Loading...

SINOPSIS VEERA episode 569 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 569 by. Sally Diandra Di rumah Balwant, Simran mencoba mengajak Baldev ngobrol sambil bersikap sanga manis padanya “Baldev, aku akan mencoba untuk memberikan kebahagiaan padamu dan membantu kamu untuk melupakan masa lalumu” ujar Simran sambil berjalan mendekat ke arah Baldev, Baldev lalu beralih ke sisi lainnya “Baiklah, aku tahu” ujar Baldev datar “Kita hanya punya waktu selama satu minggu untuk menyelenggarakan pernikahan kita, sementara para orangtua ingin membuatnya menjadi sebuah pernikahan yang mewah dan meriah, oh iya ,,, akuu telah membooking tiket, aku tahu kalau kamu suka dengan laut” Simran berusaha lebih mendekatkan dirinya dengan Baldev, 


Sedangkan Baldev malah memikirkan kata kata Veera yang mengatakan kalau dirinya sangat suka dengan laut “Aku tidak suka dengan laut” Simran langsung menyela “Tapi ibumu mengatakan padaku kalau kamu suka dengan laut, ayoo kita pergi ke Manali, aku akan pergi berbelanja, warna apa yang akan kita beli ?” Baldev menyela dengan malas “Warna apa saja, kamu pergilah sekarang, aku mau mandi” Simran langsung menyahut “Apakah aku boleh membantu ?” Baldev merasa heran “Membantu mandi ?” Simran menggeleng “Tidak ! Aku dengar kamu suka dengan warna hijau” Baldev kembali teringat pada Veera “Tidak ! Jika kamu ingin pernikahan kita baik baik saja maka jangan beli gaun berwarna hijau” Baldev kemudian berlalu dari sana “Dia pasti berfikir tentang Veera, aku harus merubah semuanya !” ujar Simran geram 

Di rumah Ratan, Rajveer mencoba membacakan sebuah puisi untuk menghibur Veera “Veera, apakah kamu menyukainya ?” tanya Ranvi penasaran “Iyaa, aku suka” ujar Veera lalu pergi untuk mengambil teh untuk tamunya ini, Rajveer kemudian bertanya pada Ranvi tentang rencana pernikahan Baldev “Iyaa memang, Baldev akan menikahi seseorang” Rajveer menyela “Kamu seharusnya juga menikahkan Veera, Ranvi” Ranvi bingung “Dia sedang patah hati saat ini, aku tidak tahu, sampai kapan aku harus memberinya waktu” Rajveer menyahut lagi 

“Sebuah hubungan yang baru akan membantu untuk melupakan yang lama, pernikahan itu adalah obatnya” Rajveer berusaha memprovokasi Ranvi agar segera menikahkan Veera, Veera datang lagi sambil membawa teh untuk mereka “Aku akan menceritakan sebuah lelucon” Rajveer kemudian menceritakannya dan Veera pun tertawa, Ranvi bisa melihat senyum Veera lagi karena Rajveer dan mulai memikirkan tentang mereka berdua, Ranvi tersenyum melihat kebersamaan mereka “Aku harus pergi sekarang, tapi jujur aku merasa nyaman bila menghabiskan waktuku disini, lain kali datanglah ke rumahku, aku akan memasak makanan sendiri untuk kalian” pinta Rajveer “Kami pasti akan datang” ujar Ranvi, 

Tiba tiba ponsel Ranvi berdering, Ranvi mendapat telfon dari seseorang dan berjalan menjauhi mereka “Veera, aku ini memang tidak dekat untuk memberikan saran, tapi aku menyukai kamu dan Ranvi, jadi aku ingin mengatakan kalau Ranvi sangat mengkhawatirkan dirimu dan senyummu bisa membuat rasa khawatirnya menghilang, oleh karena itu teruslah tersenyum di depan Ranvi dan seseorang yang telah memberikan penderitaan untukmu” Veera berterima kasih untuk saran dari Rajveer “Sekarang aku akan melakukannya” ujar Veera sambil tersenyum 

Sementara itu Ratan sedang ngobrol dengan bibi Chaiji tentang Veera “Bagaimana nanti kalau Veera melihat pernikahan Baldev ?” tanya Ratan cemas “Veera keluar dari kamarnya untuk menemui Rajveer” Ratan menyela ucapan kakak iparnya “Dia itu berpura pura nampak senang didepan kita” bibi Chaiji menyahut “Aku fikir Gunjan benar, kita seharusnya mengirimkan mereka ke Mumbai” Ratan balik menyela “Tidak, kakak ,,, Aku fikir Ranvi yang benar, kita seharusnya menikahkan Veera” bibi Chaiji menggeleng “Jangan ! Satu warna diatas warna yang lain tidak bisa membantu, ini tentang perasaan Veera, selama nama Baldev masih bersemayam di dalam hatinya, rasanya sia sia saja kalau kita berbicara tentang pernikahan dengan orang lain untuk Veera” ujar bibi Chaiji sedih “Aku tahu kalau Baldev pasti juga masih mencintai Veera” Ratan pun merasa sedih 

