SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 854 “BEKERJA SAMA DENGAN MUSUH” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 854 “BEKERJA SAMA DENGAN MUSUH” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 854 “BEKERJA SAMA DENGAN MUSUH” by. Sally Diandra Ruhi sedang ngobrol dengan Pihu dan meminta bantuannya untuk bicara dengan Raman, Raman masih merasa cemas, Pihu menemuinya dan berkata “Ayah, aku tahu kalau ayah pasti belum tidur, ini adalah buku cerita kesukaanku ketika aku mau tidur, jadi aku akan membacakannya untuk ayah dan menidurkan ayah” kemudian Pihu mulai mendongeng tentang kisah singa dan kelinci, Raman hanya tersenyum melihat putri kecilnya ini, 

Ruhi juga memperhatikan mereka sambil tersenyum, sekilas Raman melihat keberadaan Ruhi, Ruhi langsung menutup pintu kamar dan berlalu dari sana, sedangkan Pihu malah sudah tertidur “Terima kasih ya Dewa, putri kami tidak jadi meninggalkan kami, dia pasti tidak bisa melihat kami menderita, aku harap Ishita baik baik saja, Ruhi menginginkan ibu Ishinya, kembalilah Ishita, untukku dan Ruhi, aku pasti akan menemukan kamu, aku janji” gumam Raman haru 

Keesokan harinya, Shagun meminta tuan Bhalla untuk meminum jusnya, namun tuan Bhalla menolak, semua orang sedang mengkhawatirkan kondisi Ishita dan berdoa untuknya, Raman meminta mereka untuk tidak khawatir “Aku sudah berjanji pada Pihu kalau aku pasti akan menemukan Ishita, kita membutuhkan beberapa informasi dari Niddhi” Mihir menyela ucapan Raman 

“Raman, aku punya sebuah rencana, aku akan mencoba mencari tahu dari Ashok, aku akan memberitahu padanya tentang perbedaan kita”, “Jangan, Mihir ,,, dia tahu kalau kamu itu lebih dari seorang adik untukku, dia pasti tidak akan percaya padamu” Mani masuk ke dalam rumah mereka dan berkata “Aku memang bukan bagian dari keluargamu, Raman ,,, kita ini sebenarnya bersaing dalam berbisnis, Ashok pasti bisa bicara denganku”, “Lalu bagaimana dengan Niddhi ? Dan bilang padanya untuk berhenti mengunjungi Ruhi !” sela Simmi 

Sementara itu Ashok sedang ngobrol dengan Niddhi “Niddhi, bagaimana kamu bisa begitu tolol seperti ini ?”, “Kenapa kamu juga sok jagoan ?” balas Niddhi ketus “Raman dan keluarganya saat ini sedang sangat khawatir, karena menghilangnya Ishita, hanya Ruhi yang bisa mengatakan pada kita tentang apa yang terjadi di rumah keluarga Bhalla” ujar Ashok, sementara itu Raman bertanya pada seluruh keluarganya 

“Kenapa kalian semua diam saja ? apa kalian mengira kalau Ruhi akan memberitahu hal ini pada Niddhi ? Dia itu putriku, aku kenal dia, dia tidak akan pernah melibatkan kita dalam masalah” Romi lalu menyela ucapan Raman “Kakak, aku akan meeting dengan Ashok”, “Aku akan datang bersama Mihir” Mani menyela pembicaraan mereka “Baguslah, aku juga akan datang kesana dan berpura pura kalau kita adalah pesaing”, “Aku juga akan menemui Niddhi” sela Shagun, mereka semua berharap rencana ini bisa berhasil dengan baik 

Para preman itu membawa Ishita ke sebuah tempat yang baru dan berfikir untuk pergi dan makan dulu, Ishita mencoba mengambil ponselnya, kemudian Ishita menelfon Raman “Raman, mereka mencuri aku” Raman kaget dan tertegun “Ishita ,,, dimana kamu ? Dimana mereka membawa kamu ?” tanpa di duga ponsel Ishita jatuh, Romi lalu menyela Raman “Kakak, apa yang kak Ishita katakan ?”, “Telfonnya mati” sahut Raman, 

Sementara itu salah satu preman ketinggalan ponselnya dan kembali ke tempat Ishita, preman itu mengambil ponselnya dan memperingati Ishita untuk tidak melakukan apapun, Raman segera meminta Mihir untuk melacak ponsel Ishita untuk mengetahui dimana lokasinya “Paling tidak kita tahu kalau dia baik baik saja” sela Simmi “Kita harus menunggu telfonnya”, “Tidak, apapun bisa terjadi pada Ishita” sahut Raman 

Para preman memasukkan Ishita ke dalam karung lagi “Sekarang, aku akan melihat apa yang bisa kamu lakukan ?” ujar si preman, sementara Raman dan keluarganya mulai bergerak “Kita tidak punya waktu lagi, katakan padaku kemana Ishita pergi ?”, “Aku akan mengecek waktunya, aku sempat menelfon Ishita sebelum dia pergi” sela Simmi, Raman kemudian menelfon kantor polisi untuk melaporkan kehilangan orang, saat itu Raman sangat marah dan Raman mendapat telfon dari para preman, mereka meminta Raman untuk tidak melaporkannya ke polisi kalau Raman masih mencintai istrinya 

