SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 803 "RAMAN DI PENJARA" by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 803 "RAMAN DI PENJARA" by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 803 "RAMAN DI PENJARA" by. Sally Diandra Ashok kemudian seorang perempuan turun ke bawah, Ishita dan Abhishek menatap kearah mereka berdua “Dia ini pacarku” perempuan itu mulai bertingkah manja dengan Ashok “Dia ini orangnya yang menabrakkan mobilku, aku minta maaf”, “Tapi yang aku lihat adalah Niddhi bukan dia” Abhishek tetap bersikeras “Kalau kamu ingin uang, kamu bisa mendapatkannya, kamu itu mabuk, apa yang kamu lihat ?” perempuan itu pun mendukung Ashok dengan berbohong pada Abhishek dan Ishita “Baiklah, kami minta maaf” ujar Ishita kemudian berlalu dari sana, diluar Ishita bertengkar dengan Abhishek “Perempuan itu bukan Niddhi, Abhishek !”, “Tapi jelas jelas aku melihat dia itu Niddhi !” Abhishek tetap bersikukuh dengan pendapatnya “Sebelumnya kamu adalah seorang inspektur polisi, tapi sekarang lihat dirimu, seorang pemabuk !” Ishita bergegas meninggalkan Abhishek dengan perasaan kesal, Abhishek kembali minum dan berkata “Aku akan membuat kamu percaya, Ishita ,,, dia itu Niddhi” 

Sementara itu di rumah Ashok, Niddhi keluar dan menatap ke arah mereka lalu berterima kasih pada perempuan tersebut, kemudian Niddhi menelfon Ruhi “Mereka sudah pergi, untung saja kamu memberitahu aku dan kita mengundang perempuan lain yang berperan sebagai aku”, “Kamu tidak menjawab telfonku sebelumnya, untung saja akhirnya kamu menjawabnya” Niddhi sangat berterima kasih pada Ruhi “Aku tidak ingin ada seorangpun yang tahu kalau kita ini masih hidup, sekarang aku yakin kalau kamu berada dipihakku”, “Tentu saja aku berada di pihakmu, kamu yang telah menyelamatkan aku dan membesarkan aku hingga sekarang, aku masih hidup sampai saat ini, itu karena kamu, nyonya Niddhi” ujar Ruhi “Kalau begitu hapus nomer ini dari ponselmu, tidak ada seorangpun yang boleh tahu tentang percakapan kita” Niddhi lalu mengakhiri telfonnya 

Appa sedang ngobrol dengan seorang sekretaris, Ruhi datang kesana untuk bicara dengan Ishita, Ruhi melihat Appa dan teringat pada masa kecilnya dulu “Aku baru saja pindah ke apartemennya tuan Prateek, aku berbagi apartemen dengan nyonya Ishita dan aku datang kesini hendak menjelaskan, kemarin temannya nyonya Ishita datang, dia itu pemabuk dan membuat onar, jadi aku tidak bisa tinggal lagi disana, aku sangat takut” Appa tertegun “Disini tidak aman, seorang perempuan seharusnya tidak tinggal disini, bagaimana jika ada laki laki yang masuk ke sana ?” salah satu perempuan yang ada disana juga ikut menyela ucapan Ruhi 

“Iyaaa aku juga mendengar pemabuk itu, penjaga berusaha mencegahnya tapi dia tidak mau mendengarkan”, “Dan nyonya Ishita mengijinkannya masuk ke apartemen kami, ini tidak aman bagiku, aku rasa seharusnya aku tidak tinggal disini” ujar Ruhi kesal, Appa langsung menyela “Aku rasa kamu itu salah paham, aku adalah ayahnya Ishita, kita akan bicara dengan Ishita nanti dan mencari tahu tentang laki laki itu, kita seharusnya tidak menghakiminya dia secepat ini” tuan Patel menyahut 

