SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 750 “RAMAN MASIH TRAUMA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 750 “RAMAN MASIH TRAUMA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 750 “RAMAN MASIH TRAUMA” by. Sally Diandra 
Di Australia ,,, 
Aaliya memberitahu Ishita kalau kasih sayang ada di dalam persahabatan juga “Aku sangat beruntung mendapatkan Mani, kamu dan Vivaan tapi aku telah meninggalkan banyak hubunganku dengan yang lain, aku bahagia bisa berada disini, aku tidak tahu bagaimana keadaan putriku, aku berusaha untuk melupakannya selamanya tapi kadang aku tidak bisa” Ishita merasa sedih begitu mengenang masa lalunya 

Di Delhi, India ,,, 
Pihu, Neelu dan nyonya Bhalla akhirnya sampai juga di sebuah kuil, Pihu melangkahkan kakinya ke tanah tanpa mengenakan sepatu dan hal itu tentu saja membuat kakinya terasa sakit, Pihu kemudian menyuruh neneknya untuk berdoa terlebih dulu, nyonya Bhalla tersenyum melihat tingkah cucu bungsunya ini 

Di Australia ,,, 
Ishita masih asyik ngobrol dengan Aaliya “Aaliya, aku tidak tahu bagaimana rupa dan keadaan putriku, sangat sulit untuk seorang anak jauh dari ibunya, aku bahagia mempunyai kamu bersamaku, tapi aku telah meninggalkan putriku, perasaan itu incompleteness membunuhku” Ishita benar benar merasa bersalah 


Di Delhi, India ,,, 
Pihu sedang mengambil nampan aarti sambil berkata “Aku harus melakukan pertobatan” tiba tiba Pihu menjerit kesakitan “Kakiku sakit, aku akan melakukan pemujaan pada Mata Darshan dengan berjalan diatas batu batu ini ?”, “Baiklah, berikan piring itu ke nenek” tepat pada saat itu Shagun datang dan memegang tangan kaki Pihu sambil tersenyum “Mama ,,, mama juga ada disini ?”, “Iya tentu saja, bagaimana hal ini bisa terjadi pada kaki putriku yang sampai sakit begini dan aku tidak ada disini, aku akan membawamu ke kuil” Pihu langsung menggeleng “Tidak, aku akan berjalan di bebatuan ini”, “Biar aku saja yang melakukan pertobatanmu” Pihu lalu memeriksa gelang gelangnya dan meminta Shagun untuk mengenakan gelang itu di kedua tangannya, 

Shagun kemudian mengecek aksesorisnya, sindoor kemudian mengoleskan bindi di kening Pihu sambil menyebutkan sebaris kalimat pada sebuah film, Shagun berterima kasih pada Pihu karena telah mengajarinya kemudian mulai menggendong Pihu “Mama, lihat ,,, nenek jadi terharu melihat cinta kita berdua”, “Meskipun aku tahu kalian ini sedang berakting tapi tetap saja membuatku terharu” Pihu dan Shagun tersenyum manis, kemudian mereka mulai berjalan ke arah kuil sambil berteriak “Jai Mata Di !” 

Keesokan harinya, Amma meminta Appa untuk membelikan beberapa barang keperluan pemujaan “Sebentar lagi pendeta akan datang untuk melakukan pemujaan” Appa memberikan fotonya Ishita dan Ruhi pada Amma, mereka masih saja sedih setelah 7 tahun berlalu karena penderitaannya masih sama “Pertengkaran Raman dan Ishita membuat seluruh keluarga terpecah belah” Appa menyela ucapan Amma “Romi dan Mihika juga membuat permasalahan yang lebih buruk lagi, aku merasa paling tidak kita masih mempunyai Pihu” Amma mengangguk 

“Iyaa dia itu adalah tanda mata terakhir dari Ishu dan dia adalah semangatnya Raman, Shagun sangat menyayangi Pihu, sama seperti ketika dulu Ishu menyayangi Ruhi, Ishu pasti akan bahagia melihat Pihu juga bahagia” ujar Amma sedih, sementara itu di Australia ,,, Ishita juga sedang melihat foto Ruhi sambil menangis, Ishita teringat akan Ruhi, juga kenangan masa lalunya ketika dulu dia menikah dengan Raman, kemudian Ishita teringat pada bayinya yang baru lahir dan kematian Ruhi sambil bergumam “Aku merindukan kalian setiap saat, tidak ada seorangpun yang akan mengampuniku dirumah itu” gumam Ishita sedih 

Nyonya Bhalla sedang ngobrol sama Raman ditelfon tentang pemberian doa untuk arwah Ruhi “Seperti yang kamu inginkan, Raman ,,, aku akan meminta ayahmu untuk melakukan doa dan aku juga ingin kamu melakukan doa ini kalau kamu sudah pulang ke rumah nanti” Raman lalu mematikan telfonnya, Simmi menghampiri ibunya “Ibu, kenapa ibu berusaha memaksa kakak ? Dia selalu saja membuat alasan dan pergi pada hari ini, dia tidak ingin mengingat hari ini, ibu ,,, karena dia telah kehilangan kedua orang yang sangat dicintainya”, “Aku juga sangat merindukan Ruhi ketika aku melihat Pihu, aku lupa kalau dia adalah Pihu bukan Ruhi tapi aku sangat merindukan Ruhi dan Ishita, kita seharusnya melakukan doa untuk arwah Ishita juga” Simmi langsung menyela 

“Kak Raman sudah bilang kan kalau kita tidak akan membicarakan tentang Ishita lagi, Pihu seharusnya tidak tahu tentang Ishita”, “Tapi dengan melakukan cara seperti ini tidak akan membuatnya hilang dari kenangan kita, Simmi” sahut nyonya Bhalla sedih “Pihu sangat mirip dengan Ruhi kecil kita, dia itu memang bayangannya Ruhi dan Ishita, kita mendapatkan mereka berdua dalam diri Pihu, berhentilah menangis, ibu ,,, kita harus melakukan doa agar arwah Ruhi tenang di alam sana” mereka berdua lalu menangis bersama “Lalu dimana Ananya ?”, “Ananya pasti akan segera pulang, orang tuanya Parmeet suka sekali menghabiskan waktu mereka dengan Ananya” Simmi kemudian pergi dari sana, nyonya Bhalla memeluk fotonya Ruhi 

Di Australia ,,, 
Aaliya menelfon Ishita “Ibu, ayah baik baik saja, aku tahu kalau airmatamu tidak akan berhenti hari ini”, “Tidak, Aaliya ,,, aku baik baik saja” Ishita berusaha menutupi perasaannya “Aku kenal ibu dengan baik”, “Aku tahu, aku memang menangis tapi tidak sekarang, aku janji” sahut Ishita “Aku menelfon untuk memberitahu kalau ayah baik baik saja, dokter telah memberikan obat penghilang rasa sakit dalam dosis rendah, dia sedang tidur sekarang”, “Aaliya, telfon aku yaa kalau kamu membutuhkan aku disana” ujar Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 751 by. Sally Diandra

Bagikan :