“Kalau kamu sok pintar, maka kami akan tidak segan segan membunuh Ishita”, “Tidak kami tidak akan memberitahu polisi, aku mohon padamu, dengar ,,,” para preman itu langsung mematikan telfonnya,Raman bergumam “Nidhhi memang pintar” Mihir kemudian memberitahu Raman kalau dirinya telah menyewa seorang detektif swasta untuk mengawasi Niddhi “Menurutnya tidak ada yang mencurigakan tentang dia, bisa jadi bukan Niddhi pelakunya”, “Dia itu sangat pintar, Mihir” sahut Raman kesal “Kita akan mencari tahu dari Ashok” sela Romi, nyonya Bhalla hanya bisa berdoa untuk Ishita sambil menangis 

Romi dan Ashok sedang ngobrol berdua dalam sebuah meeting dengan klien, Raman datang kesana bersama Mihir, meetingpun di mulai, Mani juga datang kesana, salah satu klien meminta maaf pada mereka karena tidak memberitahu tentang keterlibatan Mani dalam kontrak ini, Raman langsung mendebatnya “Dia mungkin memang seorang pengusaha besar, tapi orang ini sungguh sangat murahan sekali, dia ini yang menculik Ishita” Romi bergumam 

“Raman mulai lagi dimana saja” Ashok tersenyum senang mendengarnya dan berkata “Raman, simpan persoalan pribadimu dirumah, masalahnya ada didalam diri kamu, semua perempuan pasti akan meninggalkan kamu, sudah tuan Mani, silahkan duduk kembali” pinta Ashok, dalam hati Raman berfikir untuk menjebak Ashok hari ini dan Shagun juga akan tahu tentang hal ini dari Niddhi 

Para klien menyukai pekerjaan Raman “Tuan Bhalla, aku senang karena perusahaanmu yang mendapatkan kontrak ini” sementara itu Mani memberitahu Ashok kalau proyek ini sangat besar, Raman telah menghina aku, aku tidak akan membiarkannya menang, kita berdua bisa bekerja sama, aku sangat menginginkan kontrak ini, lakukanlah sesuatu, Ashok” Romi meminta Ashok untuk menyetujuinya “Kita pasti akan mendapatkan proyek ini” sahut Ashok, Ashok kemudian memberitahu kliennya kalau dirinya sudah siap mengerjakan proyek ini dalam kuota yang sedikit “Sekarang ini bukanlah sebuah permainan”, “Sekarang acara lelangnya tidak bisa diakukan lagi, kalau tuan Raman tidak bisa memenuhi komitmen ini tepat waktu, maka orang lain yang akan mendapatkan kontraknya” Mani langsung menyela 

“Raman sendiri tidak bisa memenuhi komitmennya dengan istri dan keluarganya, apa yang bisa dia lakukan ?” Raman langsung membantah ucapan Mani “Tuan Raman Bhalla, aku mohon bersikaplah yang sopan, aku ambil kembali kontrak ini dan aku berikan pada tuan Abhimanyu ,,, tuan Mihir, tolong bawa tuan Raman keluar” Mihir bergegas membawa Raman, Mani berterima kasih ke Ashok, sedangkan Romi hanya tersenyum penuh arti Raman bertanya ke Mihir “Mihir, apa Ashok sudah masuk dalam jebakkan kita ?”, “Aku harap begitu, Raman ,,, Ashok kelihatannya sangat senang tadi” 

Shagun sedang menemui Niddhi, Niddhi kaget begitu melihat kedatangan Shagun “Mau apa kamu kesini ?”, “Kamu memang benar, Niddhi ,,, Raman memang tidak punya perasaan apa apa padaku, aku kira Raman peduli padaku, aku telah melakukan banyak hal untuknya, aku telah memberikan waktuku selama 7 tahun untuknya tapi Raman hanya menyebut nama Ishita, sekarang Ishita menghilang dan mereka semua mencarinya, sementara itu ketika aku pergi shopping, kartu kreditku tidak bisa digunakan, lalu aku menelfon Raman, dia tidak menjawabnya karena dia sedang sibuk mencari Ishita” Niddhi hanya terdiam mendengar ocehan Shagun dan berfikir kalau Shagun hanya berpura pura saja 

“Aku tahu kalau kamu pasti mengira kalau aku ini hanya berpura pura saja, tapi aku ini benar benar sangat sedih, mereka itu tidak menghargai aku, aku benar benar muak dengan Ishita, aku sudah memutuskan untuk membalas dendam padanya, jadi aku datang kesini untuk bergabung dengan kamu, aku butuh bantuanmu, Niddhi ,,, berikan aku satu kesempatan, aku pasti tidak akan mengecewakan kamu” Niddhi akhirnya setuju dengan permintaan Shagun, mereka berdua lalu berjabat tangan, Shagun pun tersenyum sambil berfikir “Aku rasa Niddhi tidak mengira kalau aku ini hanya berpura pura saja, mungkin rencana ini akan berhasil” bathin Shagun SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 855 by. Sally Diandra

Bagikan :