkan Shravan ketika mereka mengirimkan bunga untuk Simmi untuk terakhir kalinya “Kali ini kita pasti menang ! Aku akan memberitahu rencanaku, persahabatan kita tidak akan terpengaruh akan hal ini”, “Baiklah !” akhirnya Ananya setuju dengan rencana Shravan 

Di Adelaide, Australia ,,, Ishita sedang mencari toko coklat, Ishita kemudian bertanya pada seorang perempuan lalu bergegas pergi kesana, Shagun dan Pihu juga sedang mencari toko coklat, saat itu sebenarnya Raman dan Ishita berdiri agak berdekatan namun tidak saling melihat satu sama lain, hingga akhirnya Ishita sampai juga di toko coklat, Shagun juga sudah sampai di toko coklat, Shagun lalu meminta Pihu untuk mencoba beberapa rasa coklat, Pihu langsung mencobanya, sedangkan Ishita masih terus mencari Vidyut “Dimana Vidyut ? Sepertinya dia menghilang, dia hanya memberikan beberapa petunjuk” saat itu Ishita mendapat telfon dari Vidyut “Vidyut, kamu dimana ? Aku sudah berada di toko coklat”, “Kenapa terburu buru, Ishita ?” ujar Vidyut santai 

“Katakan padaku, aku harus bertemu denganmu dimana ?”, “Apa kamu tidak menikmati permainan ini, Ishita ? Temukan petunjuk berikutnya” Ishita kaget “Lagi ?”, “Kamu harus makan coklat dan cari petunjuk berikutnya” Ishita tertawa, kemudian mencoba beberapa rasa coklat dan ada seorang laki laki yang memberikan sebuah tiket trem padanya “Sekarang aku harus berkeliling dengan trem untuk sampai padanya ?” ujar Ishita, saat itu Pihu tidak menemukan Shagun dan mencari carinya di toko tersebut “Dimana mama ?” saat itu Ishita sedang berbalik dan tidak melihat Pihu, 

Sementara itu Shagun kembali ke mall dan mencari Pihu, Shagun bertanya pada seorang perempuan dan dan segera pergi kesana, Shagun kemudian mencari Pihu kesana kemari dengan perasaan cemas, sementara itu Pihu bertabrakan dengan Vidyut “Heiii kenapa kamu menangis ?”, “Mamaku hilang” ujar Pihu sambil menangis “Jangan khawatir, kita pasti bisa menemukannya, ayooo ikut denganku” hibur Vidyut Ishita sudah sampai di pemberhentian trem, Ishita sangat menyukai kota itu “Kenapa Vidyut tidak menelfon aku yaa ? Dimana dia ?” bathin Ishita, 

Saat itu Vidyut masih bersama Pihu “Jangan khawatir yaa, aku akan bertanya pada seseorang, ibumu pasti akan datang” petugas itu lalu mengumumkan tentang Pihu yang kehilangan ibunya “Ishita pasti sudah sampai di trem, aku harus segera menemuinya” bathin Vidyut, tak lama kemudian Shagun datang ke tempat pengumuman sambil berlari dan langsung memeluk Pihu “Pihu, apa kamu baik baik saja ?”, “Mama, pergi kemana saja ?” Pihu mulai merajuk “Mama kan sudah bilang agar kamu jangan keluar dari toko itu”, “Tapi tadi aku nggak lihat mama disana, jadi aku keluar” sahut Pihu “Yang sudah nggak papa yang penting kamu baik baik saja kan ?”, “Akhirnya kamu menemukan putrimu, aku harus pergi sekarang” sela Vidyut 

“Kamu Vidyut Sahay kan ? Apa kamu tidak mengenaliku ?”, “Shagun ? Kamu memang selalu nampak mempesona setiap saat” Shagun senang mendapat pujian dari Vidyut “Kamu juga sudah menjadi seorang selebriti sekarang, sungguh mengesankan”, “Kamu tahu tentang aku ? Waaah ,,, kamu juga sudah punya putri, dia masih muda” ujar Vidyut “Ooh bukan, dia ini anaknya temanku, bagaimana kalau kita ngobrol ngobrol dulu sambil minum kopi ? Apa kita bisa pergi sekarang ?”, “Maaf, tidak bisa, Shagun ,,, aku sudah terlambat, kamu bisa memberikan nomer handphonemu, nanti aku akan menelfon kamu” Shagun segera memberi nomer telfonnya, kemudian Vidyut pun pergi meninggalkan Shagun dan Pihu, 

Shagun tersenyum senang, sedangkan Pihu nampak sedih “Pihu, apa paman tadi yang membantu kamu ? Dia itu baik bukan ?”, “Kenapa mama tadi bilang kalau aku ini bukan anaknya mama ?” Pihu tidak suka dengan sikap Shagun, Shagun lalu berbohong dengan mengatakan kalau Vidyut adalah temannya dan Raman “Kalau ibu bilang kamu adalah anak ibu maka ayahmu pasti akan tahu dimana kita sekarang, dia pasti akan datang kesini untuk mencari kita dan ,,,” saat itu Raman datang menghampiri mereka “Lalu apa ,,, ?” Pihu sangat senang begitu melihat Raman dan bergegas memeluknya “Pihu, pergilah dulu ke sana, kamu bisa makan bebek goreng disana” pinta Raman, Pihu pun pergi, 

Shagun merasa kesal “Bagaimana kamu bisa tahu kalau kami ada disini ?”, “Kamu membawa Pihu kesini dan bilang kalau semua ini hanya permainan kan ? Kalau ada sesuatu yang terjadi padanya, awas kamu ! Kamu itu tidak menyayanginya, berikan Pihu padaku !” bentak Raman kesal “Dia itu putriku dan dia merasa nyaman bersamaku”, “Aku ingin putriku !” sahut Raman “Dia akan bersamamu pada saat weekend saja, pergi sana !” Shagun tak kalah sengit membentak Raman 

“Aku peringatkan kamu ! jangan mainkan permainan apapun ! Aku akan datang untuk mengambilnya !” Raman kemudian memberitahu Pihu kalau dirinya akan mengajaknya jalan jalan besok, semuanya pasti akan menyenangkan, dalam hati Shagun merasa senang “Bagus, dengan begitu aku punya waktu yang cukup banyak yang bisa kuhabiskan bersama Vidyut” bathin Shagun senang SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 981 by. Sally Diandra

Bagikan :