Pada saat yang bersamaan, Gunjan menemui Baldev dirumah ayahnya “Kakak, kenapa kamu setuju untuk menikah dengan Simran ? Aku tahu di dalam hatimu masih ada nama Veera !” ujar Gunjan kesal “Oh yaa, benarkah itu ?” ejek Baldev “Ranvi menyuruh aku untuk menjauhi Veera tapi kamu tidak berkata apa apa, bahkan Veera mengatakan hal yang sama” Gunjan menyela “Kenapa kamu jadi marah sama Veera ?” Gunjan semakin kesal “Aku memutuskan hal ini bukan karena Ranvi ! Aku mengerti kalau aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak bisa kita percayai lagi” ujar Baldev kesal “Tapi kan kamu bisa bicara dan menyelesaikan permasalahan ini, bahkan bisa juga bertengkar dengan dia tapi kenapa kamu malah memutuskannya ? Dan kenapa juga kamu mau menikah dengan gadis lain ?” Baldev pun menyahut 

“Aku mengerti kenapa Veera tidak pernah menghargai aku, dia memang bisa memberikan aku cinta sebagai sebuah kenikmatan tapi kalau Simran, dia itu menghormati aku, dia sangat bahagia bisa menikah denganku, dia membuat aku merasa dihargai dan special, sekarang lebih baik kamu pergi dan katakan pada Veera kalau aku telah mendapatkan seorang gadis yang pantas untuk cintaku” Gunjan langsung menyela “Kenapa harus aku ? Kamu saja yang pergi dan katakan pada Veera sambil menatap kedua bola matanya, baru aku percaya kalau kamu memang sudah siap untuk menikah dengan Simran !” sindir Gunjan “Baiklah ! Aku akan pergi sekarang juga ! Aku tidak takut pada siapapun !” balas Baldev sengit 

Saat itu Veera masih memikirkan Baldev yang masih marah padanya dan berpaling menikahi Simran, Veera mengambil bunga mawar dan manisan yang dibelinya lalu bergegas keluar dari rumahnya, dari kejauhan Ratan melihat kepergian Veera sambil berkata dalam hati “Itu pasti untuk Baldev, kenapa Veera pergi untuk memberikan manisan itu setelah dia mendengar berita pernikahannya Baldev ?” Ratan merasa cemas 

Di tempat yang lain, Gunjan sedang memberikan uang pada temannya dan menegurnya karena teman Gunjan itu mengirimkan kakaknya, kemudian teman Gunjan yang lain juga menagih uangnya yang dipinjam oleh Gunjan “Uang apa ? Aku tidak meminjam uang dari kamu !” bentak Gunjan kesal, teman Gunjan itu langsung mengingatkan Gunjan kalau dulu Gunjan pernah berhutang padanya juga “Jadi kapan aku dapat uangku kembali, Gunjan ? Aku sudah menunggu cukup lama ! aku tidak akan mengatakan pada kakakku tapi aku akan mengeluhkan perbuatanmu ini pada ibu kepala desa ! Dan kamu akan di penjara !” Gunjan panik “Ooh Tidak ! Tidak perlu ! Aku hanya lupa saja, aku pasti akan memberikan uangmu juga, beri aku waktu beberapa hari ya” kemudian Gunjan berlalu dari sana 

Baldev sedang dalam perjalanan “Aku akan mengatakan pada Veera kalau aku tidak mencintainya lagi !” tepat pada saat itu Veera tiba tiba muncul di depannya, mereka berdua saling memandang satu sama lain “Veeraaa ,,,” hanya kata yang keluar dari mulut Baldev, Veera lalu memberikan manisan dan setangkai bunga mawar ke Baldev “Ini untuk kamu dan Simran, berikan padanya, selamat yaa ,,, aku dengar kamu akan menikah tujuh hari lagi, aku sangat bahagia untukmu” Baldev kaget “Terima kasih banyak, aku juga sangat bahagia, akhirnya aku bisa menyingkirkan kamu, aku mendapatkan seorang gadis yang pantas untukku” Veera masih terus menatap mata Baldev sambil mendengarkan ucapannya “Gunjan bilang kalau aku tidak bisa mengatakan hal ini padamu, apa yang aku lakukan ini adalah benar” Veera mengangguk 

“Iyaaaa, ada baiknya kamu mengambil keputusan untuk menikah ini, aku tidak peduli, lakukan saja apapun yang kamu suka” balas Veera sambil menahan sesak didadanya “Hidupku akan menjadi seperti dineraka bila bersama denganmu” Baldev menyahut “Iyaa, lihat kan aku telah menyelesaikan permasalahanmu dengan menikahi orang lain, ini adalah kehebatanku, aku selalu peduli pada orang lain yang tidak pantas untukku” mereka berdua kemudia mulai bertengkar lagi “Itu artinya kamu tidak mencintai aku !” balas Veera “Cintaku di khianati !” ujar Baldev, kemudian Baldev memuji Simran di depan Veera dan membandingkan Veera dengan Simran, Veera hendak pergi karena Baldev telah membuatnya cemburu, Veera lalu berkata

“Semoga kamu bahagia bersamanya ! Kamu telah mendapatkan seorang gadis yang tahu segalanya, kenapa kamu mengatakannya padaku ? Kalian berdua benar benar sempurna ! Aku tidak peduli !” ujar Veera lantang “Aku tidak merasa seperti itu ! Kamu itu cemburu, Veera ,,, lihat wajahmu dicermin” Baldev langsung memegang tangan Veera dan mereka berdua sesaat saling berpandang pandangan “Aku tidak cemburu, Baldev ,,, masih banyak laki laki yang rela mati untukku” mereka pun bertengkar lagi dan meninggalkan tempat itu dengan berjalan terpisah sambil menahan perasaan dongkol di hati mereka masing masing SINOPSIS VEERA episode 570 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top