“Tuan Iyer benar, aku sangat kenal Ishita dengan baik” namun perempuan yang lain menyela “Aku tidak tahu tentang dia ! Yang aku dengar dia pergi sejak tujuh tahun yang lalu, kalau dia kembali, dia kana seharusnya tinggal bersama keluarga mertuanya atau orang tuanya” dalam hati Ruhi merasa senang “Dengan cara ini Ishita dan ayahku akan berpisah selamanya” bathin Ruhi, sedangkan Appa merasa sangat khawatir 

Raman sedang ngobrol di telfon tentang bahan mentah yang hendak dibelinya, Mihir datang menemuinya “Raman, aku akan memberikan sebuah informasi, jangan marah dulu, temanku yang seorang pengacara bilang ke aku kalau Ishita sedang mengajukan kasus hak asuh Pihu” saat itu Pihu mendengar pembicaraan mereka “Punya hak apa dia meminta Pihu ? Aku akan membunuhnya ! Pihu adalah hidupku, cari pengacara terbaik !” Raman merasa kesal “Jangan khawatir, Raman ,,, aku akan mencari pengacara terbaik”, “Aku benar benar membencimu, Ishita !” Pihu menangis dan bertanya tanya “Kenapa bibi berkalung bunga itu mengejar ngejar aku ? Tidak ! Aku tidak akan meninggalkan ayah dan mama” ujar Pihu sedih 

Amma sedang pergi menemui Ruhi “Kenalkan aku ini nyonya Iyer, aku juga tinggal di apartemen ini, kamu tadi mengeluh tentang Ishita ya ? Lingkungan disini memutuskan kalau kami tidak akan membiarkan Ishita tinggal disini”, “Waah itu kabar yang luar biasa, aku bisa tinggal dengan damai” ujar Ruhi senang “Aku datang kesini untuk meminta padamu, Ishita itu tidak seperti itu, dia itu orangnya sangat bertanggung jawab dan tidak akan menyakiti siapapun”, “Lebih baik anda bicara saja dengan sekretaris apartemen ini” sela Ruhi “Ishita adalah putriku, dia baru saja datang kesini setelah sekian tahun lamanya, dia pasti akan pergi jika kamu melakukan hal ini, dia itu tidak bisa menyakiti siapapun, percayalah padaku, aku akan memohon dengan memegang kakimu” Ruhi buru buru mencegahnya sambil memanggilnya nenek 

“Jangan nenek !” Amma tertegun “Kamu memanggil aku nenek ? Aku mohon cabut kembali laporanmu itu demi aku” Ruhi akhirnya setuju dengan permintaan Amma, Amma sangat berterima kasih padanya dan berkata “Aku bahkan juga punya cucu yang seumuran denganmu, bahkan namanya juga sama, Ruhi, tapi sekarang dia sudah tiada, kenapa rambut kamu begitu kering ? Apakah ibumu tidak memberikan minyak rambut di rambutmu ? Rambutmu ini sangat tebal dan panjang tapi kering, tunggu disini yaa, aku akan kembali lagi nanti” Amma bergegas pergi meninggalkan Ruhi sebentar, 

Ruhi pun menangis sambil berkata “Kenapa aku jadi sangat begitu lemah dan penuh emosional, kenapa aku tidak bisa berkata tidak pada nenek ?” Ruhi masih saja menangis “Aku bisa saja membuat Ishita tidak berdaya dan pergi dari sini tapi aku tidak seperti dia, aku tidak bisa menyakiti perasaan orang yang aku sayangi” 

Mihir sedang ngobrol dengan seorang pengacara “Kasus ini sangat penting untuk kami, kami akan datang dan menemui kamu nanti” saat itu Raman datang “Mihir, aku akan membunuh Ishita, jadi ini rencananya datang kesini dan merampas Pihu”, “Raman, sudah tenang saja dulu, aku mau ke kantor sekarang” Mihir pun berlalu dari sana, sementara itu sekretaris apartemen menemui Raman “Seluruh warga disini telah memutuskan untuk meminta nyonya Ishita pergi”, “Aku sudah bilang kan sebelumnya, terima kasih banyak” Raman sangat senang mendengarnya, 

