SINOPSIS VEERA episode 547 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 547 by. Sally Diandra Nihal sedang membantu Ratan mengerjakan pekerjaannya, saati itu Ranvi dan Veera memperhatikan mereka dari kejauhan “Kakak, apakah kamu memikirkan seperti yang aku pikirkan ?” tanya Veera sambil tersenyum senang “Apa itu ?” Ranvi malah bingung “Maksudku aku perhatikan paman Nihal sangat peduli pada ibu” Ranvi langsung menyahut “Mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lain dan hal ini juga terjadi pada seluruh warga desa bukan ?” tanya Ranvi heran “Bukan, bukan seperti itu tapi aku bisa melihat seseorang yang sangat mencintai ibu yang bisa mengisi kekosongannya selama ini” jelas Veera senang 


Sementara itu Gunjan sedang berfikir keras bagaimana caranya membuat 5000 rupee menjadi 20.000 rupee, saat itu temannya menemuinya dan meminta uang pada Gunjan “Apa yang harus aku lakukan ?” Gunjan kemudian memikirkan tentang gelas emas yang diberikan Ratan padanya “Bagaimana kalau kamu pergi ke toko perhiasan dan menjual gelang ini, maka hutangku lunas kan ?” ujar Gunjan 

Pada saat yang bersamaan Ranvi bertanya pada ibunya “Ibu, dimana bibi Chaiji ?” Ratan langsung menyahut “Bibimu sudah tidur dari tadi” ujar Ratan “Aku akan mengerjakan pekerjaan bibi dan tidak minta bantuan dari orang lain” kemudian mereka ngobrol soal Rajveer “Dia tadi juga mampir ke kantor rumah kaca dan ngobrol soal promosi sepakbola yang mau dibuatnya” Ranvi langsung menyahut ucapan Veera “Kenapa tidak kita membantu Rajveer dalam membuat klub sepakbola, apakah kamu mau membantunya, Veera ?” tanya Ranvi “Baiklah, kenapa kita harus tertinggal untuk kebaikan desa kita sendiri” ujar Veera Tak lama kemudian Ranvi dan Veera menemui Rajveer, saat itu ternyata Ranvi dapat telfon dan harus segera pergi dari sana “Kalau begitu aku ikut, kakak” ujar Veera “Veera, kamu disini saja dan ajari anak anak itu” pinta Ranvi “Kami juga baru saja disini” sela Rajveer, 

Akhirnya Veera dan Rajveer bermain bersama sama mengajari anak anak itu bermain bola, Veera meminta anak anak itu untuk berlatih dan menunjukkan gol mereka ke gawang lawan “Rajveer, seharusnya kamu melakukan seleski final nanti” ujar Veera “Veera, aku ingin mengatakana sesuatu padamu” Rajveer kemudian menunjukkan cincin Veera yang dibawanya kemarin, Veera tersenyum melihatnya “Dimana kamu mendapatkannya ?” Rajveer langsung menyahut “Aku mendapatkannya di kantor rumah kaca, tapi apakah benar ini punyamu ?” Veera mencoba untuk mengambil cincin itu dan Rajveer mendekat ke arah Veera “Ini sangat penting untukku, Rajveer” ujar Veera begitu melihat cincin itu “Aku akan memakaikannya di jari kamu” pinta Rajveer

Saat itu Baldev datang dan menghentikan tindakan Rajveer “Baldev, Rajveer menemukan cincinku, bukankah itu hebat ?” tanya Veera polos “Iyaa, tapi bagaimana bisa dia mau memakaikannya ke jarimu ? Ini cincinku ! Aku yang memberikan padanya dan aku yang akan memakaikannya !” ujar Baldev kesal “Baiklah, aku tidak ingin mengambil hak seseorang” balas Rajveer, Baldev kemudian memakaikan cincin itu ke jari Veera “Veera, sedang apa kamu disini ?” tanya Baldev heran “Rajveer ingin membuat klub sepakbola, lalu aku dan kakak mencoba membantu dia, itu saja” saat itu Rajveer pergi meninggalkan mereka 