Saat itu Raman melihat Ishita datang, Raman langsung menghadang jalannya “Tolong biarkan aku pergi, aku harus pulang kerumah” pinta Ishita ketus “Kamu tidak bisa tinggal disini lagi, aku mempunyai hak untuk memutuskannya, kalau kamu mempunyai tujuan untuk mengambil putriku, jangan pikirkan tentang hak asuh Pihu” Ishita bingung “Apa ? Jangan buat cerita yang tidak tidak, Raman”, “Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Ishita” balas Raman tidak kalah ketus 

Amma sedang mengolesi minyak rambut ke rambutnya Ruhi sambil berkata “Bahkan Ruhiku itu juga mempunyai rambut yang panjang, dia tidak suka kalau diberi minyak rambut, biasanya aku mengolesi rambutnya dengan minyak dengan membuatnya sibuk ngobrol” saat itu mereka mendengar Raman berteriak “Kami semua khawatir karena kamu !”, “Tidak usah tegang begitu, Raman !” balas Ishita “Aku tahu bagaimana dirimu yang sebenarnya” Ishita lalu menyuruh Raman duduk karena sakit punggung Raman kumat “Seluruh warga disini sudah memutuskan dan meminta kamu pergi dari sini !” saat itu Appa datang dan bertanya “Raman, kenapa kamu selalu mengejar ngejar Ishita, dia tetap akan tinggal disini”, “Dia tidak bisa tinggal disini, sekretaris apartemen ini yang mengatakannya padaku kalau ada orang lain yang terganggu gara gara dia ! Ini adalah keputusan seluruh warga ! Apakah dia akan mengemasi semua barang barangnya atau harus aku lempar keluar !” 

Saat itu Amma datang dan berkata “Ishita tidak akan pergi kemana mana, Raman”, “Nah gadis itu merasa terganggu karena dia jadi Ishita harus pergi dari sini !” bentak Raman sambil menunjuk ke arah Ruhi yang juga ada disana “Tidak ! Ayooo sini Ruhi, katakan padanya kalau kamu telah menarik kembali laporanmu” Ruhi langsung menatap ke arah Raman dan Ishita “Itu tidak mungkin ! Apakah mereka menakuti kamu atau memperlakukan kamu dengan tidak baik ? Jangan takut, aku selalu bersamamu”, “Bukan seperti itu, Raman !” Amma menyela “Coba katakan sejujurnya, apakah benar kamu mencabut laporanmu atas keinginanmu sendiri ?” Ruhi mengangguk, saat itu polisi datang kesana, mereka semua terpana, tuan Bhalla menyela “Siapa yang memanggil polisi ?”, “Aku yang menelfon polisi” sahut Adi, Raman merasa heran 

“Adi, apa maksudnya semua ini ?” tanya Raman bingung “Ayah telah menyiksa ibuku”, “Kamu tahu kan hasilnya !” Adi langsung menyela “Pak polisi, coba lihat kemarahannya, aku mohon tolong tangkap dia, dia telah menyiksa ibuku dengan sangat kejam” ujar Adi kesal “Mari tuan Raman, ikutlah dengan kami ke kantor polisi dan kamu Adi, kamu juga harus ke kantor polisi dengan ibumu” ujar polisi, Ishita merasa khawatir, sedangkan Pihu hanya bisa menangis, Neelu meminta Pihu untuk ikut dengannya “Ayah mau dibawa kemana ?” Pihu berteriak histeris “Pihu, nanti ayahmu akan pulang, ayooo ikutlah denganku” pintu Neelu, saat itu Raman dibawa oleh polisi dengan mobil jeep mereka, sementara Adi mengajak Ishita bersamanya, sedangkan Ruhi semakin cemas SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 804  by. Sally Diandra

Bagikan :