“Veera, Rajveer itu berusaha menggoda dirimu” Veera kaget “Apa ? Tidak mungkin, Baldev ! Aku ini hanya milik kamu, kamu ini hanya cemburu” Baldev langsung menyahut “Aku bisa melihatnya, Veera ,,, jika kamu meragukan aku, aku bisa membuktikannya” Veera menggeleng “Tidak, tidak perlu, aku tidak butuh bukti apapun” Baldev langsung menyela “Kalau begitu kami akan bertanding, aku akan membuat timku sendiri dan kami akan bertanding, lalu liat nanti tim siapa yang akan menang” Veera bisa melihat kemarahan yang terpendam di wajah Baldev 

Sesampainya di rumah, Veera mencoba ngobrol dengan Ratan dan menceritakan pada ibunya tentang Baldev yang marah hanya karena permasalahan yang sepele dengan Rajveer “Apakah Ranvi mengatakan sesuatu padamu tentang Rajveer ?” Veera menggeleng “Tidak, memangnya kenapa, bu ?” tanya Veera heran “Tidak ada apa apa” ujar Ratan cemas, saat itu dilihatnya Gunjan nampak sedih “Gunjan, kamu kenapa ? Kenapa kamu bersedih ? Lalu dimana gelang emas yang ibu berikan ke kamu ?” tanya Ratan heran “Kalau aku pakai gelang itu, kulit tanganku ini langsung merah merah dan gatal, bu” Gunjan berbohong pada ibu mertuanya ini “Tapi kamu tetap akan memakainya kan ?” pinta Ratan “Iya, aku pasti akan memakainya” Ratan lalu menyahut “Kalau begitu ibu akan mengajak kamu ke dokter untuk mengobati ruammu itu” Veera ikutan menyela sambil berkata “Ibu, ajak Baldev juga untuk mengecek pikirannya itu” ujar Veera sambil tertawa, sementara Gunjan semakin gelisah

Baldev sedang mengabarkan berita terbaru pada anak anak untuk menyiapkan diri mereka menjadi tim sepak bola “Jangan lupa gunakan sepatunayy ! Bukan sandal !” pinta Baldev, saat itu Balwant datang dan menegur Baldev dengan keras karena telah mencuri uangnya dari tabungan lagi, Bansuri langsung membela anak kesayangannya ini “Baldev, katakan pada ayahmu ini kalau kamu tidak mencuri uanganya !” Baldev menggeleng “Tidak ! Aku tidak akan berbohong, aku memang mengambil uang itu, ayah ,,, tapi tidak untukku tapi untuk anak anak desa kita” bela Baldev “Sandiwara apa lagi ini ?” tanya Balwant heran “Aku peduli dengan kedatangan inspektur polisi Rajveer Thakur di desa kita dan dia hendak membuat klub sepakbola, ayah ,,, jadi aku juga akan membuat klub sepak bola dan membeli sepatu baru, lihat saja nanti pasti tim ku yang akan menang” Balwant langsung menyindir 

“Kamu ini hanya buang buang waktu saja, Baldev !” Bansuri menyela “Dia menghabiskannya bersama yang lain, Balwant” Balwant juga langsung membalas “Tapi itu adalah uangku ! Carilah uang dulu ! Lakukan pekerjaan !” bentak Balwant “Anak Balwant Singh akan melakukan pekerjaan ?” tanya Bansuri “Iyaa ! Aku bisa gila kalau mengatakan hal ini ! Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan !” Balwant langsung pergi dari sana “Ayah itu tidak pernah mendukung aku” ujar Baldev sedih 

Gunjan sedang ngobrol dengan Ranvi “Bagaimana aku bisa lupa ? Aku telah melakukan pekerjaan networkingku tapi aku tidak ngobrol dengan mereka, tapi kenapa aku tidak bisa ikut bergabung dengan kontes itu ? Maafkan aku ,,, satu pertunjukkan telah hilang, lalu bagaimana yang lainnya bisa datang ?” ujar Ranvi cemas “Ranvi, itu tidak mudah, jika kamu meninggalkan pertunjukkan, suatu hari nanti orang orang akan melupakan kamu” ujar Gunjan SINOPSIS VEERA episode 548 by. Sally Diandra

                                sebelumnya            selanjutnya

Bagikan :